Abandoned Flower

Abandoned Flower
Perperangan


__ADS_3

"Ah gila!" Camell merebahkan tubuhnya diatas kasur, "Baru berbicara dengan tuan duke sebentar saja membuat kepalaku terasa sangat pusing. Pria itu memang benar benar.." Camell terdiam mengingat jaraknyak dengan Lloyd begitu dekat terlebih saat pria itu berkata dengan suara rendah tepat disebelah telinganya.


'Deg!'


Deg?! Deg?! Jangan gila yah mana sempat jantungku berdegup seperti itu?!!!


Camell meninju ninju bantal tidurnya dengan emosi.


"Kalau benar ada mata matanya disini berarti aku harus menyusun strategi baru.." Camell berpikir keras, "Dia berusaha mengucilkan aku disini, makanya dia tidak senang aku dekat dengan tuan Cai. Hmm.. bagaimana kalau, dimulai dari rumor tidak berdasar..." Camell tersenyum misterius.


Camell bangkit dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamar tidurnya, mendapati Irene, Lisa dan Maya berada diruang tamu kamarnya. "Aku ingin membeli gaun untuk pesta keluarga Chandellum. Apa kalian tau dimana aku bisa membeli perhiasan dan gaun??" Camell tersenyum mantap.


Entah bagaimana cara Irene mengundang seorang desainer gaun gerkenal diantara para bangsawan untuk datang ke Luckingham. Esok paginya desainer berstatus Baron itu sudah benar benar ada di istana ini. "Para bangsawan membeli gaun melalui Baron Mailotte, beliau juga sering diundang ke kerajaan untuk membuat gaun ratu. Begitu beliau mendengar calon duchess hendak membeli gaun beliau sendiri yang menawarkan diri untuk datang." Terang Irene.


Mendengar keterangan Irene, Camell bisa menebak satu gaun dari Baron Mailotte bisa saja seharga dengan beberapa belas keping emas. Tapi Camell tidak cemas karena meskipun paman Ethan pernah menerangkan bahwa dia mempunyai budget tersendiri di Luckingham yang cukup banyak tapi tanpa seorang pun tahu ayahnya dan ibunya membekali ribuan keping emas yang dia bawa saat masuk ke Luckingham.


'Beberapa orang dan jalan bisa dibeli dengan uang.'


Camell teringat lagi perkataan ayahnya dan kembali memantapkan diri.


"Nona Camell, Baron Mailotte sudah tiba." Lisa masuk kedalam kamar dan memberi info.


"Suruh dia masuk." Tegas Camell.


Status Baron untuk bangsawan membuat Camell berpikir bahwa Mailotte adalah pria yang sudah berumur atau setidaknya berumur diakhir 30 atau 40. Namun seorang pria muda masuk membuat Camell cukup takjub, belum lagi pria itu masuk bersamaan dengan hampir 20 rak dorong berisi gaun gaun yang indah.


"Saya Mailotte memberi hormat pada nona Marchiones muda Camellia Blooming Ferkalon." Pria itu memberi hormat dengan formal.


"Panggil saya Camell saja tuan Mailotte."


"Tidak bisa." Pria itu tersenyum sopan, "Bagaimana bisa saya memanggil nama saja untuk calon duchess negri ini, nona Camellia Blooming."


Camell hanya bisa tersenyum kaku. Lalu tanpa berbasa basi lagi Mailotte segera mengeluarkan gaunnya dengan semangat.


"Bagaimana nona? Begitu mendengar anda hendak membeli gaun aku langsung mengerahkan semua gaun dengan inovasi terbaru era ini!! Yang ini! Ini juga! Para pengrajin harus mengorbankan waktu tidur mereka menenun semua ini!!"


Gaun gaun itu terlihat memang sangat cantik, hasil sulaman tangan itu bukan main indahnya. Bukan hanya Camell yang terpukau, baik Lisa, Maya maupun Irene pun sampai berbinar melihat gaun gaun itu.


Ugh ini berlebihan! Tapi semua ini demi...


Camell menguatkan tekatnya, "Baiklah aku akan mengambil gaun ini, yang ini dan.." Camell menunjuk beberapa gaun, "Yang ini, lalu itu juga.."

__ADS_1


Irene, Lisa dan Maya membelakkan matanya, total mungkin ada 8 gaun yang ditunjuk oleh Camell. Ini bukan hanya boros tapi benar benar pemborosan. Mailotte tentu saja orang yang paling bahagia disana, biasanya para bangsawan hanya membeli 2 sampai 3 gaun saja maksimal namun kini gaunnya di borong hingga 8.


Maafkan Camell ayah, uang yang ayah berikan.. ugh! Camell menggigit bibirnya kecil.


"Keluarkan juga perhiasan yang tuan Mailotte bawa." Tegas Camell lagi tanpa terlihat ragu meskipun hatinya meringis.


Acara berbelanja Camell memakan waktu hingga 2 jam sedari pagi, saat Irene dan Lisa membereskan gaun yang baru di beli tadi saat itulah Camell menarik tangan Maya. "Bayar semua tagihan ini dengan uang pribadiku. Jangan gunakan anggaran uang disini." Camell berkata rendah.


****


Hari pesta keluarga Chandellum akhirnya tiba, banyak iring iringam mobil para bangsawan datang ke kediaman keluarga Baron Chandellum. Camell datang bersama Cailaden, menikmati acara setelah mereka memberi selamat pada Utha.


Seperti dugaan Camell sebelumnya, tatapan mata para putri bangsawan disini tidak bersahabat dengannya. Terlebih dia melihat beberapa putri bangsawan yang pernah datang ke pesta penyambutannya berbisik bisik dibelakangnya lagi.


Cailaden tentu saja ikut berbaur dengan para bangsawan lainnya mengobrol, Camell sendirian namun dia merasa ini saatnya dia membaur dengan para putri bangsawan itu.


"Halo." Sapa Camell sopan.


"Ah halo. Yah ampun nona Camellia Blooming yah. Bagaimana kabar anda?" Sapa salah seorang putri Viscount.


"Bagaimana kehidupan anda di istana?? Gaunnya bagus yah? Seperti khas gaun rancangan Baron Mailotte yang harganya selangit itu." Putri bangsawna lainnya mulai menimpali dengan suara yang sedikit besar.


"Aduh anda habis berbelanja banyak gaun yah? Dengar dengar sampai 20 gaun? Apa benar??"


Camell menipiskan bibirnya dan tersenyum miring.


Berani mengolok olok aku tanpa mengetahui kebenarannya! Tapi aku semakin merasa baik ada diposisi seperti ini.. lihat saja!


"Yah ampun berita tentangku tersebar luas yah??" Camell memasang ekspresi yang dibuat buat. "Aku memang hebat, tapi.. bagaimana kalian tahu aku habis membeli gaun??"


"Itu.. kata nona Bourbon.." Salah satu putri bangsawan itu kelepasan bicara dan langsung menutupi mulutnya.


"Ahh apa benar??" Camell pura pura terkejut dan berwajah sedih.


"Tapi apa memangnya boleh memakai anggaran istana untuk pemborosan seperti itu???" Putri bangsawan itu tetap ingin memojokkan Camell.


"Kalian ini..." Camell menghela nafas dan tersenyum sedih. "Kalian tahu aku membeli gaun yang banyak, perhiasan seperti apa yang aku beli. Tapi kalian tidak tahu kalau aku memakai uang pribadiku untuk membeli semua itu??? Memangnya maksud kalian aku memakai uang negara untuk foya foya?!"


"Eh? Bu.. bukan begitu.." Para putri bangsawan mulai terkejut.


Mereka jelas terkejut bagaimana mungkin seorang kerabat jauh bangsawan mempunyai uang yang banyak seperti itu, lagipula rumor tentang Camell adalah bangsawan pinggiran sudah tersebar yang jelas mereka menganggap Camell adalah bangsawan miskin.

__ADS_1


"Sampai ada rumor yang tidak benar tentangku, spertinya orang itu sangat tertarik pada saya yah, tapi rupanya itu adalah putri dari keluarga Bourbon yah?" Tambah Camell.


Cepat sadarlah kalian semua!!!!!


Tak lama setelah itu Cyness datang bersama Lloyd memasuki aula pesta, setelah menyapa beberapa tamu tentu saja Cyness akan datang kearah mereka sesuai dugaan Camell. Tanpa membuang waktu lagi Camell segera memasang wajahnya dengan sedih. "Nona Cyness bagaimana bisa anda melakukan itu, anda menuduh saya memakai anggaran istana untuk foya foya??" Camell menaikkan intonasi suaranya agar di dengar banyak orang.


"Hah?? Ah.." Cyness sedikit gelagapan karena tiba tiba diserbu seperti ini, "Ah itu karena saya khawatir dengan anda."


"Karena anda khawatir jadi saya harus menerima tuduhan seperti ini??" Camell mengeluarkan airmata palsunya.


"Ah saya tidak memikirkan sampai sana, tapi sepertinya ceritanya diubah ubah tanpa sepengetahuan saya." Meski gugup dengan cepat Cyness membela dirinya sendiri.


"Jadi... nona Cyness tidak memikirkan akibat yang muncul akibat perkataan nona sendiri?" Camell memasang wajah bertambah sedih. "Nona Cyness memang khawatir pada saya tapi masa tidak mengecek kebenarannya seperti apa." Camell lagi lagi menaikkan intonasi suaranya dan orang orang mulai berbisik.


"A.. apa maksudnya??" Wajah Cyness mulai memucat.


"Hari itu gaun yang saya beli semua memakai uang pribadi saya!" Camell mengusap airmata palsunya. "Dan saya tidak membeli 20 gaun! Saya tidak seboros itu!"


"Sa.. saya tidak bilang 20 gaun." Cyness bertambah pucat.


Sudah terlambat!!!!! Camell tertawa dalam hati.


Pembelaanmu hanya terlihat seperti dalih! Aku harus fokus untuk berakting sedih, aduh aduh sedihnya aku sedang sedih huhuhu!


Berkali kali Camell mengusap air matanya.


Cyness bergetar menahan amarah, tatapan orang orang mulai sinis padanya.


Sial! Kenapa begini sih?!!! Tenang Cy, tenang!!!!


Setelah menghembuskan nafas Cyness tersenyum lembut dan mengusap air mata Camell.


"Maafkan kecerobohanku karena kesalahanku kamu jadi sedih seperti ini."


Camell terdiam melihat reaksi Cyness. Dia cerdik juga mengambil pilihan yang tepat ketimbang berdalih konyol.


"Maafkan saya yang penuh kekurangan ini." Cyness berkata lembut pada Camell. "Saya memang memiliki kekhawatiran, tapi saya ceroboh mana yang bisa diumbar mana yang tidak. Seperti... Tuan Cailaden Sterna."


Camell membelakkan matanya terkejut.


Tuan Cai?!!! Kenapa dia muncul disini?! Apa lagi yang akan nona Cyness lakukan?!

__ADS_1


"Bagaimana mungkin tuan Cailaden dan nona Camell terus menerus bertemu secara pribadi??!" Cyness membalikkan keadaan membuat Camell terdesak sempurna.


Wanita ini memakai cara licik saat bertemu jalan buntu!! Sial!!!  Camell terdiam tidak bisa menjawab.


__ADS_2