Abandoned Flower

Abandoned Flower
Kooperatif


__ADS_3

Hari ini Camell duduk bersantai namun Irene datang membawa kabar yang tidak menyenangkan. Irene memberi informasi bahwa faksi bangsawan pendukung keluarga Bourbon bersikeras ritual penutupan festival berburu yang tadinya sudah dibatalkan menjadi tetap harus digelar. Bahkan mereka lagi lagi memakai petisi yang sudah ditandatangni beberapa bangsawan.


Camell memasang senyum masam mendengar semua penuturan Irene, tentu saja marquis Antonio bersikeras menyelenggarakan ritual penutupan karena hanya diritual itulah Cyness akan bersinar sebagai bintang utama. Ini akan menjadi poin penting bagi mereka untuk maju mengungguli Camell yang sudah menang dalam kompetisi pengurusan lumbung.


Satu satunya yang Camell syukuri hanya dia tidak perlu mencari pasangan untuk pesta ritual penutupan karena semua hanya akan berkumpul dan menikmati jamuan dia aula istana.


Memakai gaun bernuansa biru muda Camell tiba di aula istana, dia hanya berniat datang untuk menikmati jamuan bersama dengan dayang dayangnya termasuk Irene. Camell memandang Cyness yang naik ke altar untuk memimpin upacara ritual, Camell akui penampilan Cyness cukup sempurna hari ini. Orang orang pasti tidak akan menyangka itu kali pertama Cyness memimpin ritual, dia sempurna menampilkan citra anggun dan suci.


"Sayang sekali karena tertimpa musibah, nona Blooming juga bisa memimpin ritual dengan sempurna." Nyonya Leonna yang turut hadir dalam acara itu memberi komentar pertama.


"Iya, terimakasih sudah mendukung saya." Camell tersenyum lembut.


Dia lega, meskipun Cyness memimpin ritual dengan baik tapi kini Camell yang berdiri disini mempunyai pendukung, tidak buruk juga berdiri disini berbincang dengan mereka yang menghibur Camell.


Saat sedang asik berbicara Camell melihat Cailladen yang baru tiba dan seperti mencari cari seseorang, "Ah.. saya permisi kebelakang sebentar." Camell tersenyum dan perlahan pergi meninggalkan aula pesta dan naik kelantai dua menuju balkon atas.


Tentu saja Camell menghindari Cailladen, setelah insiden pria itu mencium rambut Camell membuat Camell berspekulasi macam macam tentang Cai.


Mau dipikir bagaimanapun, tuan Cai seperti mempunyai perasaan padaku! Tapi aku pasti salah sangka!! Jangan dipikirkan! Jangan!!


Camell menepuk nepuk pipinya sendiri untuk menyadarkan pikirannya yang mulai membuat rona pada pipinya.


"Padahal kepalaku sudah pusing karena dia." Camell melihat Lloyd sedang bersama para petinggi Ferkalon juga ada Cyness disana.


"Kelihatannya waktu dansa sudah dimulai." Camell melihat Lloyd seperti dipaksa berdansa dengan Cyness. "Ah tidak tahu, aku tidak mau lihat!" Camell beranjak pergi dari sana.


Saat berkeliling Camell melihat 3 bangsawan yang wajahnya asing berkumpul dan berbincang dipojok ruangan.


"Count Seofel, anda terang terangan mendukung keluarga Bourbon yah? Persaingan calon duchess sudah mulai terlihat. Ini keuntungan bagi kita!"

__ADS_1


Bukan ingin Camell  menguping pembicaraan orang tapi mendengar nama Bourbon dan Seofel membuat dia tertarik.


"Ini bagus karena sepertinya tuan duke menaruh hati pada nona Bourbon." Ucap Seofel. "Meskipun duke terdahulu mendukung nona Blooming tapi kelemahan pria ada pada wanita. Nona Bourbon akan tetap menang." Pria bertubuh tambun itu tertawa senang.


Camell berang mendengar ucapan count seofel itu. Jadi mereka adalah bangsawan baru yang ditarik untuk menjadi pendukung Cyness. Untung aku mendengar laporan ini dari Irene.


"Kompetisi ini belum berakhir, kita lihat bagaimana pembagian yang akan didapat nona Blooming. Haha pasti seperti orang wilayah barat yang kurus kering!" Tawa Seofel mengundang tawa bangsawan lainnya.


Camell yang mendengar itu dibalik tembok bertambah geram dan dia pergi dari sana karena membalas perkataan mereka sekarang pun bukan situasi yang menguntungkannya.


Aku tidak percaya perkataan seperti itu yang keluar dari mulut seorang bangsawan!! Rendah!!


Camell terus berjalan tanpa arah karena merasa marah dan saat sadar Lloyd sudah berdiri didepannya. "Ah! Sa.. saya menghadapa tuan duke." Camell memberi salam formal karena memang mereka berada didepan orang banyak.


Lloyd hanya menganggukkan kepalanya sedikit lalu menatap Camell dengan canggung. "Nona cantik hari ini seperti biasanya."


Lalu dia tersenyum seperti mendapat suatu ide. "Terimakasih tuan duke." Camell mengulurkan tangannya.


Lloyd pun cepat tanggap dan menyambut uluran tangan Camell. "Aku hanya mengatakan yang sejujurnya." Lloyd tersenyum dan berbisik disamping telinga Camell. "Apa kita akan berakting lagi?? Ada apa??"


Camell menatap Lloyd senang. Dia memang peka dan menyesuaikan ritme!!


"Oh iya, katanya yang mulia duke mau memperknalkan count Seofel pada saya." Ucap Camell tegas namun sengaja lambat lambat.


Lloyd sempat diam sesaat karena dia tidak pernah bisa menebak apa yang Camell rencanakan. Dia tersenyum tipis, "Iya, ayo aku kenalkan."


Camell tersenyum simpul melihat raut wajah Lloyd tadi. Sedetik wajah tuan duke seperti mengatakan, 'ada apa lagi dengan anak ini.' Haha tapi memang tuan duke selalu mengikuti alur rencanaku.


Camell memandang Seofel yang asik berbincang dengan bangsawan lainnya. Halo tuan! Aku datang untuk menyiksa anda. ❤️

__ADS_1


Seofel berdiri menatap Lloyd dan Camell canggung setelah tadi dia dipanggil.


"Nona, ini count Seofel." Lloyd menatap Camell. "Count Seofel ini calon duchess ku. Sekaligus pahlawan daerah barat. Nona Blooming."


Camell tersenyum semakin senang melihat Seofel mengernyitkan alisnya. Tuan duke memperkenalkan count Seofel lebih dulu padaku. Meskipun status count lebih tinggi dariku tapi tuan duke membuat statusku leboh tinggi dari count.


"Aku tidak menyapamu karena belum ada kesempatan." Ucap Seofel. "Senang bertemu anda nona Blooming."


"Saya juga count Seofel." Camell tersenyum.


Melihat wajahmu yang berkerut itu, kamu bisa dalam masalah sejak awal. Aku kan mau menyiksamu lebih dari ini count!


"Ehm!" Seofel berdehem dan langsung menatap Lloyd mengajak pria itu berbincang. "Tuan duke, menurut anda bagaimana kondisi kekaisaran belakangan ini??"


"Damai." Kening Lloyd berkerut. "Konflik dengan negara sekitar semua juga sudah beres."


"Nah justru itu tuan duke. Saat damai seperti ini waktunya bagi kita untuk memperkuat militer." Seofel terlihat antusias. "Saya sudah memperhatikan prajurit, tapi... saya selalu mengkhawatirkan senjata prajurit." Seofel tersenyum aneh.


"Senjatanya cukup." Tegas Lloyd.


"Cukup bukan berarti banyak." Seofel tergesa menimpali. "Saat ini pembatasan besi sangat ketat dan pembuatan senjata baru jadi terhambat. Sedangkan senjata adalah barang konsumsi ini gawat."


Camell tertawa kesal menatap Seofel yang berapi api terus berbicara dengan Lloyd. Apa apaan pria ini?! Selain tidak sopan itu ucapan yang bodoh. Dia membahas masalah yang hanya dia dan tuan duke ketahui untuk mengucilkan aku. Ekspresinya jelas sekali mengatakan perempuan tidak mungkin paham situasi semacam ini. Bahkan dia menatapku penuh dengan kesombongan. Tapi semua maksud hatinya terlihat jelas.. pengurangan pembatasan besi. Itulah tujuannya. Tapi apa benar benar untuk militer?? Sepertinya tidak, ini pasti masalah uang. Dia pikir aku tidak mengerti hal semacam ini?? Entah dia bodoh atau terlalu percaya diri.


"Bagaimana tuan duke??" Seofel bertanya penuh harap pada Lloyd setelah menjelaskan tujuannya dengan dalih.


"Hmmm..." Lloyd seperti sedang berpikir, lalu dia menatap Camell. "Kalau menurut nona gimana??"


Astaga... ternyata hari ini tuan duke sangat kooperatif! Camell hampir meledakkan tawanya melihat raut wajah Seofel yang tidak senang.

__ADS_1


__ADS_2