
Pria bertubuh besar itu memajukan badannya dan tersenyum lebar, "Budak seperti apa yang kalian butuhkan?? Aku akan memilih yang bagus untuk kalian!"
Camell terdiam, dia tidak bisa gegabah sama sekali.
Jadi seperti ini cara transaksinya yah?? Transaksi berbahaya ini memang tidak mungkin dilangsungkan di markasnya. Tapi aku butuh untuk datang ke markas mereka. Kalau begitu caranya cuma satu! Ayo kita mulai aktingnya!
Camell melirik Lloyd sebagai isyarat dan pria itu sudah menerima kode dari Camell.
"Sayanggggku❤️❤️!!!" Camell memanggil Lloyd dengan suara yang sangat manja membuat pria itu melebarkan matanya tidak menyangka akting inilah yang Camell mau jalankan. "Aku masih gak tahu nih mau beli budak yang seperti apa..!" Camell melipat tangannya dengan manja dan merajuk pada Lloyd. "Habis dia datangnya cepat banget sih!" Camell menunjuk pria bertubuh besar itu yang mengernyit melihat tingkah manja Camell. "Apa boleh aku membeli budak semua yang aku inginkan???" Camell merajuk manja pada Lloyd.
Hahaha liat ekspresi pria itu! Pasti dia tidak menyangka kalau kami bukan pembeli biasa!!
Camell merasa aktingnya sudah sangat baik. Lalu dia menatap Lloyd bingung, Lloyd sama sekali tidak memberi respon pada akting Camell.
Eh..?! Kenapa dia diam saja??! Jangan begini nanti ketahuan!!! Gimana sih harusnya kan dia merespon aku! Gawat! Gawat!! Jelas jelas kita tadi sudah sepakat dengan usulannya untuk menjadi pembeli yang menyebalkan, meski gak latihan kan tapi aku sudah melakukan dengan baik!
Camell terus menatap Lloyd yang masih terkejut, lalu pria itu menghela nafas panjang. "Boleh dong ❤️❤️❤️!! Itu kan semua yang cintaku inginkan!" Lloyd tersenyum lebar meski sangat kaku dan suaranya seakan dibuat buat untuk manja pada Camell.
Ppffttt...!!!!!
Jika saja Camell tidak mengontrol dirinya mungkin dia akan tertawa terbahak karena mendengar kata 'cintaku' dari Lloyd.
"Uhk!! Maaf aku sepertinya belum sembuh benar dari flu musim panas!" Camell menundukkan kepalanya mengontrol kuat dirinya untuk menahan agar tidak tertawa.
__ADS_1
"Cintaku ini! Kok kamu sakit terus sih?!!" Lloyd menangkup kedua pipi Camell dan menatapnya penuh cinta.
Camell terbeku dan tidak bisa merespon lagi akting Lloyd. Ke.. kenapa dia sampai pegang pegang begini?!! Dia kan hanya tinggal suruh aku beli apapun yang aku mau!!
Tapi dengan cepat Camell berpikir untuk berakting lagi, dia melepaskan tangan Lloyd dan memukul dada bidang Lloyd manja. "Iiih sayang❤️❤️!! Maaf yah selalu bikin kamu khawatir!!!" Jerit Camell manja.
"Ah aku tahu cintaku ini gak usah merasa bersalah sama aku! Yang terpenting itu kesehatan cintaku!!" Lloyd memegang sayang tangan Camell.
Akting penuh cinta yang terlihat sangat menjijikam itu membuat pria bertubuh besar itu memasang wajah geli, "Permisi..."
Tapi Camell tidak peduli dan tetap berakting menjadi pembeli yang menyebalkan.
Kamu menantangku?!! Okeh aku terima tantanganmu itu tuan duke!!
"Sudah hentikan!!!!" Pria bertubuh besar itu tidak tahan lagi dan memukul meja dengan kencang.
'BBRRUUAAAKKK!!!'
Camell menutup mulutnya, "Astaga, bapak itu marah soalnya kalau melihat kita dia jadi trauma dengan istrinya yang dirumah yah??" Camell menyikut Lloyd.
"Sepertinya begitu." Jawab Lloyd datar.
"Bu.. bukan begitu!! Itu maksudnya.." Pria bertubuh besar itu kesal. "Akh! Lupakan saja, mari kembali pada transaksi kita!"
__ADS_1
"Sepetinya yang diinginkam cintaku ini banyak, mungkin kami akan mengambil sekitar 8 budak." Lloyd menggenggam tangan Camell.
"Kyaaa❤️❤️!! Sayangku memang yang terbaik!!" Camell menjerit manja sambil mengepalkan tangannya mengambil kesempatan melepaskan dari genggaman Lloyd.
"De.. delapan?!!" Pria itu terkejut bukan main, lalu mendecih. "Sepertinya kalian berasal dari tempat jauh dan tidak tahu bahwa harga 1 budak saja sangat mahal!! Kalian mau 8??! Satu orang saja kalian belum tentu sanggup beli!"
Camell dan Lloyd saling bertukar pandang dan keduanya tersenyum miring bersamaan. Tak butuh waktu lama Albert masuk kesana dengan pakaian biasa dan membawa sebuah peti, "Permisi tuan dan nyonya, saya sudah membawa emas sesuai perintah anda."
Camell kembali menahan tawanya.
Tuan Cougan sangat kaku, hihi! Dia sangat menghayati peran sebagai pelayan.
Albert membuka peti itu diatas meja dan menampakkan tumpukkan penuh koin emas didalam peti yang membuat pria bertubuh besar itu berbinar menatap emas begitu banyaknya.
"Apa ini cukup?!" Lloyd bersidekap dan tersenyum licik.
"Cukup!! Cukup!" Pria bertubuh besar itu menjadi sangat antusias, "Maafkan ketidak sopananku tadi! Yah ampun bagaimana bisa saya tidak mengenali pembeli yang agung ini! Hahaha!"
"Jadi apa aku bisa langsung melihat budakny?!" Kali ini giliran Camell.
"Ya! Ya! Saya akan segera mengantarkan anda!" Pria itu berdiri dan semangat karena mendapatkan pembeli besar.
"Ayo berangkat!" Lloyd dengan lugas berdiri dan merangkul Camell.
__ADS_1