
"Apakah pengurangan pembatasan besi diperlukan?? Wilayah pusat pasti punya alasan tersendiri dalam membatasi besi." Ujar Camell.
Seofel semakin menunjukkan wajah tidak sukanya dan meremeh pada Camell. "Apa??!! Sepertinya nona tidak paham...!!"
"Seperti kata tuan duke." Camell kembali menyelak cepat. "Bahwa kekaisaran dalam keadaan damai. Memperkuat militer?? Bagaimana dengan pikiran dan asumsi negara tetangga yang dekat dengan wilayah perbatasan??" Serang Camell.
"Tentu saja mereka berpikir kalau kita sedang menyiapkan perang." Ujar Lloyd memahami maksud ucapan Camell.
"Benar. Mereka pasti akan tegang." Ujar Camell mantap. "Turun temurun tuan duke terdahulu telah menjaga perdamaian dengan baik. Apa perlu merusaknya??"
"Tapi..! Jika bukan sekarang kapan lagi kita memperkuat militer kita tuan duke!" Seofel berbicara seakan mengabaikan Camell.
Aduh.. orang ini. Aku yang bertanya malah dia menjawab pada tuan duke. Camell berdecak menatap Seofel. Lalu? Apakah aku akan mengalah?? Haha!
"Saya punya pendapat yang lebih berbeda. Semakin damai, akan menciptakan perdamaian yang besar juga." Camell tidak mau berhenti. "Misalnya menjalin persahabatan dengan negara tetangga."
__ADS_1
Kasak kusuk orang disana mulai memeprhatikan interaksi antara Lloyd, Camell dan Seofel. perbincangan mereka cukup menarik perhatian banyak orang.
"Haha! Santai sekali kalau bicara yah." Seofel mendecih. "Nona bicara seperti itu karena tidak paham soal perang. Senjata itu..."
"Baiklah, andai kata memang tidak bisa menjalin persahabatan. Tapi pembatasan besi kan juga tidak bisa diganti semudah itu." Camell bersikeras untuk tidak mengalah. "Sedari tadi count hanya bicara besi saja, memang untuk pengelolaan senjata atau ada maksud lain??"
"Apa maksud nona?!!!" Seofel tersentak marah karena menurutnya Camell sudah bersikap kurang ajar.
"Tentu saja." Camell tertawa dibuat buat. "Saya hanya mendengar harga penambangan emas tinggi jadi harganya pun mahal. Count yang menjaga wilayah perbatasan mana mungkin seperti itu kan??" Tepat sasaran tidak??? Hahaha!
Seofel terlihat gugup dan gelisah. "Ehm! Ucapan nona agak keterlaluan. Tapi tetap saja pembatasan besi itu tidak masuk akal, mana ada untungnya membiarkan besi di pertambangan. Sejak jaman dahulu besi selalu dibuat untuk baju zirah dan senjata." Seofel kembali beagrumen soal senjata.
"Hahaha! Ayo kita dengarkan hal lain apa itu?!" Seofel tertawa nyaring seakan mengundang banyak orang untuk mendengar dan mempermalukan Camell karena dia aangat yakin nona bangsawan tidak akan tahu apa apa. "Alat pertanian?? Perabotan? Duh itu sudah..."
Camell tertawa kecil, "Bagaimana kalau kita buat kapal??" Kepercayaan diri Camell bukan tanpa alasan, sering berhubungan dengan ayahnya adalah kunci dari kecerdasan wanita muda ini.
__ADS_1
Winter sedang melakukan penelitian bersama rekannya untuk mengembangkan kapal dari besi yang sebelumnya selalu menggunakan kayu. Dan penelitian Winter tentu saja masih rahasia meski sudah berhasil. Dia tidak ingin banyak orang meniru idenya bersama para rekannya.
Maafkan aku ayah!! Camell menjadi tidak enak hati pada Winter.
"Bahahahahahaha!" Seofel benar benar terbahak mendengar ide Camell. "Nona... barusan nona bilang membuat kapal dari besi??! Hahahahaha!!" Bahkan pria itu tidak berhenti tertawa setelah mengulang ucapan Camell.
Reaksi natural... semua kapal masih menggunakan kayu!
"Penebangan pohon besar besaran hanya untuk membuat kapal perdagangan, laut yang ganas juga bisa menghancurkan kapal besar sekalipun jika dari kayu. Masalah ini akan terselesaikan jika membuat kapal dsri besi. Membuka jalur perdagangan laut lebih luas lagi, negara juga akan semakin menikmati kekayaan." Ucapan Camell menarik perhatian banyak orang.
"Hihi! Ternyata nona ini pemimpi besar." Seofel masih saja tertawa. "Yah bagus sih. Tapi nona apa tidak tahu kapal itu kan harus mengapung di air." Seofel menatap Camell seolah menganggap wanita itu bodoh. "Tidak mungkin besi bisa mengapung di air! Hahaha!"
Camell tersenyum miring. "Jika count berpikir begitu. Bagaimana kalau kita taruhan??"
"Taruhan??" Seofel cukup terkejut.
__ADS_1
"Iya taruhan besi mengapung atau tidak." Camell tersenyum penuh percaya diri.
Tentu saja aku akan menang, aku tidak menyangka akan memakai ide ayah disini. Tapi orang ini sangat menyebalkan, aku akan membuatnya susah!!