Abandoned Flower

Abandoned Flower
Bertahan Sekuat Tenaga


__ADS_3

Tawa bahagia terdengar dari berbagai sudut Luckingham, beberapa dayang berkelompok berjalan ditaman melantunkan lagu 'Bunga Liar'.


🎶🎶"Bentuknya bunga namun hatinya sangat liar. Karena itulah disebut bunga liar."🎶🎶


3 selir Winter lainnya duduk digazebo taman dekat danau dan tertawa riang sambil menikmati teh sore mereka.


"Yah ampun hanya dengan mendengar lagu itu saja hatiku sudah senang." Alesha selir pertama Winter tersenyum lebar.


"Benar!" Renai selir kedua Winter menimpali. "Rasanya sudah lama sekali tidak tertawa seperti ini di Luckingham."


"Karena sekarang tidak ada wanita gila itu, nyonya duchess Flower. Aku berharap tuan Winter tidak akan mencabut hukuman itu dalam waktu dekat." Beathrik selir ketiga ikut memanasi.


"Setuju!!" Ungkap mereka bersamaan dan kembali tertawa.


"Mungkin nona Alesha yang paling bahagia disini, sikap Nyonya Flower padamu benar benar gila!" Renai kembali bersuara.


Alesha langsung memasang wajah masam, "Aku dijadikan selir tuan Winter paling pertama! Bahkan sebelum 'bocah gila' itu menjadi nyonya duchess!" Alesha merendahkan suaranya menyebut kata bocah gila dan disambut gelak tawa selir lainnya. "Saat pertama tuan Winter datang ke kediamanku dan bermalam, esok harinya dia membuat keributan ditempatku dan hampir mencambuk aku, untung saja ada pengawal berjaga dan aku hanya mendapat luka ringan." Alesha menghela nafas panjang, "Dia benar benar liar!"


"Tenanglah, kami juga mengalami hal serupa." Renai tertawa. "Meski tidak sekacau dirimu. Haha!" Renai menjeda untuk tertawa. "Namun yang aku bingung kenapa tuan Winter membiarkan tingkah liar nyonya duchess. Tapi itu bukan masalah lagi, karena berkat nona Summer masalah ini terpecahkan!"


"Benar!!" Beathrik menepuk kedua tangannya. "Jika nona Summer sudah menjadi selir tuan Winter maka dia akan menyelamatkan seluruh isi penghuni Luckingham. Aku rasa dia akan dengan mudah menyingkirkan bunga liar itu!! Dan aku merasakan hal baik itu tidak akan lama lagi bisa terwujud!"


..


Sementara itu Winter tetap bekerja seperti biasa dalam ruang kerjanya, ekspresinya kurang bagus karena sudah 4 hari ini dia terus menerus mendengar kabar mengenai Flo yang tidak berhenti memukul pintu gerbang kayu di kediamannya, namun sejak kemarin dan untuk hari ini tidak terdengar apapun dari kediamannya.


"Dia pasti sudah pingsan dan kelelahan karena memukul gerbang tidak berhenti!" Sinis Winter saat Agustin datang kedalam ruang kerjanya untuk memberi laporan.


"Jadi.. bukankah tuan Winter harusnya mencabut hukuman ini hari ini?" Agustin bertanya dengan hati hati.


Winter menghunus Agustin dengan tatapan tajam. "Tidak! Ucapanmu sungguh tidak masuk akal!"

__ADS_1


"Justru.. inilah saat yang tepat untuk memperbaiki tabiatnya itu. Tabiat jeleknya harus diperbaiki!"


****


Altez membawa nampan berisi teh bunga krisan dan beberapa kudapan untuk Flo, sudah beberapa hari ini nyonya nya tidak mau makan dan hanya meratapi sedih nasibnya.


'Bug bug bug!'


'Bug bug bug!'


Altez mengangkat alisnya, "Suara apa itu??" Dia mempercepat langkahnya menuju kamar Flo.


"Nyonya Flo, aku membawa teh! Aku masuk yah!" Altez membuka pintu kamar.


"Nyonya!!!" Altez terperangah melihat Flo duduk diatas kasur dan memukuli dadanya sendiri. "Apa yang nyonya lakukan?!!! Kalau begini luka anda bisa berdarah lagi!!" Dengan segera Altez berlari dan menyambar tangan Flo untuk menghentikan perbuatan Flo. "Kenapa anda seperti ini?!!" Jerit Alez marah dengan mata yang berkaca kaca.


"Lepas.." Flo menatap lemah dan kosong kearah Altez. "Aku tidak bisa bernafas."


Altez yang melihat Flo begitu depresi langsung memeluk Flo erat dan menangis tersedu sedu. "Tetap tidak boleh!! Lebih baik nyonya memukul saya!!"


Nyonya Flo.. begitu beratkah kesedihan anda?? Begitu tertekan kah anda??!


Tatapan mata Flo kosong dan nanar, namun air mata itu tetap saja mengalir disana tidak berhenti. "Altez, apa aku terlalu menginginkan banyak hal?? 'Aku menyayangimu' 'Aku mencintaimu' aku hanya ingin mendengar kalimat itu dari Winter. Apakah hal itu termasuk ketamakan?? Kenapa semuanya tidak bisa memberikan hal itu padaku?? Apa aku benar benar tamak Al??"


"Tidak!! Tuan Winter lah yang salah!! Huhu.." Altez semakin larut dalam tangisannya. "Tuan Winter lah yang jahat! Nyonya Flo sama sekali tidak bersalah! Huhu! Tuan Winter lah yang jahat. Hu hu hu!" Altez memeluk erat tubuh Flo seakan ingin meresap rasa sakit dalam hati Flo, andai saja dia bisa melakukan itu.


****


"Jadi hari ini juga tidak terdengar kabar lagi dari kediaman Flo??" Winter berdiri memunggungi Agustin yang selalu melaporkan keadaan Luckingham padanya.


"Iaya benar tuan Winter."

__ADS_1


"4 hari membuat keributan dan 4 hari juga tidak terdengar suara. Total sudah 8 hari dia disana."


"Saya sangat khawatir justru karena keadaannya terlalu sunyi." Agustin berkata hati hati.


'Brak!' Winter memukul sisi jendela dan tersenyum sinis. "Dia pasti sedang merencanakan sesuatu!"


"Ini adalah hukuman pertama yang tuan Winter berikan pada nyonya Flo, aku rasa 8 hari cukup untuk membuat nyonya Flo instropeksi diri. Beliau pasti sangat terpukul dan sedih." Agustin masih berusaha untuk menenangkan Winter.


"Tsk! Mana mungkin! Aku harus lebih mengawasi dia, pasti dia sedang merencanakan sesuatu."


"Keadaan kediaman nyonya Flo terlalu sunyi. Saya sangat khawatir jika terjadi sesuatu."


"Apa dia sedang pingsan atau mati kelaparan karena mogok makan??" Winter menampilkan senyum ejekannya.


Agusyin terdiam sebentar. "Untuk nyonya Flo, dan melihat sifatnya hal itu bisa saja terjadi."


Winter tersenyum miring dengan kesal dan menatap hamparan kebun dari ruang kerjanya. "Agustin, kamu sangat mengkhawatirkan Flo yah ternyata. Baiklah! Aku tidak bisa mengabaikan rasa khawatir dari orang yang terus menjaga keluarga Ferkalon bahkan dari duke sebelumnya. Bukalah pintunya!"


Wajah Agustin langsung tersenyum cerah mendengar ucapan Winter. "Baik tuan Winter! Saya akan langsung menyampaikan perintah anda." Dan pria paruh baya itu bergegas untuk menyuruh beberapa orang melaksanakan perintah Winter."


Setelah menyuruh 3 orang pelayan rumah utama untuk membuka pintu kediamam Flo, Agustin menghela nafas panjang.


Huuff lega rasanya!


Pria paruh baya itu menatap nanar pandangannya, kejadian 2 tahun lalu dimana Michael ayah Winter memintanya untuk membantu Flo untuk bertahan di Luckingham terlebih saat dirinya sudah pensiun.


Membantu Flo untuk menggapai hati Winter, membantu Flo bertahan dalam kejamnya politik keluarga Ferkalon.


"Flo memiliki hati yang dan tekad yang kuat untuk mendapatkan Winter. Karena itulah aku percaya jika Flo bisa menjadi duchess yang baik untuk keluarga Ferkalon. Anak itu.. namun jika dia tidak bisa mendapatkan hati Winter sampai akhir, hatinya yang telah patah akibat perlakuan kedua orang tuanya mungkin akan semakin hancur dan membuatnya kehilangan tekad untuk hidup. Kamu harus perhatikan anak itu, setelah aku pergi meninggalkan Luckingham maka tidak ada orang yang akan memperhatikan dia lagi. Maka itu kamu harus membantunya sesekali, disaat dia mulai runtuh setelah bertahan sekuat tenaga."


Lagi lagi Agustin menghela nafas mengingat perkataan Michael.

__ADS_1


Namun tuan Michael, itulah masalahnya. Aku tidak tahu bagaimana situasi dan keadaan yang sebenarnya. Jadi, aku tidak yakin bagaimana cara untuk membantunya.


__ADS_2