Abandoned Flower

Abandoned Flower
Tebakan


__ADS_3

Cyness pulang ke Luckingham dengan perasaan kalut juga marah, dia memanggil pelayannya. "Panggil orang bodoh itu saat tengah malam nanti! Aku akan membuat perhitungan dengannya!" Pelayan Cyness hanya menunduk dan menuruti keinginan majikannya itu.


Cyness membawa dua orang pelayan dari kediaman Bourbon, dia cukup mengetahui bahwa pelayan dirumah utama Luckingham banyak yang tidak menyukainya meskipun ayahnya berasal dari fraksi bangsawan yang mendukung pergerakan Lloyd secara garis keras. Namun bukan Cyness namanya jika dia memusingkan hal kecil seperti itu, selama Lloyd mendukungnya baginya ketidaksukaan pelayan disana hanya seperti serangga yang mudah dibersihkan.


Saat tengah malam tiba seorang gadis muda memakai pakaian pelayan datang kedalam kamar Cyness tanpa ketahuan. "No.. nona mencari saya??" Gadis itu terlihat sangat gugup dan takut.


Cyness sudah memakai pakaian tidurnya, duduk menyilangkan kaki disofa dan memandang gadis itu tajam. "Bagaimana orang sepertimu lancang memberi informasi yang salah padaku??"


"Saya tidak..!" Gadis itu terlihat terkejut namun saat matanya bertemu irish mata Cyness dia bertambah ketakutan. "Sung.. sungguh saya benar benar menyampaikan yang saya dengar.." Gadis itu bersimpuh di dekat kaki Cyness. "Harap nona memaafkan saya.. saya jan..janji.."


Cyness menghela nafas kasar, "Aku akan bicara langsung pada intinya, keluarlah dari Luckingham!"


"Ja.. jangan nona ampuni saya.. saya membutuhkan pekerjaan ini!" Gadis itu terlihat akan menangis. "Aku sudah melakukan banyak hal untuk nona, jangan..."


"Berisik!!" Cyness berdiri di hadapan pelayan itu yang masih bersimpuh dilantai. "Apa kamu tahu betapa aku di permalukan tadi di pesta?! Kelas rendah seperti dirimu lebih baik dilenyapkan saat tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik. Tapi aku masih berbelas kasihan, jadi cukup besok tinggalkan Luckingham! Ingat jika sampai bocor berita ini maka kamu akan tahu sendiri akibatnya." Cyness bersidekap dan tersenyum. "Cukup pikirkan saja keselamatan keluargamu di desa."


****


Pagi ini Camell terbangun dengan hati yang gembira, entah mengapa dia merasa lega sudah berbicara dengan Lloyd kemarin malam. Apalagi wajah penasaran pria itu seharusnya dia abadikan saja mengingat betapa lucunya ekspresi wajah Lloyd untuk Camell. Namun tiba tiba dia teringat soal Cailaden, dan berdecak sebal.


Keberhasilanku menyerang nona Cyness dan tuan duke semalam memang menjadi bagian dalam kegiranganku pagi ini. Memang masih ada masalah yang mengganjal hatiku.. tapi sekarang aku harus semangat dulu!!!

__ADS_1


Camell membuka kamar tidurnya dan sudah ada Lisa, Maya dan Irene yang bersiap menyambutnya. "Selamat pagi nona Camell." Ucapa mereka bersamaan.


Camel tersenyum membalas sapaan mereka namun matanya tertuju pada Lisa, gadis itu terlihat murung pagi ini.


Lisa....? Aku akan mengurusnya nanti.


Mereka bertiga mempersiapkan Camell seperti biasa, meriasnya, menyiapkan pakaian sampai merapikan rambutnya. Ketika saat selesai sarapan Irene membawakan setumpuk undangan untuk Camell dan menaruhnya diatas meja.


"Ini undangan?? Apa ini? Kenapa sangat banyak???" Camell terkejut melihat setumpuk undangan di hadapannya.


"Benar ini undangan pesta. Ada undangan jamuan minum teh, undangan peresmian usaha dan banyak lagi." Irene tersenyum. "Kabar nona bersitegang dengan nona Bourbon menyebar hanya dalam satu malam saja, dan dalam waktu sesingkat itu juga nona menjadi terkenal hingga banyak bangsawan hang penasaran. Haha! Andai saya bisa menyaksikannya secara langsung."


Jadi sudah bisa dipastikan bahwa Irene memang mata mata yang diutus oleh tuan duke. Namun sepertinya dia berada di pihakku.


"Nona tidak harus menerima semua undangan ini, beberapa undangan hanya formalitas. Nona cukup mengirimkan karangan bunga ataupun hadiah yang bisa dibeli dengan anggaran nona Camell. Lalu..." Irene tersenyum manis. "Mulai besok guru guru private untuk kelas tata krama, sosial dan politik akan hadir untuk nona."


Wajah Camell mendadak berseri seri. "Benarkah??" Tanpa bisa dia kontrol, Camell berlonjak senang. "Akhirnya dia mengakui aku!"


Irene tersenyum dan menuangkan teh untuk Camell sembari membantunya menyortir undangan yang datang. "Nona, sebentar lagi liburan Esthus alan dimulai. Apa nona sudah memutuskan untuk pergi kemana??"


"Liburan Esthus..." Camell terdiam, dia pernah mendengar tentang tradisi ini. Liburan Esthus adalah liburan musim panas, dimana tuan duke akan berlibur dengan masing masing calon duchess secara terpisah.

__ADS_1


Ini juga merupakan bagian dari tradisi bangsawan. Lalu pada saat memasuki musim gugur sampai musim semi itu adalah periode La Hardin. Itulah periode sesungguhnya bagi calon duchess untuk berkompetisi dan menetukan siapa duchess yang layak.


"Keliahatannya anda belum memutuskan pergi kemana yah??" Irene tersenyum, "Bagaimana kalau ke istana kristal di gunung xxx?"


"Istana Kirstal??"


"Itu adalah salah satu istana khusus kekaisaran negri ini, sesuai namanya istana itu terbuat dari kristal. Itu merupakan hadiah sang ratu generasi dahulu pada keluarga duke Ferkalon. Terletak dipuncak gunung xxx sangat indah, cahaya matahari dapat terpancar dengan indah dari dinding kristalnya. Semua wanita di kekaisaran ini mempunyai impian untuk datang kesana, namun tidak sembarang orang bisa masuk. Terlebih di dalam istana semua lapisan dinding dihiasi dengan lapisan batu Lazuli dan Krisolit." Terang Irene.


Camell menggelengkan kepalanya kecil. "Mewah sekali, sama sekali tidak bisa aku bayangkan."


"Itu tempat yang sangat indah nona, jadi sebaiknya anda mengajak tuan duke kesana..."


Saat Camel dan Irene berbincang, Lisa permisi masuk dan menemui Camell. "Nona, saya ingin berbicara berdua."


Irene mengerutkan alisnya menatap Lisa yang dianggapnya tidak sopan, "Lisa, aku paham jika kamu..."


Camell menahan tangan Irene sebagai isyarat. "Tidak apa apa, Irene kamu bisa menunggu diruang sebelah dan tinggalkan kami berdua?"


Irene hanya menganggukkan kepalanya dan keluar kamar.


"Apa yang mau kamu bicaran Lisa??" Camell bersidekap menatap gadis yang terlihat akan menangis itu. Apa tebakanku benar???

__ADS_1


__ADS_2