
"Coba katakan alasanmu?!" Antonio bersidekap memandang putrinya jengah. "Cynes?!!" Pria itu menaikkan intonasi suaranya. "Apa yang kamu pikirkan sampai bisa melakukan pengelolaan lumbung dengan sangat buruk seperti ini?!"
"Meskipun kamu mendapat lumbung timur dengan kondisi kedua sedikit dari bawah tapi wanita asing itu mendapat lumbung barat yang bahkan tidak mempunyai stok hasil panen setelah ayah bersusah payah mengumpulkan petisi pada banyak pejabat!!"
"Tapi sekarang kondisi lumbung barat menjadi lebih baik!! Lalu lumbung timur yang kamu tangani menjadi bangkrut akibat kebodohanmu!!!" Antonio berteriak marah pada putri bungsunya itu, pria tua itu tidak habis pikir selama ini apa yang putrinya lakukan selama kelas pembelajaran yang dia berikan sedari kecil.
"Aku... aku hanya memberi sedikit lebih banyak bantuan pada masyarakat, itu.." Cyness sungguh tidak paham mengapa akibat perbuataannya bisa sefatal ini.
"Makanya kamu memberikan hasil panen secara asal asalan tanpa perhitungan untuk tahun depan?!!! Kamu sudah menghancurkan lumbung timur dengan belas kasihmu yang hebat itu!!!" Antonio benar benar tidak dapat menutupi rasa kesalnya.
"Bersyukurlah kondisi pertanian wikayah timur tidak buruk dan mereka bisa mengembangkan itu sendiri, hanya akan sedikit kesulitan jika tidak ada bantuan. Bersyukurlah tuan duke tidak akan menuntutmu karena perbuatan bodohmu itu!!"
"Lloyd tidak akan menuntutku!!" Cyness masih saja bersikap kekanakan karena tidak dapat menahan diri.
"Cyness!!" Bentak Antonio. "Kalian memang tumbuh bersama, tapi saat itu dia adalah calon penerus duke. Tapi kini dia sudah menjadi duke, ayah harap kamu bisa menjaga sopan santunmu sebagaimana mestinya. Jangan bersikap kekanakan dan menjerumuskan keluargamu sendiri. Ayah bisa menilai bagaimana tuan duke memerintah dengan sangat lurus. Hati hati dengan tindakan mu Cy, ayah serius soal ini." Antonio menekankan ucapannya karena tidak ingin kekuatan dan kekuasaan yang telah dia dapatkan berakhir sia sia karena kebodohan putrinya.
Pria tua itu memijat pangkal hidungnya melihat putri bungsunya yang hanya bisa merengut kesal tanpa suara. "Sudahlah mau bagaimanapun juga kompetisi ini adalah kekalahan telakmu! Ayah seperti melakukan hal sia sia bersusah payah memberikan lumbung barat pada nona Blooming itu. Tidak ayah sangka kalau kamu sangat tidak becus, ayah kecewa padamu! Bisa bisanya kamu ingin menjadi duchess dengan kemampuan seperti itu!"
Meski Antonio sangat ingin menjadikan putrinya duchess tapi dia juga kalangan faksi bangsawan pendukung keluarga Ferkalon. Tentu saja akan mencoreng wajahnya jika duchess berasal dari keluarganya dan tidak memiliki kemampuan yang kompeten.
"Aku minta maaf ayah." Meski kesal mau tidak mau Cyness harus meminta maaf pada ayahnya karena dia tahu bagaimana kerasnya sang ayah.
"Tapi kamu memang lebih baik yang naik menjadi duchess ketimbang nona Blooming itu yang bahkan asal usulnya tidak jelas." Geram Antonio. "Satu hal yang pasti menyerahkan semua padamu hanya akan memperburuk keadaan, kamu tidak bisa mengalahkan wanita itu mau tidak mau aku harus turun tangan!" Antonio menggertakkan giginya kesal.
****
__ADS_1
Hari demi hari berlalu damai, persiapan pesta ulang tahun tuan duke dipersiapkan dengan sangat baik oleh tuan Agustin. Memilih dekorasi, makanan hingga tamu undangan tidak ada yang terlewat semua dipersiapkan dengan teliti karena setelah pesta penyambutan calon duchess kemarin, ini adalah pesta yang besar yang akan diselenggarakan istana sehingga semua orang yang terlibat terlihat semangat.
Hingga hari pesta pun tiba.
Camell memakai gaun yang cantik yang sudah dipersiapkan untuknya, berwarna merah maroon dengan hiasan brukat pada bagian dadanya. Meski tidak terbuka nyatanya gaun yang melekat pas ditubuh Camell tidak menghilangkan kesan anggun dan seksi. Camell berjalan sedikit cepat menuju taman istana dan tersenyum begitu melihat Cailladen berdiri menunggu dirinya.
"Tuan Cailladen, maaf lama menunggu." Camell berjalan sambil mengangkat sedikit gaunnya.
"Tidak, saya juga baru sampai." Cailalden sesungguhnya sangat tersihir dengan penampilan Camell malam ini.
"Saya memakai parfum yang diberikan oleh tuan Cai loh!" Mereka banyak mengobrol dan tertawa sambil berjalan menuju aula pesta yang bersebelahan dengan bangunan utama istana.
Begitu mereka tiba suasana gemerlap pesta yang dipadati oleh orang orang keren dan terkenal membuat Camell terkesima. Pesta ini sungguh mewah dan berkelas, sesaat mereka menikmati pesta dan mengobrol dengan bangsawan lainnya terdengar suara sambutan.
Camell dan seluruh peserta yang hadir dipesta itu memalingkan wajahnya kearah pintu masuk untuk melihat bintang utama pesta malam ini memasuki ruangan.
Lloyd masuk menggandeng tangan Cyness, meski senyuman Cyness terlihat terpaksa namun wajah wanita itu tetap cantik sedangkan wajah Lloyd terlihat sedikit datar memandangi seluruh ruangan hingga irish matanya dan Camell bertemu. Secara natural Camell memutus pandangan mereka, dia tersenyum teringat pesta acara peyambutan calon duchess karena suasananya sedikit mirip dengan malam ini.
Tapi dengan segera Camell menepis pikiran tentang kejadian yang tidak mengenakkan itu karena saat itu dan malam ini jelas berbeda. Saat itu Camell jelas baru memasuki Luckingham, tidak mempunyai tempat bergantung.
Pemberitahuan saat Lloyd akan mengadakan dansa pertamanya membuat Camell berjalan sedikit kearah pinggir mengikuti pengunjung pesta lainnya namun tanpa ada yang menduga sedikitpun Lloyd turun dan menghampiri Camell. Membungkukkan badan dan mengulurkan tangannya meminta kehormatan dansa pertama dari Camell.
Semua mata tertuju pada pemandangan mengejutkan ini, karena dansa pertama sudah pasti akan dilakukan dengan pasangan yang mereka bawa ke pesta.
Kenapa tuan duke mengajakku berdansa?!! Camell merasa sangat gelisah.
__ADS_1
Lloyd PoV
Lloyd berjalan gusar menuju taman belakang istana tempatnya berjanjian dengan Cyness. Dia bertekad satu hal akan mengatakannya pada Cyness malam ini.
Cyness memasang senyum lebarnya ketika Lloyd datang. "Lloyd, kamu sudah datang??? Ayo pesta akan segera mulai."
"Ada yang mau aku katakan dulu." Ujar Lloyd datar.
"Ada apa??"
Lloyd menjeda sebentar sebelum berbicara. "Hubungan kesepakatan kita, diakhiri saja.."
Cynes menggertakkan giginya. "...Kenapa?!"
"Jangan bersikap melewati batas, dan kemampuanmu yang dibawah standar. Dari dua hal yang ada dalam kesepakatan tidak ada yang kamu penuhi. Kalau begini aku juga jadi susah, kita tidak perlu pura pura menjadi kekasih. Aku akan pergi denganmu ketempat pesta, tapi ini akan jadi yang terakhir." Setelah berkata demikian Lloyd melangkahkan kakinya.
"Semua itu bukan alasan sebenarnya kan?!!" Ucapan marah Cyness menghentikan langkah Lloyd. "Apa kamu jatuh cinta pada wanita itu?!!!"
Lloyd mengernyitkan alisnya tidak senang, lagi lagi baginya Cyness melewati batas. "Iya!" Jawabnya tegas dan tanpa menunggu Cyness dia berjalan kembali.
"Kenapa... padahal selama ini kamu tidak pernah membiarkan siapapun disisimu, Lloyd??" Cyness memandangi punggung Lloyd.
Cyness banyak berdiam selama jalan menuju aula pesta dan dia berpikir keras.
Kalau begini semua akan sia sia dan sudah berakhir begitu kata putus keluar dari mulutnya!! Dukungan yang susah payah aku kumpulkan akan berpaling dariku. Aku akan kembali kedalam kehidupan bagai neraka lagi dirumah bersama kekuargaku yang seperti sampah itu. Tidak boleh!! Aku harus berbuat sesuatu!!!!
__ADS_1