Abandoned Flower

Abandoned Flower
Perasaan yang Mengalir


__ADS_3

Orang yang Camell temui di panti tentu saja Lloyd, memakai teknik khusus untuk menyamar yang biasa dilakukan para bangsawan jika akan keluar istana untuk peninjauan.


"Leo, nama anda mirip dengan seseorang yang saya kenal." Camell tersenyum miring dan mencondongkan badannya. "Suara dan bahkan cara berjalan kalian juga mirip." Lalu Camell tertawa. "Yah meskipun orang itu tidak mungkin ada ditempat seperti ini, jadi tidak mungkin kalian orang yang sama. Karena orang itu sangat sibuk sampai tidak bisa dihubungi." Sakras Camell.


Lloyd mengangkat alisnya mendengar ucapan Camell, "Anda juga mirip dengan orang yang saya kenal."


Camell menahan tawanya melihat Lloyd ingin bermain sesuai sikap Camell. "Ppfft.." Camell menatap Lloyd, "Benarkah?? Apanya yang mirip??"


"Kecantikan." Lloyd tersenyum. "Kecantikan kalian mirip.


Seketika wajah Camell merona merah, dia tidak menyangka jawaban itu yang akan keluar dari mulut Lloyd. "A... apaaa?!"


"Seperti anda, dia juga..." Lloyd menjulurkan tangannya untuk memegang pipi Camell.


Namun gangguan itu datang, tidak butuh waktu lama bagi anak anak untuk bisa menemukan Camell kembali, anak anak itu datang menyerbu dan mengajak Camell untuk bermain lagi. Entah itu gangguan atau penyelamat bagi Camell tapi yang jelas Camell sedikit lega, dan Kesempatan itu juga dipakai Lloyd untuk pergi dari sana.


Meski Camell kesal Lloyd pergi begitu saja setelah berkata seperti itu tapi dia juga pasti akan bingung harus bereaksi seperti apa jadi Camell hanya berfokus untuk mengumpulkan sisa tenaga bermain bersama anak anak.


Tidak terasa hampir petang, dan Camell sudah harus kembali ke istana. Para anak anak berkumpul dekat pintu depan untuk mengantar Camell pulang.


"Kapan nona kesini lagi??" Anak anak bertanya dengan wajah sedih.


"Kalau ingin bertemu aku, datang saja ke istana!" Camell tersenyum.


"Istana itu apa??"

__ADS_1


"Kami betulan boleh datang??"


"Memangnya kami boleh masuk??" Berbagai pertanyaan dari anak anak yang polos dilontarkan begitu saja.


"Kalian bisa pergi ke istana kalau jadi orang hebat." Camell menjawab pertanyaan anak anak. "Makanya kalian harus menjadi orang hebat yah! Tapi meskipun berusaha keras jangan lupakan kebahagiaan kalian, karena yang terpenting itu kebahagiaan kalian!"


Camell memberikan sedikit wejangan untuk anak anak dan menahan senyumnya ketika tersadar melihat Lloyd berdiri diantara kerumunan para pekerja panti.


Aduh.. lihat tuan duke itu, berkumpul diantara para pekerja.


Lalu Camell memanggil Lloyd untuk menghentikan segala permainan pria itu. "Leo! Berhenti bercanda dan ayo ikut dengan saya!" Semua orang disana kebingungan karena memang tidak mengenali Lloyd. Camell tertawa dan menarik tangan Lloyd. "Beliau adalah teman tuan duke, saya akan membawanya kembali ke istana. Haha!"


****


Lloyd diam duduk dalam mobil bersama Camell, ada sekat antara bangku kemudi depan dan belakang sehingga supir tidak dapat mendengar pembicaraan dibelakang.


Lloyd menyunggingkan senyumnya. "Perjalanan itu kosakata berlebihan bagi seorang rakyat jelata, nona!"


Camell menahan tawanya, pfftt aduh dia masih saja mau bermain sandiwara dan berpura pura jadi orang lain yah?!


"Bisa bisanya bercanda padahal sudah seperti ini. Anda terlihat punya banyak waktu luang yah..? Orang yang saya kenal itu sangat sibuk loh."


Lloyd menatap Camell dan tersenyum. "Saya juga luar biasa sangat sibuk."


"Iya iya!" Camell menanggapi Lloyd.

__ADS_1


Lloyd terdiam sebentar. "... apa nona akan percaya kalau saya bilang kangen??"


Hah?? Camell menaikkan alisnya. "Bukannya ini pertama kali kita ketemu yah??" Ucapnya usil.


Lloyd kembali menipiskan senyumnya. "Saya kangen dengan orang yang mirip anda."


"Ooh wanita yang luar biasa cantik itu??"


Wajah Lloyd bersemu merah dan menatap kekuar jendela. "Meskipun tidak secantik itu, tapi juga tidak salah sih."


"Saya jadi penasaran dengan wanita cantik yang membuat anda terpukau itu." Camell bersidekap dan menatap Lloyd dengan senyum smirk. "Orang yang luar biasa sibuk rindu setengah mati sampai pergi menemui orang yang mirip dengan orang tersebut. Wanita itu orang yang secantik apa??"


Lloyd balas menatap Camell. "Entahlah.. tapi yang jelas rambutnya berkilau meskipun tidak terkena cahaya. Pipinya selalu merona seperti mawar. Lalu kulit putihnya, wajah dan tubuhnya seperti proselen yang dipahat dengan sempurna" Lalu Lloyd mendekat kearah Camell. "Dan matanya... seperti anda. Matanya selalu memantulkan sosok orang yang keren."


Camell tersenyum, dia memandang jalanan ibu kota dari jendela, "Orang itu.. orang yang mirip dengan anda itu dulu saya tidak terlalu menyukainya. Saya mengalami kesulitan gara gara dia, yah meski bukan hanya karena dia sih. Biarpun begitu saya dulu membencinya, banyak salah paham diantara kami. Makanya saya selalu melihatnya dengan sebelah mata, tapi saya terus terlibat dengan dia."


Camell merasa aneh dalam dirinya, semua yang memenuhi perasaannya bisa dengan selancar ini keluar. Disituasi saat mereka berdua berpura pura saling tidak mengenal, situasi yang aneh yang bisa meruntuhkan dinding hati mereka dan mengeluarkan isi hati dengan mudah.


"Setelah banyak berinteraksi dengan orang itu rasanya tidak seburuk yang saya kira." Lanjut Camell dengan wajah sedikit merona. "Saya jadi tahu situasi yang sebelumnya tidak saya ketahui. Sekarang.. saya jadi menyukai dia."


"Dia pintar, berkompeten, benar benar mencurahkan hatinya untuk rakyat dan negrinya. Diluar kami akan menikah atau tidak, saya merasa kami cocok lebih dari yang saya kira. Dan jika kami akan menikah, saya kira itu bukan pernikahan yang buruk." Lanjut Camell.


"Kenapa bicara pernikahan seperti itu??" Lloyd memegang tangan Camell. "Kenapa tidak berpikir bahwa nona akan bahagia?? Dia pasti akan berusaha membuat nona bahagia." Lloyd membawa jemari Camell pada bibirnya dan mengecupnya dalam.


Inilah ketakutan Camell, bahwa dia akan terlena dalam buai perasaannya.

__ADS_1


Berusaha yah?? Apa dengan kata lain dia akan berusaha untuk berlaku adil pada para istrinya?!! Maaf.. tapi aku tidak mau!!


Camell menarik tangannya dari genggaman tangan Lloyd. "Terlepas dari situasi sekarang maupun itu masalah saya pribadi atau bukan, namun saya berbeda dengan kebiasaan para bangsawan disini. Saya tidak suka berbagi cinta!" Tegas Camell.


__ADS_2