
Winter cukup lama disana mengamati tingkah laku Flo, namun yang paling membuat Winter penasaran adalah keberadaan Ronan disana. Sedangkan Ethan sudah pergi tidak lama setelah dia puas melihat Flo dalam keadaan baik, dan Ronan dia tetap bertahan disana.
Tawa riang yang keluar dari bibir mungil Flo, mata yang memancarkan sinar sehangat itu entah kenapa membuat Winter merasa marah. Pria itu kini gusar dan tidak senang.
Menyebalkan.. situasi apa yang aku lihat ini? Ronan apa maksud dari semua ini?!
Sampai hari hampir petang, Winter masih berada disana dan terus mengamati Ronan dan Flo.
"Yayy lagi lagi kita menjual banyak piring hari ini!" Nora mengangkat tangannya, "Sudah sore ayo kita bereskan dan pulang!" Gadis itu bersenandung bahagia berhasil mengumpulkan uang untuk keperluan mereka.
Gemma dan Gloria juga ikut membantu membereskan barang dan lapak tenda kecil milik mereka, "Padahal kita bisa menjual dengan fantastis hanya karena nyonya Flo disini." Bisik Gloria pada Gemma.
"Aku tahu!" Gemma menghardik Gloria dengan bisikan juga. "Jangan bicara macam macam kalau nyonya dengar bisa bisa kita dipukul."
"Hujan!!!" Nora berteriak begitu tetes air hujan pertama mengenai wajahnya. "Nyonya! Nyonya Flo hujan!! Ayo pulang!!" Nora membuka payung dan memayungi Flo untuk berjalan kembali pulang. "Aku bawa nyonya pulang dulu, kalian beresi semuanya yah!!"
"Dasar anak itu!" Gloria melepas sepatunya berancang untuk melemparnya ke Nora. "Bawa nyonya hati hati!!! Awas saja kau!" Dan hanya terdengar suara tawa Nora yang yersamar dengan rintik hujan sore itu.
Sejak seminggu yang lalu, Flo dan ketiga pelayannya menyewa sebuah rumah sederhana dekat dengan pasar. Ini juga dibantu oleh Ethan, Flo memutuskan untuk hidup dengan bahagia bersama ketiga pelayannya, jadi Ethan yang mendukung Flo untuk bangkitpun menyetujui ide itu.
Begitu Nora sudah membawa Flo masuk kedalam rumah, dia kembali keluar. "Tuan pengawal!" Ucapnya sambil melirik kekanan dan kiri.
Tak lama Ronan keluar dari tempat dimana dia terus mengikuti Flo diam diam. "Lebih baik tuan pengawal pulang, nyonya baik baik saja. Beliau akan beristirahat, terimakasih juga untuk hari ini." Nora membungkukkan kepalanya.
Ronan tersenyum, "Aku hanya ingin memastikan nyonya aman. Itu saja. Besok sebisa mungkin aku akan kembali. Jangan sampai.."
__ADS_1
"Nyonya tahu kan?" Nora terkekeh. "Tuan pengawal tenang saja, yang tahu hanya saya, Gemma dan Gloria. Terimakasih tuan pengawal selalu membantu kami menjaga keselamatan nyonya." Nora lagi lagi membungkukkan kepala.
Ronan mengangguk canggung dan pamit untuk pergi. "Saya akan kembali ke istana."
Winter berdiri dijalan yang berlawanan dengan Ronan, dia terus mengikuti mereka dan mendengar semua ucapan Ronan dan Nora.
Menyebalkan.. orang orang hina yang membicarakanmu. Ethan yang masih saja mengawasimu. Dan juga.. Ronan.. apa yang kamu rencanakan?! Benar benar menyebalkan!!
Winter mengepalkan tangannya kuat, rasa amarah seakan membakar seluruh hatinya.
Karena rasa penasaran Winter sangat besar, hari ini dia kembali mengunjungi pasar. Namun untuk menyelidiki situasi yang terjadi, Winter merahasiakan kepergiannya. Tidak ada satupun pengawal maupun pelayan yang tahu kemana Winter pergi termasuk Dylan apalagi Ronan.
Hari ini tampaknya Ethan tidak berada disana dan hanya ada Ronan, pria itu berdiri diposisi yang sama seperti kemarin. Dari sudut sebelah kiri dan hanya diam saja mengawasi Flo.
Aku benci setengah mati melihat Ethan yang sangat perhatian padamu.
Dan juga rasanya aku ingin membunuh Ronan yang mengawasimu setiap hari. Aku tidak mengerti mengapa perasaanku seperti ini.
Seperti biasa lapak kecil milik mereka untuk berjualan piring selalu ramai dikerubuni orang meski sebagian besar adalah pria. Gemma, Nora dan Gloria sampai harus berganti gantian melayani pembeli dan menjaga Flo agar para lelaki itu tidak berani mendekati majikan mereka.
Flo hanya duduk dibagian belakang lapak dan menghela nafas, dia cukup kepanasan dan bosan. Namun secara tidak sengaja dia seperti melihat sosok belakang Winter diantara orang yang berlalu lalang dipasar.
Tanpa banyak bicara Flo yang terkejut langsung bangkit berdiri dan mengejar sosok itu.
"Nyonya?!!" Gemma yang sedang bertugas menjaga Flo sampai terhenyak melihat Flo berlari begitu saja.
__ADS_1
"Kalian jaga disini! Aku akan mengejar nyonya!!" Perintah Gemma pada Gloria dan Nora.
"Nyonya?! Nyonya mau kemana? Nyo.." Gemma yang kesulitan menerobos kerumunan untuk mengejar Flo, terkejut melihat Ronan juga berlari mengejar Flo. "Tuan pengawal! Tolong nyonya.." Teriak Gemma.
Dengan mudah Ronan menerobos dan hampir menyusul Flo. Namun Flo yang bertubuh mungil terus menyelak hingga dekat pinggir jalan ada kereta kuda yang membawa barang terkejut dengan kemunculan Flo yang tiba tiba.
"Astaga!" Kusir kereta kuda itu secara mendadak menarik tali kekang kuda untuk menghindari Flo.
Tarikan kekang itupun membuat kuda terkejut dan menaikkan kakinya tinggi.
'Hiiiiiiii~ng!!'
Flo terjatuh dan nyaris saja terinjak kuda jika Ronan tidak menangkap tubuhnya.
"Nyonya Flo!! Apa anda baik baik saja? Anda hampir saja terlu.."
Flo cukup terkejut melihat Ronan namun dia tidak terlalu menggubris Ronan dan tetap mencari sosok Winter.
Flo menepis kasar tangan Ronan dan menatap pria itu tajam. Dengan nafas terengah Flo menghunus Ronan tajam.
"kenapa kamu mengikuti aku?!"
Nafas Flo masih terengah dan tatapan matanya marah namun sejurus kemudian mata Flo menggenang, wanita itu terisak dan menangis.
Hati Ronan nyeri melihat Flo menangis untuk pertama kalinya. "Mohon maaf kelancangan saya nyonya." Ronan menunduk dan langsung mengangkat untuk menggendong Flo. "Saya akan mengantar anda pulang kerumah."
__ADS_1