
Sesuai dugaan Utha, Cyness masih berada dalam ruang kerja Lloyd saat Utha membawa Camell masuk kesana. "Tuan Lloyd, sesuai dengan perintah tuan Ethan saya membawa nona Camellia Blooming Ferkalon untuk diperkenalkan secara resmi dengan tuan." Utha menundukkan kepalanya.
"Perkenalkan saya Camellia Blooming Ferkalon tuan duke, saya harap kedepannya kita bisa bekerjasama dengan baik." Camell memberi hormat dengan formal.
Lloyd cukup fersanjung dibalik wajah datarnya itu mendapati Camell bisa bersikap penuh dengan etika bangsawan. "Baiklah, saya harap juga demikian nona Camellia." Cyness menaikkan alisnya menatap Lloyd menunggu pria itu berkata kalimat selanjutnya.
Lloyd paham maksud Cyness hanya saja dia sesikit canggung, "Perkenalkan juga, ini adalah putri tuan marquis Antonio, Dakota Cyness Bourbon." Pria itu menjeda dan memegang sudut keningnya, "Juga.. adalah partnerku."
Cyness menaikkan alisnya mendengar ucapan Lloyd begitu juga Utha. Jika saja Utha tidak tahu menahu soal sopan santun bisa saja dia tersedak air ludahnya sendiri karena terkejut dan terbatuk batuk karena mendengar ucapan Lloyd barusan. Tentu saja Utha tau kalau Lloyd tidak tertarik urusan asmara apalagi dengan wanita seperti Cyness yang manja dan banyak menyita waktu Lloyd.
"Partner?" Cyness seakan ingin mengkoreksi ucapan Lloyd tapi rasanya dia melihat Camell yang berdiri di hadapannya juga sudah paham arti maksud dari kata 'partner' itu. "Sudahlah, dasar pria kaku. Senang berkenalan denganmu Camell. Kamu bisa memanggilku Cyness." Wanita itu langsung berjalan kearah Camell dan tanpa rasa canggung memeluk Camell seakan mereka sudah akrab sejak lama.
"Ah iya, senang berkenalan denganmu nona Cyness." Camell tersenyum kaku sambil membalas pelukan Cyness dengan canggung.
"Ehm!" Lloyd mendeham, "Sesuai perintah ayahku, dia berkata bahwa nona Camell akan belajar banyak urusan perdagangan dan bisnis juga ekonomi jadi mulai besok anda bisa bekerja bersama disini." Lloyd menjeda sebentar dan sedikit canggung menjelaskan hal berikutnya. "Dan karena Cyness juga.."
"Saya paham tuan duke Lloyd." Camell tersenyum mantap. "Saya sudah mendapat penjelasan dari paman Ethan sebelumnya. Jika tidak ada lagi yang perlu disampaikan baiknya saya pamit undur diri agar tidak mengganggu kegiatan tuan duke." Camell menundukkam kepalanya dan pamit undur diri.
Setelah Camell berjalan keluar, Cyness berbisik di telinga Lloyd. "Mulai besok kamu harus membantuku, kamu kan tahu aku tidak banyak paham soal bisnis dan ekonomi. Meski kamu tetap harus berlaku adil tapi kerjasama kita akan selalu menguntungkan jadi tetap berada dipihakku ok." Cyness tersenyum lalu mengecup pipi Lloyd membuat Utha bergidik.
"Sudah aku pulang dulu yah Lloyd bersiap untuk acara malam nanti, sampai bertemu nanti dan jangan lupa pakai yang aku siapkan!" Cyness berdiri tegak dan berjalan menuju pintu keluar meninggalkan Lloyd yang berdecak memaklumi kelakuan Cyness.
..
Camell berjalan menuju rumah utama untuk kembali ke kamarnya, dia menghela nafas mengingat besok dia sudah mulai akan belajar mengenai tugas seorang duchess. Bukan belajar masalah bagi Camell, tapi sekali bertemu dengan Lloyd dan Cyness saja sudah membuat Camell merasa tidak nyaman. Apalagi mereka harus terus terlibat selama 3 bulan.
Memang sudah peraturannya secara turun temurun para calon duchess dari berbagai fraksi akan tinggal di istana dan belajar mengenai tugas seorang duchess sembari menjalin pendekatan dengan grand duke. Namun melihat interaksi Cyness tadi dengan Lloyd, Camell sudah menebak jika mereka menjalin hubungan asmara.
Paman Ethan bilang kalau satu satunya yang akan menjadi duchess adalah aku meskipun ada calon lainnya. Seperti permainan politik kecil. Namun paman harusnya mempertimbangkan perasaan anak paman dong...
__ADS_1
Huff maafkan Camell paman, Aku tidak tertarik menikah dengan pria tidak tahu etika itu dan sama sekali tidak tertarik mengganggu hubungan asmara orang lain.
Begitu Camell memasuki kamarnya yang berukuran luas dia terkejut melihat dua orang wanita yang memakai pakaian pelayan berdiri dekat pintu kamar tidurnya.
"Selamat datang nona Camell." Ucap mereka bersamaan.
"Kalian siapa?" Kening Camell berkerut bingung.
"Saya Maya." Ucap gadis yang berambut merah.
"Saya Lisa. Kami adalah pelayan pribadi nona Camell, jangan sungkan untuk memerintakan kami. Kami akan membantu memenuhi semua kebutuhan nona selama disini." Ucap gadis satunya yang berambut pendek.
Camell menaikkan alisnya dia semakin paham setelah mendengar cerita ibunya, bahkan ibunya mempunyai 4 pelayan pribadi selama tinggal di Luckingham. "Terimakasih, mohon bantuannya selama aku tinggal disini." Camell tersenyum manis.
"Baiklah nona Camell, sekarang silahkan mandi karena kami akan memeprsiapkan nona untuk jamuan malam nanti." Maya membantu melepas cardigan Camell, "Saya yang akan bertanggung jawab untuk urusan pakaian dan Lisa bagian merias."
"Acara jamuan malam??" Camell bingung namun tidak menolak saat kedua pelayan itu menggiringnya dan menyiapkan Camell.
"Naaah, tinggal sapuan terakhir." Lisa mengusap kuas dipipi Camell dan tersenyum sangat puas. "Aku sudah menduga bahwa nona Camell sangat cantik meski tanpa riasan sekalipun, sekarang nona benar benar cantik."
Camell menelan ludahnya, dia menjadi sulit untuk berdeham karena sedari tadi tidak henti hentinya Maya dan Lisa melayangkan pujian untuknya. Memang Camell mewarisi kecantikan Flo, namun juga ada sisi Winter pada bagian mata Camell sehingga perpaduan itu menampilkan wajah yang cantik dan bermata tegas. "Terimakasih Maya, Lisa. Tapi aku sungguh tidak mengerti, jamuan malam apa yang akan dilaksanakan??"
Maya dan Lisa bertukar pandangan dan tersenyum, "Tentu saja jamuan makan malam menyambut nona Camellia juga nona Dakota Cyness sebagai calon duchess disini."
Jamuan makan malam yang Camell pikir hanyalah jamuan makan malam biasa, namun saat dia menggenakan gaun pilihan Maya dia sedikit gusar dan bertambah gusar saat Utha datang menjemputnya. Untuk apa dia dijemput?? Dan kenapa Utha memakai pakaian formal?? Pertanyaan pertanyaan itu kini sudah terjawab saat Camell memasuki aula rumah utama yang sudah dihias sedemikian rupa, disana penuh dengan semua bangsawan.
Jamuan makan malam?!! Ini sih pesta!!!
Camell gugup tentu saja, dia canggung. Hampir semua pasang mata menatapnya dengan penasaran.
__ADS_1
"Aku akan mengantarmu pada nyonya Ester." Bisik Utha.
"Camell??" Wajah Ester berseri seri menatap Camell, terakhir dia bertemu Camell saat Camell berusia 12 tahun kini Camell sudah cukup dewasa dan sangat cantik. "Astaga bibi hampir tidak mengenalimu!" Ester memeluk Camell erat membuat gadis itu merasa sedikit tenang, setidaknya ada paman dan bibinya disini.
Ester yang senang dengan kedatangan Camell tentu saja membawa gadis itu berkeliling dan memperkenalkannya sebagai salah satu kandidat duchess membuat Camell tidak nyaman.
Camell berjalan menuju meja dan mengambil minuman setelah bisa terlepas dari tante Ester, dia melihat kesekeliling dan tidak menemukan batang hidung Lloyd maupun Cyness.
Kemana mereka berrdua?? Setidaknya aku harus berhubungan baik dengan mereka untuk bisa banyak belajar disini.
"Tuan duke Lloyd Cardenas Ferkalon dan nona Dakota Cyness Bourbon tiba!" Suara itu membuat semua pandanga mata mengarah pada pintu masuk.
Lloyd masuk bersama Cyness, saling bergandengan tangan, memakai gaun juga jas yang senada. Tanpa dijelaskan semua juga tahu mereka berpasangan malam ini, sejurus kemudian semua pasang mata menatap iba dan sinis pada Camell.
"Kalau ini sih sudah jelas sekali siapa yang dipilih."
"Mereka blak blak an seperti itu yah? Hihi kalau begini sih yang satunya sudah jelas gagal!"
"Katanya pesta untuk dua calon tapi kalau tuan duke datang dengan salah satu calon berarti duchessnya sudah ditentukan yah."
Bisik bisik terdengar, suara tawa mengejek juga terdengar meski samar.
Camell mengepalkan tangannya erat. Tidak, dia sama sekali tidak cemburu dan tertarik dengan gelar duchess itu namun apa masuk akal jika dia dipermalukan seperti ini.
Mereka terang terangan menghina seperti ini?? Bangsawan macam apa ini?!
Saat masuk aku diantar oleh Utha, tapi nona Cyness langsung diantar oleh tuan Duke. Aku juga taju dia sedang dimabuk cinta, tapi seorang duke harusnya bisa memisahkan hubungan pribadi didepan umum dong!
Aku kira akan mudah belajar disini, ternyata aku juga harus menghadapi perhatian orang orang.
__ADS_1
Camell menghela nafas dan berjalan keluar taman untuk mendinginkan pikirannya.
"Jika ingin bersaing dengan adil aku juga bisa, namun kalau kalian memakai cara licik begini akan aku ladeni!"