
Flo berjalan santai ketika akan kembali ke kediamannya, hatinya cukup puas kini dia bisa membungkam tante Leana untuk sementara waktu. Setidaknya meski licik wanita tua itu tidak bisa sembarang mengusiknya lagi, kini kecemasan Flo hanyalah Summer.
Suara tawa dari gazebo dekat danau membuat Flo menaikkan alisnya, dia menipiskan bibir begitu melihat Ethan sedang bersama Summer dan dua pelayan Summer disana. Bercanda dan tertawa sembari menemani Summer yang melukis pemandangan danau. "Altez."
"Ya nyonya Flo?"
"Aku rasa, pelayan yang bersama nona muda Summer sudah mencuri alat alat lukis milikku."
"Hah? Apa??" Altez sedikit bingung dan melihat peralatan lukis yang Summer gunakan. "Itu kan..." Altez jelas tau alat lukis yang diletakkan di perpustakaan rumah utama adalah alat lukis lama yang sudah tidak dipakai lagi. Memang dulu itu dibeli oleh Michael untuk digunakan oleh Flo, namun Flo tidak begitu suka melukis dan peralatan itu terbengkalai begitu saja.
"Dia mencuri." Flo tersenyum tipis pada Altez dan mengucap itu lambat lambat.
"Aku harus memberi pelajaran bagi pencuri yah?!" Altez tertawa lagi sambil menyingsingkan lengan kemejanya.
Ada dua pengawal lagi tak jauh dari sana yang Winter tugaskan untuk menjaga Summer yang merupakan tamu di Luckingham. Namun kedua pengawal itu juga tidak berdaya begitu Flo menendang mereka agar menyingkir.
"Jadi kamu yang suka melukis namun memakai perlatan lukis orang lain tanpa ijin??" Flo tersenyum datar memandang Summer yang menatapnya dengan waspada.
"Siapa diantara kalian yang mengambil ini?? Ini kan sama saja dengan mencuri!" Altez mengintimidasi dua pelayan itu.
"A.. aku!" Salah seorang pelayan muda mengangkat tangannya takut takut.
"Flo ada apa ini??" Ethan yang mulai bingung pun angkat suara.
Flo hanya mengangkat tangannya untuk membungkam Ethan, tatapannya masih tajam menusuk Summer. "Jadi pelayanmu melakukan tindakan pencurian."
Summer mengepalkan tangannya, "Karena dia pelayan saya maka saya akan mengganti rugi semuanya."
"Pfftttt." Flo menahan tawanya, "Jadi nona muda keluarga Grace ini mau mengganti rugi? Apa kamu tau berapa harga peralatan lukis itu?? Itu adalah peralatan lukis yang dibeli oleh ayah Winter untukku. Apa kamu bisa mengganti nilai harga barang yang telah kamu rusaki itu??? Meski dengan gelar marquiz ayah mu yang tidak seberapa itu juga tidak akan cukup untuk mengganti nilainya saja!" Ucap Flo tajam.
"Flower! Kamu sudah keterlaluan berbicara seperti itu." Ethan mengernyitkan alisnya menatap Flo, dia sukar untuk percaya bahwa Flo adalah gadis kecil yang dia kenal dulu. Bahkan kini Flo bisa dengan mudahnya melontarkan kalimat tajam yang merendahkan gelar bangsawan lain.
"Altez, carikan ranting pohon yang bisa aku gunakan sebagai cambuk!" Flo mengabaikan perkataan Ethan dan menyeringai dengan licik. "Aku akan mengajarkan bagaimana cara mendidik bawahan!"
__ADS_1
"Baik!!" Altez dan Gemma segera kekuar menjalankan perintah Flo.
Pelayan muda itu gemetar ketakutan, "Nyo.. nyonya duchess Flo, ma.. maafkan saa..ya." Ucapnya terbata bata.
Tanpa disuruh lagi oleh Flo, Gloria dan Nora tau bahwa dia harus memegangi tangan pelayan muda itu begitu Altez dan Gemma kembali membawa sebilah ranting panjang, tipis namun cukup kokoh.
"Amp.. ampuni saya.." pelayan muda itu tidak berani untuk memberontak sama sekali namun dia menangis tersedu sedu.
"Cambuk saya saja!" Summer berdiri dihadapan Flo, "Dia adalah pelayan saya, sebagai majikan saya akan bertanggung jawab! Saya yang akan menggantikan dia menerima hukuman!"
Flo menggenggam erat ranting pohon itu, mengamgkatnya bersiap untuk mencambuk Summer meski tangannya bergetar kesal.
Jadi kamu rela dicambuk hanya karena pelayan itu?? Aku benci wanita ini!! Meski dia terlihat tegas namun dengan lemah sekarang dia menundukkan kepalanya padaku hanya karena pelayan. Dari awal kami memang berbeda! Aku benar benar benci padamu Summer!!
...
Winter berjalan jalan siang itu di taman untuk berisitrahat sejenak setelah meeting panjang yang dia lakukan sedari pagi. "Ada apa dengan mereka??" Winter mengernyitkan alisnya melihat dua pengawal yang berpenampilan berantakan duduk dekat bawah pohon. Winter menghampiri mereka membuat kedua pengawal itu berdiri karena terkejut.
"Tu.. tuan Winter!!"
"In.. ini.. nyonya Flower memberi kami pelajaran karena mencoba menghadangi beliau.." Jawab salah satu pengawal dengan terbata.
"Sakit tidak?!"
"Tidak!"
Winter semakin mengernyitkan alisnya mendengar suara Flo dan Summer, dia bergegas menuju gazebo dekat danau. Pria itu membelakkan matanya terkejut melihat Flo mencambuk lengan Summer dengan ranting pohon yang cukup panjang sedangkan Summer duduk bersimpuh memegangi tangannya yang memar.
"Apa kamu sudah cukup berulah???!" Winter menahan rating pohon itu membuat Flo terkejut, sejurus kemudian Winter mendorong Flo hingga wanita itu jatuh terjerembab.
'Gubrak!!!'
"Nyonya Flo!" Altez, Gloria, Nora dan Gemma langsung berlari menghampiri Flo.
__ADS_1
Sedangkan Flo membeku melihat Winter memapah Summer untuk berdiri dan memasang wajah yang khawatir untuk Summer.
Winter....
"Apa kamu baik baik saja??" Winter menatap Summer dengan cemas.
Ethan dengan segera memapah Flo, "Aku akan mengantarmu pulang."
Winter menatap tajam Ethan. "Singkirkan tanganmu!"
Lalu pria itu beralih menatap tajam Flo, "Kali ini apa lagi alasanmu?!" Bentak Winter. "Bagaimana bisa wanita sejahat dan sekejam dirimu bisa ada didunia ini?!!!" Winter mengatur nafasnya karena terlalu emosi. "Lebih baik..."
"Apa?!" Tantang Flo. "Lebih baik aku mati?!! Atau lebih baik aku tidak dilahirkan?!"
Winer menghela nafas kesal. "Bukan seperti itu." Pria itu menjeda. "Pokoknya kamu tidak boleh mengganggu nona Summer lagi. Kalau ada bekas luka pada tubuh Summer maka aku juga akan melakukannya padamu!"
Setelah berkata demikian Winter langsung membawa Summer pergi dari situ meninggalkan Flo yang menatap mereka dengan nanar.
"Flo.." Panggil Ethan, "Ada apa sebenarnya dengan..."
"Jangan ikut campur!!!" Bentak Flo, kemudia Flo berlari pergi meninggalkan tempat itu.
..Hatiku..
Hatiku hancur seperti bulan yang terbias dipermukaan air, berkeping keping.
Pasti bahagia sekali menjadi burung digunung, mereka bisa menangis sepuasnya.
Enak sekali menjadi kelinci yang mempunyai gua tempat untuk bersembunyi ketika takut.
Hidupmu enak sekali Summer... mempunyai keluarga yang sayang padamu.
Winter yang menatapmu hangat..
__ADS_1
Bahagia sekali menjadi dirimu Summer...