Abandoned Flower

Abandoned Flower
C*bul


__ADS_3

Camell dan Lloyd menikmati makan siang bersama sembari menunggu para pengawal mempersiapkan kereta kuda sebagai satu satunya trasnportasi yang bisa menjangkau area cocok tanam dilaksanakan.


"Jadi anda memberi perintah apa tuan duke??" Camell memukai pembicaraan meski masih sibuk berkutat dengan makanannya.


"Hmm..?"


"Tadi saat saya berbicara dengan anak itu, Ron. Anda kan pergi menemui para pengawal kan??" Camell memotong potongan daging dipiringnya namun matanya fokus melihat Lloyd.


"Oh. Aku memerintahkan pengawal untuk menangkap pelaku jual beli budak. Karena personel pengawal disini terbatas aku memerintahkan mereka untuk berhati hati."


Camell meletakkan alat makannya. "Kenapa tuan duke tidak memakai tentara kerajaan disini??"


Lloyd memasang wajah serius. "Pemilik tanah dan pengurus disini tidak bisa dipercaya, aku juga tidak tahu mereka terlibat atau tidak perduli dengan kasus itu. Kalau rencana ini bocor bisa bisa ada pihak yang membantu pelaku jual beli budak itu lolos."


"Saya juga berpikir demikian, rasanya memang ada pihak pemerintahan yang terlibat." Camell mengangguk setuju.


Lloyd tersenyum miring, "Alasannya??"


Hahhh..! Dia sedang mengetestku sekarang???


Camell menatap Lloyd lurus, terdiam sebentar sebelum berbicara. "...Ron kan bilang kalau sering melihat pelaku jual beli budak itu di desa. Kalau tidak ada orang yang mendukungnya, mana bisa pelaku datang dan pergi dengan bebas. Lalu karena bencana kekeringan ini pajak negara menjadi rendah sehingga mereka punya alasan yang cukup untuk melakukan transaksi jual beli budak sebagai sumber penghasilan. Terlebih yang membeli budak adalah kalangan bangsawan, mereka juga harus mempunyai akses untuk berhubungan dengan para bangasawan." Camell masih menatap Lloyd dan tersenyum smirk. "Apa saya lulus test??"


Lloyd menaikkan alisnya terkejut dengan pertanyaan Camell lalu dia terkekeh. "Sepertinya kamu salah paham, aku tidak mengetestmu. Aku hanya ingin tahu apa kita sepemikiran atau tidak, karena sering kali kamu mempunyai pendapat yang tidak biasa."


"Lalu.. caramu menyusun strategi dengan anak tadi sangat bagus tidak seperti orang awam. Jadi aku penasaran apakah kali ini akan sama atau tidak." Lanjut Lloyd.

__ADS_1


Camell terdiam, sejujurnya dia malu. Wajahnya sedikit memerah, karena meski tidak dijelaskan dengan terperinci, Lloyd sedang memujinya.


Kalau kayak begitu kan tinggal bilang saja dari awal!


Saat suasana hening antar mereka, pengawal masuk dan memneri info kalau kereta kuda sudah siap. Camell dan Lloyd bangkit berdiri dan bersiap untuk pergi menuju tempat usaha cocok tanam.


Selama jalan menuju keluar dari ruangan mereka, Camell cukup banyak diam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Sepertinya masih ada yang mengganjal pikiranmu." Lloyd menatap Camell.


"Ah..!" Camell menundukkan kepalanya lagi setelah melihat Lloyd sekilas karena cukup terpukau dengan sikap Lloyd yang tanggap. "Keputusan untuk mendekati pelaku diam diam dengan pengawal sedikit mungkin memang tepat. Tapi saat pelaku sudah ditangkap dan masalah terselesaikan, kita tidak tahu apakah kakak anak itu sudah dijual apa belum."


"Kamu memikirkan itu yah..." Lloyd menjeda. "Itu hanya masalah pilihan saja. Kalau kita mengerahkan tentara kekaisaran kita bisa menyelamatkan kakak anak itu sebelum dijual tapi dengan resiko pelaku akan kabur dan kita akan kehilangan jejak mereka. Tapi kalau hanya pengawal saja yang beraksi kita bisa menangkap seluruh pelaku yang terlibat tapi kita tidak tahu apakah kakak anak itu sudah dijual apa belum"


"Se.. sebentar!!" Camell panik mendengar ucapan Lloyd. "Kenapa jadi saya yang harus memutuskan ini?? Anda sedang mengerjai saya atau hanya iseng??"


Lloyd tersenyum tipis. "Aku hanya berharap kamu puas dengan wisata ini."


Camell mengernyitkan alisnya, dia gusar karena apa yang dikatakan Lloyd benar.


Ini jahat karena aku harus berhati hati memutuskan hal yang menyangkut dengan penderitaan orang lain. Apa semua pemimpin mengkhawatirkan hal yang seperti ini yah??


"Situasi Ron memang menyedihkan, tapi kita tidak bisa bertindak gegabah hanya karena rasa kasihan. Kalau kita melepaskan pelaku jual beli budak itu akan muncul Ron kedua, ketiga dan seterusnya." Camell melirik dan tersenyum miring pada Lloyd yang berdiri dibelakangnya. "Anda puas yah membuat saya tidak peduli atas penderitaan Ron, anda menyebalkan juga yah."


Lloyd awalnya terkesima dengan semua pemikiran Camell lalu tersenyum mendengar penuturan wanita itu diakhir kalimatnya. Dia melangkah maju dan berdiri disisi Camell, merangkul pundak Camell dan menatapnya. "Kamu dan aku memang sepikiran." Lalu Lloyd menundukkan badannya agar wajahnya sejajar dengan wajah Camell dan berbisik rendah disamping telinga Camell. "Aku jadi penasaran, sejauh mana kita sepikiran."

__ADS_1


Terang saja Camell terkejut, dia dijarak yang sangat intim dengan Lloyd. Bukan hanya itu saja, hawa nafas panas pria itu yang terasa ditelinga hingga tengkuknya dan aroma parfum yang tercium dari pria itu benar benar membuat jantungnya bekerja dengan ekstra mendadak hingga tanpa sadar Camell memiringkan tubuhnya dan reflek mendorong Lloyd menjauh karena terkejut bukan main.


Dengan nafas yang terengah karena terkejut Camell memegang telinganya yang masih terasa panas terkena nafas Lloyd.


Ta.. tadi itu apa?!!!! Dia membawa 'hal yang tidak tidak' kedalam pembicaraan?!!


Meskipun wajah Lloyd sedikit memerah namun pria itu dengan cepat mengubah ekspresinya kembali datar dan lanjut berjalan.


Camell masih saja tergugu tidak bisa bergerak sambil memegang telinganya yang semakin memanas karena wajahnya sudah semerah tomat sekarang.


Dia.. dia ini c*bul yah?!!!


Camell berjalan mengikuti langkah Lloyd menuju keluar penginapan hingga menuju ke samping penginapan ada kereta kuda gang menunggu mereka. Wanita itu masih berkutat dengan pikirannya karena kejadian tadi.


Tenang Camellia, tenang!! Bisa jadi itu adalah bentuk kebiasaan bangsawan yang tidak pernah aku ketahui. Karena meakipun masih sangat konservatif tapi bangsawan sering kali melakukan kontak kontak fisik sebagai bentuk tata krama.


Camell mencuri melihat Lloyd setelah sedikit tenang saat mereka sudah duduk dalam kereta kuda berdua. Lihat saja.. dia tenang tenang saja kan seolah tidak terjadi apa apa. Benar benar seperti biasa, tenang.


Camell masih melirik Lloyd yang sibuk berbicara pada kusir dan pengawal lewat jendela kereta kuda untuk menginstruksikan tugas mereka.


Iya benar tenang tenang saja....


Tapi aku tidak bisa tenang!!!!! Meski dari luar Camell diam namun dalam kepala Camell saat ini terjadi badai tornado.


Ada apa sih dengan pria ini?!!

__ADS_1


__ADS_2