Abandoned Flower

Abandoned Flower
Wisata Esthus


__ADS_3

Pagi ini Camell dibangunkan dengan suara berisik Maya dan Irene, "Apa itu??" Kening Camell mengerut melihat 3 buah rak dorong berisi pakaian.


"Selamat pagi nona Camell!" Sapa Maya ceria.


"Selamat pagi nona." Irene membantu Camell untuk duduk dengan benar. "Tentu saja ini adalah pakaian nona, pakaian yang dibutuhkan untuk wisata esthus besok." Terang Irene.


"Memangnya aku akan pergi lama?? Kenapa butuh pakaian sebanyak ini??" Camell hendak protes.


"Nona bisa memilih pakaian yang mewakilkan 'masyarakat biasa'." Irene menipiskan bibirnya.


Camell hanya menyipitkan matanya mendengar ucapan Irene yang terdengar lebih mirip ledekan ditelinganya. Hari ini mereka habiskan dengan mengepak baju dan beberapa keperluan sepanjang wisata besok.


Pagi pagi sekali Camell sudah dipersiapkan, dia menipiskan bibir memakai baju yang katanya untuk penyamaran rakyat biasa. Jika tahu dia tentu saja bisa membawa banyak baju biasa dari rumahnya, memakai kemeja lengan panjang dan rok panjang dia melihat pantulannya dari cermin.


Ini sama seperti hari hari aku pergi ke akademi untuk belajar. Memang pakaian seperti ini yang nyaman hihi!


"Nona, tuan duke sudah datang untuk menjemput." Maya masuk kedalam kamar untuk memberi informasi.


"Oh ok baik." Camell berjalan keluar kamar tidurnya dan menemui Lloyd.


Sesaat Camell tercengang melihat penampilan Lloyd, pria itu memakai kemeja putih biasa dan celana panjang polos khas saudagar yang berbisnis perdagangan.


Dia terlihat sangat lain.


Biasanya tentu saja Lloyd biasanya menggenakan setelan jas lengkap saat di Luckingham.


"Nona Camell." Panggilan Lloyd menyadarkan Camell.


"Ah iya, ayo!" Camell jadi sedikit canggung.


Mereka berjalan bersama menuju pintu keluar dan sudah ada kereta kuda sederhana menunggu mereka. "Kita akan naik ini mendukung penyamaran kita." Lloyd memegang tangan Camell membantu wanita itu untuk naik ke kereta kuda.


"Kereta kuda ini terlihat tidak seperti kereta kuda biasa??" Namun Lloyd hanya diam tidak menjawab Camell.


Wanita itu melihat sekeliling bahkan tidak ada pengawal satu pun, hanya ada dia, Lloyd dan kusir yang mengendarai kuda.


Kenapa dia tidak ngomong apa apa?? Huh! Kereta kuda ini sempit, meski kokoh tapi tidak nyaman. Ada tidak keterlaluan juga kalau naik ini?? Padahal ini perjalanan jauh! Grrr..

__ADS_1


Kereta kuda itu berjalan menuju samping, "Ini seperti bukan jalan keluar istana??" Lagi lagi Camell bertanya.


Lloyd memandang Camell sebentar. "Karena kita menyamar tentu saja tidak bisa lewat gerbang utama."


"Menyamar yah.... hmmm.." Camell lebih terlihat seperti menggumam.


"Memangnya kenapa??" Tanya Lloyd.


Camell hanya menatap Lloyd sebenta lalu mencibir dalam hatinya. Lihat wajah itu... memangnya ada rakyat biasa yang rupawan seperti dia??! Yang benar aja..?


"Bukan apa apa." Akhirnya Camell menjawab juga. "Tapi ngomong ngomong tidak ada pengawal yang menemani tuan duke satupun?? Biasa kan tuan duke selalu di kawal."


"Mereka akan menyusul nanti." Jawab Lloyd singkat.


Camell mengernyit bingung. Apa?? Jadi sepanjang perjalanan tidak ada pengawalan?? Orang ini... menyamar seadanya, tanpa pengawalan, naik kereta kuda sempit begini... kok perasaanku tidak enak.


Eh...????


Perasaan Camell semakin tidak menentu saat keret kuda itu tiba tiba bertambah kecepatannya yang tidak wajar, apalagi kereta mereka menuju tumpukkan bebatuan besar seperti bukit batu.


"Eeh! Tu.. tuan duke!! Kereta ini akan menabrak bukit batu!!!" Camell menjadi sangat panik.


"Lakukan sesuatu tuan duke!!!" Kepanikan Camell semakin menjadi jadi karena kereta itu sama sekali tidak mengurangi kecepatannya dan semakin dekat menuju bukit batu itu. Tanpa sadar Camell memeluk leher Lloyd erat karena ketakutan.


Menabrak!! Kita akan menabrak sampai berantakan jika begini terus!! Tidak!!


Pelukan Camell semakin erat hingga dia masuk dalam dekapan Lloyd, wanita itu hanya bisa memejamkan matanya rapat rapat karena takut.


Seketika tumpukan batu itu terbuka dan menjadi lorong jalan rahasia, lampu pada kereta kuda menyala dan menembus lorong kecil itu dengan cepat.


"Nona Camellia! Sadarlah!!" Lloyd melihat Camell yang gemetar ketakutan hingga hampir kehilangan kesadarannya, memegang pipi wanita itu dan menepuknya pelan.


Dengan pelan Camell membuka matanya dan terkejut melihat wajah Lloyd hanya berjarak 5 centi dari wajahnya. "Aakh!!!" Tanpa sadar Camell mendorong keras tubuh Lloyd karena terkejut.


Kenapa dekat sekali!!!! Dasar pria gila!


Namun sejurus krmudian Camell tersadar dia masih baik baik saja di dalam kereta kuda yang melaju, dia melirik keluar jendela dan terkejut kereta kuda berjalan dalam lorong panjang yang hanya diterangi oleh obor api sepanjang lorong.

__ADS_1


"Ke.. kereta kudanya... kita?? Ini jalan rahasia?!!!" Camell tersadar kebodohannya tadi namun dia lebih merasa marah dan kesal pada Lloyd.


"Anda sengaja tidak memberitahu saya?! Bagaimana bisa seperti itu?!!" Karena kesal Camell mekukul lengan dan tubuh Lloyd beberapa kali, "Anda senang mengerjai saya dan saya sampai ketakutan seperti itu?!!" Camell masih tidak berhenti memukul tubuh dan lengan Lloyd.


Karena Lloyd hanya diam memandanga Camell membuat wanita itu tersadar.


Gila... dia kan yang mulia grand duke!!! Orang yang berkuasa setelah keluarga raja. Aku sedang memukul tubuh tuan duke yang berharga itu!! Ta.. tapi ini setimpal karena dia sudah mengerjai aku!


"Kamu baik baik saja??" Lloyd memegang tangan Camell. "Maaf. Aku tidak tahu kalau kamu bisa ketakutan seperti itu." Jangankan melepas tangan Camell, Lloyd malah menggenggamnya lembut.


"Ti.. tidak apa apa." Camell yang gugup langsung menepis tangan Lloyd dan membuang arah pandangannya keluar jendela. "Aku tidak tahu ada jalan rahasia ini." Camell memastikan ingatannya, ibu dan ayahnya sama sekali tidak pernah menceritakan jalan rahasia dibalik bukit batu belakang istana.


"Ini dibangun oleh ayahku beberapa tahun silam, lorong rahasia jika kami ingin pergi meninjau tanpa ketahuan oleh banyak orang. Penjagaan dan mata mata didepan gerbang istana itu banyak, maka ayah ehm! Maksudku tuan duke terdahulu mengusulkan membangun lorong ini. Wajar kamu tidak tahu karena ini memang dirahasiakan."


"Kenapa??" Tanya Camell.


"Yah karena agar tidak mudah dilacak." Jawab Lloyd sekenanya.


"Iya juga yah!" Camell memandang keluar jendela hanya lorong gelap saja yang tidak terlalu lebar, kini dia paham mengapa memakai kereta kuda yang tidak besar.


Rupanya ini kereta khusus.


Tiba tiba kedua tangan Lloyd bertumpu pada sisi jendela disamping Camell, gestur tubuhnya seakan mengukung Camell.


"Biarkan jendela terbuka sedikit agar ada sirkulasi udara." Pria itu menggeser engsel jendela sedikit.


Camell hanya meringis dan menganggukkan kepalanya.


Aduh kaget... ngapain dekat dekat sih?!


.


.


.


.

__ADS_1


Makasih yah kalian selalu semangatin, aku terhura sx ❤️❤️❤️❤️🥲


Makasih juga selalu support like dan commentnya ❤️


__ADS_2