
Lloyd tidak merasa setuju atas usulan Antonio, namun jika dia terlalu bersikeras menentang tentu semua pejabat bangsawan akan mempertanyakan kredibilitasnya sebagai duke yang condong sebelah.
Lumbung barat telah lama kosong karena bencana kekeringan, semua orang juga mengetahui hal itu. Tempat itu membutuhkan bantuan bukan sekedar pengelolaan. Namun karena Lloyd banyak memuji kinerja Camell bahkan sebelum kompetisi dimulai tentu saja untuk beberapa orang menganggap kalau Camellia telah mencuri start lebih dahulu.
Sedangkan Camell sendiri tentu belum mengetahui hal ini dan menjalani hari hari seperti biasa. Tapi tidak semua orang tahu bahwa Camell pun merasakan keresahan yang tidak beralasan seiring kompetisi La Hadrin semakin dekat.
Sebaiknya aku jalan jalan ditaman untuk menyegarkan pikiranku.
Camell memberesi buku dan bahan belajarnya, lalu memerintahkan Maya dan Irene serta beberapa pelayannya untuk menemaninya berjalan jalan ditaman.
"Sepertinya akan masuk musim panas yah, mulai terasa gerah." Irene merasakan angin musim panas mulai bertiup.
"Iya yah.." Camell pun merasakan hal yang sama.
Saat hendak menuju persimpangan taman Camell hampir saja bertabrakan dengan Cailladen dan rombongan pengawalnya.
"Tuan Cailladen..?" Camell terkejut.
"Ah! Hai nona Camellia. Sudah lama yah sejak terakhir kita bertemu. Bagaimana kabarmu??" Cai langsung memasang wajah yang berbinar menatap Camell.
"Iya, lama tidak berjumpa. Saya baik baik saja. Bagainana dengan tuan Cailladen??"
"Saya baik. Apa liburanmu menyenangkan?? Aku mendengar banyak cerita." Cai tersenyum pada Camell.
"Ya benar, banyak hal yang terjadi. Semua sangat menyenangkan." Camell tersenyum lebar menatap Cai.
Tidak ada yang berubah dari pria ini, tetap selalu membuat orang merasa nyaman dan tidak canggung. Aku jadi merasa bersalah pernah marah padanya.
"Tuan Cailladen sendiri kelihatannya sedang sibuk?"
Cai tertawa singkat. "Kesibukanku masih sama mengawasi wilayah utara dan melatih pasukan ksatria. Tidak ada hal khusus."
"Oh.. begitu yah.. haha!" Camell tertawa.
Tawa Camell yang begitu cantik membuat Cailladen tidak pernah bosan menatap wanita itu. "Hmm.. no.. nona Camell.. aku.."
"Permisi nona Blooming." Seorang pria datang menghampiri Camell dan menyelak perkataan Cai. "Ah aku tidak tahu kalau ada tuan muda Sterna." Pria itu langsung membungkuk memberi hormat.
"Iya tidak masalah Kirion." Cailladen terlihat kik kuk sesaat.
__ADS_1
Sir Kirion?? Dia kan.. tangan kanan tuan duke. Camell menatap kirion.
"Maafkan saya karena menyelak pembicaraan ini, tapi saya mencari nona Blooming sejak tadi. Ada informasi terbaru tentang kontes La Hadrin." Kirion masih merasa sungkan pada Cai dan Camell.
"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu nona Camellia." Cailladen menundukkan kepalanya sedikit dan lanjut berjalan bersama rombongan pengawal itu, baru beberapa langkah Cailladen berjalan dia kembali menoleh mencuri pandang menatap Camell yang berbicara pada Kirion, lalu dia menipiskan bibirnya dan kembali melanjutkan jalannya.
****
Seperti yang disampaikan Kirion beberapa hari lalu, hari ini Lloyd, Cyness dan Camell berkumpul dalam satu ruangan untuk mengetahui pembagian wilayah pengelolaan lumbung.
"Mengurus lumbung tiap tiap daerah adalah tugas utama Duchess dan hal yang paling mendasar. Masing masing calon duchess akan diserahi 1 dari 8 lumbung wilayah untuk diurus. Dan kemampuan calon duchess akan dinilai dari hasilnya."
Lloyd terus memberi penjelasan dan aturan kontes ini, Camell tersenyum percaya diri.
Mengurus lumbung itu tidak buruk, aku pernah belajar manajemen dikantor ayah.
"Aku akan memberitahu wilayah lumbung yang dibagi." Lloyd menjeda sebentar. "Nona Cyness mengurus lumbung timur. Dan nona Camellia mengurus..." Lloyd menatap mata Camell. "Lumbung barat."
Seisi ruangan itu terkejut mendengar apa yang Lloyd ucapkan namun tidak dengan Cyness, tentu saja dia sudah mengetahui hal ini dari ayahnya.
Semua dayang dan pelayan berbisik dan terkejut membuat Camell merasa aneh.
Camell menatap Lloyd kesal. Kok begini sih?? Benar kan dugaan ku tuan duke benar benar tidak bisa diterka.
Namun lama kelamaan Camell menyadari bahwa daut muka Lloyd juga terlihat suram. Aku... yang mendapat kesulitan tapi kok dia yang cemberut..?? Ini giman aku harus menerimanya..? Apa... ini bukan kehendak tuan duke??
Camell mencoba bersikap lebih tenang, di menyeruput gelas teh nya dan tersenyum. "Baiklah tuan duke." Jawabnya lugas. "Saya akan banyak memperhatikan masyarakat wilayah bagian barat."
Cyness mengerutkan alisnya menatap Camell curiga melihat respon wanita itu tidak sesuai harapannya.
Lloyd terdiam sesaat mendengar ucapan Camell. "Baiklah.. tolong yah nona Camellia."
"Baik." Camell tersenyum percaya diri.
Tadi saat pertemuan Camell memang tersenyum percaya diri, namun begitu sudah kembali keruangannya Camell hanya duduk diam membisu dan berpikir sendirian.
Maya dan Irene terus saja berceloteh tidak terima, "Sangat tidak masuk akal!! Lumbung wilayah barat?!!" Maya terlalu mengekspresikan emosinya.
"Lumbung wilayah barat sudah gulung tikar akibat kekeringan!! Sangat tidak masuk akal memasukan lumbung wilayah barat dalam daftar dari 8 lumbung!" Irene menimpali dengan wajah kesal. "Ini tidak tepat untuk dijadikan tugas, mau diurus seperti apapun yang ada hanya ketidakpuasan!!"
__ADS_1
Camell memumpukan wajah pada tangannya dipinggiran meja dan menatap datar Irene serta Maya yang tidak berhenti mengomel lalu menghela nafas panjang. "Ini sudah ditentukan kan?? Kalau sudah diumumkan berarti sudah ada pengesahan dari pejabat lain. Mengeluhpun tidak akan mengubah apa apa."
"Ini sama saja kompetisi sia sia! Sama saja jatuh kelubang yang digali sendiri!" Maya terus saja mengomel.
"Kita harus cari cara." Ujar Camell tenang.
Irene dan Maya saling bertukar pandang,
Camell tersenyum menatap kedua orang itu, dia mengeluarkan alat komunikasi yang Winter beri. "Tidak apa apa, percayalah padaku." Camell tersenyum.
****
Camell bangun pagi ini dengan segudang rencana, dia menghabiskan malam berkomunikasi dengan ayahnya. Menceritakan keadaannya dan meminta pendapat. Tentu saja Winter sebagai ayah yang terlalu mencintai putrinya itu tidak akan diam saja. Ada banyak sekali arahan dan wejangan untuk Camell, jadi hari ini dia akan merealisasikan ajaran ayahnya itu. Bagi Camell memiliki ayah mantan seorang duke adalah kartu As yang tidak mungkin bisa Cyness bandingkan.
Camell mengajak Irene untuk keluar hari ini, sejak di umumkan pembagian wilayah kontes ini secara tidak langsung sudah berjalan.
"Ada banyak kejanggalan sebenarnya, jika tuan duke terdahulu sudah tidak bisa campur tangan untuk masalah ini, dan melihat ekspresi tuan duke kemarin maka keputusan pembagian wilayah ini tentu bukan dari mereka." Camell masih saja memikirkan kejanggalan pembagian wilayah yang tidak adil ini.
"Benar, biar bagaimanapun biasanya calon duchess akan mendapat wilayah yang kondisinya sama." Irene menimpali. "Pasti ini ulah tuan marquiz Antonio Bourbon." Bahkan Irene tidak segan menuding secara lansung. "Aku akan mencari tahu ke bagian atas! Lalu nona Camellia, sekarang kita akan kemana?"
"Sampai." Camell tersenyum dan turun dari mobil dan supir yang dia minta dari Agustin untuk pergi hari ini.
"Kantor sskretariat negara??" Irene membelakkan matanya.
Camell hanya tersenyum dan berjalan masuk diikuti oleh Irene.
Kalau ingin menyelesaikan tugas yang berat mengurus lumbung wilayah bagian barat aku butuh rekan yang kompeten!
"Aku ingin bertemu dengan orang ini..." Camell menyodorlan selembar kertas berukuran kecil pada ajudan yang berjaga disana.
Ajudan itu menaikkan alisnya dan mengantar Camell masuk kedalam sebuah ruangan, menemui seorang pria yang kira kira usianya lebih muda dari ayahnya.
Pria di dalam ruangan itu terkejut melihat Camell.
Camell tersenyum setelah ajudan itu keluarĀ meninggalkan mereka bertiga dengan Irene.
"Selamat siang sir Dylan. Maaf saya datang tanpa memberi tahu terlebih dahulu." Camell menyodorkan selembar kertas lainnya pada Dylan membuat pria itu terkejut menatap Camell menahan gejolak kerinduannya.
Sir Dylan salah satu tangan kanan kepercayaan ayah, orang yang paling berbakat, berkompeten dan tidak bercela di kekaisaran. Sampai pernah ada rumor bahwa dialah yang bekerja dibalik kesuksesan ayah! Rekan seperti inilah yang aku butuhkan!!!
__ADS_1