Abandoned Flower

Abandoned Flower
Pintu yang Tertutup


__ADS_3

"Bagaimana?" Winter berdecih. "Apa dia berlari riang keluar gerbang ketika pintu sudah dibuka??"


"Itu.." Agustin kebingungan menyampaikan pesan. "Pin.. pintunya, katanya ditutup kembali begitu sudah dibuka."


"Ditutup kembali?!" Winter menatap Agustin tidak percaya.


"Iya tuan Winter. Pelayan pelayan yang saya utus yang menyampaikan hal itu. Begitu saya memerintahkan pintu untuk dibuka tapi pelayan nyonya Flo menutupnya kembali dari dalam."


"Si menyebalkan itu lagi lagi!" Winter mengeratkan kepalan tangannya. "Sudah tidak ada yang perlu di khawatirkan, biarkan saja! Mulai detik ini kamu tidak perlu menyampaikan laporan apapun dari kediamam Flo, apapun yang terjadi abaikan saja!" Kesal Winter.


"Kalau aku sudah mengalah dan bersifat lunak harusnya dia melakukan hal yang sama! Menyebalkan!!"


Agustin hanya bisa pasrah mendengar ucapan Winter, karena bagaimanapun dia juga tidak tahu harus bersikap bagaimana.


..


Hari hari berlalu, semua pelayan di Luckingham banyak bergosip saat membersihkan taman.


"Teman teman! Kalian sudah dengar gosipnya?!" Tanya seorang pelayan pada teman lainnya yang berkumpul.


"Apa?! Kamu kau membicarakan tentang 'bunga liar' yah?? Kami juga sedang membicarakannya." Mereka tertawa bersamaan.


"Gosip yang sudah menyebar ke seluruh Luckingham!"


"Banyak yang melihatnta juga!" Semua saling menimpali.


"Katanya hampir setiap malam ada hantu yang bergentayangan di istana bunga tempat nyonya duchess tinggal. Hantu yang berkeliaran dan sering terdengar suara rintih kesakitan. Cuma membayangkannya saja aku sampai merinding!! Hiiy!"


"Kabarnya lagi itu adalah hantu pelayan yang meninggal akibat disiksa oleh nyonya duchess!"


"Tapi wajah nyonya duchess saja sudah menyeramkan! Mana ada hantu yang berani kesana! Haha!"


"Haha haha benar sekali!" Mereka tertawa seakan itu adalah hal lucu.


Winter yang berjalan di dekat sana tentu saja mendengar itu semua, Dylan dan Ronan pun juga mendengar hal itu.


"Tsk! Mereka dibayar untuk bekerja! Tapi kenapa mulut mereka bekerja lebih banyak! Apa saya harus menegur mereka tuan Winter?" Ronan berdecak kesal.


"Tidak perlu!" Ketus Winter dan pria itu tetap berjalan.


"Tuan Winter, ini sudah 5 hari sejak pintu dibuka. Tapi.." Dylan berkata hati hati. "Bahkan sampai ada gosip seperti itu"


"Apa 3 pelayan Flo lainnya masih dipenjara?? Bebaskan mereka semua!" Winter tetap acuh dan pergi, namun dalam hatinya dia merasa sesak dan kesal.


Sebenarnya apa yang sedang terjadi?!

__ADS_1


****


'TukTuk Tuk!'


Beberapa kali Winter mengetuk jarinya diatas meja dengan gelisah, hari ini dia sedikit senggang dari pekerjaannya namun entah kenapa dia merasa tidak begitu lega dalam hatinya.


"Tuan Winter." Agustin masuk kedalam ruang kerja Winter setelah tadi mengetuk pintu.


Winter menaikkan alisnya menatap Agustin dengan senyuman mengejek. "Apa lagi kali ini? Apa ada berita terbaru dari kediaman Flo?!"


"Bukan." Agustin menipiskan bibirnya. "Maksud kedatangan saya, ini ada titipan surat dari kerajaan. Ratu memerintahkan pendeta kuli suci untukĀ  acara penobatan gelar duchess."


Winter mengambil surat resmi itu dan membacanya. "Aku sampai lupa." Winter mencubit pangkal hidungnya. "Setelah menikah gelar duchess belum dinobatkan secara resmi yah, sudah hampir saatnya. Kabarkan ini ke kediaman Flo."


"Baik tuan Winter."


Agustin tergopoh berjalan kearah kediaman Flo, pria paruh baya itu berpikir mungkin Flo akan girang setengah mati mendengar kabar ini. Namun begitu dia berbelok kearah taman bunga milik Flo dia melihat 3 pelayan Flo berteriak dan memukul gerbang kayu kediaman Flo.


'Dug Dug Dug!!'


"Nyonya!! Nyonya!! Ini kami! Buka pintunya!!"


"Apa yang terjadi?? Kalian pelayan nyonya kan?? Bukankah kalian sudah dibebaskan sejak kemarin? Kenapa masih disini??"


Gemma memasang raut sedih, "Tuan Agustin, hiks. kami sudah semalaman berdiri diluar gerbang, namun kami tidak diijinkan masuk."


'Dug Dug Dug!!'


"Nyonya Flo buka pintunya!!" Gloria juga ikut berteriak.


Agustin menghela nafas kasar, "Kalian minggir dulu."


'Dug Dug Dug!!'


Agustin memukul pintu kayu itu, "Nyonya Flo!! Selamat nyonya, hari penobatan akan dilakukan pertengahan di bulan depan!! Nyonya Flo!! Selamat!!"


Agustin terengah, dia baru saja mengetuk dan berteriak selama 15 menit namun sudah kehabisan tenaga. Dan pintu benar benar tertutup seperti tidak ada tanda kehidupan disana.


"Ini gawat!" Agustin menggeleng tak percaya dan langsung pergi secepat mungkin dari sana.


..


"Tuan Winter! Ini saya Agustin." Agustin membuka pintu ruang kerja Winter.


Winter yang menyadari kedatangan Agustin langsung mengangkat sudut bibirnya tersenyum miring. "Baiklah, kau mau melapor apa lagi? Apa kali ini dia sampai bertelanjang kaki keluar saking senangnya??"

__ADS_1


"Bu.. bukan begitu." Agustin memasang wajah cemas, "Saya mau menyampaikan bahwa pintu gerbang kediaman nyonya masih saja tertutup. Saya ingin meminta ijin perintah dari tuan Winter untuk menghancurkan pintu tersebut."


Winter mengangkat kedua alisnya, dia sedikit terperangah. "Jadi maksudmu pintunya tetap tidak dibuka meski sudah mendengar kabar penobatan??!"


"Be.. benar. Lalu.." Agustin terlihat ragu, "Maaf, tapi belakangn gosip yang terdengar di istana sangat tidak wajar.."


"Cukup!!" Sentak Winter marah. "Dia sengaja melakukan ini semua, dia hanya ingin menang dariku. Dia hanya bersikeras agar aku datang kesana, dia merengek seperti ini hanya untuk meminta aku mengalah lagi dengan sifatnya!!" Pria itu sama sekali tidak menutupi kekesalannya.


"Tapi tuan Winter, menurut saya nyonya tidak bermaksud demikian."


Winter melempar semua dokumen diatas mejanya.


'Brraaaaakk!!'


"Menyebalkan!! Tidak salah aku membencinya! Wanita angkuh!!"


Agustin dan beberapa pelayan disana sampai bersingut takut melihat amarah Winter.


****


Tengah malam Winter terbangun dari tidurnya, dia merasa sangat tidak nyaman.


Dipikir bagaimanapun aku tetap saja merasa kesal dan benci!! Aku tidak akan membiarkannya! Sebenarnya apa yang dia rencanakan sampai keras kepala seperti ini!!


Winter memakai jubah tidurnya dan membuka pintu kamar dengan keras membuat beberapa pengawal yang berjaga terkejut.


"Tuan Winter?!!" Empat pria pengawal itu sampai bangun dari duduknya, terkejut melihat Winter berjalan keluar.


"Jangan ada yang mengikuti aku!!" Hardik Winter tanpa memperdulikan mereka dan tetap berjalan dengan cepat. Tujuannya adalah kediaman Flo.


Lihat saja!! Aku tidak akan membiarkan ini! Aku gak akan terkejut melihatmu mati kelaparan! Aku pastikan ini, pasti!!


Namun setelah pria itu sampai pada gerbang kediaman Flo, dia hanya terdiam marah sambil melihat gerbang yang tertutup rapat, bahkan lampu juga tidak dinyalakan.


"Si*lan!!" Umpat Winter kesal dan memutuskan untuk pergi dari sana.


'Kkkrriitttt'


Namun bunyi suara pintu didorong perlahan menghentikan langkah pria itu dan memilih untuk mengawasi dari balik pohon. Winter berdecih sinis ketika melihat sosok wanita memakai jubah hitam berjalan mengendap keluar dari kediaman Flo.


Benar, sudah aku duga. Untuk tipikal wanita iblis seperti itu, pasti dia tidak akan berdiam diri dan merencanakan sesuatu. Tapi kenapa dia diam diam tengah mal...


Winter mengerutkan alisnya melihat sosok itu.


Ternyata bukan Flo.. dia mau pergi kemana??

__ADS_1


Setelah Winter yakin itu adalah Altez, pria itu memutuskan untuk mengikuti jejak Altez diam diam karena wanita itu terlihat sangat mencurigakan.


Pergi diam diam tengah malam. Sebenarnya dia mau kemana dan apa tujuannya?!


__ADS_2