
Untung saja bagi Camell ini di telepon jadi wajah gugupnya tidak akan terlihat oleh Lloyd. "Ada apa tuan duke menelpon saya??"
"Bukan hal yang penting sekali, aku baru saja selesai rapat dan memutuskan untuk menanan jagung seperti ide mu untuk wilayah barat."
Camell tertawa kaku, Kalau untuk hal sepele seperti ini rasanya tidak perlu menelpon, lagipula pembahasan rapat kabinet seperti apa memangnya dia perlu sampai melapor padaku. "Haha syukurlah." Untuk beberapa saat mereka mengobrol santai sampai Camell teringat tentang harta bangsawan yang disita.
"Hmm tuan duke, ada yang ingin saya sampaikan." Ujar Camell.
"Ada apa??"
"Ini mengenai harta yang disita karena permasalahan budak ilegal. Apa mungkin saya menggunakan itu sebagai anggaran kerja lumbung barat? Korban terbanyak dari budak ilegal adalah kalangan kelas bawah, jadi perbaikan lumbung juga akan membantu mereka." Camell menjelaskan penuh hati hati dan pemilihan kata yang cermat agar Lloyd menyetujui hal itu.
"Baiklah."
"Hah?" Camell sedikit terperangah karena tidak menyangka semudah ini Lloyd mengeluarkan ijin.
"Lakukan saja, lagipula belum ada keputusan mengenai harta itu. Sangat mudah hanya dengan menambah satu pasal saja." Ucap Lloyd santai.
"Tidak apa apa memutuskan secepat ini?? Padahal saya sudah menyiapkan hati jika ditolak." Ucap Camell ragu.
"Aku sudah mendengar landasan yang kamu katakan, apa perlu aku meragukannya?"
Ucapan Lloyd membuat ukiran senyum dibibir Camell, rasanya senang ada seseorang yang percaya dengannya. Jika tuan duke kooperatif seperti ini, tidak masalah jika aku meminta 1 hal lagi kan??
"Ehm, tuan duke. Masalah anggaran ini kan tidak ada hubungannya dengan lumbung lain. Kalau begitu lumbung lain tidak perlu tahu soal ini kan??"
__ADS_1
Lloyd tergelak mendengar ucapan Camell. "Hahaha! Kamu cerdik sekali yah! Baiklah aku akan berhati hati agar informasinya tidak tersebar."
Camell tersenyum sangat puas. Kalau lumbung selatan tahu ada dana persiapan, bisa bisa syarat permintaannya jadi banyak. Aku harus menjaga kartuku sebisa mungkin!
"Setelah kompetisi lumbung selesai kita akan memasuki musim gugur, jika... tidak sibuk.. apa kamu mau berpiknik?" Lloyd sedikit terbata mengucapkan kalimatnya.
"Piknik?? Kedengarannya menyenangkan." Camell tersenyum lebar. Diawali oleh obrolon piknik, pembicaraan mereka berlangsung lama. Camell tidak akan pernah tahu, piknik yang dia kira basa basi akan mendatangkan hal seperti apa.
****
Galant kembali mengunjungi Camell setepah beberapa hari, dia membawa banyak masakan rumah buatan ibu mereka membuat Camell bahagia. Tujuan Galant datang hari ini pun juga membawa kabar baik untuk Camell, bahwa kantor pusat administrasi negara berniat menerima kerjasama untuk Camell dalam mengelola lumbung barat.
"Yang benar???" Camell terlonjak bertambah gembira.
"10 menit???! Bagaimana aku bisa membaca dokumen ini dalam 10 menit!!" Omel Camell.
"Kamu tenang saja, aku sudah menyiapkan semuanya." Ucapa Galant. "Sudah ayo bersiap rapat melalui telepon."
Rapat negosiasi berjalan dengan baik berkat bantuan Galant. Hari hari berjalan sesuai rencana Camell yang giat bekerja untuk mengelola lumbung barat, para ahli administrasi unggul yang juga dikumpulkan ole Albert untuk bekerjasama, harta sitaan bangsawan yang telah Camell terima dan berbagai kabar yang membuat hati Camell senang terus dia terima.
Namun diantara itu semua ada 1 kebiasaan baru tiap malam yang banyak membuat suasana hati Camell gembira, hampir setiap malam dia mendapat telepon dari Lloyd. Dan menghabiskan larut malam untuk bertelfon dengan Lloyd sampai tertidur.
Telepon yang setiap hari Camell terima padahal tidak ada sesuatu yang penting, membuat wanita itu jadi terbiasa dan mendengar suara berat Lloyd yang menyenangkan telinganya adalah hal terbaik dalam menutup hari.
Hari ini pun Camell sibuk bekerja sampai sore, malamnya dia mempunyai jadwal makan bersama Lloyd jadi dia membereskan pekerjaannya lebih cepat. Saat hendak bersiap sebentar, Irene masuk dan memberi tahu ada telepon.
__ADS_1
"Telepon? Dari istana?" Camell berpikir mungkin Lloyd yang menelpon.
"Halo nona Camellia." Suara itu terdengar begitu Camell mengangkat teleponnya.
"Tuan Cailaden??" Camell tersenyum.
"Lama tidak bertemu." Suara Cai disebrang sana terdengar senang, "Aku dengar kamu sudah memakai alat komunikasi di istana, jadi aku menelpon. Aku senang kemarin itu kita bertemu."
"Ah iya, kemarin itu kita tidak sempat berbincang panjang yah??" Camell tertawa.
Mereka mengobrol untuk beberapa saat sampai membuat janji untuk minum teh bersama saat sudah senggang nanti di minggu depan. Pembicaraan pun harus disudahi karena Maya memberi isyrarat kalau Camell sudah harus bersiap untuk makan malam.
"Baiklah kita akan minum teh bersama di minggu depan yah, maaf aku sudah harus pergi." Pamit Camell.
"Baiklah sampai jumpa lagi nanti." Cai menutup teleponnya.
"Nona Camellia..." Irene terlihat ragu menyampaikan sesuatu.
Tapi Camell memahami wajah khawatir Irene. "Kami hanya berteman, tuan Cailaden adalah teman yang baik. Dia satu satunya yang bersikap baik padaku saat berada disini."
Tidak sampai selang 5 menit Lloyd muncul di depan ruangan Camell, memasang wajah yang masam sampai membuat beberapa pelayan segan menatapnya saat memberi salam.
Pria itu berniat menjemput Camell untuk acara makan malam mereka dan masuk begitu saja.
"Yang mulia duke kenapa? Aku jadi takut?" Bisik bisik dari para pelayan Camell mulai terdengar saat Lloyd sudah masuk kedalam ruangan Camell.
__ADS_1