
Sejak kapan dia melihat kami?? Bukan kah ini saat yang tepat untuk aku meprovokasinya?? Entah mengapa aku tidak mau! Mereka adalah sepasang kekasih, aku merasa aku sedang melakukan hal yang tidak bisa aku lakukan.
Mendapat tatapan seperti itu dari Cyness tentu saja membuat Camell cemas dan ingin melepaskan tautan jemarinya dengan Lloyd. Camell berusaha melepaskan tangannya tapi Lloyd malah semakin mengeratkan jemari mereka.
Lagi??! Jangan sekarang!! Camell menatap Lloyd cemas.
Padahal kekasihnya sejelas itu disana, masa dia tidak melihat Cyness?! Kekasihmu menatap tajam kita tuan duke!!
Camell tidak berhenti mencoba melepaskan tangannya dari genggaman erat Lloyd, semakin dia berusaha Lloyd semakin mengeratkannya. Sampai pada suatu titik tubuh Camell tertarik kearah Lloyd karena memang pria itu menariknya mendekat.
"Hah??" Camell terkejut dan bertambah shock mendapati Lloyd merangkul pinggangnya dan menempatkan dia rapat disisi pria itu.
Bahkan Lloyd tidak berniat melepaskan rangkulannya sampai dia mengantar Camell kembali ke kamarnya. Acara jalan jalan ditaman yang penuh kecanggungan dan kecemasan membuat Camell tidak bisa tidur malam itu.
"Hhaaahhhhh...." Camell masih terbaring diranjang pagi hari ini, melamun sesuatu yang rumit dalam otaknya.
"Matahari sudah tinggi, apa nona Camell tidak akan beranjak dari ranjang??" Irene masuk dan membuka tirai tempat tidur juga membuka horden jendela.
"Aku..." Camell memosisikan dirinya untuk duduk dan membelakkan matanya begitu melihat jas yang Lloyd pinjamkan padanya digantung tepat didepan kasurnya. "Nona Irene?! Kenapa taro disana? Seolah olah mengharuskan aku untuk melihat itu!!"
Irene melebarkan senyumnya. "Kalau begitu mau digantung dimana?? Ini kan tidak bisa ditaro dalam lemari nona karena itu bukan baju nona Camell."
"I.. iya sih." Camell tersenyum pias.
Padahal aku sudah lupa tadi, tapi jas itu memaksaku mengingat kejadian semalam. Perasaan tidak nyaman seolah aku berselingkuh dengan pria yang memiliki kekasih, padahal aku tidak melakukan apa apa. Tentu saja aku pernah berpikir untuk mengalahkan Cyness dan menjadi duchess tapi aku tdiak berniat merusak hubungan mereka berdua. Aku gak akan berbuat jahat dengan mengganggunya seperti ini, kakau aku berniat seperti itu saat wisata aku pun punya banyak kesempatan. Apalagi saat tuan duke mabuk...!
"Apa yang nona Camell pikirkan??" Suara Irene menggema didekat telinga Camell membuat wanita itu terkejut dan sadar dari lamunannya.
"A.. apa yang aku pikirkan?! Kenapa aku berpikir begitu!!!!" Camell menjadi heboh dan malu sendiri seperti ketahuan berpikiran mesum.
"No.. nona?!" Irene juga terkejut karena Camell berteriak.
__ADS_1
"Po.. pokoknya kembalikan jas itu!!" Camell menunjuk jas Lloyd yang masih tergantung sempurna dengan wajah bersemu merah.
"Nona bicara apa...?" Irene menahan senyumnya dengan wajah meledek. "Bagaimana mungkin aku lancang memegang jas tuan duke?? Karena nona yang membawanya tentu saja nona yang harus mengembalikannya." Irene semakin melebarkan senyumnya.
Kenapa dia girang sekali?!
****
Setelah mandi, sarapan dan bersiap kini giliran Camell untuk bekerja. Mengambil beberapa berkas serta buku referensi juga alat komunikasi yang Lloyd berikan, Camell berniat untuk menelfon Albert Cougan.
"Halo tuan Albert." Sapa Camell begitu telepon tersambung.
"Ha.. halo. Apa ini nona Camellia??" Albert ragu.
"Iya benar."
"Yah ampun aku terkejut sekali mendapat telepon dari istana, aku pikir ada apa haha! Bagaimana kabar anda nona?? Aduh.. tapi yang lebih penting yang harus aku sampaikan adalah perkembangan pesat usaha cocok tanam disini! Nona briliant sekali, sungguh cerdas dan...!" Albert bahkan tidak berhenti mengoceh memuji Camell hingga membuat wanita itu terbebani.
"Anu.. tuan Albert.." Camell memotong.
Camell tersenyum dan menjabarkan rencananya mengenai negosiasi dengan lumbung bagian selatan, dengan antusias Albert pun menyetujui ide itu.
"Apa ini nona Camellia??" Terdengar suara wanita dari belakang Albert.
"Apa itu nona Ellora???!" Camell terkejut mendengar suara familiar itu.
"Ah ternyata benar yah nona Camellia. Apa kabar??" Ellora mengambil alih telepon itu dan berbicara dengan Camell.
"Yah aku baik meski sedikit pusing." Camell tertawa.
"Aku juga sudah mendengar kabar tentang pengelolaan lumbung. Apa aku boleh memberi pendapat juga??" Ellora jelas ingin membantu Camell.
__ADS_1
"Apa?? Tentu saja boleh!!" Camell antusias. Bagaimana aku bisa melewatkan pendapat seorang Ellora Challia?! Keberuntungan macam apa ini..?
"Untuk bernegosiasi dengan lumbung selatan pasti akan memerlukan biaya besar, coba gunakan harta bangsawan yang disita ssri kasus budak ilegal. Karena sidangnya belum lama selesai pasti harta itu belum tahu akan dikemanakan. Lagipula nkna ber hak karena nina lah yang memecahkan kasus budak ilegal ini." Ide dari Ellora membuat Camell takjub karena dia tidak terpikir kearah sana.
"Waah luar biasa! Baiklahh! Benar benar ide yang bagus. Aku harus mengucapkan banyak terimakasih pada nona Ellora." Camell bersungguh sungguh dalam ucapannya.
"Tidak perlu seperti itu nona, aku juga senang karena bisa membantu dalam membangun wilayah barat ini."
Akhirnya setelah merangkum berbagai ide dan gagasan mereka mengakhiri telepon itu.
Bekerja hingga hampir sore hari membuat Camell lelah, namun saat Maya datang dan membawa berbagai camilan lezat yang cantik sebagai teman minum teh membuat Camell semangat kembali. "Aaaaahh!!! Indahnya saat bersantai dan minum teh!"
"Ini sudah disiapkan sesuai permintaan nona, tapi..." Maya menatap Camell gundah.
"Tapi apa??"
"Nona tadi siang saat makan siang juga makan dalam jumlah besar, sekarang saat minum teh juga banyak makan yang manis manis. Kalau begini terus tubuh nona bisa gemuk!" Omel Maya.
"Aku sudah bekerja keras sedari pagi, aku pantas menikmati semua ini." Ucap Camell tenang sambil menikmati potongan cake dalam mulutnya.
Maya terus saja mengomel dan Camell membela diri dengan santai membuat keduanya terlibat pembicaraan yang tidak penting.
"Nona ada telepon." Irene masuk membawa alat komunikasi dsri Lloyd.
"Dari istana?? Siapa ini??" Camell menatap info kode nomor yang tertera.
"Halo?" Camell mengangkat alat komunikasi itu.
"Halo!" Ujar suara disebrang sana.
"Sa.. saya menghadap tuan duke!" Camell terkejut sampai hampir tersedak kuenya mendengar suara Lloyd dan langsung menyapa dengan formal.
__ADS_1
"Tidakkah kamu terlalu terkejut??" Ujar Lloyd aneh.
Sama sama diistana kenapa dia menelpon aku?? Bikin kaget saja!