Abandoned Flower

Abandoned Flower
Topeng


__ADS_3

Lisa dan Maya sudah berjanji pada nyonya mereka, nyonya Ester. Untuk selalu menjaga dan melakukan yang terbaik hanya pada Camell, tapi kali ini sulit bagi mereka untuk menahan diri agar tidak berkomentar pada majikan baru mereka.


"Nona! Sudah cukup! Ini sudah kesekian kalinya dalam 3 hari ini nona Camell menyambangi kamar nona Cyness!" Lisa bersidekap menahan Camell yang hendak berjalan keluar lagi.


"Betul! Biar bagaimanapun juga, dukungan dari para penghuni Luckingham untuk nona Camell disini yang akan menjadi grand duchess itu lebih banyak yang berarti derajat nona diatas nona Bourbon! Jangan menghampiri nona Bourbon lebih dulu!" Maya menimpali tak kalah emosi.


Camell berdecak menatap dua pelayan dihadapannya yang menurutnya sangat berlebihan ini. "Aku kan sudah janjian untuk minum teh..." Camell berusaha membela diri.


"Tapi yang mengundang pertama itu nona Bourbon!!" Maya menaikkan intonasinya gemas, "Nona Camell jangan merendahkan diri untuk menghampiri duluan sebelum diundang! Aduhh kepalaku...." Maya memijat keningnya.


Lisa pun tidak kalah berekpresi sedih dan frustasi, "Nona Jangan telihat ingin sekali berinteraksi dengan nona Bourbon, secara eksplisit kalian adalah saingan."


Camell menipiskan bibirnya, memang secara gamblang dia dan Cyness adalah saingan. Tapi mata siapa sih yang tidak bisa melihat kalau tuan duke disini sedang menjalin kasih dengan nona Cyness. Meskipun berkali kali Lisa dan Maya meragukan bahwa kedua orang itu menjalin asmara dan menegaskan pada Camell namun benar atau tidaknya fakta itu tidak akan berpengaruh pada Camell.


Jelas karena dia tidak fertarik dengan posisi grand duchess apalagi berdekatan dengan pria bengis tak tahu etika yang bernama Lloyd itu. Namun satu satunya jalan Camell agar dia bisa meleaati masa masa belajarnya dengan baik dan mulus di Luckingham adalah.... berteman dengan Cyness, meyakinkan Lloyd bahwa dia tidak tertarik dengan kedudukan ataupun harta, dan mendapatkan guru guru terbaik dalam proses pembelajarannya.


"Tsk!" Camell berdecak dan memegang keningnya, "Aku hanya..."


'Tok Tok Tok!'


Ketukan pada pintu kamar Camell memotong perdebatan mereka bertiga.


"Permisi nona Camellia Blooming, saya hanya ingin menyampaikan pesan dari nona Cyness bahwa beliau mengundang nona untuk minum teh bersama dalam ruangannya." Pelayan Cyness datang dan menyampaikan pesan yang Camell tunggu tunggu membuat mata Camell berbinar.


"Baik saya akan segera kesana sekarang." Sambut Camell antusias dan segera berjalan menuju pintu.


"Nona kami akan kesana dalam 30 menit!" Tahan Maya dan juga Lisa. Kedua pelayan itu tersenyum sangat lebar membuat Camell bingung dan tanpa basa basi membuka pintu agar pelayan Cyness keluar.


Pengusiran secara halus! Camell tersenyum hambar.

__ADS_1


"Nona tidak bisa bertemu saingan dengan penampilan seperti ini dong!" Maya menggiring Camell agar duduk dimeja rias.


"Benar! Acara minum teh bangsawan itu secara tidak langsung sebagai acara pamer dan medan perang sindir menyindir. Nona harus bersiap agar tidak kalah bertempur." Lisa mulai mengeluarkan rak dorong berisi gaun gaun yang harus dikenakan oleh Camell.


"Sepertinya ini agak...." Camell mulai tidak berkutik karena kedua pelayan itu sudah bergerak untuk mengrias dirinya.


Sesuai perkataan Maya tadi, dalam waktu 25 menit Camell sudah siap. Memakai gaun terusan yang simple namun elegan berwarna biru langit, rambutnya yang berwarna coklat dibiarkan terurai dan riasan yang natural namun menambah kadar kecantikan Camell. "Selesai." Wajah Lisa terlihat cukup puas.


Setelah pusing dengan kedua pelayannya yang membuat Camell sedemikian rupa agar siap untuk 'bersaing' akhirnya dia bisa duduk dihadapan Cyness dalam ruang tamu kamar wanita itu.


Camell melirik penampilan Cyness, jika Cyness tumbuh besar bersama Lloyd berarti mereka sepantaran kira kira Cyness berusia 21 tahun yang berarti 4 tahun lebih tua dari Camell. Secara penampilan memang Cyness lebih dewasa, menggenakan gaun terusan berwarna cream dengan hiasan permata dibagian dadanya. Camell jadi sedikit bersyukur Lisa dan Maya membuat penampilan dirinya tidak kalah saing dengan Cyness.


Camell menyeruput teh nya setelah disajikan, dia memegang gelasnya dengan sangat baik, membuat Cyness yang awalnya hendak menguji tata krama Camell menjadi terdiam sesaat.


"Terimakasih sudah mengundangku nona Cyness." Camell tersenyum memecah keterkejutan Cyness.


"Ah iya, sama sama." Cynessterlihat sedikit gugup. "Tapi kamu bisa memanggilku Cyness saja agar kita bisa lebih akrab. Maafkan aku kalau harus menunda waktu beberapa hari agar bisa mengundangmu minum teh bersama karena Lloyd banyak menyita waktuku." Cyness tersenyum malu malu.


Cyness hampir hampir tidak bisa mengontrol wajahnya, sejujurnya dia agak terkejut dengan sikap Camell namun dia tetap berusaha tenang. "Tuan duke harus mengetahui ketulusan hatimu yang seperti ini yah."


Camell terdiam mendengar ucapan Cyness.


Tata krama bicara bangsawan!! Dia menggunakan nama orang kuat yang berkuasa berada dipihaknya untuk menunjukkan keunggulannya. Kalimatnya juga bisa berarti "Jangan berbuat kesalahan kedepannya, berhati hatilah."


Hebat juga aku masih bisa mengingat teori berbicara bangsawan ini, tapi aku juga merasa marah. Namun.. seperti apa aslinya orang ini yah?


Camel menganggukkan kepalanya dan tersenyum sambil menyeruput gelas teh nya lagi.


Apa nona Cyness adalah orang yang hangat namun saat marah jujur mengekspresikan isi hati dengan cara yang berkelas.

__ADS_1


Atau seluruh sifatnya hanya bersembunyi dibalik topeng?


Dan apakah yang dia katakan itu bukan percakapan melainkan sindiran untukku??


Tapi senyumannya yang hangat itu masa itu palsu?? Apa aku mengetestnya saja...


Camell meletakkan gelasnya dan tersenyum lebar, "Kalau nona Cyness juga mempunyai kebesaran hati untuk berteman denganku yang masih merupakan kerabat jauh dua generasi tuan duke terdahulu, apalagi tuan duke saat ini. Beliau memimpin kesejahteraan  negri yang luas ini, pasti beliau juga mempunyai kebesaran hati yang lebih besar lagi."


"I.. iya betul." Cyness tersenyum.


Ah barusan air mukanua berubah!!!


Camell seakan menemukan titik terang. Dia terlihat terkejut karena aku mengerti ucapannya tadi, jangan jangan benar tadi dia menyindir aku?? Apa benar dia bersembunyi dibalik topeng??


Dia pasti semakin mencurigai aku sekarang, aku akan pura pura tidak tahu saja!


"Ehm!" Camell berdeham dan memasang wajah ceria. "Aku tahu apa yang nona Cyness khawatirkan saat ini."


"Apa??" Cyness menatap Camell bertambah bingung.


"Aku tidak berminat mengusik hubungan anda dengan tuan duke." Senyuman Camell bertambah lebar dan menepuk dadanya dengan yakin. "Aku hanya ingin belajar disini, anda jangan khawatir nona Cyness. Aku tidak berminat mengusik hubunngan asmara orang." Camell menjeda.


"Baiklah, sepertinya aku sudah menyita waktu nona Cyness terlalu lama." Camell berdiri. "Aku harap, aku bisa ikut bergabung untuk belajar bersama dengan nona Cyness besok."


Tentu saja perkataan Camell juga bermakna agar Cyness menyampaikan hal tersebut pada Lloyd, agar besok dia bisa memulai kegiatan belajarnya.


"Tidak apa apa, aku juga menikmati waktu berbicara dengan nona Camell." Cyness ikut berdiri.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit undur diri." Camell menundukkan kepalanya formal dan pamit keluar.

__ADS_1


Semoga dia menyampaikan maksudku pada tuan duke itu!


__ADS_2