Abandoned Flower

Abandoned Flower
Perasaan Lloyd


__ADS_3

Lloyd pulang dengan mobil pengawal lainnya, dia duduk menghadap jendela dan terdiam. Sesaat Lloyd memegang bibirnya dan tersenyum tipis, entah bagaimana dia menjelaskan tentang perasaannya pada kejadian yang dia alami beberapa bulan belakangan ini. Kejadian bertubi tubi dan kekacauan yang baru pertama kali dia alami, tetapi yang pasti Lloyd merasa itu bukanlah hal yang buruk.


Namun Lloyd teringat juga dengan Cyness, dihari itu. Hari pertama Camell datang ke Luckingham, rasa tidak sukanya pada wanita itu membuat dia menjalin sebuah kesepakatan dengan Cyness Bourbon.


Flash back on


"Aku ada ide!" Ucap Cyness mantap.


Setelah Utha keluar dari ruangan Lloyd barulah Pria itu bertanya maksud dari ucapannya Cyness. "Ide apa yang kamu maksud Cy?"


"Kita akan membuat kesepakatan, berpura puralah pacaran denganku. Aku akan berusaha memenangkan persaingan menjadi duchess dan mengembalikan otoritas duchess padamu. Semua urusan duchess kamu yang memutuskan dan tugas duchess hanyalah memberi legalisasi."


Lloyd berdecih meskipun dia dan Cyness tumbuh bersama namun bagi Lloyd politik dan tanggung jawabnya menjadi duke bukanlah hal yang dapat dianggap permainan. "Sungguh ucapanmu berbahay Cy, itu bisa saja dianggap penghinaan bagi keluarga duke. Entahlah aku cuma merasa penawaranmu itu tidak menarik." Acuh pria itu.


"Kamu hanya perlu membantuku sedikit saja, kamu tahu kan Lloyd. Kalau kedua keluarga kita bergabung sudah pasti akan mudah bagimu mengendalikan faksi bangsawan manapun." Cyness tetap percaya diri.


"Kenapa kamu begitu ingin menjadi duchess??" Tanya Lloyd.

__ADS_1


Cyness tersenyum menatap Lloyd. "Karena aku sudah muak, muak hidup dengan menggunakan topeng dalam keluargaku. Dan jika aku tetap harus menggunakan topeng seumur hidupku maka lebih baik aku berdiri diatas orang dari pada dibawahnya kan??"


Entah kenapa ucapan terakhir Cyness menggugah hati Lloyd. Mereka tumbuh bersama, Lloyd sendiri tahu bagaimana para keturunan bangsawan di didik kqrena dia pun merasakan hal itu. Apalagi putri bangsawan, mereka dididik lebih keras dan dituntut hanya untuk menikah dengan pria yang berstatus lebih tinggi untuk menaikkan derajatnya dan keluarganya. Lagi pula Lloyd juga berpikir bahwa wanita yang ayahnya bawa itu tidak bisa membantu memperkuat politiknya, pasti wanita itu hanya salah satu dari nona bangsawan yang manja dan tidak berbobot. Jika harus memilih, meski Cyness juga tidak memahami politik sama sekali, setidaknya wanita itu memiliki keluarga dengan latar yang kuat.


"Tapi aku benar benar hanya akan membantu sedikit."


Cyness tersenyum lebar mendengar ucapan Lloyd, dia paling mengerti bahwa Lloyd memang pria yang lurus dan akan mengutamakan keadilan. Alasan lainnya yang Cyness sembunyikan adalah juga dia sudah lama menyukai Lloyd. "Sedikit saja sudah lebih dari cukup."


Flash back off


Tindakan Lloyd mengabaikan dansa pertama dengan Camell juga berbenturan dengan adat tapi dia memang sengaja dan penasaran apa reaksi Camell, lagipula Cyness juga memaksa hal itu.


Lloyd berharap Camell akan menunjukkan sifat aslinya jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya dan itu layak untuk ditonton.


Namun reaksi Camell bukanlah hal Lloyd duga, wanita itu kerap menatapnya dengan pandangan meremehkan atau marah yang berkobar dari irish mata abu gelap itu. Sorot mata yang sama sekali tidak bisa diremehkan.


Perlahan lahan rasa ingin tahu Lloyd tumbuh setiap kali melihat Camellia Blooming, rasa ingin tahu yang begitu kuat.

__ADS_1


Seiring waktu bergulir, wanita itu masih saja bersikap tenang dengan semua sikap acuhnya. Cyness meyakini bahwa Camell merencanakan sesuatu, dan dengan kesal Lloyd berharap Cyness bisa membereskan hal itu. Entah kenapa semakin Camell bersikap tenang Lloyd semakin kesal.


Karena Lloyd tidak mengetahui tujuan asli Camell untuk tinggal di istana, tentu saja membuatnya harus waspada. Namun hatinya sering kali tidak berjalan sesuai dengan logikanya.


Pikiran Lloyd kembali melayang saat Cai melapor bahwa dia habis minum teh bersama Camell dan memutuskan akan menghadiri pesta keluarga Chandellum bersama, entah mengapa dia merasakan hal yang sangat aneh dari hatinya. Rasa tidak suka hadir sangat kuat dalam hatinya dan membuatnya kepikiran sepanjang waktu.


Anehnya saat Lloyd memutuskan untuk kembali ke Luckingham bersama Camell, rasa tidak nyaman dalam hatinya seketika hilang.


Lucu baginya saat dalam perjalanan pulang Camell banyak menumpahkan isi hatinya dan marah mengingat semua tingkah jahat Lloyd namun dimata Lloyd amarah yang terpancar dari mata besar itu terlihat cantik.


Saat Camell mencurahkan isi hatinya yang terluka, saat Camell menunjukkan kebijaksanaan tentang bencana yang terjadi, dia cantik.


Saat itu harus aku akui.. bahwa aku sudah tertarik padanya. Bahwa kewaspadaan yang tersisa dalam hatiku hanya menjadi alasan aku untuk menghabiskan waktu lebih banyak dengannya.


Menjelang wisata esthus bahkan aku rela lembur menyelesaikan semua pekerjaan hanya untuk bisa berlibur lebih lama dengannya. Semua tindakan yang aku lakukan untuk pertama kalinya, melakukan hal yang belum pernah aku coba, semua aku lakukan dengan wanita itu.


Lloyd tersenyum kembali mengingat dia mencuri ciuman saat Camell mabuk dalam wisata mereka ke wilayah barat. Meski hanya di pipi tanpa diketahui wanita itu namun hari ini dia mendapat ciuman bibir Camell. Setelah wisata Lloyd tidak menyangka perasaannya terus membesar seperti bola salju, dan saat tiba di istana nanti Lloyd hanya bertekad satu hal. Aku akan mengajaknya sebagai pasangan dipesta ulang tahunku nanti!

__ADS_1


__ADS_2