
Summer berdiri memandang hamparan danau diistana dari atas gazebo, tatapannya jauh dan kosong. Sejak pembicaraannya semalam dengan Winter sangat membuat hatinya sakit,
"Nona summer.." Dylan datang menghampiri Summer. "Perintah tuan duke Winter untuk memulangkan anda kembali sudah keluar. Marquiz Rainhard sudah menunggu anda.."
"Apakah dia tahu..?"
"Yah?" Dylan bingung.
"Apakah dia tahu kalau rasa cintaku juga besar, jika dia ingin aku juga rela untuk menyerahkan nyawa untuknya. Jika aku diperintahkan untuk menggantikan nyonya Flo mati akupun akan rela mati karena aku sungguh mencintainya..."
"Nona Summer..." Dylan menatap Summer iba.
"Aku begitu mencintainya huks.." Tubuh Summer bergetar karena menahan isak tangis yang dalam. "Aku juga mencintainya dalam kepiluan yang sama seperti nyonya Flo.." Wanita itu menangis tersedu sedu dan melihat Dylan. "Maafkan aku.. maafkan aku. Aku hanya butuh untuk melampiaskan ini.." Summer tersedu sedu menangis dan Dylan hanya bisa menenangkan Summer.
Tak lama kemudian Summer turun setelah para pelayan membantunya berberes, sebelum wanita itu benar benar masuk kedalam mobil dia menatap sekali lagi bangunan Luckingham yang besar itu.
Tuan Winter... semoga anda selalu sehat. Maafkan aku yang tak bisa ikut berduka atas cinta tuan Winter, tapi... aku percaya kamu pasti akan bangkit kembali..
Seharian Winter hanya terbaring ditempat tidur, tidak mau makan, tidak mau minum bahkan dia juga enggan mengantarkan kepulangan Summer. Terkadang pria itu memejamkan mata dan bermimpi Flo datang kepadanya, lalu dia akan terbangun dan kembali menangisi kepergian Flo.
'Tok Tok Tok!'
"Tuan ini saya Dylan, ijinkan saya masuk." Setelah mengetuk pintu Dylan masuk kedalam kamar Winter, dia menarik nafas panjang mendapati tuannya itu hanya meringkuk diatas kasur tanpa menyentuh makanan yang diantar oleh pelayan tadi.
Agustin yang masih terpukul tentu saja belum kembali ke Luckingham, sekarang selain menjadi tangan kanan Winter dan tangan kiri Winter, Dylan juga harus merangkap sebagai kepala pelayan dirumah ini.
"Tuan Winter, keadaan Luckingham cukup kacau. Setelah anda memulangkan nona Summer sekarang para petinggi meminta untuk mengadakan rapat. Mereka meminta penjelasan soal ini. Lalu, tuan Ethan juga sudah menunggu anda diruang rapat."
Winter terdiam sebentar mendengar ucapan Dylan, dengan perlahan pria itu bergerak. "Persiapkan rapat 15 menit lagi. Aku akan kesana."
Senyum lega tersirat diwajah Ethan, tanpa kepemimpinan Winter, Luckingham benar benar berantakan.
Tidak butuh lama bagi Winter untuk bersiap, berbeda dari biasa saat mengadakan rapat dengan para petinggi bangsawan lainnya Winter akan memakai pakaian formal. Namun kali ini Winter memilih hanya memakai baju biasa dan celana panjang. Para petinggi yang melihat penampilan Winter tentu saja saling pandang dengan heran. "Tuan Winter, tolong jelaskan situasi yang terjadi. Setelah kemarin anda membantah semua nasihat kami dan memilih untuk menikahi marchioness muda Summer Grace kini anda juga sesuka hati membatalkannya." Count Balres memulai bertanya pertama.
"Pernikahan ini tidak boleh batal! Pikirkan lagi tuan Winter." Osbert yang mempunyai niatan terselubung sudah pasti tidak menginginan pernikahan ini batal.
__ADS_1
"Benar tuan Winter, kenapa anda selalu memutuskan seenaknya? Terlebih lagi pengumuman pembatalan pernikahan anda sudah dipasang dan dikabarkan media cetak. Ada apa sebenarnya??" Yang lain ikut menimpali.
"Negri ini bisa kacau! Selama satu bulan belakangan ini anda juga banyak mengganti peraturan dan perundangan seenaknya!" Kubu kontra pun ikut bersuara.
Winter hanya memasang wajah datar. "Sudah hentikan ribut ribut ini... Kondisi tubuhku sedang tidak baik, aku tidak mempunyai tenaga untuk beradu pendapat dengan kalian." Winter bangkit berdiri. "Hanya itu yang perlu kalian ketahui."
Saat Winter meninggalkan ruang rapat sontak saja membuat petinggi bangsawan disana tidak senang dan ingin mengejar Winter namun Ethan yanh sedari tadi diam mengikuti rapat ini menghadang mereka.
"Cukup sampai disini keonaran yang kalian buat!"
"Lancang sekali! Apa maksudmu??? Kau hanya orang luar yang tidak ikut terlibat! Jangan menghalangi!" Osbert yang sedari dulu tidak menyukai Ethan pun bersuara.
"Kalian pikir siapa orang yang ingin kalian halangi itu? Winter adalah yang mulia grand duke disini dan dia berhak untuk membuat keputusan." Terang Ethan.
"Justru kamu yang lancang!" Osbert tidak mau mengalah.
"Aku telah ditugaskan oleh paman Michael untuk menjaga dan mendampingi Winter meski harus melanggar peraturan dan kedudukan. Jadi jika kalian tidak senang silahkan ajukan keberatan itu pada paman Michael." Ketegasan Ethan membuat beberapa bangsawan disana tidak senang dan hanya bisa berdecak tanpa melawan lagi.
Ethan menyusul Winter kedalam kamarnya seelah meminta Dylan untuk memanggil dokter Kevan, karena Ethan melihat wajah Winter sangat pucat sedari tadi.
Kevan memeriksa denyut nadi Winter dan menghela nafas berat, "Winter.. jagalah kesehatanmu, aku menasehatimu sebagai teman saat ini. Aku akan memanggil pelayan untuk mengantarkan makanan dan meresepkan beberapa obat."
Begitu Kevan sudah keluar Ethan dudu dikursi samping kasur Winter. "Para petinggi memang sedang sangat kalut karena keputusanmu yang mendadak meski begitu kamu sudah bekerja sangat keras sebulan ini. Istirahatlah, aku sedih melihatmu seperti ini.." Winter masih saja diam membisu membuat Ethan melanjutkan perkataannya. "Hatimu hanya ada satu.." Perkataan Ethan membuat Winter menatapnya heran, "Hati seorang pria yang kehilangan cintanya atau hati seorang duke yang sedingin es. Kamu terlalu memisah misahkan dan keras pada dirimu sendiri, makanya aku berkata demikian."
Winter terkekeh hambar. "..Begitu yah..? Apa aku benar benar terlihat seperti itu? Tapi kalau dipikir pikir dulu sekali aku pernah demikian. Tahukah kalau dulu aku sering sekali merasa cemburu padamu??" Winter menjeda. "Tidak, sepertinya sampai sekarangpun aku masih merasa cemburu padamu."
Ethan berdecak. "Aku gak mengerti apa yang kamu bicarakan, jangan berbicara seperti itu.."
Winter menerawang, "Aku selalu bersikap sebagai seorang duke didepan Flo, aku adalah penerus duke dihadapan Flo. Meskipun sisi pria ku selalu muncul saat aku melihat kecantikannya itu, aku selalu menekannya sedemikian rupa. Hingga.. hanya tatapan dingin dan kata kata kasar yang keluar dari mulutku."
"Sejak lahir aku adalah penerus duke yang sah, dan menjadi duke seakan takdir yang harus aku jalani. Banyak hal dan keinginan yang harus aku buang demi menjalani takdir itu. Tapi kamu..." Winter menatap Ethan pias. "Kamu bisa tersenyum sesuka hati dihadapan Flo. Kamu menyeka air mata yang menetes dipipinya. Menepuk pundaknya yang gemetar saat menangis dan... memeluk tubuhnya yang tidak berdaya itu."
Winter tersenyum sedih "Jadi bagaimana..? Bagaimana rasanya bisa menyentuh kulitnya yang lembut itu? Apa tercium aroma manis saat dia bersandar padamu? Saat Flo menatap matamu..."
"Hentikan Winter...!" Ethan memasang wajah gusar. "Aku gak bisa mendengar kata kata itu lebih lanjut lagi!"
__ADS_1
"...Aku tahu, aku tidak meragukan kesetianmu. Tapi.. inilah perasaan yang sesungguhnya dari pria yang mencintai Flo. Perasaan cemburu yang menggerogoti hatiku tanpa aku bisa berbuat apapun. Kemana aku harus meletakkan perasaan ini?" Winter berwajah sangat menyedihkan membuat Ethan tidak sanggup berkata kata.
"Apa ayahku masih memperlakukan kamu dengan sangat baik??" Tanya Winter lagi.
"...Winter.." Ethan berdecak kesal.
"Apa diluar Luckingham dia mengakuimu sebagai anak??" Winter tidak berhenti bertanya.
"Aku akan keluar dan membantu mengerjakan pekerjaanmu. Aku undur diri!" Ethan berpamit untuk keluar kamar Winter.
Setelah Ethan menutup pintu dia mengepalkan tangannya. Michael memang memperlakukan dia yang merupakan anak yatim piatu dan Flo penuh kasih sayang berbeda dengan Winter yang di didik sangat keras saat mereka masih kecil, namun tanpa Ethan tau itu sangat melukai hati Winter.
Sebenarnya... siapa diantara kami yang memiliki dan kehilangan?? Rasanya sampai pada akhirnyapun kami tidak akan pernah mengetahui jawabannya.
.
.
.
Haloooo ini aku up lagi yah buat kalian karena weekend aku libur up dulu hihi.
Minggu ini aku maksimalin banyak double up buat kakak kakak semua jadi kakak semua juga jgn lupa like n jejaknya ❤❤
Terimakasih
Hapoy weekend
xoxo
Dua jempol
Nb : Mampir mampir juga ke novel aku yang lain, masih ada Shenna Love n Seq nya My litte Cazy Girl,
lalu ada Shevanya for Arion
__ADS_1
dan Jangan Panggil Aku Janda.
❤❤