
Winter mengetuk ngetuk jarinya gusar menunggu dengan tidak sabar, ketika pintu ruangan itu dibuka pandangan matanya semakin tajam.
"Kami sudah membawa nyonya Flower." Lapor Baseus.
"Tinggalkan kami." Ucap Winter dingin.
Pria itu menatap Flo dengan marah dan merengkuh dagu wanita itu. "Sebenarnya ingin sejauh apa perbuatanmu?? Sampai kapan kamu akan selalu begini?!"
Flo terdiam menatap Winter,
Aku tahu ini akan membuatmu marah.. aku tahu. Tapi bagiku ini adalah kesempatan terakhir. Untungnya aku memancingmu keluar Luckingham dengan cara yang paling provokatif kamu langsung keluar menemuiku. Winter.. aku mempertaruhkan segalanya hari ini! Aku akan mengatakan semuanya karena ini adalah jalam terakhir bagiku untuk mendapatkanmu.
"Sampai aku kembali ke Luckingham. Sampai aku bisa kembali ke sisi Winter." Ujar Flo tenang.
Winter berdecak kesal. "Aku sudah menahan diri waktu kamu ditatap seperti itu oleh para pria yang ada disana. Aku juga membiarkanmu mengadakan pesta dirumahmu dengan pria jelek itu dan tertawa bersamanya. Harusnya kamu berhenti sampai disitu saja. Memangnya apa yang kamu dapatkan dari membuatku marah seperti ini?!"
"Bukankah sudah aku katakan, aku melakukan itu agar bisa kembali ke sisi Winter." Flo masih bertahan dengan sikap yang sama, lalu dia menatap Winter dalam. "Apa kamu akan tenang membiarkan aku seperti ini? Apa kamu baik baik saja saat semua pria menatapku?"
"Dasar angkuh!!" Winter melangkahkan kakinya mundur memberi jarak pada Flo.
Flo mengeratkan kepalan tangannya. "Kalau aku mati dan menghilang dari dunia ini. Kamu akan bagaimana??"
"Sudah aku bilang jangan segampang itu membicarakan hidup dan mati! Apa kamu pikir ini lelucon?!" Winter kembali marah.
"Saat aku melompat ke danau aku hanya memikirkan Winter, bukan keselamatan aku. Yang aku pikirkan hanyalah apa aku harus juga menceburkanmu kedalam danau, agar kita bisa berdua selamanya?? Matipun aku rela asalkan aku bisa memiliki Winter selamanya.. apapun akan dengan senang hati aku lakukan." Flo melangkahkan lakinya memangkas jarak. "Aku tidak akan lagi berlutut, mengemis dan menangis. Tetapi hatiku memohon dengan sangat.. tolong buat aku berhenti melakukan hal hal gila untukmu. Tolong buat aku berada disisimu selamanya, dan jangan buat hubungan kita semakin menjauh. Tugas Winter saat ini adalah mengambil satu langkah saja dalam hubungan ini. Mendekatlah.. tempatkan aku disisimu.." Flo menatap nanar Winter yang sama sekali tidak bergeming hanya menatap dirinya. "Winter....?"
Pria itu hanya membatu menatap Flo, memperhatikan dengan jelas wajah wanita cantik dihadapannya.
Seandainya aku adalah pria biasa aku tidak akan kesulitan mengambil langkah ini.. aku akan langsung merengkuhmu.. dan mengecup bibir itu.. merasakan detak jantungmu saat kita berpelukan. Merasakan seluruh aroma manis tubuhmu dalam helaan nafasmu yang panas. Tapi....
__ADS_1
"..Winter...? Mendekatlah.." Flo menatap nanar pria itu. "Kenapa kamu ragu ragu?? Jika kamu melangkah satu langkah saja mendekat semua akan terselesaikan. Padahal aku saja bisa sangat menahan diri mendengar gosip bahwa kamu akan menjadikan Summer sebagai duchess."
"Flo.. itu bukan gosip." Ujar Winter datar.
Flo tidak bisa menyembunyikan wajah shock nya, bahkan sekujur tubuhnya nyeri dan tidak nyaman. "Ta.. tapi itu kan posisiku, Winter?"
"Aku akan kembali memasukkan kamu ke Luckingham." Winter menjeda. "Tapi setelah proses peresmian pernobatan Summer menjadi duchess."
"Aku tidak sekedar memberimu gelang milik ibuku, itu berarti aku ingin menjadikanmu milikku. Karena itu, tunggulah dengan tenang. Jangan memperovokasi atau membuatku marah."
"Aku akan kembali ke Luckingham setelah Summer diresmikan menjadi duchess?" Flo terkekeh hambar. "Dengan berarti aku hanya akan menetap di istana bunga sebagai posisi selir."
"Itu tidak akan memakan waktu lama, jadi..."
"Aku hanya akan kembali ke Luckingham sebagai duchess!!!" Lantang Flo, wanita itu terlihat sangat marah bahkan sampai tubuhnya gemetar. "Posisi duchess adalah milikku!"
"Tsk! Kamu jangan keras kepala yah!" Decak Winter kesal. "Kamu sendiri yang berbuat ulah hingga sampai seperti ini! Bukankah aku hanya menyuruhmu untuk menunggu?!"
"Tidak! Kamu akan tetap kembali ke Luckingham!"
Flo mencengkram erat bajunya dan merasa percuma membuang waktu untuk berdebat seperti ini. "Pada akhirnya... disinilah akhir hubungan kita tuan grand duke!" Flo menundukkan badannya memberi hormat dan berpaling untuk pergi.
"Flower!!!!" Winter langsung mencegah Flo dan menarik tangan wanita itu hingga tidak ada jarak diantara mereka. Winter sampai menelan ludahnya kasar ketika tubuh mereka berbenturan, memandang indah lekuk tubuh Summer dari dekat yang sedikit terekspos, bibir tipisnya yang ranum dan aroma wangin yang selalu tercium dari tubuh wanita itu. "A.. apa kamu tidak juga mengerti, bahkan aku sampai meninggalkan urusan negara ini untuk menemuimu?" Ujar Winter sedikit terbata. "Dengar yah! Aku tidak akan pernah melepasmu!" Winter mencengkram erat kedua tangan Flo.
"Kalau begitu jangan lepaskan aku! Jadikan aku duchess!" Tegas Flo.
"Kenapa kamu tidak mengerti juga sih?! Kamu akan kembali ke Luckingham sabar dan tunggu saja!"
"Justru kamu yang tidak mengerti!!" Jerit Flo, nafasnya terengah karen menahan amarah. "Winter... dengarkan aku, tolonglah mengalah sekali saja untukku.." Flo memegang pipi Winter dan menariknya mendekat hingga bibir mereka menyatu.
__ADS_1
Aku tidak akan berulah dan membuatmu marah hingga keluar istana lagi.. karena ini adalah kesempatan terakhir untuk kita.. Winter.. aku mohon..
Meski terhanyut, sekuat tenaga dan hasratnya Winter menahan agar tidak membalas ciuman yang Flo berikan. Flo semakin mengeratkan pelukannya menahan tengkuk Winter membuat pria itu harus dengan segera melepaskan tautan bibir mereka. Dengan sekali dorongan Winter melepaskan Flo membuat wanita itu tergelak.
"..Winter?"
"Jangan lagi buat aku marah, dan tunggulah dengan baik." Suara Winer melunak.
"Apa kamu tau, membuat Winter marah sangatlah mudah. Karena kamu selalu marah padaku apapun yang aku lakukan."
"..... Aku akan mempercepat pengangkatan Summer sebagai duchess.."
"Kamu tidak akan melakukannya!" Kekeh Flo.
"Aku akan melakukannya." Setelah berkata demikian Winter berpaling dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Flo sendiri.
Tunggulah Flo.. dengan baik.. karena seharusnya kamu tahu artinya memanggil kamu kembali ke istana setelah pencabutan gelarmu sama saja dengan menunjukkan pada dunia bahwa kamu adalah milikku satu satunya sekalipun kamu bukanlah duchess!
Flo menatap nanar pintu yang tertutup itu, dihari itu angin bertiup dengan semilir.
Siapa yang menyangka, itu menjadi hari pertemuan aku dan kamu yang terakhir? Padahal... aku sudah menyerahkan semuanya tapi langkahmu yang menjadi akhir semuanya.
.
.
Karena aku sayang semua jadi ak double up!! Haha.
Jangan pelit pelit juga yah like dan komennya.
__ADS_1
Mamacihh ❤