
Suasana dalam kereta kembali hening, sampai Lloyd memecah dengan bertanya pada Camell. "Kamu sudah enakan??"
Camell bingung dengan pertanyaan Lloyd. "Enakan??"
Lloyd menatap Camell dengan alis hampir menaut. "Katanya kamu sakit, kangen rumah sampai terbaring tidak bangun dari tempat tidur."
Camell menyadari sandiwaranya kemarin itu dan sedikit terkejut namun dia masih bisa mengontrolnya dengan baik.
Owh iya! Kemarin aku berpura pura sakit. Lalu.. aku juga penasaran kenapa dia memberi aku mawar ruby. Apa itu punya arti yang tidak baik?? Apa coba aku test saja yah?
"Aku baik baik saja sekarang, berkat mawar yang tuan duke kirim kondisi saya jadi membaik." Camell menjawabnya dengan formal.
Lloyd tersenyum tipis. "Aku pernah dengar tidak ada wanita yang tidak menyukai bunga, dan menurut Maya pelayanmu. Kamu menyukai bunga mawar. Syukurlah kalau itu benar dan kamu menyukainya."
Camell menaikkan alisnya mendengar penuturan Lloyd. Jadi... hanya karena mendengar aku suka mawar maka dia memberi aku bunga mawar?? Bukan tanpa maksud apa apa dibaliknya?
Camell terus menatap Lloyd yang melihat keluar jendela.
Rasa penasaran ku pada pria ini semakin besar. Dia yang tidak suka dijodohkan denganku hanya karena paman Ethan memilih demikian. Kenapa juga dia mau membantu aku dalam kesulitan? Kenapa dia juga mengungkapkan rasa terimakasihnya dan memujiku di depan faksi bangsawan? Kenapa dia mau mengantarku... dan juga menghadiahkan aku bunga?? Hari ini aku sangat berusaha untuk mencari celah mengenai tingkah lakunya. Namun aku benar benar tidak menemukan jawabannya. Mungkinkah.. aku yang salah dalam menilainya??
"Kenapa melamun??" Lloyd menyadari Camell termenung menatap dirinya. "Kamu bosan??" Pertanyaan Lloyd tentu saja membuat Camell tersentak karena kaget. "Aku sudah duga, perjalanan 4 jam ini akan sangat membosankan bagimu. Makanya aku membawa sesuatu." Lloyd menunduk dan membuka kantong kain yang sudah di letakan di bawah kaki mereka sejak awal.
"Hah..?" Hati Camell semakin menghangat bahkan Lloyd menyiapkan sesuatu untukknya.
Benar. Aku salah menilai dia.. ternyata dia memang pria yang ba..
__ADS_1
Lloyd tersenyum mantap menyerhakan novel bergenre dewasa pada Camell.
Kenapa muncul novel dewasa....?!!! Camell shock bukan main.
"Kelihatannya kamu suka novel yang seperti itu.. makanya aku bawakan." Ujar Lloyd.
Camell memegang novel itu dengan tangan yang bergetar. "I.. ini.. ap.. ini apa?!!!!" Lengkingan suara Camell yang shock membuat Lloyd tertawa.
Aku gak jadi bilang orang ini baik!!!!
"Tolong berhenti tertawa tuan duke!" Camell mendengkus kesal karena hampir 10 menit Lloyd tidak berhenti tertawa.
Saat Camell pergi ke perpustakaan istana Biblio yang sebenarnya terjadi adalah Lloyd berada di sana setelah melakukan latihan berpedang dengan Cailaden. Dia mendengar suara senandung riang dari rak sebelahnya, Lloyd mengintip dan melihat Camell bersenandung riang bahkan menepuk tangannya dengan riang di rak buku yang berisi kumpulan novel.
Apa wanita itu sedang menari??
"Aku melihatmu menari diantara rak buku itu, aku sempat mengira kamu ingin mencuri beberapa buku langka." Lloyd menjelaskan pada Camell perihal yang terjadi di hari itu.
Dengan pipi bersemu merah menahan malu Camell meringis sebal. "Jadi tuan duke melihat semua yang saya lakukan??"
"Yah.. bukan sengaja juga sih.. tapi." Lloyd membela dirinya. "Aku cukup suka melihat ekspresimu saat membaca novel. Tapi ternyata novel itu yang bahkan dari judulnya saja..."
"Hentikan!!" Camell bahkan reflek menutup mulut Lloyd karena malu. "Tolong hentikan..! Jahat sekali.." Camell sampai menunduk karena sangat malu, dia merasa sangat gelisah. Bahkan dia tidak bisa membayangkan jika ayah dan ibunya tahu dia membaca novel genre dewasa.
Aduh..! Ini sangat memalukan sekali! Hiks!
__ADS_1
"Saya tidak tahu kalau tuan duke bisa bercanda seperti ini." Gerutu Camell.
Lloyd terdiam sebentar, pria itu juga menyadari sesuatu. "Iya yah.. aku juga tidak pernah berpikir aku bisa seperti ini.." Pria itu berbicara lebih seperti menggumam sendiri.
Lagian siapa juga yang berani bilang ke yang mulia grand duke secara langsung?!
Camell menghela nafas panjang. "Yah saya juga baru pertama tahu kalau tuan duke bisa begini. Karena yang saya tahu kalau yang mulia grand duke ini orang yang berhati dingin!" Sindir Camell.
Lloyd terkejut dan menatap Camell. "Aku memang tidak terlalu ramah padamu awalnya. Tapi aku rasa aku juga tidak seburuk itu." Pria itu membela diri.
"Apa?!" Camell merasa tidak terima karena sampai saat ini jika mengingat perlakuan yang dia dapat saat masuk istana cukup membuatnya kesal kembali. Pria ini tidak masuk akal!
"Wajar. Karena menurutku aneh jika kamu menyetujui begitu saja perjodohan ini apalagi keluargamu tidak begitu terkenal di kalangan para bangsawan ibu kota. Mengingat kamu dibawa langsung oleh ayahku dan menerima hak istimewa sudah pasti aku mengira kamu mengincar sesuatu."
Camell terdiam, ucapan Lloyd cukup masuk akal. Bangsawan manapun akan dengan senang hati menerima perjodohan putri mereka dengan tujuan memperluas kekuasaan dan kekayaan. Karena memang begitulah wajah asli dari perjodohan politik.
"Tapi.. tuan duke. Apa anda juga tidak merasa keterlaluan mengabaikan saya di pesta penyambutan. Dan sama sekali tidak menyambut saya saat datang ke Luckingham??"
"Itu..." Lloyd memijat pangkal hidungnya. "Saat itu aku sedang keluar dari rapat dan sengaja menghindari para tetinggi karena perbedaan pendapat."
Lalu Lloyd menatap Camell lurus, "Maaf." Ucap pria itu. "Maaf, aku tidak menyangka itu semua akan membuat luka dihatimu. Lebih tepatnya aku memang tidak perduli kamu terluka atau tidak. Karena itu aku memang tidak mempedulikanmu dan melakukan apa yang menurut aku benar. Aku memang ceroboh."
Camell terdiam mendapat permintaan yang tulus dari Lloyd.
Jadi sekarang apakah kamu akan perduli perlakuanmu akan melukai aku atau tidak??
__ADS_1
Ingin rasanya Camell bertanya hal itu, namun dia tidak pernah bisa menanyakannya. Mereka hanya terdiam sibuk dengan pikiran masing masing hingga tiba di wilayah bagian barat.