Abandoned Flower

Abandoned Flower
Gangguan


__ADS_3

"Maukah nona berdansa denganku??" Lloyd masih mengulurkan tangannya menunggu jawaban Camell.


"Aa.. apa??" Camell benar benar bingung harus bagaimana, semua mata menuju padanya dan Lloyd karena janggal mengajak orang berdansa yang bukan pasangannya.


Bisik bisik terdengar mempertanyakan bagaimana dengan nona Bourbon hingga kesimpulan hubungan mereka yang bermasalah. Namun melihat Lloyd masih menunggu tidak memungkinkan Camell untuk menolak.


Aku pikirkan nanti saja deh..!


Lalu Camell menyambut uluran tangan Lloyd dan mereka berjalan beriringan menuju lantai dansa.


"Ini pertama kalinya aku berdansa dengan tuan duke." Camell menatap mata Lloyd dan tersenyum pada pria itu.


"Benar." Lloyd tersenyum simpul.


"Ada angin apa tuan duke mengajakku berdansa??"


"Tidak ada alasan khusus kok." Lloyd melakukan gerakan dansa untuk Camell berputar, "Aku cuma ingin melakukannya saja." Lanjutnya saat Camell kembali berhadapannya dengannya.


Cyness berdiri dekat lantai dansa memandang Lloyd dan Camell yang terlihat sangat serasi, namun membuat hatinya semakin kesal. Dia hanya bisa diam terlebih bisik bisik terdengar jelas disampingnya.


"Ada ada saja tuan duke kenapa tidak berdansa dengan pasangannya yah??"


"Ada apa dengan nona Bourbon?? Bukannya hubungan mereka sejak dulu sudah dekat?"


Tidak jauh berbeda Cailladen pun menatap Lloyd dan Camell yang memang terlihat serasi membuat perasaannya campur aduk.


Ketika lagu sudah dipenghujung dan dansa Camell dan Lloyd selesai Camell tersenyum menatap Lloyd dan mengucapkan, "Selamat ulang tahun tuan duke."


"Terimakasih." Wajah Lloyd bersemu dan dia tersenyum canggung.


"Tuan duke jago dansa yah." Camell tersenyum.


"Karena aku sudah belajar." Lloyd terlihat semakin canggung. "Uhm... nona Camell, ada yang ingin aku.."


Karena musik dansa sudah benar benar berhenti, para bangsawan yang sedari tadi menunggu untuk dapat berbicara dengan Lloyd pun berhambur menghampiri.


"Tuan duke!! Selamat ulang tahun yah!!"

__ADS_1


"Yang mulia duke!! Selamat!!"


"Tuan duke, benar benar dansa yang memukau!"


Ucapan bertubi tubi yang datang membuat Lloyd menjadi salah tingkah, dan Camell pun mengambil langkah untuk pergi saat Lloyd sibuk membalas ucapan terimakasih. "Tuan duke, kalau begitu saya permisi dulu." Camell tersenyum dan hendak berlalu dari keramaian itu.


"Na.. nanti! Kita bertemu yah!" Lloyd spontan mengucapkan kata itu saat Camell akan melangkah meninggalkannya.


"Ya?" Camell cukup terkejut. "Ah. Iya baik." Camell tersenyum menganggukkan kepala dan berlalu dari sana tanpa bisa Lloyd cegah.


Camell melangkahkan kakinya untuk kembali bersama Cailladen, namun kepalanya penuh dengan perkataan Lloyd. Nanti?? Dia mengajakku bertemu? Apa yang mau tuan duke bicarakan yah? Wajahnya terlihat berbeda.


Gara gara itu sepanjang pesta Camell terus memikirkan Lloyd, meski dia dan Cailladen mengobrol sepanjang pesta bersama para bangsawan lain yang terlihat juga mendukung positif Camell namun terkadang matanya dan mata Lloyd saling bertatapan meski tidak ada satupun dari mereka yang saling menghampiri.


Sebenarnya... nanti itu kapan??


"Senang bertemu kalian, silahkan menikmati pesta." Lloyd menyudahi perbincangannya dan menatap Camell yang berada di sisi ujung aula dengan Cailladen. Pria itu tersenyum dan berjalan untuk menghampiri Camell namun langkahnya terhenti karena Cyness menghadangnya.


"Tuan duke tidak berdansa??" Cyness tersenyum menyapa Lloyd.


"Sudah." Lloyd berdecak dan menjawab singkat.


Lloyd mendekat kearah Cyness hingga dijarak 15 centi lalu menunduk dan menempatkan wajahnya disebelah telinga Cyness. "Rasanya aku sudah bilang hentikan sandiwara ini Cy..!" Ucapnya berat. "Perjanjian itu sudah berakhir." Tanpa menunggu jawaban Cyness, dia kembali melangkahkan kakinya.


Cyness menggigit bibirnya kesal tidak terima dengan perlakuan Lloyd dan hendak mengejar pria itu namun beberapa nona bangsawan menghampirinya.


"Nona Bourbon, anda tidak berdansa dengan yang mulia duke??"


"Ah iya, saya sedang tidak enak badan dan meminta pengertian tuan duke." Jawab Cyness dengan senyuman anggun.


"Wah tuan duke pengertian sekali yah." Ucap para putri bangsawan.


"Iya syukurlah." Ucap Cyness canggung.


..


Lloyd tetus menatap kearah Camell dan berjalan kesana, namun langkahnya lagi lagi dihalangi.

__ADS_1


"Tuan duke." Kirion menyapa Lloyd. "Para petinggi Ferkalon mencari anda."


Lloyd berdecak. "...Lagi lagi..!" Gumam pria itu kesal.


"Lagi lagi??" Kirion bingung.


"Sudahlah, mereka ada dimana? Antar aku!" Lloyd mendengus dan mengikuti langkah Kirion.


"Haha apa tuan duke mempunyai urusan lain??" Kirion menggoda atasannya itu.


"Tidak!" Ketus Lloyd.


"Haha apanya yang tidak, terlihat jelas diwajah yang mulia duke loh." Kirion mengulum senyumnya. "Jangan khawatir harusnya ini tidak memakan waktu lama."


"Baguslah!" Dengus Lloyd.


Diruang tamu, Lloyd dan para tetua Ferkalon berbincang sejenak. Setelah basa basi itu Lloyd pun keluar dan hendak kembali pada tujuannya semula.


Pria itu melangkahkan kakinya menuju aula pesta, dengan degupan jantung yang sedikit berdebar dan berpikir. "Tidak boleh biarkan apapun mengganggu lagi!" Gumamnya kecil.


Dipesta yang terlihat sempurna dia melihat Camell di ujung aula pesta, berbincang bincang dengan Cailladen dan bangsawan lainnya. Jantungnya mulai berdebar cepat, Lloyd merasakan perasaan yang nyata. Ujung jarinya seakan mati rasa dan perutnya semakin bergejolak merasakan perasaan asing itu.


Dan untuk pertama kalinya Lloyd merasa takut, berbagai pertanyaan melintas dikepalanya.


Bagaimana kalau dia menolak??


Bagaimana kalau senyumnya yang cantik itu membatu??


Tapi aku tidak bisa mundur..!


Loyd melangkahkan kakinya semakin mendekat kearah Camell, namun lagi lagi Cyness muncul menghalanginya. "Ada apa lagi sih??" Geram Lloyd kesal dengan nada yang rendah.


"Saya ingin bicara sebentar dengan tuan duke." Cyness masih saja tersenyum.


Lloyd menatap jengah Cyness. "Aku tidak mau. Minggir!!"


"Kamu akan menyesal.." Cyness mendekat kearah Lloyd dan berbisik dekat telinga pria itu. "Aku juga tidak ingin begini padamu Lloyd. Aku tadinya juga ingin menghindari ini." Cyness memegang lengan Lloyd. "Tapi aku terpaksa..." Wanita itu berjinjit sedikit dan membisikkan sesuatu ke telinga Lloyd.

__ADS_1


Seketika air wajah Lloyd berubah dan dia menatap Cyness tajam.


"Bagaimana?? Apa tuan duke mau berbicara denganku?? Ayo keluar." Cyness berjalan keluar pintu dan diikuti oleh Lloyd tanpa mereka sadari Camell menatap kedua orang itu yang berjalan bersama keluar meninggalkan pesta.


__ADS_2