Abandoned Flower

Abandoned Flower
Wanita Cantik


__ADS_3

Hari dimana jadwal Winter untuk menyamar dan turun langsung ke pasar tiba, tidak seperti biasanya dia akan berkeliling pasar untuk mengetahui keadaan pasar dan diikuti oleh beberapa pengawal sedari jauh. Namun kali ini Winter hanya memilih duduk disebuah kedai dan tanpa pengawalan orang orangnya. Kedai yang sama saat terakhir dia datang ke pasar, kedai dimana Flo diganggu oleh preman pasar disana dan membuat wanita itu sakit.


Sambil meneguk gelas alkoholnya Winter terdiam sendiri meski suasana pasar siang itu cukup ramai dan terdengar suara hiruk pikuk. Pria itu tenggelam dalam pikirannya, melayang akan saat itu, saat hari dimana Flo dengan angkuh duduk dikedai lantai bawah dan mengabaikan perintahnya untuk pulang ke Luckingham.


"Kenapa aku kesini lagi?" Winter hanya menghela nafas panjang membuyarkan pikirannya.


"Heii kamu sudah dengar gosip itu belum???" Seorang pria muda datang dan duduk bergabung dengan teman temannya di kedai.


"Gosip apa??" Sekumpulan orang dimeja itu mulai ribut dengan suara yang jelas dan dapat didengar juga oleh Winter dimeja sebelah mereka.


"Gosip tentang sekumpulan perampok di gunung Dalkota. Dengar dengar kelompok itu sangat keji dalam merampok para pedagang yang melintas disana!" Pria muda tadi menceritakannya dengan wajah yang serius.


"Aduhh jalur di gunung Dalkota sangat terjal dan medannya sulit untuk dilalui. Para pedagang lebih memilih jalur laut ketimbang lewat sana, yah meski jalur laut akan memakan waktu labih lama dan mahal karena harus memutar." Pria yang lain menimpali. "Lagi pula dengar dengar meski merampok sampai habis tak bersisa, mereka tidak membunuh orang. Itu bukan gosip penting! Yang lebih penting adalah..." Pria itu mulai terkekeh genit diikuti teman teman lainnya.


"Apa??" Pria muda itu penasaran.


"Kalian sudah sering lihat kan?? Wanita cantik yang suka berkeliling pasar?! Gila saat pertama aku melihatnya aku kira dia adalah dewi Venus yang turun dari langit!!" Pria itu menceritakannya dengan wajah antusias yang mengebu ngebu.


"Parasnya terlalu cantik untuk manusia! Kulitnya putih seperti kapas! Dan kalian lihat pinggang langsingnya itu seperti ranting pohon dedalu yang bisa diraih dengan sekali genggam!" Pria lainnya juga ikut menimpali dengan semangat.


Winter mengerutkan keningnya mendengar obrolan para pria genit itu.


Memangnya ada wanita secantik itu...


Dan entah mengapa lagi lagi Winter membayangkan sosok seseorang.


"Entah bagaimana caranya dia bisa berlari dengan cepat dengan kaki mungilnya itu! Melihatnya saja aku sudah mabuk kepayang!!!" Pria pria genit tadi membayangkan wajah wanita cantik membuat wajah mereka terlihat merona mesum.


"Yang lebih gila lagi, terkadang dia terlihat seperti wanita polos bagaikan anak kecil yang imut. Namun jika kamu melihat mata tajamnya, dia bagaikan wanita penggoda yang siap mengguncang bumi dan langit!" Mereka terbahak bersama.


Pria muda itu mendengus kasar, "Hey kalian banyak bermimpi yah? Mana ada wanita secantik itu berkeliaran dipasar?! Kalaupun ada mungkin saja dia wanita penghibur!! Aku gak percaya omong kosong kalian itu!"


"Silahkan saja kalau tidak percaya! Asal kamu tau sudah banyak pria yang mengantri untuk mendapatkan hati wanita itu! Jangan ikut ikutan yah nanti!" Pria itu berbisik pada temannya. "Tuh lihat pria muda di sana itu, dia sudah berkali kali di tolak!"


Winter mengikuti arah pandangan para pria itu ke meja belakangnya,


Ternyata mereka membicarakan premuda itu.


Pemuda yang cukup gagah untuk umurnya, dia duduk dengan frustasi dihibur oleh pengawal pribadinya. Dilihat dari penampilannya mungkin saja dia anak seorang saudagar kaya.

__ADS_1


Winter terkekeh kecil dan melanjutkan minumnya.


Pesona yah..? Bahkan saat mendengar kalimat gadis luar biasa cantik aku teringat kamu. Mendengar kata pesona aku pun teringat kamu.


"Sepertinya ada yang tidak beres dengan kepalaku!" Winter memijat keningnya.


Namun mata Winter terbelak dia melihat sosok yang familiar melewati depan kedai, sosok yang tidak mungkin berada di pasar saat ini.


Ethan?! Sedang apa dia disini?!


Dengan segera Winter bangkit berdiri dan membayar tagihan minumannya, bergegas lari keluar untuk mengejar Ethan. Namun ramainya orang yang berlalu lalang dipasar menutupi pandangan Winter.


Apa aku salah lihat?!


Winter membetulkan topi juga kembali memakai tudung mantel yang dia pakai untuk menyamarkan wajahnya. Saat hendak berbalik Winter menabrak seseorang.


"Ah!" Wanita itu langsung berjongkok untuk mengambil kantung kertas coklat yang terjatuh akibat tertabrak tadi.


"Maaf!" Winter hendak membantu wanita itu mengambil kantung kertas itu yang mungkin berisi makanan.


"Ah jadi kotor kantungnya! Tapi tidak apa!" Wanita itu membersihkan kantungnya dan langsung pergi mengabaikan Winter.


Fl... Flo?!!!


Begitu Winter sadar dari keterkejutannya dua berusaha untuk mengejar Flo menembus kerumunan orang orang dipasar.


Situasi apa ini?!


Winter berusaha mencari sosok Flo diantara kerumunan pasar. Sosok Flo dalam balutan pakaian sederhana, bahkan rambutnya hanya diikat biasa, wajahnya tidak memakai riasan seperti dulu, tubuh yang tidak memakai perhiasan dan kukunya tidak berwarna seperti biasanya namun.. namun kecantikannya sama sekali tidak berubah.


Winter menyesal tidak membawa Dylan ataupun Ronan saat ini yang mungkin bisa membantunya dalam mencari Flo.


Dengan nafas terengah Winter berhenti sedikit jauh dari diseberang sebuah tenda kecil, pria itu terpaku melihat Flo disana. Wanita itu banyak tertawa, dia membagikan makanan yang tadi di belinya dengan 3 pelayan itu, pelayan dari istana yang bahkan Winter tidak tahu nama mereka. Mereka berempat menjual piring keramik dipasar, namun dalam ramainya kerumunan orang dipasar Winter tahu semua mata pria disana tertuju pada Flo membuatnya merasa kesal.


Belum habis rasa terkejut Winter, dia melihat Ethan yang memandang Flo dari sisi sebelah kiri. Ethan bersembunyi dekat tenda milik pedagang lain, mengamati Flo dan tersenyum tipis.


Ternyata aku tidak salah lihat!


Seolah belum cukup sampai disana, Winter melihat Ronan. Pengawalnya, orang kepercayaannya juga berada disana, menatap Flo dari sisi sebelah kanan.

__ADS_1


Se.. sebenarnya.. berapa banyak orang yang menghianati aku?! Situasi macam apa ini?!


.


.


.


.


Halooo maaf setelah sekian bab aku baru bisa nyapa! 😆


Menjawab beberapa pertanyaan kakak kakak di komen, aku jawab disini aja.




yang bingung untuk cerita ini era jaman kapan, aku sendiri juga bingung 🤣 Tapi yang jelas ga semodern sekarang dmn semua gadget aktif. ini jg bukan jaman dulu banget, udah semi modern. ada mobil juga. Buat pakaiannya udah semi modern dr jas sampe gaun yang lebih simple.




untuk yang minta visual, aku belum nemu nih. Bayangan otak aku cm visual manga nya aja, kalau orangnya perasaan gak ada yang cocok 🥲




Buat yang gak sabar kapan Winter bucin, sabar sabar dulu yah kak. Kita bikin ML nya gonjang ganjing dulu 🤣🤣




Terimakasih yah semua udah mau baca, like dan komen.


means a lot ❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2