Abandoned Flower

Abandoned Flower
Baru Dimulai


__ADS_3

Camell merentangkan badannya diatas kasur, dia menghela nafas panjang. "Gara gara liburan aku hanya tidur terus aku jadi ahli dalam tidur tiduran." Lalu dia bangkit berdiri dan melihat surat surat undangan pesta yang telah dia sortir dan dibawa pulang untuk dibaca kembali. "Tapi lusa aku sudah harus kembali ke istana dan menghadiri beberapa pesta. Memikirkan undangan pesta ini saja aku sudah lelah!"


Camell terdiam sebentar lalu berpikir, "Dengan siapa aku harus pergi ke pesta undangan ini?"


Dua hari tidak terasa berlalu hingga Camell harus kembali ke Luckingham, sudah pasti Flo berusaha  menahan nahan Camell. Tapi gadis itu berkata bahwa ada beberapa undangan yang dia harus hadiri mengingat posisinya tidaklah bagus tanpa pendukung. Setidaknya dengan bersosialisasi dia bisa menambah dukungan.


"Camell." Winter menahan Camell sebentar sebelum dia keluar dari pintu. "Ini untukmu. Bawalah."


Camell menerima sebuah kotak dari Winter dan membukanya. "Apa ini ayah??"


"Ini sejenis alat komunikasi yang ayah dapat saat barter barang perdagangan dengan negara tetangga. Alat ini bisa mengirim sinyal dari jarak jauh dan tersambung dengan milik ayah. Ini bisa dipakai saat saat darurat jika kamu dalam bahaya hubungi ayah. Ok?"


Camel melihat sebuah benda kecil berwarna hitam dengan beberapa tombol yang unik, mungkin barang ini baru akan populer beberapa tahun lagi untuk kalangan masyarakat. Sudah pasti kalangan para bangsawan dan orang penting duluan yang akan memilikinya.


Meski Camell merasa berlebihan dengan benda ini namun dia membenarkan bahwa jika Luckingham adalah tempat yang berbahaya. Perebutan kekuasaan dan Rasa haus akan kedudukan memang menyeramkan, mungkin saat ini hanya gangguan ringan dari Cyness yang dia terima. Namun dia tidak akan bisa menebak kelakuan licik apa yang akan dilakukan oleh para petinggi yang merasa terhalangi jalannya. "Baiklah ayah, terimakasih."


Camell memeluk Winter dan Flo erat, lalu pamit untuk kembali ke Luckingham.


Perjalanan kembali meski sedikit lebih cepat sampai tetap membuat Camell merasa sangat lelah, mungkin saja dia merasa berat meninggalkan ayah dan ibunya lagi. Camell tersenyum melihat Irene dan Maya yang sudah siap menyambutnya begitu mobil yang dia tumpangi tiba di Luckingham. "Bagaimana kabar kalian??"


"Kami sangat baik nona Camell." Mereka menyambut Camell dengan senang.

__ADS_1


Irene berjalan beriringan dengan Camell menuju kamarnya. "Hmmm.." Wanita itu terlihat ragu ragu.


Camell melihat Irene seperti ada yang ingin dibicarakan. "Ada apa Irene?"


Irene menatap Camell serius. "Meski anda baru saja sampai tapi tuan Sterna meminta untuk bertemu. Jika anda terlalu lelah maka..."


"Tuan Cai??" Camell terdiam sebentar lalu senyum mengembang dibibirnya. "Tidak apa apa Irene, sampaikan pada tuan Cai dia bisa menemuiku 1 jam lagi. Dan Maya, bantu aku bersiap siap yah."


"Baik nona." Maya dan Irene menjawab bersamaan.


Camell duduk dengan anggun dihadapan Cai, mereka menikmati teh bersama. "Aku dengar tuan Cai ingin menemuiku. Ada apa?"


"Ah itu.." Pria berambut coklat itu terlihat sedikit canggung. "Aku dengar nona Camell sakit kemarin, begitu mendengar nona sudah kembali ke istana jadi aku berniat untuk melihat keadaan nona Camell. Aku khawatir pada nona."


"Ya! Jika nona Camell tidak keberatan. Nona bisa pergi bersamaku." Senyum pria itu mengembang sempurna. "Itu akan menjadi kehormatan besar buatku."


Camell tersenyum sedikit kaku, memang dia juga membutuhkan pendamping namun melihat senyum Cai dia bukan bodoh untuk tidak bisa mengartikan senyuman itu.


Yah meskipun begitu dia menghilangkan kekhawatiranku. Aku juga butuh pendamping yang memahami bangsawan untuk pergi ke pesta semacam itu. Semoga dia tidak mempunyai maksud lain...


Melihat raut wajah Cailaden msmbuat Camell sedikit bertanya tanya, Dia tidak mungkin membesuk aku tanpa maksud lainnya kan???

__ADS_1


"Ada yang ingin tuan Cai sampaikan padaku?"


Cai terdiam sesaat lalu dengan sedikit ragu dia bertanya. "Meskipun ada masalah waktu itu, nona Camell tidak sungkan pergi bersama denganku?"


Camell terkejut Cai masih memikirkan kejadian itu dan mempelajari maksud dari ekspresi wajah Cai dengan baik namun dia sedikit kesulitan.


Jawaban apa yang dia harapkan dariku??


Camell menarik mafas sejenak. "Aku hanya ingin mengajak orang yang cocok denganku, kenapa aku harus pusing dengan perkataan dan gosip orang? Jika dari kejadian itu hubungan kita malah menjauh bukankah itu menjadi pembenaran gosip yang tersebar dan orang orang akan beranggapan benar terjadi sesuatu diantara kita."


Cai menaikkan alisnya mendengar ucapan Camell, meskipun tersenyum namun jelas tersirat kekecewaan disana. "Begitu yah.. iya yang nona Camell katakan benar."


Camell jelas tahu ada yang mengganggu pikiran Cai saat ini, meskipun raut wajah itu tampak lega dan kecewa bersamaan namun Camell merasa bukan saatnya dia memikirkan hal itu. Dia harus menyusun banyak rencana karena 3 hari lagi dia akan pergi wisata bersama Lloyd.


Esoknya sesuai rencana Camell menghadiri pesta jamuan dari seorang Countes yang berulang tahun. Acara itu berjalan sangat baik, Cailaden yang juga kebetulan mengenal tuan Count dan istrinya yang berulang tahun banyak membantu Camell dalam memperkenalkan diri pada banyak banhsawna yang hadir dan meninggalkan kesan yang cukup baik.


"Terimakasih sudah menemani aku dan mengantarkan aku kembali ke istana." Camell keluar dari mobil Cai yang sudah terparkir di Luckingham.


"Sampai jumpa lagi nanti, nona Camell."


"Sampai jumpa. Hati hati dijalan." Camell tersenyum dan menundukkan kepalanya. Cailaden membalas hormat Camell dan pamit untuk pulang.

__ADS_1


Camell berjalan masuk dan diam karena memikirkan banyak hal. "Besok aku sudah harus bersiap untuk wisata esthus. Meskipun aku mulai sedikit memahami tuan duke namun itu sama sekali tidak meringankan bebanku untuk pergi berdua dengannya. Aku harus tetap memantapkan hatiku dan menguatkan batinku. Karena sekarang baru saja dimulai."


__ADS_2