Abandoned Flower

Abandoned Flower
Mempersiapkan Pernikahan


__ADS_3

Satu orang lagi yang turut mengawasi keberadaan Flo, Agustin. Pria tua ini sudah terbebani oleh janjinya pada Michael, dia tidak bisa membiarkan Flo begitu saja.


Agustin yang mendengar berita bahwa Winter akan menikahi Summer, merasa sedih sekaligus lega. Benar, Flo tidak akan pernah bisa kembali ke Luckingham sekalipun Winter menginginkannya. Ada terlalu banyak halangan bagi mereka berdua terlebih sudah tidak ada michael yang mendukung Flo, keberadaan Flo bisa mengancam nyawanya sendiri disini. Kali ini Agustin tidak akan salah langkah, dia akan memperbaiki keadaan sesuai janjinya pada Michael, membantu Flo untuk keluar dari neraka ini.


Agustin berjalan menuju kediaman Leana, kemarin saat dia menemui Leana secara pribadi dia sudah berhasil untuk membuat Leana mendorong Summer agar mengakui perasaannya pada Winter. Setelah Winter memberitahu bahwa dia akan menikahi Summer demi Ferkalon, kini hanya tinggal melakukan langkah terakhir bagi Agustin yaitu melangsungkan pernikahan ini secepatnya.


"Nyonya Leana, nyonya Leana!!" Kepala pelayan kediaman Leana datang tergopoh menghampiri Leana yang sedang merawat tanaman dikebun miliknya sendiri.


"Tsk!" Decak Leana kesal, "Jika bukan karena kamu sudah bekerja untukku 15tahun pasti sudah aku usir! Ada apa?!" Ketus Leana.


"Tu.. tuan Agustin datang kemari."


"Agustin?! Ada urusan apa lagi??" Leana melepas perlengkapan berkebun yang dia kenakan dan bergegas masuk kedalam rumah untuk menemui Agustin.


"Ada urusan apa sampai kepala pelayan kediaman utama datang sendiri menemui aku??" Tanya Leana.


Agustin bukanlah sembarang kepala pelayan, dia telah menjadi orang kepercayaan keluarga Ferkalon turun menurun. Keputusan dan perintah darinya juga merupakan titah mutlak, Agustin sendiri juga sudah seperti penasihat penting keluarga Ferkalon.


"Tuan Winter sudah memutuskan untuk menikah dengan nona muda keluarga Garce."


"Benarkah?!!!" Wajah Leanna terbinar bahagia.


"Benar, tuan Winter sendiri yang memberitahu saya dan meminta nyonya Leana untuk membantu mempersiapkan pernikahan mereka."


"Apa Winter yang menyuruhmu menyampaikan hal itu??"


".. Benar." Agustin menundukkan kepalanya.


"Hahaha!" Leana tertawa bahagia. "Yah ampun ini kabar paling menggembirakan diantara kabar yang pernah aku dengar selama aku tinggal disini! Haha!"


Leana merasa sangat puas. "Lalu, dimana Winter sekarang??"


"Tuan Winter sedang berada di kediaman nona Summer saat ini." Agustin menatap datar Leana.


"Pfft!" Leana menahan tawanya dan menghela nafas lega. "Aku akan sibuk namun aku bahagia!"

__ADS_1


****


"Aku dengar akhir akhir ini tuan Winter sibuk bekerja diluar istana. Apa ada yang bisa aku bantu??" Summer menatap Winter dalam.


"Ah itu.. tidak perlu." Winter menipiskan bibirnya. "Laporan hasil kerja yang kamu buat cukup memuaskan dan bagus."


"Masuklah, aku akan menyeduhkan teh untuk tuan Winter." Summer tersenyum manis mengundang Winter masuk.


"Silahkan diminum." Summer menuang teh panas kedalam cangkir.


"Terimakasih." Winter mengambil cangkir itu dan menghirup aroma teh. "Aku sudah mengatakan pada tante Leana hari ini, untuk membantu menyiapkan pernikahanku dengan kamu."


Sontak Ronan dan Dylan yang mendengar hal itu juga terkejut bukan main, Ronan sampai menjatuhkan berkas laporan yang dia pegang sedari tadi.


Winter menatap Ronan tajam dan langsung membuang muka. "Kalian keluarlah."


Setelah para pengawal Winter keluar, Summer yang masih terkejut tidak sengaja menumpahkan tehnya. "Rok mu basah." Winter terkekeh pelan dan membantu membersihkan rok Summer.


"A.. aku bisa!" Summer mengambil tisu dengan gugup.


"Tidak apa apa." Winter menepis pelan tangan Summer. "Biarkan aku membalas hutang perasaanmu padaku." Summer hanya terdiam mendengar ucapan Winter.


Jadi.. inilah akhirnya. Nona Summer akan berada dipelukan tuan Winter sebagai wanitanya, diangkat menjadi duchess. Jika menurut hukum di luckingham, aku bisa mengundurkan diri dan melepas gelar kesatriaku. Dengan begitu apa aku bisa mengejar takdirku sendiri?? Apa aku boleh begitu... Flower? Aku yang hina ini berharap ada disisi kamu, datang padamu dan percaya bahwa itu adalah takdir?


****


Olivia yang sudah pulang sedang mengajak 2 selir Winter untuk berkumpul dihalaman istana, Renai dan Beathrik merupakan teman sekolah Olivia. Mereka bertiga menikmati teh sore dan berbincang bincang, namun pelayan Olivia datang menghampiri Olivia. "Nona Olivia, ada berita." Pelayan itu tersenyum misterius.


"Apa?!" Olivia mengernyitkan keningnya.


Pelayan itu mendekat dan berbisik ditelinga Olivia, sejurus kemudian membuat wanita itu terbahak senang.


"Apa ada kabar gembira??" Tanya Renai penasaran.


"Ini kabar gembira sangat gembira! Katanya tuan Winter akan menikah dengan nona Summer dan menjadikannya duchess!!" Olivia tertawa senang, kemudian dia melirik pelayannya. "Apa ini kabar yang dapat dipercaya???"

__ADS_1


"Tentu nona Olivia, tuan Winter sendiri yang meminta nyonya Leana untuk membantu menyiapkan pernikahannya." Lapor pelayan itu.


"Yah ampun!! Berarti Flower benar benar tidak akan kembali kesini lagi yah!" Beathrik tertawa senang, "Pasti selir Alesha iri sekali!"


"Kemarin dia berpikir dirinya yang akan menjadi duches!" Renai ikut tertawa.


"Ayo kita ketempat nona Summer untuk memberi selamat." Ajak Olivia. "Lebih baik kita menjadi kawan dari pada menjadi lawan, lagipula kata ibuku dia adalah wanita yang baik. Yah meskipun keluarganya tidak terlalu kaya." Olivia tertawa cekikikan.


Winter baru saja kembali dari kediaman Summer, dia menuju ruang kerjanya dan melihat beberapa pengawalnya berbisik bisik.


"Ada apa?" Tanya Winter pada Agustin yang juga berada disana.


"Bukan ap.."


"Ada apa??" Tegas Winter sekali lagi.


"Ada banyak gosip yang mengatakan bahwa tuan Winter akan mengangkat nona Summer sebagai duchess." Info Agustin.


"Benarkah??" Acuh Winter dan langsung duduk dimeja kerjanya membuka berkas yang menumpuk untuk dikerjakan.


Agustin hanya menatap nanar kearah Winter,


Jika tuan Winter begitu acuh dan tidak peduli.. bukankah itu lebih baik? Apapun keputusan yang sudah keluar dari mulut tuan Winter tidak akan pernah bisa berubah dan tidak ada yang bisa menghentikannya. Aku hanya penasaran.. apa sebenarnya yang ada di pikiran tuan Winter??


..


Malam itu Flo kembali terjaga, dia membuka jendela kamarnya membiarkan angin berhembus menerpa rambutnya yang panjang terurai. Lagi lagi Gemma masuk untuk memeriksa keadaan Flo dan mendapatlan Flo duduk dekat jendela.


"Nyonya tidak tidur??" Tanya wanita itu cemas.


"Dia berbohong." Pandangan Flo menerawang jauh keatas langit gelap.


Gemma hanya menatap Flo bingung.


"Hari itu padahal hujan turun dengan lebat." Lanjut Flo, "Dia berbohong, ibu berbohong padaku. Dia tetap pergi meninggalkan aku."

__ADS_1


Gemma hanya bisa diam dan mengikuti Flo memandang langit dalam temaram cahaya bulan.


Serpihan serpihan kenangan yang berserakan terkumpul kembali. Mengapa hanya ada kenangan sedih yang memilukan? Ditolak, lalu ditinggalkan.. ditolak lagi lalu ditinggalkan lagi.. hanya ada satu tempat dalam hatiku dan hanya ada satu orang dalam hatiku. Mengapa semua ini begitu melelahkan??


__ADS_2