Abandoned Flower

Abandoned Flower
Licik


__ADS_3

Camell berpikir hidupnya akan damai setelah mendapat guru private dan bisa belajar dengan tenang, yah itu berarti bahwa tuan duke mengakui keberadaannya di Luckingham kan? Tapi dia lupa satu hal, di akui berarti benar benar mengambil peran sebagai calon duchess. Ada hal hal yang tidak dapat dia hindari, seperti siang hari ini.


Camell berusaha mengunyah makanannya dengan santai, wajahnya tenang namun hatinya sangat tidak nyaman.


Makan siang yang menyiksa! Padahal makanannya sangat enak!


Ketika ada lebih dari satu calon duchess sudah pasti duke harus menghabiskan waktu dengan keduanya secara bergantian. Seperti siang ini, jadwal untuk Camell makan siang bersama dengan Lloyd.


Saat tadi pagi Irene memberitahu jadwal itu mulai berlaku hari ini membuat Camell kehilangan semangatnya.


Seperti biasa yah.. wajahnya itu dingin seperti angin malam yang berhembus.


Camell melirik Lloyd yang makan tanpa ekspresi dihadapannya.


Kemarin itu aku tidak terlalu mempermainkannya kan yah?? Ah bodo amat aku tidak perduli apa yang dia pikirkan!


Seketika irish mata Lloyd bertemu dengan mata Camell membuat wanita itu tersentak terlejut dan langsung membuang arah pandangannya.


"Aku ingin.. mengucapkan terimakasih dengan benar padamu."


Camell terkejut mendengar apa yang Lloyd ucapkan dan menatap pria itu.


"Berkat idemu sepertinya kekeringan di wilayah barat bisa diatasi."


Camell menatap Lloyd dengan perasaan yang aneh, bahkan Lloyd memgucapkan terimakasih dengan wajah yang datar dan dingin.


"Kami mengadakan penelitian tentang pohon sesuai saranmu dan mengundang peneliti yang ahli dibidang tanaman. Dan mendapatkan banyak fakta menarik tentang pohon, masalah itu sudah mendapat mufakat di rapat. Usaha cocok tanam akan segera dimulai di wilayah itu..." Lloyd terus berbicara menerangkan pada Camell.


Akhirnya aku malah membantu tuan duke yah?? Syukurlah kalau ideku bisa membantu wilayah bagian barat tapi... kok aku merasa jengkel yah membantu tuan duke??  Aku harus menjawabnya dengan apa nih??


Camell masih saja menyimpan dalam hatinya perlakuan Lloyd yang merendahkannya karena selama ini dia tumbuh dengan kasih sayang melimpah dari keluarga juga teman temannya. Camell belum pernah bertemu manusia seangkuh Lloyd.

__ADS_1


"...Apapun pendapatmu aku ingin mengucapkan terimakasih. Meskipun itu bukan demi aku.. kamu telah memikirkan suatu solusi yang bijaksana untuk rakyat..."


Camell menaikkan alisnya mendengar ucapan Lloyd.


Aah.. rupanya dia benar benar tulus berterima kasih. Kalau begitu aku juga tidak akan bersikap perhitungan dengannya!


"Saya hanya menyampaikan apa yang saya ketahui saja." Camell tersenyum.


Lloyd membalas senyuman Camell dengan manis membuat Camell berdehem karena terkejut dan langsung menundukkan kepalanya.


Dia bisa senyum juga yah ternyata...?


Suasana sedikit menjadi canggung, namun Lloyd dengan cepat memecah suasana itu. "Sebentar lagi liburan esthus. Ada tempat yang ingin kamu kunjungi?? Meskipun kamu terlihat tidak suka ini tapi anggap saja ini sebagai bentuk balas budi dariku." Lloyd menggaruk tengkuknya yang tidak gatal terlihat sedikit canggung. "Aku bersedia pergi kemanapun yang kamu mau."


"Hmmm.." Entah kenapa Camell juga merasa kikkuk melihat Lloyd yang canggung.


Meskipun namanya wisata musim panas.. tapi ini pasti tidak akan menajdi wisata yang biasa saja. Aku tidak ingin ke istana kristal, aku ingin ketempat yang menguntungkan buatku. Pasti ada alasan Irene menyuruhku ke istana Kristal, tapi itu hanya akan menjadi liburan biasa yang membosankan..


Irene dan Maya yang berjaga disana pun terkejut, Lloyd pun tidak menduga tempat yang Camell inginkan. "Disana sangat berbahaya.."


"Tadi tuan duke berkata akan kemanapun tempat yang saya inginkan." Camell tidak suka permintaannya ditolak.


"Aku tidak bilang tidak bisa kesana." Lloyd menghela nafas dan bersidekap. "Tapi sampai detik ini belum ada manusia pun yang minta ketempat itu sebagai tujuan wisata dalam liburan esthus."


"Sekarang ada." Kekeuh Camell. "Aku ingin kesana."


Lloyd terkekeh dan masih bingung dengan keinginan Camell. "Ke wilayah bagian barat tidak seperti wisata ke istana khusus, disana jelas harus berbaur dengan masyarakat biasa." Lloyd berkata demikian sudah jelas karena tidak pernah ada satupun putri bangsawan yang bersedia kesana.


"Kalau begitu.. sudah pasti lebih baik kita menyamar dan tidak membawa banyak pengawal kan??" Camell terlihat sangat antusias.


Lloyd tertawa pelan. "Terserah padamu saja."

__ADS_1


Camell tersenyum lebar. Mendengar ada wilayah yang mendapatkan perubahan akibat usul dariku tentu saja membuatku ingin melihatnya langsung! Dan terjun secara langsung adalah metode belajar yang paling efisien, mana mungkin aku melewatkan kesempatan ini!


Setelah hidangan penutup selesai mereka makan, Lloyd bangkit berdiri. "Kita sudah bisa kembali sekarang."


"Ah iya baik tuan duke." Camell berdiri.


Saat mereka berjalan keluar pintu, Lloyd berbalik kearah Camell dan menjulurkan tangannya.


Camell tersikap, apakah Lloyd melakukan sopan santun tata krama bangsawan untuk mengantarnya sampai keruangan.


Camell menyambut uluran tangan Lloyd, pria itu menggandeng Camell untuk mengantarkannya.


Camell sedikit canggung namun dia tetap bersikap biasa saja. Mereka berjalan tanpa berbicara hingga diujung lorong berpas pasan dengan Cyness. Camell menaikkan alisnya melihat Cyness, wanita itupun tidak kalah terkejut mendapati Lloyd sedang bersama Camell.


"Saya memberi hormat pada tuan duke." Cyness tersenyum memberi hormat dan bersikap formal karena banyaknya pelayan yang juga berada disana. "Nona Camell." Cyness juga menyapa Camell.


"Nona Cyness." Camell menyapa kembali.


"Sepertinya kalian baru selesai makan siang??" Cyness memulai pembicaraan.


"Iya." Camell menjawab singkat.


"Sudah kewajiban tuan duke menghabiskan waktu dengan kedua calon duchess, kan waktu itu aku sudah bilang." Cyness tersenyum lebar. "Aku juga menantikan waktu makan bersama kita Lloyd eh maksudku tuan duke." Cyness tertawa malu.


Camell meringis geli melihat tingkah Cyness yang penuh kepura puraan itu.


Lihatlah dia.. seakan menyindir aku agar tidak merasa tinggi hati karena makan siang ini dilakukan semara karena kewajiban. Bisa bisanya mengucapkan kata kata yang mengesalkan seperti itu dengan wajah sok polos.


Tanpa sadar kekesalan Camell terluap lewat tangannya, dia menggenggam erat tangan Lloyd tanpa disadari.


Cyness yang menyadari itu menggigit bibirnya kecil dan kembali memulai aksinya. "Lloyd, waktu itu kamu bilang padaku kalau kamu suka sakit kepala. Aku sudah mendapatkan teh yang bisa menyembuhkan sakit kepala. Kebetulan kamu sudah selesai makan, bagaimana kalau minum teh diruanganku??"

__ADS_1


Camell mengernyitkan keningnya mendengar penawaran Cyness pada Lloyd. Dasar wanita licik!! Karena mereka sepasang kekasih sudah pasti tuan duke akan ikut dengan nona Cyness dan membuatku terlihat konyol dihadapan pelayan sebanyak ini!!


__ADS_2