
Camell keluar dari kamar Cyness dengan puas, setidaknya dia sudah menyampaikan maksud hatinya. Dia sangat berharap kalau Cyness akan menyampaikannya pada Lloyd jadi dia akan bisa belajar secepatnya.
Pandangan Camell terpaku pada taman diluar jendela sepanjang lorong, tamannya sangat indah terlebih dilihat dari lantai atas. Dia terus menatap taman itu dan sambil berjalan sampai tidak menyadari seseorang berdiri dihadapannya hingga akhirnya Camell hampir menabrak orang itu.
"Whhoaaa!!!" Camell jelas terkejut, karena perasaan dia hanya seorang diri dilorong ini namun tiba tiba dia hampir menabrak seseorang.
Pria itu tersenyum manis melihat Camell yang terkejut bukan main.
Camell masih memegang dadanya yang berdegup kencang akibat insiden tadi. "Tuan Sterna?"
Cailaden tertawa kecil, "Halo nona Camell kita bertemu lagi."
"Bagai..mana anda bisa..?" Camell masih berusaha mengatur keterkejutannya.
"Saya kan bekerja disini, sebagai salah satu pengurus wilayah bagian utara." Cailaden tersenyum. "Nona Camell sangat mengagumi taman itu yah sampai tidak menyadari saya yang lewat disini. Ah iya, saya hendak keruang tuan Agustin melewati tangga disitu." Cailaden menunjuk tangga dekat lorong menjelaskan setidaknya jangan sampai Camell mencurigainya karena berada dalam kediaman utama. "Saya lumayan sering keluar masuk kediaman utama perihal pekerjaan."
Camell tertawa kecil mendengar penjelasan Cailaden yang panjang lebar. "Baiklah, tidak perlu sedetail itu memberikan informasi. Dan tuan sterna boleh berbicara santai padaku."
Cailaden menaikkan alisnya dan tersenyum. "Baiklah nona Camell, kalau begitu nona juga boleh memanggilku Cai saja. Semua memanggilku begitu."
"Baiklah." Setelah Camell tersenyum dan menjawab kini hanya suasana hening yang meliputi mereka berdua. "Haha baik kalau begitu silahkan menlanjutkan pekerjaanmu. Kapan kapan kita bisa minum teh bersama dan mengobrol."
Cailaden terpaku menatap Camell dan wajahnya sedikit memerah, "Baiklah, aku sangat menantikan acara minum teh bersama kita." Cai sedikit menunduk dan mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Etika bangsawan lagi!!!
Yah mau tidak mau Camell harus menyambut uluran tangan Cai dan pria itu mengecup punggung tangan Camell sebelum berpamitan pergi membuat Camell terkejut bercampur gugup karena baru pertamakalinya dia mendapat kecupan ditangan dari seorang pria.
Camell bernafas panjang setelah Cai hilang dari pandangannya, namun sebelum benar benar bernafas lega Camell masih harus dikejutkan lagi dengan kedatangan Lisa dan Maya yang tergesa kearahnya.
"Nona Camell, nona Camell! Astaga mengapa nona mengajak tuan Sterna minum teh?!!!" Maya tidak bisa mengontrol intonasinya ketika sudah berhadapan dengan Camell.
Lisa juga tidak sabaran dan menggeser tubuh Maya, "Dalam etika bangsawan mengajak minum teh sebagai bentuk sopan santun ataupun berterimakasih tapi jika dilakukan oleh lawan jenis itu berarti ketertarikan!!"
"Dan itu tidak bisa dibatalkan atau ditarik kembali, lagi lagi menyangkut etika sopan santun!!" Maya dan Lisa berkata bersamaan.
Camell hanya bisa meringis mendengar ucapan kedua pelayannya. Yah meskipun dia tidak tahu ada artian seperti itu dalam mengundang seseorang minum teh namun dia juga merasa akan tetap melakukannya, bagaimanapun saat pesta itu Cailaden sangat menyelamatkan harga dirinya.
Camell berjalan menuju taman seorang diri tanpa suara berisik dari Lisa dan Maya, dia memang sangat menyukai kedua pelayannya tapi dia masih tetap harus waspada siapa lawan siapa kawan di dalam istana ini.
"Camell!" Utha berlari kearah Camell, pria itu terengah. "Ah iya maaf harusnya aku memanggilmu nona Camell!" Utha tertawa lebar.
"Tsk!" Camell berdecak, "kemana saja kamu Utha? Aku sudah beberapa hari tidak melihatmu?"
Mereka berjalan bersama menuju taman.
"Aku kembali kekediamanku, sebentar lagi posisiku akan diganti dengan orang lain. Jadi terima ini!" Utha memberikan sebuah amplop dengan stempel milik keluarga Baron itu.
__ADS_1
"Kamu berhenti?!! Apa ini??" Camell membolak balik amplop itu dan membuka lalu segera membacanya.
"Kamu akan melanjutkan sekolah untuk gelar kesatria?!!" Camell membelakkan matanya dan Utha tersenyum bangga.
"Nanti aku akan bekerja untuk kekaisaran!" Pria itu mendongak congkak. "Jadi, datang yah kepesta perayaan keluargaku. Aku juga mengundang banyak bangsasan disini dan tuan Lloyd juga hingga nona Bourbon. Yah meskipun aku tak yakin mereka akan datang, tapi kamu harus hadir Camell!"
"Tentu saja aku akan hadir!!" Camell berujar semangat.
"Hahaha! Baiklah aku datang kesini hanya untuk mengantarkan undangan, aku harus segera kembali. Jangan lupa hadir dipestaku yah minggu depan!" Utha berjalan pergi dan melambai pada Camell dengan semangat membuat Camell tertawa.
Setelah Camell sampai pada danau istana dia duduk dibatu dekat pinggir danau, lalu tiba tiba dia tersadar sesuatu.
"Ah iya! Aku lupa bertanya pada Utha soal guru pengajarku!" Kesal Camell. "Aku harus bertanya pada siapa yah?? Tuan Agustin juga terlihat sibuk, ah ini semua salah pria itu!!!!" Camell meremas gaunnya geram.
Camell terdiam menatap hamparan danau, dan kembali melihat amplop undangan dari Utha.
Masalah satu belum selesai, kini aku juga harus memikirkan dengan siapa aku datang ke pesta perayaan keluarga Candellum.
Paman dan bibi sudah mengumumkan pada banyak orang jika aku adalah salah sagu calon duchess, jika aku datang sendirian harga diriku akan semakin jatuh.
Namun Camell seperti mendapat ide segar, dia segera bangkit berdiri dan bergegas kembali ke kemarnya.
"Aku harus meminta Lisa dan Maya menyiapkan jamuan minum teh dengan tuan Cailaden secepatnya."
__ADS_1