Abandoned Flower

Abandoned Flower
Bersiang Dengan Adil


__ADS_3

Hari hari berjalan damai sebelum kontes La Hadrin dimulai, Camell lebih banyak menghabiskan waktu dalam ruangannya. Hanya bertemu dayang, pelayannya juga guru yang mengajar. Camell belajar dengan giat, benar benar giat. Tak lupa juga dia menghubungi ayahnya untuk banyak bertanya dan berkonsultasi sebagai persiapan kontes persaingan calon duchess.


Banyak juga kabar baik yang Camell dengar, antara lain curah hujan wilayah bagian barat yang semakin meninggi. Terlepas dari faksi bangsawan yang terlibat dalam penjual beli budak akan dihukum tanpa terkecuali. Irene juga menyampaikan berita bahwa yang mulia duke mengumumkan jasa Camell dalam rapat kabinet tentang pembasmian jual beli budak kali ini. Duke sendiri bahkan memuji kerja, ide dan cara berpikir Camell dalam aksinya.


"Saya dengar kalau tuan duke melakukan persiapan untuk memberikan penghargaan resmi untuk anda." Irene masih melaporkan info yang dia tahu.


"Owh yah..?" Camell tidak terlalu antusias akan hal itu.


Sampai detik ini aku benar benar tidak bisa menerka apa isi tuan duke. Dia seolah memakai Cyness untuk menjadi musuh dan sainganku. Tapi dia juga melakukan tindakan yang menguntungakan aku. Sebenarnya dia dipihak siapa sih??


Selagi Irene dan Camell memgobrol, Maya masuk kedalam kamar Camell mengendap endap membuat Camell dan Irene menatapnya penuh curiga.


"Ada apa Maya??" Camell tersenyum menatap pelayannya yang memang kadang bertingkah aneh.


"Nona Camell.." Maya berbisik kecil meskipun hanya mereka bertiga diruangan ini tapi dia bertindak sangat waspada.


"Kita hanya bertiga Maya." Irene menipiskan bibirnya.


Maya melihat sekeliling dengan waspada. "Bahkan dinding pun bisa bertelinga." Dia memasang wajah serius. "Aku membawa berita sangat penting untuk nona Camell."


"Ada apa??" Camell sedikit jengah sebab dia harus melanjutkan belajarnya mengingat ajang pertandingan untuk para calon duchess akan dimulai tidak lama lagi.


"Saya diperintahkan secara langsung." Bisik Maya lebih rendah dari sebelumnya. "Tuan duke terdahulu, tuan Ethan ingin bertemu nona Camell secara rahasia." Lanjut Maya.


"Paman?! ehm maksudku.. tuan duke terdahulu.." Camell yang terkejut kelepasan dan menjadi tergagap. "Dimana??" Tanya Camell cepat.


Meski sempat bingung mendengar kata paman tapi Maya cepat kembali fokus. "Aku dan nona Irene akan mengantar nona berjalan jalan ditaman, nanti tuan Ethan sudah menunggu disana. Tidak ada yang tahu akan hal ini. Ayo cepat nona bersiap sekarang."


Tanpa membuang waktu Camell mengikuti arahan dari Maya dan Irene, benar seperti perkataan Maya. Ethan sudah menunggu Camell dekat dengan istana bunga, seorang diri.


"Paman." Camell memanggil Ethan dan berlari menuju Ethan saat Maya dan Irene sudah pergi dsri sana.


"Camell! Keponakan tersayangku." Ethan memeluk Camell.

__ADS_1


"Paman, akan bahaya kalau ada yang tahu aku bertemu paman. Ini akan dianggap tidak adil." Camell tertawa kecil.


Ethan membelai sayang kepala Camell. "Iya paman tahu, makanya pertemuan ini tidak bisa lama lama. Dan hanya paman yang kesini meskipun bibi mu sebenarnya juga sangat ingin menghabiskan waktu denganmu."


Camell berdecak singkat. "Bukankah nona Cyness sudah bertemu bibi Ester?"


"Haha. Ia paman mendengarnya. Cyness menghampiri bibimu yang sedang minum teh di taman. Tapi hanya pertemuan dan pembicaraan yang singkat." Ethan menjeda sebentar. "Ada yang perlu paman sampaikan Camell. Dengarkan paman baik baik."


Camell lamgsung memasang wajah serius mengingat pertemuan mereka memang dirahasikan pasti pamannya ini ingin membicarakan sesuatu yang penting. "Baik paman."


"Paman sudah mendengar dari ayahmu kalau kamu memutuskan untuk bersaing secara adil dengan Cyness sebagai calon duchess. Terlepas kamu terpilih atau tidak tapi keinginanmu untuk ambil bagian dalam politik negri ini membuat paman senang. Meskipun paman akan lebih senang jika kamu yang bersanding dengan Lloyd. Paman sudah menetapkan bahwa kamu adalah duchess negri ini bahkan sejak kamu lahir Camell." Ethan tersenyum sebentar.


"Ada beberapa hal yang harus kamu pahami. Pertama sifat Lloyd, putra paman dan duke saat ini. Dia keras, berhati dingin dan menyebalkan paman akui itu. Tapi ini mungkin karena kesalahan paman yang mendidiknya terlalu keras dari kecil karena beban besar peran yang harus dia tanggung sejak lahir. Dan paman sangat berharap kamulah yang bisa menaklukkan keras hatinya itu."


"Kedua, keluarga Bourbon. Sebagai duke terdahulu sudah pasti paman tidak bisa ikut campur lagi dengan para faksi bangsawan yang menjabat saat ini. Camellia, berhati hatilah dengan kekuarga Bourbon. Mereka memegang peranan penting dalam pembangunan negri periode ini dan Lloyd pasti juga mengetahui hal itu. Sudah jelas menyingkirkan mereka tidak akan mudah kecuali mereka melakukan penghianatan."


"Ketiga, maafkan paman dan bibi mu Camell. Karena kami harus segera meninggalkan Luckingham dan hidul terpisah dari sini. Akan terasa bagimu seperti harus berjuang seorang diri, tapi jika kamu sangat memerlukan paman. Kamu bisa mencari tuan Agustin."


Camell terdiam mendengar ucapan Ethan, memang dia selama ini bingung dan cukup khawatir karena dia seakan harus berjuang sendiri tanpa tahu bagaimana mengumpulkan kekuatan dari faksi bangsawan. Tapi semua ucapan Ethan membuatnya sedikit terhibur, "Terimakasih paman, aku akan melakukan yang terbaik." Camell memeluk Ethan dan mereka mengobrol beberapa saat sebelum berpisah.


Hari ini adalah jadwal Camell dan Lloyd makan malam bersama, setelah bertemu paman Ethan suasana hati Camell sedikit lebih baik dan dia banyak tersenyum.


Lloyd menyadari itu saat makan malam bersama, "Apa ada sesuatu yang baik terjadi??" Tanya pria itu sambil makan dan mengamati wajah Camell bersamaan.


"Astaga. Memang terlihat jelas yah??" Camell tersenyum dan menaikkan alisnya. "Bukan sesuatu yang spesial. Hanya saja suasana hati saya memang sedang baik."


Lloyd menatap Camell sedikit curiga karena dia yakin terjadi sesuatu karena Camell sedang dalam suasana hati yang sangat baik. "Ayah dan ibuku sudah kembali kesini sejak 2 hari lalu, tapi besok mereka akan pergi meninggalkan Luckingham" Lloyd menerka nerka mengingat Camell dibawa langsung oleh ayahnya masuk kedalam Luckingham.


"Apa tuan duke khawatir??" Camell tersenyum dan malah bertanya sakras.


"Tidak, aku hanya senang kalau segala sesuatu berjalan lancar." Ucap Lloyd datar.


Owhh kan.. memang dia ini jago berpura pura, hubungan ayah dan anak yang rumit. Camell menatap Lloyd dan tersenyum tipis. "Aku juga berharap semua berjalan lancar terlebih La Hadrin akan dimulai seminggu lagi."

__ADS_1


"Kamu pasti bisa melaluinya dengan baik." Lloyd tersenyum dan menatap mata Camell membuat wanita itu menjadi salah tingkah.


"Te.. terimakasih!" Camell benci jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.


"Mungkin ini terdengar seperti omong kosong, tapi sungguh aku percaya kalau kamu bisa melakukannya dengan baik. Aku sangat menantikannya." Ucap Lloyd sungguh sungguh.


"I.. iya!" Camell sedikit merasakan panas pada kedua pipinya.


Mereka mengobrol sebentar sesudah makan malam dan Lloyd pun pamit untuk kembali bekerja sebelum hari semakin malam.


Camell memang masih belum tenang karena belum mengetahui isi hati Lloyd yang sesungguhnya, setidaknya sampai malam hari ini. Sampai bahwa Camell merasa dihianati dengan cara itu.


..


Saat diruang kerja Kirion yang membantu Lloyd datang memberi laporan.


"Tuan duke, ini adalah daftar pembagian tugas untuk proyek pengelolaan lumbung dalam kontes La Hadrin."


Lloyd menerima berkas itu dan membacanya. "Siapa yang mengesahkan ini?"


"Tuan marquiz Antonio Bourbon." Ucap Kirion pelan.


Lloyd mengernyitkan alisnya dan melihat wilayah pembagian tugas. "Kenapa pengelolaan lumbung wilayah barat diberikan pada nona Camellia??!"


Tak disangka Antonio masuk kedalam ruang kerja Lloyd dan tersenyum tipis. "Tuan duke maafkan kelancangan saya, tapi lebih baik seperti itu mengingat apa yang sudah terjadi agar bisa dikatakan sebagai persaingan yang adil."


"Apa maksud anda marquis Antonio??" Lloyd menahan rasa kesalnya.


"Tuan duke banyak memuji nona Camellia dalam rapat kabinet bukan? Meskipun kredibilitas dikesampingkan bukankah harusnya kita mendengar opini publik??"


Lloyd mendesah nafasnya kasar. "Saya hanya mengatakan kebenaran tentang orang yang sudah berjasa. Dimana letak kesalahannya?"


"Katakanlah memang yang dilakukan nona Camellia adalah benar. Tapi hal itu terjadi sebelum kompetisi dimulai, mana bisa itu dikatakan adil?? Ini sudah melanggar etika adil. Tuan duke sendiri paham akan hal itu bukan??" Serang Antonio. "Serahkan lumbung wilayah barat untuk nona Camellia maka baru bisa dikatakan mereka bersaing secara adil. Para pejabat juga sudah menyetujui hal ini."

__ADS_1


Lloyd mengepalkan tangannya erat karena dia tidak bisa membantah ucapan Antonio.


__ADS_2