Abandoned Flower

Abandoned Flower
Season 2 : Mengembalikan Takdir


__ADS_3

Tahun ini Camellia berusia 17 tahun, besok tepatnya hari ulang tahunnya. Sedari Camell kecil, Ethan sudah berulang kali mendesak Flo juga Winter untuk berbicara pada Camell. Namun Flo bersikeras menunggu umur Camell yang cukup untuk memberi pengertian pada gadis itu, sedangkan Winter tentu saja menyerahkan semua keputusan pada Flo.


Luckingham bukan tempat yang mudah, mungkin bagi Flo dan Winter tidak ada yang lebih memahami hal tersebut. Namun disatu sisi Ethan juga sudah berulang kali meyakinkan bahwa banyak perubahan di Luckingham semenjak dirinya menjabat sebagai grand duke. Dia banyak menghapus undang undang yang merugikan rakyat kecil dan juga peraturan peraturan tidak masuk akal di Luckingham. Meski demikian, Flo tetap saja gusar dan ragu bahwa Camell bisa melewati persengitan dalam dunia politik.


Gadis itu masih terlalu muda, tumbuh dalam keluarga yang hangat dan dicintai. Gadis yang polos dan penuh kasih, bagaimana mungkin Flo tidak resah Camell harus tinggal di Luckingham seorang diri.


"Wajahmu sangat menunjukkan keresahan yang begitu besar, sayang." Winter merapikan sulur rambut dikening Flo saat mereka berdiri disisi pintu depan menunggu kedatangan Ethan hari ini. "Jika begitu bukankah kamu akan membuat Camell lebih cemas lagi saat kita berbicara dengannya nanti?"


"Tapi aku memang cemas dan takut!" Flo merasa gemas karena suaminya terlihat lebih santai. "Aku tidak ingin anakku tersiksa dan direndahkan hanya..."


"Yah ampun sayangku." Kali ini giliran Winter yang merasa gemas. "Luckingham tidak seburuk itu, semua yang kamu alami itu.... hanya..." Pria itu tersadar sendiri bahwa apa yang membuat Flo takut dan trauma adalah hasil perbuatannya dahulu.


Flo menatap Winter sengit. "Itu semua karena kamu memusuhiku!"


Winter tergelak dengan sikap Flo lalu dia cemberut dan memasang wajah sedih. "Akhir akhir ini saat membicarakan Camell dan Luckingham kamu sering menyindirku dengan kejam.." Pria tua itu seakan merajuk.


Kenapa dia memasang wajah begitu..?!


Flo menjadi sangat tidak enak dalam hatinya dan gusar melihat wajah Winter yang tetap tampan itu.


Lihat wajah itu.. dia seakan tidak menua! Sebagai penghibur untung saja kedua anakku mewarisi kharisma dan kecakapan yang tiada tandingannya itu!


"Ehm!" Flo berdeham untuk mencairkan suasana. "Yah.. aku tidak bermaksud untuk menyindir maupun mengkritik kamu, sayang. Pokoknya ini hanya bentuk kecemasan ku."

__ADS_1


Saat Winter hendak menjawab Flo, bertepatan itu juga mobil Ethan telah tiba dikediaman mereka.


Ethan tersenyum lebar ketika turun dari mobilnya melihat kedua suami istri itu berdiri didepan pintu rumah seakan siap sekali menyambut dirinya yang datang untuk menjemput Camell. Tentu saja dengan catatan perjanjian mereka, terserah Camell mau atau tidak ikut dengan Ethan setelah besok gadis itu berusia 17 tahun dan mereka akan menceritakan semuanya.


"Kalian tidak sabaran sekali menunggu aku datang, aku jadi senang disambut seperti ini. Kemarin saat  aku akan berangkat kesini dan memberi info pada kalian jadi kalian sudah memperhitungkan waktunya dengan baik sampai aku tiba disini." Ethan menurunkan sendiri koper pakaiannya, sebagai mantan duke dia cukup mandiri berpergian dan mengurus semuanya seorang diri.


Winter berdecak dan berbalik badan. "Aku hanya berdiri menemani istriku tercinta dan menunggu anak kesayanganku pulang dari akademi pendidikan untuk mengambil berkas kelulusannya. Jangan berharap terlalu banyak Ethan." Sinis Winter dan berjalan masuk, tentu saja dia tidak akan berkata jujur meski memang dia menyambut kedatangan Ethan.


"Berkhayal juga ada batasnya." Flo mengikuti Winter masuk.


"Hey kalian! Yah ampun!" Ethan berdecak dan bersidekap memandang pasangan itu. "Dasar pasangan berhati dingin, seolah olah aku kesini untuk menyeret paksa putri mereka."


***


Bukan Camell tidak ingin mengadakan pesta, dia juga tahu kakau kedua orang tuanya sangat mampu untuk memberikan pesta mewah untuknya. Ini semua karena baginya sangat penting, hari dimana dia resmi menginjak umur dewasa dan dia hanya ingin merayakannya dengan orang terkasih.


"Terimakasih paman Ethan sudah mau datang jauh jauh keacara ulang tahunku yang sederhana ini." Camell tersenyum pada Ethan setelah meniup lilin pada kuenya. "Ayah, ibu. Terimakasih sudah merawatku sampai aku tumbuh dengan baik." Camell memeluk kedua orang tuanya dan mendapat balasan usapan sayang pada punggungnya.


Wajah cemas Flo semakin tidak bisa disembunyikan saat melepaskan pelukan, malah kini sudut mata wanita itu sudah mulai menggenang.


Camell sedikit tertegun memandang tiga orang dewasa dihadapannya yang membisu terlebih ibunya. ibunya sudah bersikap aneh dimatanya sejak minggu lalu, Camell tersenyum hangat dan menatap mereka bertiga secara bergantian. "Apa ada yang hendak kalian sampaikan padaku??"


Flo menatap Winter seakan tidak siap, namun pria itu mengusap sayang punggung tangan Flo. "Camell, putriku." Winter menatap sayang putri sulungnya. "Ada yang ingin ayah ceritakan padamu, sebuah rahasia besar yang akan mengubah hidupmu."

__ADS_1


Camell hanya bisa terdiam mendengar cerita panjang yang diungkapkan oleh ketiga orang dewasa dihadapannya secara bergantian dari sudut pandang mereka masing masing, sesekali gadis muda itu mengusap air matanya mendengar kisah cinta yang menyakitkan dari kedua orang tuanya.


"Oleh karena itu Camell, paman berharap bisa mengembalikan kedudukan ayahmu sebagaimana mestinya. Karena ini menjadi rahasia abadi maka paman hanya bisa menjadikanmu duchess. Namun sesuai permintaan ibumu, kamu yang akan memutuskan semua ini." Ethan mengusap tangan Camell sayang, "Tentu saja paman tidak akan memaksakan jawabannya sekarang meski sangat ingin mengingat putra paman sudah memasuki usia dewasa dan sudah resmi menjadi duke sebulan lalu." Ethan tersenyum.


"Jadi, tinggalah di Luckingham selama 3 bulan. Kamu bisa belajar banyak hal. Politik, ekonomi dan juga bisnis. Setelah dalam waktu 3 bulan itu apapun keputusanmu paman akan menerimanya."


Camell terdiam, dia mempelajari banyak hal di akademi termaduk kehidupan para bangsawan. Dia juga tau bagaimana seorang duchess dipilih. Gadis itu menghela nafas panjang, "Sebenarnya banyak sekali pertanyaan aku untuk ayah, ibu dan juga paman. Tapi yang paling mengganjal pikiranku saat ini yang akan aku tanyakan. Aku sudah mempelajari tentang budaya bangsawan, maka aku tau jika calon duchess pasti akan dipilih dari fraksi bangsawan dan akan muncul beberapa kandidat. Bagaimana bisa aku memonopoli semua calon kandidat itu dan menajdi satu satunya calon duchess??"


Winter dan Flo tergelak, terutama Flo. Dia hanya terfokus pada perpisahannya dengan Camell yah dengan catatan jika putrinya bersedia tinggal di Luckingham. Tapi dia benar benar lupa tentang fraksi bangsawan di Luckingham yang juga akan mengambil suara dalam memilih kandidat calon duchess. Belum lagi para selir yang akan disana juga karena ikatan politik.


Flo menatap Ethan juga menagih jawabannya, dia tentu saja tidak rela jika putrinya harus berbagi suami dengan para selir.


Ethan sudah menduga akan jawaban ini dan tersenyum. "Bagaimana jika paman bilang bahwa jika kamu bersedia menjadi duchess maka kamu akan menjadi satu satunya wanita yang memimpin disana tanpa selir lainnya?"


Winter terkejut dengan jawaban Ethan, itu hal yang mustahil.


"Bukankah itu mustahil paman? Pernikahan politik adalah jalan untuk membatasi dan mengekang pergerakan lawan. Dan itu harus dijalin untuk membangun kekuatan." Ujar Camell.


Winter lagi lagi terkejut dia tidak menyangka putrinya memahami hal ini dengan dewasa.


"Camell, kamu tahu akan hal ini??" Winter bertanya tidak percaya.


Camell tersenyum menatap ayahnya, "Ayah terlalu meremehkan murid akademi yang lulus 1 tahun lebih awal ini dengan nilai sempurna." Dan jawaban itu tentu saja membuat Winter tersenyum bangga.

__ADS_1


"Baiklah kamu memang benar Camell." Jawab Ethan, "Tapi, untuk membangun kekuatan masih banyak cara lainnya selain pernikahan politik meskipun pada awalnya kita tetap harus menerima kandidat duchess dsri fraksi bangsawan. Dan paman sudah menjalankan prosedur itu hingga kini diteruskan oleh putra paman. Kamu akan mengetahui itu nanti, jadi paman akan memberimu waktu 2 hari disini dan ikutlah dengan paman ke Luckingham." Tegas Ethan.


__ADS_2