
Ethan shock mendengar permintaan Flo, "Flower??!"
"Aku serius Ethan." Flo menegaskan pandangannya, "Selama wanita itu masih hidup selama itu juga Winter tidak akan pernah memandangku. Perhatian Winter akan terus tertuju pada wanita itu!!"
Ethan menggeleng frustasi. "Meski dia hanyalah putri seorang marquis namun membunuhnya juga bisa memicu konflik. Aku tidak biaa melakukan hal itu!"
"Bisa!!" Flo bersikeras. "Aku tau kamu bisa, hanya kamu kan yang akan terus melindungiku Ethan??"
..
Setelah mendengar info itu Winter langsung meninggalkan aula sendiri tanpa ingin membuat keributan, dengan marah dia berjalan menuju kediaman Flo. Setibanya disana Winter langsung mendobrak pintu dengan marah, orang pertama yang melihat Winter adalah Altez dan Agustin yang berjaga di depan.
"Tu.. tuan Win.."
"Winter??!" Ethan langsung melihat Winter dengan terkejut padahal dia masih belum menguasai dirinya setelah kendengar permintaan Flo, begitu juga dengan Flo yang shock melihat kemunculan Winter.
"Ethan apa yang kamu lakukan disini?! Lancang sekali tengah malam menyusup kesini!! Kamu kira ini dimana?!!!" Wajah Winter benar benar tidak bisa menyembunyikan kemarahannya.
"Winter ini tidak seperti perkiraanmu." Ethan berusaha menenangkan Winter.
"Katakan dengan jujur, sudah seberapa sering kalian bertemu diam diam seperti ini??!" Murka Winter.
"Cepat katakan sejujurnya!!!"
"Tidak, ini pertama kali aku mengunjungi kediamam Flo." Yakin Ethan.
Winter berdecih. "Kamu ingin menyuruhku percaya dengan perkataanmu?!! Kalian.... kalian ini.." Winter bergetar menahan gejolak emosinya dan menatap Flo dengan hujaman tajam. "Gelar duchessmu akan kucabut!! Dan aku memerintahkan agar kamu keluar dari Luckingham atas kesalahanmu membawa pria ke kediamanmu tengah malam, kamu mendapat ganjaran dan hukuman sama dengan pengkhianatan!!"
Flo terkejut bukan main saat Winter menitahkan pengusirannya sampai dia tidak bisa menahan tubuhnya dengan benar.
Ethan langsung bersujud pada Winter. "Lebih baik yang mulia duke memberi hukuman pada saya saja!!" Ethan langsung mengucapkan kalimat formalnya. "Lebih baik saya yang dipenjara atau diusir dari keluarga Ferkalon saja!!"
Flo yang melihat Ethan melindunginya lalu terkekeh kecil dan menyunginggkan senyum menyedihkan. "Berdirilah Ethan, semua sudah berakhir. Yang mulia duke yang agung ini tidak akan menarik kembali perintahnya. Apapun yang aku katakan, sebanyak apapun aku memohon. Yang mulia duke hanya ingin melihat kehancuranku yang menyedihkan saat diusir dari Luckingham." Flo menatap Winter dalam. "Namun.. upacara penobatan gelar duchess tidak akan lama lagi, raja dan ratu juga sudah bersiap akan hal ini. Pasti.. akan terjadi hal yang menghebohkan saat aku diusir dari Luckingham."
"Kamu tetap pergi saat hari terang!!!" Winter tetap tidak tergugah dengan kata kata Flo. "Pergilah dengan kedua kakimu sendiri dari tempat ini!"
"Winter, aku yang salah yang menyetujui datang kesini. Jadi hukumlah saja aku." Ethan masih berusaha melindungi Flo.
"Kamu diam saja!!"
'Bughhh!!' Winter memukul pipi Ethan dengan emosi hingga pria itu jatuh tersungkur.
"Lancang sekali!!! Jika bukan karena ayahmu berjasa disini jangan harap aku membiarkanmu hidup hidup!!" Winter segera berbalik dan meninggalkan kediaman Flo.
Amarah Winter sangat menguasai hatinya, dengan tergesa Winter berjalan keluar berusaha untuk mengontrol dirinya.
Aku benar benar benci!!!! Sejak pertama kamu masuk kedalam Luckingham! Sejak pertama kamu menatapku, sejak kebenaran yang aku tahu tentang dirimu dan keluargamu! Kamu yang selalu mengusikku, membuatku jatuh kedalam kolam istana, mengganggu aku dengan ular!! Berkali kali kamu merusak suasana hatiku.. namun jantungku selalu berdegup kencang. Saat kamu datang kedalam ruang belajarku, meninggalkan aroma itu, mencium aroma manis dari tubuhmu, aroma bunga pir. Membuat jantungku berdegup kencang. Padahal.. aku membencimu!
Winter berhenti melangkah dan mengatur nafasnya, dia jelas mengingat kejadian silam saat kecil. Saat dimana Flo selalu mengusik hari harinya membuatnya marah dan benci. Namun...
Hari itu... kamu memperlihatkan dirimu yang ceria dengan senyum yang seperti malaikat dihadapan orang lain.. bukan diriku.
__ADS_1
Kamu yang selalu bertindak buruk padaku, dihadapan dia kamu tertawa, bernyanyi dengan indahnya, memperlihatkan senyum yang bahagia. Dengan tatapan sehangat itu, dengan senyum secantik itu kamu memandang Ethan!!
****
Flo sama sekali tidak bisa tidur, dia gelisah dan mencuri pergi seorang diri ke kediaman Winter pukul 1 dini hari. "Ijinkan aku bertemu Winter." Flo dihadang oleh pengawal yang berjaga di kediaman Winter.
"Tuan Winter sudah masuk kedalam kamar tidurnya." Mereka sedikit segan pada Flo.
"Beritahu kedatanganku!" Tegas Flo.
"Ti.. tidak bisa nyonya." Para pengawal semakin bingung.
"Ada yang mau aku bicarakan secara langsung dengan Winter! Lancang sekali kalian melarang ku!! Cepat beritahu Winter aku datang!!"
Winter dengan jelas bisa mendengar semua keributan didepan, dia mengepalkan tangannya erat.
Selalu begitu. Sudah aku duga, meskipun aku bilang tidak, pasti akan seperti ini jadinya. Kamu itu selalu terobsesi kelak untuk bisa menjadi pasanganku!!
Pikiran Winter melayang saat Flo memasuki taman tempat dimana mereka mengadakan resepsi pernikahan.
Hari itu kamu cantik.. kamu selalu cantik. Diantara para bunga, kamulah yang tercantik.
Namun pikiran Winter lagi lagi terbayang saat Flo tersenyum begitu bahagia di hadapan Ethan, bahkan hari inipun Ethan rela menerima hukuman dan disalahkan hanya demi melindungi Flo.
Beraninya!!!
Winter membuka pintu dengan marah membuat semua keributan didepan reda seketika.
"Winter.." Flo menatap pria itu penuh harap.
"Aku mohon maafkan aku." Flo bersimpuh begitu para pengawal sudah meninggalkan mereka berdua.
Pria itu terdiam memandang Flo, melihat jemari Flo yang putih penuh dengan bekas luka. Bibir wanita itu sedikit pucat, baik pakaian dan tatanan rambutnya juga sudah tidak rapi.
Kenapa tatapan mata itu terlihat kosong.. bahunya juga lemah.
Lagi lagi Winter hanya bisa mengepakan tangannya erat. "Aku sudah memberi perintah agar kau bisa pergi esok pagi!"
"Alasan aku memanggil Ethan adalah.."
"Aku tidak mau dengar!!!" Bentak Winter.
Aku tidak mau dengar nama itu dari mulutmu!!
"..Untuk menyingkirkan Summer." Flo menunduk frustasi.
Winter mengernyitkn alisnya mendengar ucapan Flo.
"Selama ada Summer, kamu sama sekali tidak akan pernah melihat aku!"
Winter terkekeh kemudian. "Kamu sudah benar benar tidak tertolong lagi." Pria itu mengusap matanya karena lelah. "Aku sudah berulang kali memperingatkan namun kamu semakin liar dan merencanakan hal jahat dibelakangku."
__ADS_1
Winter berlutut dan menyetarakan dirinya dengan Flo. "Tinggalkan Luckingham, disini bukan tempat yang pantas untukmu!"
Flo membelakkan matanya, "Tidak mau!! Aku tidak mau!!!" Flo menjerit frustasi.
"Sebesar itukah keinginanmu untuk menjadi duchess?! Kamu tidak akan bisa!!!" Hardik Winter. "Apa salah Summer sehingga kamu bertindak begitu kejam padanya?!"
"Apa kamu benar benar tidak tahu?!"
"Apa kamu akan bersikeras bilang bahwa kamu tidak kejam tapi semua adalah kesalahan Summer. Begitu?!!!"
"Benar!!" Flo balas memandang Winter. "Benar semua adalah summer si j*lang itu!!"
Winter sangat enggan untuk melanjutkan perdebatan yang tidak ada habisnya ini. Pria itu langsung membalikkan badannya untuk kembali masuk, "Pergi saja dari sini, kembali ke kediamanmu dan kemasi barangmu dengan cepat!"
Flo menggertakkam giginya. "Aku akan menjadi grand duchess!!!"
Winter berdecih mendengar hal itu. "Memuakkan sekali! Kapan kamu akan berhenti bermimpi seperti ini?!"
"Aku tidak akan berhenti!! Karena aku mencintaimu!"
Winter terperangah sesaat mendengar ucapan Flo. "Cinta??" Sinis pria itu. "Kamu bilang karena cinta??! Aku tau jelas semua perbuatanmu, kamu hanya ingin harta dan kekuasaan agar bisa melampiaskan sifat kejammu itu! Pergilah!" Pria itu langsung masuk dan menutup pintunya.
"Winter! Winter!!" Flo memukul pintu itu memanggil Winter. "Tidak mau!!! Aku tidak mau!!" Jerit Flo frustasi. "Ini semua karena kamu adalah duke!! Jika kamu hanya nelayan biasa maka aku akan jadi wanita yang merajut jaring!! Jika Winter adalah rakyat biasa maka aku juga akan menjadi orang biasa!!" Flo berteriak sambil terus memukul mukul pintu.
"Kalian!!!!" Teriak Winter dari dalam. "Usir wanita itu, bawa dia ke kediamannya, awasi sampai dia besok meninggalkan Luckingham!!! Kalau dia tidak mau pergi dengan kedua kakinya sendiri, seret dia keluar!!!"
Para pengawal yang mendengar perintah tersebut langsung dengan sigap menahan Flo dan menyeret wanita itu.
Namun Flo karena terlalu shock hingga tidak sempat melawan.
Kenapa... ketulusanku tidak pernah sampai padamu??
Apa kamu tidak bisakah hanya menatapku seorang??
Yang selalu mengharapkan cintamu seperti seorang anak kecil.. sekali saja..
Winter...
Esok pagi pagi sekali pasukan pengawal mendorbak kediaman Flo, menarik wanita itu dan memaksanya keluar.
Bahkan kepala pasukan itu juga membawa surat perintah sah dari Winter dan membacanya dengan keras. "Aku membacakan perintah dari yang mulia duke, bahwa mulai hari ini gelar yang mulia duchess dicabut dan diusir dari Luckingham!!!"
"Tidaakk!! Winter tidak mungkin mengusirku!!"
"Aku tidak mau!!!" Flo memberontak sekuat tenaga. "Winter!!!!"
Tolong katakan padaku ini bukanlah akhirnya..
Tolong katakan kamu tidak membuangku seperti ini..
Tapi.. raunganku tidak akan pernah sampai padamu, kan?
__ADS_1
"Tidaakk!!!! Nyonya Flo!!" Altes, Gloria, Nora dan Gemma sekuat apapun mereka melawan, menarik, memaksa dan menangis menjerit namun pasukan pengawal itu tetap menyeret Flo keluar.