Abandoned Flower

Abandoned Flower
Memperlihatkan Perasaan


__ADS_3

Summer berjalan menuju kediaman Leana untuk sekedar berbincang, dia merasa sedikit bosan sebab hari ini semua pekerjaannya sudah selesai. Dalam perjalanannya menuju kediaman Leana, Summer bertemu dengan kepala pelayan Leana.


"Tante Leana sedang ada tamu yah?"


"Ah nona Summer." Kepala pelayan itu menyapa Summer. "Iya nyonya Leana kedatangan tamu, keponakannya sedang datang."


"Baiklah." Summer tersenyum dan hendak berbalik untuk menuju ke kediamannya lagi.


Namun tidak jauh dari sana ada 3 selir Winter sedang bercakap cakap, Alesha, Renai dan Beathrik.


"Kepala pelayan tante Leana sangat sopan yah dengan nona Summer yah." Ujar Alesha cekikikan.


"Iya. Memang kita mana boleh sih memandang orang hanya dari gelar dan kekayaannya saja." Renai ikut menimpali dengan nada ejekan.


"Kalian ini!" Beathrik mengambil alih. "Kita jadi manusia harus tahu diri. Pffttt tidak ingat Flower juga hancur karena tidak tahu diri."


"Duuhh nyonya Beathrik. Mana boleh sih menjelek jelekkan orang yang sudah diusir!" Renai terbahak bahagia diikuti oleh Alesha.


Summer mendengar itu semua dan dia dengan cepat berjalan menuju ke kediamannya.


Aku takut.. aku takut dengan hati ini yang mulai tamak. Lebih takut lagi karena aku tahu bodohnya perasaan itu.


Akan lebih mudah jika Winter hanyalah orang biasa saja.. begitu juga denganku. Apa hebatnya bangsawan yang mempungai gelar tinggi? Apa salahnya bangsawan yang bergelar rendah??


Para selir itu menertawakan Flower karena ambisinya terhadap posisi yang sulit dicapai, meski nama Flower yang disebut bukankah sebenarnya mereka menertawakan aku?


Aku tidak selancang itu menginginkan posisi duchess dan selir.. aku hanya ingin menjadi pemilik hati Winter.


****


Seharian ini Winter terus menerus memikirkan apa yang Ronan lakukan kemarin di kediaman Flo, selain kedapatan olehnya semalam, tingkah Ronan sama sekali tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan. Pria itu tetap melakukan tugasnya seperti biasa dan terus melapor segala hal menggantikan Agustin.


"Tuan Winter, ini hasil laporan keuangan yang anda minta." Dylan menyerahkan sebuah map pada Winter.

__ADS_1


Winter hanya meletakkan map itu dengan acuh, "Ada apa lagi?" Tanya Winter melihat gelagat Dylan.


"A.. apa tuan Winter mengetahui kabar nyonya Flo?" Tanya Dylan hati hati.


Winter mengerutkan alisnya memasang wajah tak suka dan tersenyym sinis. "Sudah pasti dia hidup dengan nyaman dan seenaknya di villa yang aku sediakan kan? Meski itu dipinggir kota namun.."


"Maafkan saya yang lancang ini tuan Winter." Dylan menyela. "Saya baru saja mendatangi tempat itu hanya untuk memeriksa keadaan dan memberi laporan. Namun yang saya dapatkan sangat mengejutkan, rumah itu kosong dan nyonya sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki disana."


'Braaakk!' Winter memukul mejanya.


"Apa maksudmu?!! Para pelayan istana dari kediaman Flo juga sudah pergi kesana untuk menjaganya!"


"Maaf, tapi ketiga pelayan itu juga tidak pernah muncul di villa yang tuan tunjuk."


Winter mengepalkan tangannya.


Sebenarnya pergi kemana kamu Flower?!!


****


Larut malam Flo duduk dekat jendela, Gemma masuk untuk mengecek penghangat ruangan terkejut mendapati Flo masih belum tidur.


"Nyonya Flo, anda masih belum tidur??"


Flo melihat Gemma sekilas. "Aku tidak bisa tidur karena teringat akan masa lalu."


Wajah terlejut Gemma tidak bisa disembunyikan.


Apa nyonya kembali mimpi buruk?!


"Apa yang nyonya pikirkan??" Gemma hawatir dan dengan segera duduk disebelah Flo.


"Aku teringat ibuku." Pandangan mata Flo menerawang. "Dulu saat kecil, ibu melarangku untuk mendekatinya. Aku bertindak sesuka hati, tidak pernah diberitahu mana yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan. Semua orang membenciku, tapi bagaimana bisa ibu juga membenciku? Akhirnya aku tersadar saat melihat ibu, pada siapa aku harus bersandar? Apa yang harus aku lakukan agar dicintai." Flo menjeda.

__ADS_1


"Betapa menyedihkan dan kesepian wanita yang tidak dicintai itu."


"Nyonya sudah hampir pagi, lebih baik anda tidur." Gemma merasakan kesedihan yang mendalam dari perkataan Flo. Namun dia hanya ingin Flo tidak mengingat hal tersebut.


"Angin berhembus dihatiku."


"Angin behembus didalam hati yang hampa dan tidak ada tempat untuk bersandar.. adalah saat sehari sebelum ibu meninggal dan saat itu ibu berjanji padaku bahwa dia tidak akan meninggalkan aku."


Gemma menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia terisak dalam hening.


Nyonya Flo.. bagaimana caranya agar aku bisa mengurangi kesakitan yang anda rasakan...


****


Setelah lewat dari 10 hari barulah Ethan mempunyai kesempatan untuk mengunjungi Flo. "Dimana Flo?" Ethan bertanya pada Nora yang sedang merapikan pakaian Flo.


"Ah! Tuan Ethan." Nora memberi hormat. "Nyonya sedang di taman belakang untuk berjemur sebentar."


Ethan hanya mengangguk tersenyum dan pergi mencari Flo, pria itu menyunggingkan senyumnya melihat Flo berdiri melamun menatap pohon bunga lilac yang sudah mulai bermekaran.


"Apa kamu ingat saat kecil kamu pernah bersembunyi dibawah pohon bunga lilac dan menangis diam diam." Suara Ethan mengejutkan Flo.


"Ethan." Flo tersenyum menatap pria itu lalu kemudian senyumnya menyurut. "Aku tidak pernah menangis!" Dengus wanita itu angkuh.


Ethan terkekeh dan menghampiri Flo. "Kalau aku tidak salah ingat itu hari dimana Winter mengabaikanmu dikelas tata krama. Kamu menangis dibawah pohon lilac, apakah dia tau kalau kamu sering menangisinya?"


"Hari itu tidak akan tiba!" Kesal Flo. "Aku tidak akan pernah menangis dihadapan Winter."


Ethan menatap bunga lilac yang bermekaran. "Ada pepatah cina dulu yang mengatakan, jika kamu tidak memperlihatkan hatimu maka kamu tidak akan bisa mendapatkan hatinya." Ethan menatap Flo dalam. "Perlihatkan air matamu agar orang lain bisa membantu untuk menyekanya, jika kamu terus bersembunyi dan menyeka air matamu sendiri maka tidak ada seorangpun yang bisa membantumu."


Flo hanya terdiam mendengar ucapan Ethan.


Apakah seperti itu... Winter.. Apa jika aku memperlihatkan air mataku, aku bisa mendapatkan hatimu? Apa benar seperti itu...

__ADS_1


__ADS_2