
Camell hanya bisa terduduk ditanah melihat bagaimana buasnya binatang itu berlari untuk menerjang dirinya dengan cepat.
Aku pasti mati!!
Tidak ada yang bisa Camell pikirkan selain dia sangat dekat dengan ajal, beruang itu benar benar besar dengan giginya yang tajam juga cakarnya yang panjang.
Semua orang telah menyingkir, entah mengapa beruang besar itu seakan hanya mengincar Camell.
"Nona Blooming!!" Orang orang berteriak untuk menyadarkan Camell yang membatu ketakutan agar segera pergi dari sana.
Tepat saat beruang itu akan menerkam Camell, pedang panjang itu tertusuk tepat dileher beruang itu dan membuatnya tewas seketika.
"Camell!!!" Lloyd meloncat dari balik punggung beruang itu, langsung menghampiri Camell dan memeluk wanita yang terbatu dengan tubuh yang gemetar hebat. "Camell...!!" Ucapnya sekali lagi untuk menyadarkan perempuan itu dan memeluknya semakin erat.
Perlahan Camell sadar kembali meski seluruh tubuhnya gemetar hebat dan kesulitan bernafas dengan baik, Camell membalas pelukan Lloyd.
"Apa kamu terluka??!" Lloyd memastikan wanita itu tidak terluka sedikitpun.
"A.. aku baik baik saja." Ucap Camell terbata menahan tangisnya.
"Syukurlah!" Lloyd kembali membawa Camell dalam pelukannya yang erat. "Aku sangat bersyukur." Seketika kecemasan Lloyd menghilang mengetahui Camell baik baik saja.
Semua prajurit yang kembali dari hutan berhambur menghampiri Camell juga Lloyd, dan juga membereskan kericuhan yang terjadi. Akhirnya festival berburu dihentikan lebih cepat.
Camell tidak ingat bagaimana dia kembali ke istana, dan bagaimana juga dia saat perjalanan. Begitu tersadar dia sudah berbaring dikasurnya, Lloyd tidak pernah beranjak dari sisinya, begitu juga Irene dan Maya juga pelayan lainnya. Maya banyak menangis karena Camell yang hampir tidak selamat dari tragedi itu.
"Aku baik baik saja." Sudah puluhan kali Camell mengucapkan itu agar Lloyd bisa meninggalkannya untuk beristirahat, karena dia tahu Lloyd juga pasti lelah. Namun rasanya percuma karena pria itu benar benar tidak berniat untuk beranjak dari sisi kasur.
"Yang mulia duke, minta waktunya sebentar." Irene masuk kedalam kamar Camell. "Ada sir Kirion datang."
__ADS_1
Camell yang mendnegar itu menahan tangan Lloyd. "Sir Kirion datang untuk melapor kan?? Saya juga mau dengar."
Lloyd mengerutkan alisnya dan menggenggam tangan Camell. "Bukankah lebih baik kamu beristirahat saja?? Sebaiknya kamu menenangkan diri saja dulu."
"Tidak." Camell menggelengkan kepalanya. "Saya lebih gelisah jika tidak tahu apa apa. Saya ingin tahu kenapa hal ini bisa terjadi."
"Baiklah. Tapi kamu harus segera berbaring lagi kalau tidak sanggup mendengarnya yah!" Lloyd memapah Camell menuju ruang tamu dalam kamarnya.
Disana sudah ada Utha, Kirion dan pengawal lainnya yang melaksanakan tugas dari Lloyd. Setelah Kirion dan yang lainnya mengucap salam, barulah mereka melaporkan hasil pengelidikan yang telah dilakukan. "Kami menduga ada pagar batasan yang dirusak, hingga beruang eurasia bisa memasuki tempat festival. Saat ini pagar pembatas sedang dalam perbaikan dan ditingkatkan lebih tinggi dari sebelumnya."
Camell terdiam. Jadi itu jenis beruang eurasia, bukankah jenis itu sudah sangat jarang??
"Kenapa pagar pembatas itu bisa rusak?? Apakah ada masalah?" Lloyd bertanya pada Kirion.
"Itu masih dalam penyelidikan. Namun tidak ada masalah pada bagian pengelolaan, pengawasan keamanan yang dilakukan pada tanggal yang ditentukan. Dan sudah dilakukan pemeriksaan kembali pada pagi harinya sebelum acara." Lapor Kirion. "Menurut pendapat para petugas lapangan tidak ada masalah pada segel, pagar kemungkinan rusak karena kekuatan beruang eurasia yang luar biasa."
Lloyd mengernyitkan alisnya. "Semua petugas pasti akan bilang tidak ada masalah pada pagar pembatasnya. Rusak karena pagarnya bermasalah atau rusak karena masalah yang tidak terhindarkan itu akan sangat berbeda. Selidiki dengan seksama!" Tegas pria itu.
"Selain itu. Setahuku di hutan Soribo tidak ada binatang buas, apalagi ini beruang jenis eurasia. Bagaimana dia bisa sampai disitu?? Datang dari mana?? Juga beruang ini sudah sangat jarang karena sudah habis diburu dari jaman dulu." Lloyd masih belum puas dengan laporannya.
"Ini.. masih diselidiki." Kirion pun sebenarnya juga mempertanyakan hal ini. Beruang eurasia bisa muncul di hutan yang keamanannya selalu dijaga sangat terasa janggal.
"Tidak ada informasi yang meyakinkan dari kalian!" Kesal Lloyd.
"Kami minta maaf tuan duke!!" Ucap mereka serempak.
"Umm..." Camell yang diam sedari tadi pun hendak mengajukan pertanyaan. "Beruang eurasia apa dia sangat kuat dan berbahaya??"
"Sebenarnya beruang ini sudah hampir musnah karena perburuan besar besaran sejak jaman romawi kuno. Namun ada beberapa daerah yang membiakkan beruang ini sebagai bahan ajang pertarungan, beruang ini mempunyai gigi yang sangat tajam dengan cakar yang panjang yang dapat merobek apapun seperti kertas. Karena sering digunakan sebagai bahan pertarungan, kekuatan beruang ini sangat besar dengan indra yang sensitif."
__ADS_1
Mendengar penjelasan Kirion tubuh Camell bergetar kembali, dia tidak bisa membayangkan apa jadinya jika Lloyd tidak muncul tepat waktu. Mungkin beruang itu akan mengkoyakkan tubuhnya hingga tidak berbentuk.
Lloyd melihat Camell kembali bergetar ketakutan langsung merangkul pundak wanita itu. "Jelaskan hal yang perlu saja." Titahnya pada Kirion.
"Oh maaf." Kirion jadi merasa tidak enak hati pada Camell.
"Tidak apa apa." Camell tersenyum lembut. "Syukurlah beruang itu bisa langsung dilumpuhkan."
Kirion langsung tersenyum. "Kemampuan berpedang tuan duke itu sangat unggul. Ini pertama kalinya saya melihat beruang sebesar itu dilumpuhkan hanya dengan 1 serangan."
"Benarkah??" Camell menatap Lloyd.
Pria itu hanya berdehem singkat, menahan senyumnya dan memalingkan wajahnya membuat Camell tertawa kecil.
Yah ampun dia seperti anak kecil yang membanggakan dirinya.. Haha!
"Meskipun beruang itu besar dan kuat, namun dia mempunyai titik lemah dibagian leher. Tapi untuk mendekat kearah beruang itu juga sudah sulit, karena beruang mempunyai indra yang sangat sensitif dengan suara dan gerakan. Biasanya butuh beberapa orang untuk membuat beruang itu lengah agar bisa diserang titik lemahnya. Kami sungguh tidak menyangka kalau tuan duke bisa melumpuhkan beruang besar itu sendirian." Ucapan Kirion membuat semua prajurit termasuk Utha disana mengangguk setuju dengan tatapan kagum pada Lloyd.
Meskipun semua memuji Lloyd namun pria itu tidak lengah mendengar penjelasan Kirion. "Setelah aku dengar ini semakin aneh." Ucap Lloyd.
"Aneh dimana??" Tanya Camell.
Lloyd yang merasa anilsi nya belum pasti jadi dia tidak mengungkapkan apapun. "Tidak bukan apa apa." Lalu pria itu bangkit berdiri. "Seperti yang aku bilang, selidiki dengan seksama. Apapun alasannya kejadian ini tidak bisa diterima."
"Baik tuan duke!!" Semua pengawal berbegas keluar ruangan Camell.
Lloyd langsung memapah Camell. "Ayo kamu cepat berbaring lagi."
"Sungguh bukan apa apa?" Camell masih penasaran dengan ucapan Lloyd tadi.
__ADS_1
"Iya bukan apa apa. Tenang saja dan kembali istirahat, pagar pembatas sudah diperbaiki dan kita juga berada diistana." Lloyd tersenyum pada Camell. "Apapun yang terjadi, aku akan melindungimu." Tegas Lloyd.
"Ah.. umm.. Baiklah." Camell tersenyym canggung. Anehnya ucapan Lloyd membuat hati Camell merasa tenang dan lega, menyingkirkan segala pikrian Camell yang berkecamuk. Membiarkan Camell beristirahat dengan tenang malam ini.