
Akhir musim semi berlalu cepat, kesibukan membuat hati Camell kembali tertata dengan baik. Memang bagi wanita itu belajar adalah obat terbaik, dan kini musim dingin masuk dengan cepat.
Ini adapah musim dingin pertamaku saat disini. Biasa aku akan duduk di depan perapian bersama ayah dan ibu serta Galant, dan menikmati coklat hangat. Tapi aku cukup antusias dengan musim dingin disini, kabarnya gunung tempat festival berburu pun akan tertutup salju dibeberapa bagian.
Maya masuk kedalam kamar bersama Irene untuk membangunkan Camell, namun dia melihat Camell sudah bangun dan memandangi taman dari jendela. "Yah ampun, nona sudah bangun??" Maya bergegas membenahi tempat tidur Camell dan menyiapkan keperluan wanita itu.
"Karena ini hari yang penting." Camell tersenyum semangat pada Irene dan Maya.
Hari ini festival perburuan dimulai, acara tahunan saat musim dingin yang dimulai sejak kemenangan perluasan wilayah jajahan 20 tahun lalu. Budaya dan tradisi yang berjalan untuk melakukan ritual, para lelaki kesatria sampai dengan duke pun turun untuk berburu dihutan. Sedangkan para wanita dari putri bangsawan sampai duchess akan berdiam ditenda diatas gunung dan mengurus tempat itu.
Di tahun pemilihan calon duchess biasanya akan diikut sertakan dalam festival ini sebagai bagian dari kompetisi. Calon duchess dan pasangannya yang menang akan memimpin upacara penghormatan.
Seperti yang Camell dengar, setiap tahunnya duke selalu menjadi pemenang acara ini. Otomatis calon duchess pasangannya akan menang.
Yah politik, menang kalah sudah ditentukan. Hanya saja banyak yang berpatisipasi dalam acara ini sebagai hiburan dan adat istiadat yang terus dijalankan.
Tuan duke memilih Cyness sebagai pasangan dalam kompetisi ini, yah dengan kata lain bintang utamanya adalah Cyness. Tapi aku? Boleh kan kalau tidak menyerah segampang itu!
Dengan kereta kuda istana, Camell berangakt menuju hutan Soribo, yang telah ditetapkan sebagai lokasi festival. Para putri bangsawan akan berias semenarik mungkin dan memakai mantel tebal sebagi luaran untuk penghangat musim dingin. Begitu juga Camell dia sudah berias dengan baik dan juga memakai pakaian terbaiknya dibalik mantel panjang tertutup yang dia kenakan.
Begitu rombongan Camell tiba, wanita itu sampai mengernyitkan keningnya melihat ratusan pasangan muda mudi yang bergabung disana.
"Kenapa banyak pasangan yang terlihat mencolok sekali??" Camell tertawa dan bertanya pada Irene.
"Mau bagaimana lagi nona Camell, meskipun ini adalah acara penghormatan untuk leluhur. Tapi ini acara terbuka dan diikuti oleh banyak pasangan muda mudi." Irene tersenyum.
__ADS_1
Irene dan Camell terus mengobrol sambil berjalan menuju tenda yang sudah ditentukan.
"Nona Camell." Cailladen datang dan menghampiri Camell.
"Tuan Cailladen." Camell balas menyapa Cai yang akan menjadi pasangannya dalam festival ini.
"Saya baru saja tiba. Ayo ke tenda bersama." Cai mengulurkan tangannya mengajak Camell dan langsung disetujui oleh wanita itu.
"Apa festival perburuan ini berbahaya? Ini dilaksanakan di hutan langsung." Camell memulai obrolan.
"Tenang saja, meski dalam hutan tapi hutan Soribo ini sudah dilindungi dan dikelola sempurna. Binatang yang hidup disini tidak ada yang berbahaya, masih sejenis rusa, musang, kelinci hutan dan binatang kecil lainnya. Sampai sampai saya sudah berpatisipasi dalam festival ini sejak umur 12tahun." Cailladen dengan semangat menjelaskan pada Camell.
"Oh begitu yah. Tepi meski demikian ada baiknya tuan Cai berhati hati." Ucap Camell tulus. "Biasanya hutan mempunyai jalan yang licin apalagi sedang bersalju dan juga tanah yang curam."
"Baik nona." Cai tersenyum menatap Camell, hatinya senang mendapat perhatian.
Cyness... yah ampun hari ini dia totalitas sekali yah. Sampai sampai berdandan tidak seperti biasanya. Iya sih memang dia percaya hari ini dia akan menjadi pusat perhatian jadi dia pasti berusaha keras untuk berpenampilan sempurna.
"Halo tuan Cailladen dan nona Camellia." Cyness tersenyum lebar dihadapan mereka berdua.
Camell dan Cailladen pun langsung membalas sapaan Cyness dan mengobrol basa basi, namun mereka bertiga cukup mencolok hingga mengundang banyak tatapan dari orang orang disana.
Bukan tanpa alasan orang orang tertarik, pemenang kompetisi pertama sudah tersebar yaitu Camell. Tentu saja orang orang kali ini akan menganggap kompetisi perburuan sudah pasti menjadi milik Cyness Bourbon mengingat wanita itu adalah pasangan tuan duke. Dan orang orang akan kembali memeprtimbangkan siapa calon duchess yang harus mereka dukung.
"Omong omong dimana tuan duke, nona Cyness?? Saya kira kalian akan datang bersama." Camell dengan sengaja memulai.
__ADS_1
"Tuan duke sibuk karena festival ini." Cyness menjawab dengan anggun. "Memahami situasi tuan duke kan juga termasuk tindakan terpuji."
Banyak alasan! Sengit Camell. Tapi mari kita lihat sejauh apa kamu bisa tahan..?
"Tapi nona, menerima pengawalan dari kesatria yang menjadi pasangan adalah toleransi seorang lady kan??" Camell tersenyum lebar dan menatap Cailladen. "Disaat itu para kesatria pasti merasakan kegembiraan sederhana."
Cailladen sedikit salah tingkah mendengar ucapan Camell, dengan pipi sedikit merona dia menjawab. "Be.. benar."
"Tuh kan benar. Haha. Aduh.." Camell tertawa dengan anggun yang dibuat buat lalu tersenyum puas melihat ekspresi kesal Cyness.
"Ternyata... nona Camellia ini sangat lihai menghadapi para lelaki yah??" Cyness tersenyum miring balas menyerang Camell.
"Yah ampun apa saya terlihat seperti itu??" Camell berpura pura terkejut. "Terlihat lihai itu diluar dugaan saya sih, tapi sepertinya nona Cyness iri dengan sikap saya. Jadi saya akan memberikan sedikit tips." Camell mendekat kearah telinga Cyness dan menepuk nepuk lengan Cyness. "Cobalah saat memperlakukan seseorang jangan mempermasalahkan ini dan itu. Bersikaplah sepenuh hati, dengan begitu kita akan bisa terlihat akrab dengan siapapun tanpa memandang jenis kelamin serta usia." Camell tersenyum penuh intimidasi.
Bagaimana??? Ucapan penuh makna tersirat kan.. Haha maaf saja aku tidak akan mau mengalah untuk melawanmu dalam perdebatan ini. Camell puas melihat ekspresi tersinggung Cyness.
Bahkan belum sempat Cyness membalas, kedatangan Lloyd membuat dirinya mendapat angin segar. "Llo.. ah tuan duke!!" Bahkan wanita itu dengan sengaja selalu berpura pura salah memanggil Lloyd dimuka umum untuk menunjukkan mereka mempunyai hubungan akrab.
Orang orang disana segera menyambut Lloyd dan memberi hormat, begitu juga Cailladen dan Camell. Lloyd hanya menganggukkan kepalanya menjawab semua sapaan meski matanya melirik kearah Camell.
Hahh waktunya tepat sekali yah... mari kita lihat drama apa yang akan Cyness mainkan disini. Arah mata Camell mengikuti Cyness yang berjalan mendekat kearah Lloyd.
"Katanya tuan duke tadi sibuk, tapi ternyata tuan duke datang kesini juga yah." Cyness memegang lengan Lloyd dan tersenyum lebar. "Aku senang sekali karena disayangi dan dihargai oleh tuan duke."
Camell merasa mual menjalar dari perutnya melihat tingkah Cyness yang bergelayut manja. Tapi Camell juga menyadari sikap Lloyd yang berbeda, pria itu hanya diam tidak berekspresi pada Cyness dengan tatapan acuh tanpa minat.
__ADS_1
Aku memang jarang melihat mereka berduaan, tapi kenapa tuan duke terlihat acuh tanpa minat pada Cyness?? Apa ini cuma perasaanku?? Tatapan tuan duke seperti... predator yang terjebak dalam perangkap.