
Lloyd tetap berada dalam ruang kerjanya meski hari sudah malam dan harus berangkat pagi pagi esok harinya, dia harus menyelesaikan banyak pekerjaannya untuk jadwal wisata Esthus. Lloyd masih sibuk membaca berkas laporan yang masuk sampai Kirion mengetuk pintu dan melaporkan ada pelayan Camell yang datang.
"Ada apa?" Tanya Lloyd melihat Maya berdiri dengan cemas dihadapannya.
"Nona Camellia sedang sakit, sudah sekitar dua hari. Beliau tidak bisa beraktifitas seperti biasanya." Ucap Maya.
"Tsk!" Kening Lloyd mengkerut bingung mengapa Agustin tidak melaporkan hal ini padanya, namun dia teringat bahwa dia sendiri yang tidak ingin dipusingkan oleh hal hal berbau calon duchess sedari awal dan memperingati Agustin dan yang lainnya untuk tidak melapor hal yang tidak penting. "Apa penyebab sakitnya??"
Maya terlihat sedikit ragu, "Anu.. itu katanya beliau kangen rumah."
"Kangen rumah??" Lloyd tersadar kalau dia sama sekali tidak pernah memikirkan keluarga Camell sedikitpun, dia hanya tau bahwa Camell adalah kerabat jauh duke dua generasi terdahulu maka dari itu dia masih menyandang nama Ferkalon. Satu satu informasi yang dia tahu adalah keluarga Camell tinggal di negara tetangga tanpa memusingkan gelar bangsawan.
"Iya tuan duke."
Lloyd menyangga dagu pada tangannya dan menatap Maya lurus, "Apakah parah??"
"Tidak sampai parah, tapi.. beliau ingin kembali kerumah untuk mengobati rindu." Maya berusaha untuj tidak terbata dalam menjawab Lloyd.
Lloyd terdiam, ada banyak pertanyaan di benaknya namun saat ini sudah tidak banyak waktu yang dia miliki, dia akan menanyai hal lainnya nanti. "Katakan padanya dia bisa pulang." Jawab Lloyd akhirnya.
"Terimakasih tuan duke." Maya membungkuk hormat dan hendak pamit.
"Hmm.. tunggu dulu sebentar disini." Lloyd menahan Maya. "Aku ingin minta tolong sebentar padamu."
__ADS_1
..
Camell bangkit dari tempat tidurnya, dia bersidekap saat Irene menghampirinya. "Bukankah Maya sudah pergi terlalu lama? Dia sudah kembali kesini seharusnya."
Irene menyuguhkan teh untuk Camell. "Mungkin karena tuan duke sibuk. Kan anda sendiri yang menyuruhnya disaat saat sibuk tuan duke." Irene menipiskan bibirnya. "Ini minum dulu teh nya."
"Meskipun begitu ini sudah terlalu lama Maya belum kembali." Camell menjadi resah dan gelisah. "Jangan jangan dia tahu aku cuma berpura pura sakit?!"
Bagaimana ini kalau dia tidak mengijinkan aku kembali kerumah??
'Tok Tok!' Pintu kamar Camell diketuk.
"Nona, saya kembali." Ujar Maya di depan pintu sebelum membukanya, tentu saja dia sudah memperhitungkan kalau kalau Camell sedang tidak bersandiwara dikamar. Untuk berjaga jaga Maya mengetuk pintu dahulu.
Sesuai dugaan Maya memang Camell sedari tadi berjalan jalan dikamar, secepat kilat Camell melompat keatas kasur dan menyelimuti dirinya. "Masuklah!" Jawab Camell.
Kenapa Maya datang bersama pelayan tuan duke???! Jangan jangan aku benar benar ketahuan yah dan datang untuk mengecek kebenaran aku sakit atau tidak..?!
Namun Camell sedikit bingung saat semua pelayan yang Lloyd kirim membawa barang bawaan yang cukup banyak. Sampai akhirnya buket bunga mawar besar Maya ambil dari tangan pelayan itu. "Nona Camell, ini hadiah dari tuan duke." Wajah Maya terlihat bahagia sekali menyerahkan buket mawar merah yang besar itu untuk Camell. "Dan barang barang lainnya adalah hadiah untuk keluarga nona, barang barang ini untuk dibawa dalam perjalanan pulang nona."
Bunga mawar?! Besar sekali..!
Wajah Camell jelas menampakkan kebingungan yang besar, selain bunga dia juga melihat tumpukan kotak serta bungkusan yang dia perkirakan adalah rempah juga teh kualitas terbaik di negri ini.
__ADS_1
"Astaga..!" Irene menutup mulutnya melihat buket bunga mawar itu. "Itukan mawar ruby! Tuan duke mengirim mawar yang sangat berharga!"
Maya mengucapkan terimakasih pada semua pelayan yang telah selesai meletakkan barang barang hadiah dari Lloyd dan mengantarkan mereka keluar.
"Mawar ruby??" Camell masih tidak bisa mencerna situasi.
"Mawar itu akan tetap segar bahkan setelah dipetik 100 hari!" Terang Irene.
"Seperti bunga mawar yang segar, pasti tuan duke berharap nona cepat sembuh!!" Maya muncul dengan ekspresi wajah yang menggoda Camell.
"Mulai lagi..." Camell menjebik melihat tingkah Maya.
Mungkin aku terlalu berpikiran megatif tentang tuan duke.. Camell menghela nafas lega.
Esok harinya rencana Camell untuk pulang berjalan lancar, Agustin juga membantu untuk menyiapkan kendaraan juga supir yang dapat dipercaya.
"Kalian bisa pulang dan libur juga nanti kembali lagi kesini, aku akan pulang beberapa hari."
"Ia nona Camell hati hati dijalan dan berilah kami kabar." Ujar Irene.
"Hati hati nona, dan 'cepat sembuh'." Maya tertawa cekikikan.
Camell tersenyum tipis dan akan masuk kedalam mobil, "Terimakasih, sampai jumpa lagi!"
__ADS_1
Camell tidak bisa menahan senyumnya sepanjang perjalanan kembali pulang, meski akan memakan waktu seharian tapi antusias Camell untuk bertemu keluarganya mengalahkan segala rasa lelah.
Ayah, ibu. Aku pulang!!!