Abandoned Flower

Abandoned Flower
Menyelamatkan Aku


__ADS_3

Begitu lagu selesai diputar, dansa telah selesai. Cailladen dan Camell saling berhadapan memberi hormat.


"Nona semakin pandai berdansa ketimbang dansa kita pertama kali." Cai memegang tangan Camell berjalan sambil mengobrol.


"Aduh aku jadi senang mendapat pujian dari tuan Cai. Tentu saja aku banyak berlatih lagi untuk berdansa." Camell merasa tatapan Lloyd semakin menusuk padanya dan dia menjadi semakin tidak nyaman berbicara dengan Cailladen.


"Ngomong ngomong karena festival berburu dihentikan begitu saja saya jadi tidak bisa membawa hasil buruan pada nona. Jadi sebagi gantinya saya ingin membawakan hadiah lain untuk nona." Cailladen menatap Camell penuh harap.


"Ah.. ha.. hadiah??" Camell semakin canggung. "Haha saya sangat menantikannya." Canda Camell.


"Benarkah???" Cailladen menjadi sangat bersemangat.


"Haha saya hanya bercanda." Camell tertawa, namun matanya menangkap Lloyd yang semakin tajam menatapnya membuat Camell kesulitan bernafas.


Astaga .. kenapa dia mengernyit seperti itu?? Duh aku menolak ajakannya berdansa dengan alasan tidak enak badan. Dan kini aku berbincang bincang dengan tuan Cai setelah berdansa. Meski aku merasa bersalah tapi.... tadi dia juga berdansa dengan Cyness!! Kenapa aku tidak boleh?! Huh!


"Ada apa nona??" Cailladen membuyarkan lamunan Camell.


"Hah?? Ti.. tidak ada apa apa!" Camell tergelak. "Sa.. saya haus! Saya pergi ambil minuman dulu yah!!" Camell pergi begitu saja meninggalkan Cai.


Setelah Camell merasa sudah berada ditempat yang  luput dari tatapan tajam Lloyd dan juga menjauh dari Cailalden barulah dia bernafas lega sambil menikmati minumannya. "Sepertinya hari ini aku terlalu banyak terbawa orang orang yah, melelahkan." Gumam Camell.


Belum lama Camell nernafas lega, tiba tiba rombongan marquis Antonio menghampirinya. Tentu saja Cyness juga berada dalam barisan itu, tersenyum meremeh menatap Camell.


Mau berulah apa lagi sih kali ini??! Rutuk Camell dalam hati.

__ADS_1


"Saya memberi hormat pada tuan marquis Antonio Bourbon." Camell membungkuk karena memang kedudukan Antonio dalam kekuarga Ferkalon cukup tinggi. "Bagaimana keadaan tuan Bourbon? Bukankah tuan tidak enak badan saat festival perburuan?"


"Aku tidak menyangka nona Blooming mengkhawatirkan aku." Meski tersenyum ada nada sinis dari Antonio.


Tentu saja aku basa basi!!! Camell tersenyum dan menundukkan kepalanya. "Tentu saja saya khawatir tuan Bourbon."


"Baiklah jika nona Blooming sudah bicara begitu, ngomong ngomong saya dengar hari itu nona juga terkena musibah." Ucap Antonio.


"Saya baik baik saja karena tuan duke melindungi saya." Camell tersenyum penuh percaya diri.


Cyness memasang wajah tidak suka dan tersenyum sinis. "Wajarlah tuan duke memang hebat dia suka melindungi yang lemah sejak dulu."


Antonio pun terbahak mendengar ucapan Cyness. "Benar, tuan duke memang begitu sejak kecil."


Hrrrr... baiklah kalian menang saja kali ini. Kesal Camell.


Dia sudah dengar yah? Cepat juga. Pasti tujuannya hanya ingin menjelek jelekkan aku.


"Saya hanya membahasnya sebentar saat berbincang soal investasi besi." Camell masih menjawab dengan tenang.


"Saya dengar nona Camellia taruhan dengan count Seofel??" Cyness ikut menimpali untuk memanasi suasana.


Camell tersenyum lebar. "Hanya hiburan ringan agar pesta semakin meriah. Apa nona Cyness juga ingin ikut bertaruh??"


Cyness juga memasang wajah anggun penuh percaya diri. "Inveatasi besi adalah hal yang penting, itu tidak bisa dijadikan hiburan."

__ADS_1


Camell tersenyum miring. "Wah wah, nampaknya nona Cyness salah sangka karena mendengar hal yang tidak benar. Saya dan count hanya bertaruh apa besi akan mengapung di air atau tidak. Saya tidak menyangka nona mendengar gosip yang salah." Camell lalu memasang wajah pura pura sedih. "Saya sangat sedih."


Antonio melirik Cyness tajam, biar bagaimanapun itu adalah putrinya. "Boleh saja hiburan, tapi jangan kurang ajar." Antonio kembali menatap Camell. "Aku bahkan mendengar nona meragukan kesetiaan count Seofel."


Cyness seperti mendapat angin segar. "Astaga, nona. Count seofel keluarga yang sudah turun temurun tinggal dan menjaga perbatasan. Bagaimana bisa nona meragukan kesetiaan count Seofel??"


"Sepertinya kalian berdua salah paham." Kali ini Camell kesal.


"Bukankah nona mempertanyakan maksud lain dari count Seofel untuk mencabut pembatasan besi. Itu kan kurang ajar." Cyness semakin memanasi.


"Bukankah yang dilakukan count pada saya juga kurang ajar?? Kalau nona mendengar berita ini berarti nona juga tau apa yang count lakukan. Beliau mengabaikan saya dan merendahkan saya. Apa saya harus tertawa dan menyesuaikan diri???" Camell menatap Cyness dalam. "Nona bersikap sopan dan rendah diri adalah hal berbeda!"


"Bersikap sombong itu juga berbeda!" Antonio menembak Camell. "Nona Blooming, bukankah sebaiknya nona pergi sekarang??" Sinis Anonio.


Camell menggertakkan giginya, saat ini banyak pasang mata sudah memperhatikan mereka. Camell kesal karena dipermalukan ayah dan anak ini.


Sejak awal inilah rencana mereka berdua untuk mempermalukan aku!!


"Kalau begitu aku yang akan mengantar nona Camell pulang." Lloyd muncul dan menatap tajam Antonio.


Camell terkejut melihat Lloyd muncul menyelamatkan dia. Tuan duke..?


"Tu.. tuan duke???" Antonio sempat terhenyak sesaat.


"Ayo." Lloyd tidak perduli dan  menggandeng tangan Camell dan berlalu begitu saja dari tempat itu.

__ADS_1


Camell hanya mengikuti Lloyd dan menatap pria itu. Padahal aku menolak berdansa dengannya, tapi dia datang menyelamatkan aku..


__ADS_2