Abandoned Flower

Abandoned Flower
Meminta Penjelasan


__ADS_3

Camell menggigit bibirnya kesal, dia benar benar tidak bisa membantah ucapan Cyness dan tatapan orang orang mulai menghakiminya.


Dia berstatus calon duchess tapi bertemu dan datang ke pesta ini dengan pria lain, meskipun orang orang tahu bahwa duke Lloyd datang bersama Cyness namun orang orang lebih tertarik dengan rumor daripada fakta.


Dia memakai cara ini untuk memutar balikkan situasi, aku terlalu menganggap sepele nona Cyness. Dia lebih hebat dari yang kuduga.. Cailaden juga.. kenapa malah diam saja?!


"Kalau kalau tuan Sterna memiliki perasaan pada calon duchess bukankah sebaiknya tuan Sterna berbicara lebih dahulu pada tuan duke?" Lagi lagi Cyness menambahkan bumbu dalam drama ini, dan tersenyum seakan sudah meraih kemenangan telak.


Cailaden.. bantah ini meski hanya sedikit saja!


Camell berharap pria itu membelanya dihadapan orang banyak, karena biar bagaimanapun ucapannya tidak akan berarti jika Cailaden tidak membantah itu.


Namun Cyness belum puas sampai disana. "Sepertinya benar tuan Sterna memiliki hubungan khusus dengan calon duchess nona Camell hingga tidak biaa memberitahu yang mulia grand duke."


"Nona Cyness..! Ini.." Camell merasa ini semakin keterlaluan.


"Hentikan!!" Suara itu memecah kerumunan orang, Lloyd berdiri dan berdecak menatap kedua wanita yang menjadi bahan perbincangan sedari tadi.


"Apa kamu bisa bertanggung jawab dengan ucapanmu??" Lloyd maju mendekat kearah Cyness dan menjadi pusat perhatian. "Apa kata katamu ini kebenaran atau kesengajaan untuk menjatuhkan martabat tuan muda Sterna??"


"Llo... eh maksudku Tu..tuan duke.." Cyness menjadi gugup dan salah tingkah.


"Tentu saja aku tahu maksudmu bukan begitu." Lloyd tersenyum tipis pada Cyness dan memegang pucuk kepalanya. "Aku tahu kamu orang yang mengkhawatirkan apa yang terjadi di negri ini." Lalu Lloyd menatap Camell. "Tentu ini juga menjadi salahku karena secara tidak sengaja jadi mengabaikan nona Camellia maka bisa muncul kesalahpahaman seperti ini."


Camell menggenggam gaunnya erat, tubuhnya gemetar menahan amarah.


Tidak sengaja?!!! Semua perbuatanmu adalah kesengajaan!!


"Oleh karena itu..." Lloyd maju dan mengulurkan tangannya pada Camell. "Suatu kehormatan bagiku nona Camellia jika kita bisa kembali bersama sama ke Luckingham."


Meski enggan Camell bersyukur saat ini Lloyd datang menolongnya dari situasi tidak mengenakkan ini, dengan terpaksa Camell menyambut ukuran lengan Lloyd.


Aku tidak menyangka kalau dia yang akan menolongku.. tapi yasudalah untuk saat ini saja!!


"Tuan duke memang bijaksana." Cyness datang memegang lengan Lloyd satunya. "Aku kan sudah bilang berapa kali padamu kalau kamu harus berinteraksi dengan dua calon duchess. Aku juga setuju kalau kamu kembali ke Luckingham bersama nona Camell."

__ADS_1


Camell berdecih melihat Cyness.


S*alan sekarang dia bertindak seolah menjadi istri sah yang sukarela membantu selir?!!


Lloyd hanya diam lalu menatap Camell. "Apa masih ada yang ingin anda lakukan dipesta ini nona Camell?"


"Tidak ada tuan duke." Camell benar benar kehilangan selera untuk berhadapan dengan orang orang.


"Kalau begitu ayo pergi." Lloyd menarik tangan Camell perlahan agar wanita itu mengikutinya keluar.


Sepeninggal Lloyd dan Camell suasana pesta menjadi sedikit kaku hingga akhirnya Utha datang mencairkan suasana.


"Aku adalah bintang pesta kali ini, kenapa suasananya seperti ini? Ayo kembali menikmati acara ini lagi!"


"Saya sedikit lelah, saya akan memakai ruang istirahat yang disediakan. Permisi tuan Chandellum." Cyness meninggalkan aula pesta setelah pamit pada Utha.


Utha menatap kepergian Cyness. "Nona Bourbon ini... bukan main yah. Aku harus meminta Camell waspada padanya." Gumam Utha.


****


Sampai mobil dijalankan oleh supir kedua orang ini hanya terdiam larut dalam pikiran masing masing.


Terutama Camell dia menyadari dia lengah tidak memperhitungkan secara matang hingga mendapat pukulan telak dari Cyness.


Kehidupan bangsawan memang mengerikan sesuai perkataan ibu dan ayah, aku harus akui itu.


Lalu Camell melirik kesal keaarah Lloyd.


Aku juga harus àakui kalau dia membantuku tadi dan masalahnya bisa selesai dengan lancar berkat orang ini meskipun bantuannya tadi sama sekali tidak menguntungkan buatku! Grr..


"Apa niat anda sebenarnya??" Tanya Camell tegas.


"Apa maksudmu??" Lloyd mengernyitkan alisnya menatap Camell bingung.


"Apa niat anda membantu saya? Apa anda khawatir kalau saya dan tuan Cailaden melakukan sesuatu dibelakang anda seperti ucapan nona Bourbon tadi?!"

__ADS_1


Lloyd berdecih dan terkekeh. "Itu tidak mungkin."


"Oh! Padahal anda mengirim mata mata kedalam dayang saya untuk mengawasi saya dan tuan Cai. Apa anda pikir saya ini orang bodoh yang akan percaya ucapan anda saja?!"


Lloyd tersenyum dan menopang dagunya pada sisi pintu. "Yah.. kalau itu benar. Aku memperhatikanmu belakangan ini dan banyak hal yang membuatku terkejut. Kalau bisa dibilang tidak banyak orang yang bisa membuatku terkejut. Anggap saja itu pujian untukmu."


Aku tidak butuh dipuji, pria br*ngsek ini!!!!


"Tapi kamu salah paham soal satu hal.. soal itu.. Cailaden sendiri yang memberitahuku."


"Apa??" Camell terkejut.


"Kami memang bersaudara dari pihak ibu, jadi aku tidak berpikir kalau Cai akan melakukan sesuatu yang buruk. Karena aku percaya dengan Cailaden. Dia itu saudara yang berharga untukku."


Hubungan mereka ternyata seperti itu yah??


Camell menelisik kejujuran dalam raut wajah Lloyd.


"Aku tidak percaya padamu yang datang tiba tiba ke Luckingham, meskipun kamu dibawa oleh ayahku. Jadi, aku menghargaimu.. oleh karena itu.." Lloyd menggenggam tangan Camell.


Namun secepat itu juga Camell menepis kasar tangan Lloyd membuat pria itu terkejut.


Selama aku datang ke Luckingham dia mengabaikan aku seenaknya, memusuhi dan mengucilkan aku! Sekarang dia berusaha untuk menghibur aku?!!


"Memangnya orang yang menghargai saya akan berbuat seperti ini pada saya??!!" Camell tidak bisa menahan amarahnya lagi.


Ayo kita selesaikan sekarang!


"Menurutmu aku tidak menghargaimu?? Sekarang yang kulakukan itu bukti aku menghargaimu." Lloyd tersenyum miring.


"Saat pesta pengenalan calon duchess!! Anda melanggar tradisi dan memalingkan wajah dari saya! Tidak menyambut kedatangan saya dengan baik di Luckingham! Melanggar janji memberi guru dan pelajaran yang bisa saya dapatkan di Luckingham!!" Camell mengeluarkan semua unek unek hatinya.


Lloyd mendengar itu hanya terdiam lalu memalingkan wajahnya keluar jendela.


Mau menghindar kemana kamu?!  Cepat berikan penjelasan padaku!!

__ADS_1


__ADS_2