Abandoned Flower

Abandoned Flower
Harapan


__ADS_3

Kemarin begitu sampai Luckingham, Irene dan Maya membiarkan Camell langsung berisitrahat tanpa mengganggunya. Namun hari ini begitu Camell membuka mata, dia sudah disodorkan berbagai kegiatan dan jadwal selanjutnya. "Tidak ada lagi waktu istirahat yah?" Camell mendengus sebal begitu Irene melaporkan jadwal jadwalnya seminggu kedepan.


"Nona Camell sudah melewati liburan yang menyenangkan. Sekarang saatnya nona mendengar laporanku." Irene tersenyum menatap Camell membuat wanita itu menyadari ada hal penting yang hendak Irene laporkan.


"Selama nona liburan, nona Bourbon menghadiri banyak pesta dan jamuan. Dari pesta yang saya hardiri juga dari laporan beberapa teman teman saya. Nona Bourbon banyak menemui faksi bangsawan baru. Entah apa yang mereka bicarakan, namun saya yakin itu semua mengacu pada niatan untuk mengumpulkan dukungan."


Camell terdiam mendengar laporan Irene, jika Cyness mengumpulkan dukungan dari faksi bangsawan baru bukankah itu jelas jelas bertentangan dengan faksi bangsawan pendukung tuan duke?? Apa tuan duke mengetahui ini?? Mereka kan sepasamg kekasih... atau jangan jangan tuan duke yang menyuruh Cyness melakukan ini agar mereka tambah mempunyai banyak pendukung??


"Kamu memastikan itu sendiri??" Tanya Camell.


"Yang aku pastikan dengan mata sendiri adalah dia bertemu dengan count Seofel. Beliau adalah bangsawan baru dalam bidang pelayaran. Kelihatannya nona Camell harus waspada dengan apa yang menjadi rencana mereka."


"Baiklah. Terimakasih Irene."


Irene terdiam lalu menatap Camell serius. "Sepertinya nona Bourbon juga menjalin hubungan dekat dengan faksi bangsawan baru itu."


"Aku hanya bingung, dia kekasih tuan duke tapi mengapa dia dekat dengan faksi bangsawan baru. Entah itu keinginan pribadinya atau keinginan tuan duke." Camell benar benar bingung.


Bagaimanapun juga mereka adalah sepasang kekasih, bisa jadi memang tuan duke yang menyuruh Cyness. Apa tuan duke hendak menentang paman Ethan dan mematahkan perintah paman dengan cara mengumpulkan kekuatan faksi bangsawan dari luar kerajaan??? Apa yang sedang tuan duke rencanakan?? Mengingat dia orang yang pintar, kedepannya aku benar benar tidak boleh lengah!


"Ada masalah yang lebih serius dari itu." Lanjut Irene.


"Hah? Ada lagi??" Camell mulai sebal bahkan dengan hanya mengingat nama Cyness dalam kepalanya.


"Saat nona berlibur ke wilayah barat, bertepatan juga dengan kembalinya tuan duke terdahulu dan nyonya Ester. Nona Bourbon mendekati dan bahkan menemui nyonya Esther secara pribadi." Lapor Irene.


Camell membelakkan matanya, "Sebentar.. memangnya itu boleh?!"


"Demi keadilan dua calon duchess itu memang dilarang." Terang Irene. "Tapi tidak ada larangan tertulis mengenai bertemu dengan nyonya duchess terdahulu. Dan nona Bourbon memanfaatkan itu."


Camell benar benar bingung bagaimana harus bereaksi, dia tahu bahwa paman Ethan dan bibi Ester juga mendukungnya. Tapi ikatan politik bukanlah sesuatu hal yang bisa diabaikan begitu saja. Terlebih keluarga Bourbon memegang jasa besar dalam membangun kerajaan ini.


"Baiklah, aku harus memikirkan beberapa hal. Kamu bisa meninggalkan aku sendiri."


"Baik." Irene pun pamit keluar.


Camell hanya duduk dimeja belajarnya, dia banyak menuliskan kesimpulan dari apa yang Irene laporkan tadi. Dia jelas harus menyusun beberapa rencana untuk menghadapi Cyness.

__ADS_1


Cyness benar benar tidak pandang bulu dalam melebarkan sayap kekuatan, benar benar mengerikan membayangkannya saja aku sampai merinding. Cyness seolah melakukan tindakan pengkhianat di depan hidung tuan duke sendiri. Tapi lain lagi jika tuan duke yang menyuruhnya..


"Nona, permisi." Maya masuk kedalam ruang belajar Camell.


"Ada apa??" Camell menipiskan bibirnya, "Bukankah aku meminta untuk tidak diganggu??"


"Anu.. tapi.. yang mulia duke datang untuk menemui nona." Ucap Maya.


"Hah??" Jelas saja Camell terkejut, mereka tidak janjian untuk bertemu dan Lloyd juga mendadak datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


Begitu mereka bertemu Camell berserta Iren dan Maya langsung membungkuk memberi hormat dengan formal. "Saya memberi hormat pada tuan duke." Camell tersenyum tipis menatap Lloyd.


Lloyd hanya menganggukkan kepalanya sedikit. "Kamu tidak lelah setelah sari wisata??"


"Iya tidak lelah." Jawab Camell.


"Syukurlah." Jawab Lloyd singkat.


Suasana hening lamgsung menyelimuti mereka berdua membuat Camell sedikit tidak nyaman dan menerka nerka apa tujuan pria itu menghampirinya.


Kalau dari raut wajahnya terlihat tidak ada masalah.. berarti bukan karena ada hal buruk. Tapi sungguh aku harus waspada dengan pria ini. Aku tidak boleh lengah!


"Tidak." Jawab Lloyd singkat. "Cuaca cerah, maukah kamu menemaniku jalan jalan ditaman??" Lloyd mengulurkan tangannya.


Meski aneh namun Camell menyambut uluran tangan Lloyd dan mereka menuju taman istana diikuti oleh banyaknya pelayan dan pengawal dibelakang mereka. Camell waspada hingga dirinya menjadi gugup, lalu tak lama setelah itu Lloyd menyuruh untuk para pengawal dan pelayan untuk meninggalkan mereka berdua saja membuat Camell bertambah semakin gugup.


Mereka berjalan jalan ditaman berdua tanpa pembicaraan, suasana yang membuat siapapun tidak akan nyaman.


Dia bukan pria yang bisa berbasa basi.. aku merasa sangat buang buang waktu seperti ini. Apa yang harus aku katakan yah?? Lebih baik aku lanjut belajar saja.


Lloyd menghentikan langkahnya dan menatap Camell membuat wanita itu bingung. "Kamu berubah menjadi orang yang berbeda." Ucap Lloyd akhirnya.


Secepat itu Camell pun menangkap maksud Lloyd.


Berbeda saat wisata yah maksudnya.


"Saya hanya menempatkan diri saat sudah berada dalam istana." Jawab Camell sedikit ketus.

__ADS_1


"Apa perlu kamu seperti itu padaku? Kan saat ini kita hanya berdua." Dari nada bicaranya terdengar pria itu sedikit kecewa.


"Ah? Hmm. Iya." Camell menjadi salah tingkah. "Terimakasih sudah menginjinkan saya berbicara dengan nyaman. Tapi..." Camell mendekat kearah Lloyd dan berbisik rendah. "Bagaimana kalau ada orang lewat dan juga ada beberapa pengawal ditempat tersembunyi kan??"


"Aku sudah menyuruh semuanya pergi." Ucap Lloyd. "Jangan terlalu kaku dihadapanku."


Camell memgernyitkan alisnya. "Benarkah??"


"Iya."


"Sungguh???"


"Iya!"


"Baiklah!" Camell tertawa lebar dan melengos lelah dengan postur tubuh yang harus tegap sepanjang waktu.


"Kamu ini." Lloyd terkekeh singkat dan mereka berjalan jalan sambil mengobrol.


Meski mereka obrolan mereka mengalir begitu saja tapi dalam hati Camell ada yang mengganjal. "Saya ingin bertanya satu hal, tuan duke pernah berkata tidak percaya pada saya kan. Bagaimana jika saya juga tidak percaya pada tuan duke??"


"Kita perjelas saja, sepertinya anda tidak memihak pada saya dan saya juga tidak memihak pada anda. Benar begitu???" Lanjut Camell.


Lloyd terdiam sesaat mendengar pertanyaan Camell. "Bagus juga kalau kamu mempunyai pemikiran seperti itu." Pria itu sedikit cemberut. "Tidak terbawa perasaan dan selalu menatap dengan dingin."


Apa aku salah?? Apa bicaraku keterlaluan??? Camell menjadi tidak enak hati melihat ekspresi Lloyd. "Tuan duke, apa tujuan anda??" Tanya Camell.


"Tujuan yah? Tujuanku hanya satu yaitu kedamaian dan kemakmuran negri ini. Untuk mencapai tujuanku bisa jadi ada jalan yang berubah namun tujuanku tetap sama." Lloyd menatap Camell. "Kalau kamu? Apa tujuanmu??"


"Aku??" Camell menunduk. "Keinginanku sama dengan anda." Wanita itu tidak berbohong jika dia sangat ingin bersumbangsih dalam membangun negri ini dibidang politik.


"Kalau begitu." Lloyd mengangkat tangannya dan mengarahkan telapak tangannya pada Camell. "Demi tujuan satu sama lain..."


Camell terdiam sebentar lalu menempelkan telapak tangannya pada telapak tangan Lloyd. "Semoga jalan saya dan tuan duke.." Ucap Camell.


"Semoga jalanku dan jalanmu." Ucap Lloyd.


"Tidak saling bertabrakan." Ucap mereka berdua bersamaan. Lalu diakhiri dengan mereka mencium jari masing masing.

__ADS_1


Gestur untuk saling mendoakan keselamatan dan keberhasilan satu sama lain, selesai itu mereka hanya saling bertatapan dalam hening sementara waktu dan berharap semoga doa mereka terwujud.


__ADS_2