Abandoned Flower

Abandoned Flower
Tragedi


__ADS_3

Begitu para kesatria pria berburu, wanita dan para tetua akan menikmati jamuan ditenda. Camell menipiskan bibirnya melihat tuan Marquis Antonio juga disana. Terang saja ini akan menjadi kekuatan bagi Cyness untuk bersinar.


Mereka duduk bersama dimeja panjang menikmati jamuan, Antonio tidak henti hentinya membanggakan kehebatan Lloyd dalam berburu juga tidak lupa menyelipkan pujian terselubung untuk putrinya.


"Yah siapapun yang terpilih menjadi duchess aku berharap bisa menjadi istri terbaik bagi tuan duke. Mempunyai kualifikasi jelas terdidik sejak kecil." Antonio melirik kearah putrinya dan tersenyum bangga. "Berbeda jika hanya tenar belakangan dan baru menaikkan pamor apalagi berlaku curang dan licik." Antonio melirik kearah Camell.


Camell hanya tersenyum saja. Kenapa melihatku?? Licik dan curang bukankah itu keahlian putrimu?? Duh.. saat ini aku harus patuh saja karena tidak akan ada orang yang bisa membelaku.


"Saya akan mengingat dengan jelas nasihat tuan Marquis Antonio. Saya akan berusaha untuk bisa menjadi pasangan yang sepadan dengan tuan duke dan membantunya. Saya berjanji."


Antonio melirik kearah Camell dan tersenyum miring, "Ppfft.. sudahlah. Sekarang aku harus kembali, diusia ku yang tua ini aku tidak bisa berlama lama di dalam hutan. Aku jadi merasa bersalah pada kalian tapi aku harus pulang sekarang. Belakangan ini kesehatanku buruk."


Woww durian runtuh?? Bukankah dia seharusnya memimpin acara ini?? Camell cukup tersikap.


"Ayah tidak enak badan??" Wajah Cyness terlihat kaku.


"Hanya masuk angin biasa. Semua akan lancar lancar yah." Antonio menepuk nepuk bahu Cyness dan menatap putrinya dalam, lalu pria itu bangkit berdiri dan segera kembali bersama pengawal pengawalnya.


Camell melirik Cyness yang memasang wajah cemas. Ahha.. dia cemas memasang wajah ingin menangis karena tidak bisa bersembunyi dibalik ayahnya yah?? Dia menyadari juga yah kalau dia tidak bisa apa apa tanpa bantuan marquis.

__ADS_1


Tetua dalam Ferkalon memimpin acara ini adalah hal biasa, namun marquis pulang lebih awal karena tidak enak badan. Ini seakan menjadi kesempatan emas bagi Camell untuk kembali bersinar dan bisa menghindari serangan kolaborasi ayah dan anak ini.


Pastinya tidak akan mudah karena topik pesta ini adalah tuan duke, dan Cyness adalah pasangan tuan duke tapi bukan Camell namanya jika dia tanpa persiapan menghadapi medan perang.


"Astaga nona Blooming! Apakah itu liontin itu 'air mata duyung' yang terkenal dari negara seberang??"


"Selamat siang nyonya Leonna." Camell menyapa wanita itu. "Benar sekali ini liontin 'air mata duyung' saya mendapatkannya dari adik angkat saya."


"Ah tuan muda Galanthus?? Aku pernah mendengar rumornya. Sebentar lagi dia akan lulus dari akademi yah??" Nyonya Leonna berbicara dengan suara sedikit keras menarik perhatian orang orang.


"Wah nyonya Leonna tahu sekali." Camell tertawa. "Iya sebentar lagi dia akan berpatisipasi di ibu kota, saya sangat menantikannya. Untuk sebab itu aku ingin mengadakan pesta penyambutannya."


"Iya. Aku berniat untuk mengundang semua teman akademi saudaraku." Ucap Camell penuh percaya diri. "Tapi pasti sedikit sulit yah karena saya berada diistana terus."


Pembicaraan Camell dan nyonya Leonna menarik perhatian para nona nona bangsawan, tentu saja Camell sudah menduga itu. Nona bangsawan mana yang tidak menyukai pesta, dan pembicaraannya dengan nyonya Leonna pun telah direncanakan. Karena nyonya Leonna adalah kerabat Irene.


"Maaf memotong pembicaraan, bagaimana kalau di taman rumah kaca?? Disana sangat indah." Seorang nyonya bangsawan menyelak.


"Bagaimana kalau di kastel keluarga Swannel?? Kapanpun nona Blooming mau saya akan meminjamkannya." Ucap seorang nyonya bangsawan lainnya.

__ADS_1


Camell tersenyum dan tertawa banyak mengobrol dengan para nona dan nyonya bangsawan yang mencari kesempatan, pesta yang akan dihadiri oleh muda mudi dari akademi terbaik tentu saja akan menjadi pasar pernikahan terbaik bagi para nona bangsawan yang masih lajang dan nyonya bangsawan yang memikiki seorang putri. Bahkan sedari awal tempat juga sudah ditentukan.


"Bagaimana kalau di villa Erik, selain indah samping villa juga terdapat danau." Nyonya Leonna melancarkan rencananya lagi.


"Yah ampun villa Erik milik kekuarga nyonya Leonna kan terkenal keindahannya. Saya juga ingin main kesana. Apa tidak merepotkan nyonya??" Camell pun terus memainkan perannya.


"Tidak perlu sungkan, saya merasa terhormat calon duchess mau mengadakan pesta ditempat saya." Nyonya Leonna pun menutup kesepakatan yang sudah disetujui sedari awal.


Camell bersyukur dia mempelajari dahulu bagaimana cara menarik perhatian para bangsawan, ini adalah kesempatan emas baginya untuk mengumpulkan pendukung dan menarik eksistensinya. Camell pun berinteraksi dengan baik dengan para nona bangsawan, saling melempar pujian juga tidak mekupakan etikanya. Dan semua itu mendapat tanggapan yang sangat positif.


Ditengah tengah keasikan berbincang tiba tiba terdengar suara ricuh dari luar tenda, suara teriakkan juga terdengar disana sini. Semua berhamburan lari untuk menyelamatkan diri. Saat itulah Camell melihat sumber ketakutan orang orang.


Beruang cokkat Eurasia besar kira kida dengan tubuh setinggi 2.5 meter, memiliki tangan yang besar serta cakar yang tajam. Belum lagi gigi giginya yang terlihat saat beruang hutan itu mengkoarkan suaranya seakan lapar untuk mencari mangsa.


Semua pelayan dan nona bangsawan berlarian untuk menyelamatkan diri, berteriak minta tolong karena sudah ada beberapa prajurit yang tersisa ditenda mengalami luka serius.


Bersama dengan yang lainnya Camell juga berlari menyelamatkan diri, namun dia tertinggal karena kakinya terasa lemas melihat buasnya binatang hutan itu. Saat Camell menoleh kebelakang untuk memastikan sudah sejauh apa dia berlari dari beruang itu, dia yakin sekali dia bertatapan mata dengan beruang itu seketika itu juga beruang itu berlari secepat mungkin menghampiri Camell.


Karena terkejut Camell terjatuh ditanah, dan beruang besar itu sama sekali tidak menurunkan kecepatannya bersiap untuk menerjang Camell. Tubuh Camell lemas karena ketakutan, dia merasa kali ini dia tidak akan bisa menghindari serangan binatang buas itu.

__ADS_1


__ADS_2