
Seorang pengawal mendatangi Ronan dan membawa surat perintah. "Surat resmi dari tuan duke untuk anda, dengan ini larangan anda keluar istana sudah dicabut secara resmi dan anda bisa meninggalkan istana tanpa membawa atribut kekaisaran dan kembali menjadi rakyat biasa. Dan jalur anda keluar Luckingham hanya diperkenankan melewati pintu bagian barat. Demian isi perintah yang telah disampaikan."
Ronan menghela nafas begitu pengawal itu berlalu, setelah memberitahukan Winter untuk mundur dari tugasnya tentu saja prosesnya tidak semudah itu. Banyak rahasia negara yang dia ketahui terlebih posisinya adalah orang kepercayaan Winter. Setelah melewati berbagai macam prosedur akhirnya surat perintah itu dia bisa dapatkan. "Pintu bagian barat yah??" Ronan tersenyum miring. "Pintu bagian barat hanya untuk tahanan tidak resmi untuk keluar, ini sebuah penginaan bagi bangsawan. Tapi aku tidak peduli, karena begitu keluar dari sini aku akan mengejar takdirku."
****
Meskipun Flo menyangkal sekeras apapun namun pada akhirnya pengumumam istana pun keluar, selebaran surat kabar yang memberitakan pernikahan antara Winter dan Summer sudah diberitakan dimana mana. Ini menjadi topik hangat, seorang putri marquis yang status sosial dan kekayaan keluarganya tidak seberapa bisa menikahi duke yang berkuasa dan kaya raya seperti Winter yang juga merupakan kerabat terdekat dengan raja dan ratu.
Ada banyak pro dan kontra dari berbagai pihak dan masyrakat namun pada akhirnya banyak orang memilih pro hal tersebut karena reputasi keluarga Grace yang tidak pernah tercatat buruk. Tapi tidak untuk beberapa bangsawan yang berharap kerabat merekalah yang bisa menduduki posisi duchess keluarga Ferkalon.
"Nyonya! Nyonya! Ini sudah dua hari, bukalah pintunya." Pinta Gemma frustasi. "Anda terus menerus mengurung diri, tidak makan tidak minum. Saya harus bagaimana nyonya?!" Gemma bersimpuh di depan pintu kamar Flo yang dikunci dari dalam.
Nora dan Gloria juga melakukan hal yang sama, berita pernikahan itu sudah sampai juga ke mereka dan sunggu mereka bertiga tidak bisa berbuat apapun. Yang menjadi kesedihan besar untuk mereka bertiga adalah perilaku Flo yang mengunci dan menyiksa diri seperti ini.
"Nyonya! Aku sudah memasak sup kentang kesukaan nyonya, ada roti bawang juga. Aku mohon isilah perut nyonya sedikit." Ucap Gloria diselipi isakan tangisnya.
Tak lama kemudian pintu itu terbuka, membuat mereka bertiga menunggu Flo keluar dengan tidak sabar. Wajah Flo terlihat kuyu, bibirnya pucat juga kantung matanya terlihat lebih pekat. Hati Gemma nyeri melihat itu, dia bisa menebak bahwa dua hari ini nyonya nya pasti tidak tidur. "Nyo.."
"Aku akan keluar sebentar, kalian jangan mengikuti aku jika tidak mau aku murka." Ucap Flo datar, kemudian tanpa bisa membantah hal tersebut mereka bertiga membiarkan Flo berjalan keluar rumah dengan tatapan nanar.
Flo berjalan dan terus berjalan, banyak pasang mata menatap dirinya saat melewati kota namun Flo tetap abai dan berjalan terus hingga tiba di bukit kecil bagian barat. Dari atas bukti sana Flo bisa melihat istana Luckingham, dia menatap tempat tinggalnya sedari usianya 6 tahun. Tempat dimana cintanya tumbuh untuk Winter namun juga menjadi tempat dimana cintanya dibuang dan disia siakan.
Diujung jalan ini ada istana tempat dimana dirimu berada.. aku bukan ingin melihatmu setiap hari tapi aku ingin bertemu denganmu. Berulang kali kalimat itu aku ucapkan dalam hatiku, tapi tidak sekalipun keluar dari mulutku dan terucap langsung padamu. Apa kamu ingat saat aku menceburkanmu ke kolam istana? Saat itu kamu bilang aromaku aroma bunga pir meski setelah itu kamu meralatnya dan bilang aku adalah bunga liar.
Aku senang dan hatiku berdebar meski sesaat mendengar kamu berkata aku adalah bunga pir.
Flo menatap nanar bangunan Luckingham yang megah, bibirnya bergetar.
"Apa kamu tahu Winter, alasan setiap malam aku terjaga adalah karena aku tidak bisa berhenti menunggumu? Apakah kamu tahu meski kamu menghabiskan malam dengan wanita lain tapi aku tetap tidak bisa berhenti menunggumu? Barangkali saja suatu malam nanti kamu menghampiriku dengan wajah secerah bunga bermekaran dengan indah. Karena itu aku selalu menunggumu seperti orang bodoh."
__ADS_1
"Duchess??? Kamu selalu pikir aku menginginkan kekuasaan itu. Tidak, alasanku meraih posisi tertinggi itu adalah hanya karena kamu berada ditempat paling tinggi itu."
"Aku tahu aku tidak akan bisa memilikimu sendirian." Air mata Flo jatuh menetes. "Tapi hatimu harus menjadi milikku seutuhnya. Betapapun besarnya cintaku aku tidak akan pernah mau memiliki hatimu hanya separuh, aku tidak mau bernasib seperti ibuku."
"Sejauh ini aku bisa merasakan bahwa kamu juga menyanyangiku Winter, tapi kamu tidak akan memberikan hatimu sebanyak perasaan yang aku berikan seluruhnya bukan?" Flo menyeka air matanya dan menatap tajam Luckingham. "Mata dan telingamu sudah tertutup bahkan orang bodohpun bisa mencintai aku lebih baik darimu. Kamu... tidak akan bisa melaksanakan pernikahan ini, karena sampai akhirpun aku tidak akan melepaskanmu Winter." Flo pergi dari sana dan berjalan menuruni bukit.
Ronan berdiri diujung jalan dan menatap Flo, begitu Flo sudah semakin mendekat kearahnya pria itu memberi hormat dan berlutut. "Saya Ronan, akan bersumpah untuk mempertaruhkan nyawa melindungi nyonya Flo."
Flo menarap Ronan dingin yang menghalangi jalannya. "Aku tidak membutuhkanmu." Ketus Flo.
"Tapi nyonya, aku akan tetap berada disisi nyonya! Kalau nyonya tidak menyukainya biarkan aku menjaga nyonya meski harus menajdi bayangan sekalipun." Dengan lancang Ronan menahan tangan Flo.
Flo menghempasnya. "Jangan muncul dihadapanku!"
****
"Nyonya malam ini anda harus makan yah." Gemma masuk kedalam kamar Flo dan mendapati wanita itu sedang duduk dan menatap gunting dihadapannya. "Aaah apa itu? Jangan!" Gemma hendak mengambil gunting itu tapi kalah cepat dengan Flo.
"Kenapa myonya menggunting rambut nyonya??" Tanya Gemma cemas.
"Jangan berisik. Aku tidak mengguntingnya semua." Flo memasukkan rambutnya kedalam kotak, melepas gelang pemberian Winter dan memasukkannya juga. "Bawa ini ke tempat Altez, sampaikan pada Altez kotak ini harus sampai pada Winter." Setelah mentup rapat kotak kayu itu dan membungkusnya, Flo menyerahkannya pada Gemma. "Jangan banyak bertanya dan lakukan tugasmu!" Tegas Flo bahkan sebelum Gemma membuka mulutnya.
"Baik nyonya."
..
Setelah semalam menerima kotak dari Flo, pagi ini Altez dengan gelisah menunggu nunggu kedatangan Winter melewati taman. "Saat nyonya diusir aku bisa dengan lancang menghampiri tuan Winter, saat ini aku harus menghampirinya lagi?? Tapi nyawaku bukan ada dua, hanya satu!!" Gelisah Altez.
"Apa yang anda lakukan??" Suara itu mengejutkan Altez.
__ADS_1
"Eh!! Tuan Agustin." Altez membungkukkan badannya.
"Ada apa?? Bukankah kamu pelayan dari istana bunga??" Agustin menatap Altez penuh curiga.
"Anu.. ini..." Altez memeluk kotak kayu itu dengan gugup.
..
Winter menatap datar kotak kayu dihadapannya dan membukanya, dia melihat rambut milik Flo dan gelang pemberiannya beserta surat didalam kotak itu. "Kotak ini diantar oleh pelayannya??"
"Benar tuan Winter. Katanya meski mempertaruhkan nyawa sekalipun, tapi kotak ini harus sampai pada tuan." Jawab Agustin.
"Bisa ditebak, ini lagi lagi triknya untuk memancing aku. Tapi aku sedang tidak ingin marah." Winter menghela nafas panjang. "Sampaikan padanya melalui pelayannya, bahwa aku sudah membakar habis benda yang kuterima karena tidak ingin melihat isinya. Selain itu, tarik Baseus dan pengawal lainnya yang ditugaskan untuk menjaga Flo. Seharusnya sedari awal aku tidak menempatkan pengawal karena dia bertindak semakin berani."
Agustin tidak terlalu terkejut dengan keputusan Winter, namun dalam hatinya dia merasa sedikit gusar karena harus menarik semua pengawal sebab menurutnya Flo sedikit gegabah dalam bertindak. Pria tua itu hanya khawatir akan keselamatan Flo, namun dia tidak membantah. "Baik tuan Winter."
Setelah Agustin berlalu, Winer mengepalkan tangannya erat.
15 hari lagi... 15 hari lagi sampai dengan pernikahanku. Dan setelah itu semua akan berakhir..
.
.
.
Halo maaf mengecewakan kalau aku gak bisa sering sering double up. maafkan mamak mamak ini yang rungsing urursan rumah sm anak 🥲😁
Dan untuk weekend aku juga gak bisa update 🙏🙏maaf sekali.
__ADS_1
Terimakasih udah selalu baca dan nungguin yah.
like, komen sama votenya ditunggu ❤❤