
Maya menata rambut Camell tergesa karena mendengar duke sudah tiba, "Aduh, aduh! Sudah hampir selesai tunggu yah nona."
Camell tertawa meski rambutnya sedikit tertarik tidak sengaja melihat kepanikan Maya. Selang 2 menit Maya pun selesai, Camell segera keluar dari kamar tidurnya dan menyambut Lloyd. "Saya menghadap tuan duke." Camell tersenyum.
Namun senyum Camell langsung menyurut mliihat ekspresi Lloyd. Ada apa dengan dia?? Apa terjadi sesuatu tadi??
"Apa ada masalah??" Camell bertanya hati hati.
"Tidak." Jawab Lloyd singkat dengan sedikit ketus. "Ayo keruang makan."
Saat makan malam pun wajah Lloyd masih masam dan cemberut membuat Camell bingung.
"Bagaimana hari mu hari ini??" Tanya Lloyd.
"Tidak ada yang terlalu spesial." Camell tersenyum. "Karena tuan duke datang lebih cepat, Maya jadi sedikit menjambak rambut saya karena panik." Camell menceritakannya dengan maksud untuk melucu tapi nampaknya senyuman sedikitpun tidak terulas dibibir Lloyd.
"...Bukankah kamu bicara dengan Cailaden di telepon tadi??"
Camell membelakkan matanya mendengar pertanyaan Lloyd. Aa... apa?? Jadi dia sedari tadi diam gara gara itu?! Tapi dibanding itu bagaimana dia tahu?!! Ah! Ternyata dia mendapat laporan jika aku memakai telepon yah?? Tapi.. apa alasan dia bersikap begini??
Karena Camell tidak kunjung menjawab membuat Lloyd semakin gemas. "Sudah lama kan kamu tidak bicara dengan Cailaden?? Dibandingkan pelayanmu yang menarik rambutmu sepertinya... hal itu lebih pantas dijadikan topik pembicaraan." Sinis Lloyd.
Dia menyindir aku??? Kenapa dia yang kesal? Bukankah seharusnya aku yang kesal?! Jika aku tidak tahu alat itu disadap bisa bisa aku menghubungi ayah atau ibu dengan alat komunikasi itu!
Camell menghela nafasnya. "Benar, tuan Cai menelpon saya. Kami mengobrol setelah sekian lama dan berencana akan minum teh bersama pekan depan. Saya tidak menganggap ini hal besar jadi tidak saya ceritakan, apa saya harus melapor setiap hal sepele pada tuan duke?!"
Gelagatnya persis seperti ayah saat cemburu!! Dia bersikap seakan aku adalah kekasihnya. Padahal dia menjalin hubungan dengan Cyness. Bukankah ini sangat egois jika dia bersikap begini padaku yang tidak punya hubungan apa apa dengannya??!
Lloyd terdiam beberapa saat. "..kamu memang tidak harus menceritakan semua hal." Ucapnya rendah.
Tuh kan!! Memangnya kita ada hubungan apa..? Kesal Camell.
__ADS_1
Lloyd menatap mata Camell dalam. "...tapi aku penasaran! Apa yang kamu lakukan! Apa yan kamu pikirkan! Siapa yang kamu temui! Aku ingin tahu segalanya...!"
Jangan ditanya bagaimana terkejutnya Camell mendengar ucapan Lloyd, bahkan isi kepalanya terasa kosong seketika. Dia tidak ingat reaksi apa yang dia berikan, bagaimana mereka menyelesaikan makan malam itu. Isi kepala Camell hanya penuh dengan pertanyaan 'kenapa' yang bahkan tidak dia berani ungkapkan.
Padahal hari ini Camell ada rapat penting dengan penanggung jawab lumbung selatan, tapi wajahnya sangat kuyu dengan kantung mata yang kentara karena tidak bisa tidur memikirkan maksud ucapan Lloyd kemarin.
"Kakak kenapa?? Apa ada masalah??" Galant ikut menemani Camell pergi ke kantor penanggung jawab lumbung itu.
"Tidak ada kok." Camell berusaha tersenyum menyemangati dirinya.
"Kakak harus berhasil, ini titik penentu. Akhirnya kita bisa sampai pada berunding secara langsung dengan count Yusof." Galant ikut bersemangat.
"Iya aku tahu!"
Galant menunggu Camell diluar ruangan kantor count Yusof bersama Irene dan beberapa pelayan Camell, sedangkan Camell yang masuk sendiri untuk bernegosiasi mengenai bantuan untuk lumbung barat.
"Kenapa nona Camellia ingin bertemu saya??" Yusof tersenyum seakan membangun dinding penghalang sekaligus menghindari basa basi.
"Iya saya sudah tahu kok. Nona ingin meminta bantuan dari lumbung selatan untuk lumbung barat seperti tahun tahun sebelumnya."
"Bukan." Camell tersenyum.
"Bu...bukan??" Yusof menjadi bingung.
"Memangnya kalau saya minta bantuan count Yusof akan membantu??" Tanya Camell.
"Itu akan sulit nona, memang sudah 4 tahun belakangan lumbung selatan memberi bantuan pada lumbung barat tapi itu merupakan perintah dsri pusat. Biji dan padi yang dihasilkan oleh lumbug selatan itu merupakan pajak dari para petani, jadi mereka kesal pajak dipergunakan dengan tidak jelas. Ketidakpuasan para petani semakin menggunung."
Camell diam mendengar penjelas Yusof. Biarpun dia menjelaskan keadaannya tapi dari nadanya sangat defensif seakan dia meremehkan aku. Kalau begitu coba aku pakai cara ini.
Camell memasang wajah lesu dan sedih. "Wilayah barat sangat kesusahan, banyak yang kelaparan. Mungkin count Yusof sendiri juga sudah mendengar banyak dari mereka bahkan menjual diri sebagai budak. Apa count akan membuang muka hanya karena ketidakpuasan orang wilayah selatan??"
__ADS_1
Bukan tanpa persiapan Camell bertemu Yusof, dia sudah banyak mencari tahu pria ini dan kelemahannya adalah terlalu peduli dengan rakyat kecil.
"Aku ingin membantu, tapi akan sulit jika..."
Asal kata 'ingin membantu' sudah keluar aku bisa melanjutkan ini! Camell merasa sudah naik 1 tingkat dalam negosiasi ini.
"Count Yusof, jangan khawatir karena kali ini saya membawa perjanjian yang akan menguntungkan kedua belah pihak." Camell menyerahkan berkas yang sudah disiapkannya.
"Menguntungkan dua pihak??" Yusof menerima berkas itu dan membacanya.
Camell menerangkan keuntungan jika bekerjasama pada Yusof, seperti pembayaran untuk hasil pangan yang diberikan, tenaga kerja dari wilayah barat juga ahli administrasi unggul yang bersedia membantu lumbung selatan. Sebagai bayarannya Camell meminta bantuan lumbung sebanyak 50% untuk 3 tahun kedepan mengingat usaha cocok tanam wilayah barat sudah pasti akan berjalan baik ditahun ketiga.
"Ini transaksi skala besar, meski sangat menguntungkan tapi tidak bisa aku putuskan sendiri." Ucap Yusof.
Camel sesikit mengernyit, baginya disini adalah penentuan dan tidak bisa diundur. Keputusan harus dia dapatkan sekarang juga. "Jika transaksi ini tidak memungkinkan, anggap saja tidak ada. Kami masih memiliki rencana lain." Kalimat tegas Camell yang diucapkan tanpa gentar membuat Yusof bimbang.
Aduhh aduhh aku mencontek cara ayah bertransaksi, aku takut karena sebenarnya aku tidak punya rencana lain! Kumohon!!!
Yusof terlihat semakin bimbang namun dia tidak bisa melepas kesempatan menguntungkan ini. "Ba.. baiklah!" Putus pria itu. "Kita akan bertransaksi, tapi saya harap nona juga menyesuaikan rasionya."
Yyaaayyy!!!! Camell bersorak riang dalam hatinya.
Dia benar benar berhasil menaikan hasil panen untuk lumbung barat. Meski harus menyesuaikan rasio tapi sejak awal Camell sudah menaikkan persentasenya jadi baginya itu tidak masalah dan tetap menguntungkan.
Yusof menandatangani dokumen perjanjian dan tersenyum, "Rupanya nona sudah sangat bersiap yah, saya terlalu meremehkan nona san terjebak dalam rencana nona."
Camell tertawa singkat. "Meski berbicara negitu namun senyum count terlihat senang."
Yusof semakin melebarkan senyumannya. "Tentu saja aku senang bisa membantu wilayah barat. Dan.. satu lagi," Yusof mengulurkan tangannya pada Camell untuk berjabat tangan. "Saya senang mengenal nona, menurut saya nona bisa mengendalikan kekaisaran negri ini dengan luar biasa."
Camell tersenyum lembut menyambut uluran tangan Yusof. Transaksi berjalan lancar, tentu saja Camell langsung memberitahu berita menggembiarakan ini pada semua pihak yang membantu. Lloyd yang juga sudah menerima kabar keberhasilan Camell pun mengirimkan bunga sebagai ucapan selamat.
__ADS_1
Aku tidak terlalu perduli dengan kemenangan kompetisi, dan aku mungkin saja kalah jika Cyness mendapat nilai lebih tinggi. Namun usahaku untuk membantu wilayah barat berhasil dengan baik itu yang terpenting. Mungkin aku akan tidur dengan sangat nyenyak malam ini.