Abandoned Flower

Abandoned Flower
Alasan


__ADS_3

Pria itu masih saja memalingkan wajahnya keluar jendela, wajah Camell tetap mengintimidasinya sampai Lloyd menghela nafas panjang. "Saat itu.."


"Apa??!" Tantang Camell. "Memangnya ada alasan tepat yang membuat anda membenarkan semua tindakan itu?!"


Lloyd tidak mengira Camell akan bersikap seperti ini. "Sudahi saja perdebatan yang tidak ada akhirnya ini, aku sungguh tidak ada waktu memusingkan hal sepele seperti ini ketimbang kewajibanku sebagai duke muda."


"Jangan bilang anda mau berkata semua ini karena bencana yang menimpah wilayah bagian barat??" Camell bersidekap.


"Kamu juga tahu permasalahan itu?!!" Lloyd sampai menegakkan badannya dan menatap Camell taljub.


Apa apaan dia?!!


Camell mengerutkan alisnya, sudah pasti perkataannya tadi bertujuan untuk menyindir Lloyd namun reaksi pria itu diluar dugaan.


Memangnya sangat mengagetkan kalau aku tahu mengenai bencana itu?? Dia benarbenar meremehkan orang lain yah!


"Itukan bencana besar di kekaisaran ini, bagaimana mungkin aku tidak tahu!" Decih Camell.


"Benar.. mana mungkin ada yang tidak tahu tentang bencana yang sudah terjadi 3 tahun ini." Lloyd lebih mirip menggumam.


Camell hanya terpaku menatap ekspresi Lloyd yang terlihat sedih juga putus asa.


Jangan jangan... dia memang mengkhawatirkan tentang bencana itu..


Bencana besar terjadi di wilayah bagian barat, kekeringan yang sudah melanda selama 3 tahun terakhir. Sebelum bencana melanda, curah hujan disana juga sangat rendah. Bukan tidak hujan sama sekali tapi tanpa diketahui sebabnya wilayah barat seakan menuju proses menjadi padang pasir.


Kelihatannya masalah ini besar, pasti kerajaan menuntut duke yang menangani masalah ini karena wilayah barat juga merupakan wilayah kekuasaan duke.


"Apa tuan duke sudah menemukan solusinya?" Camell melunakkan suaranya.


"Aku berencana menebang pohon dan mengecor semua tanahnya." Jawab Lloyd.


Apa?? Camell hampir hampir tidak bisa menahan ekspresinya. Ap.. apa yang dia katakan tadi?!


"Ditempat itu kan terjadi kemarau panjang tapi kenapa semua pohon mau anda musnahkan?!"


"Disana juga sangat kekurangan air, tidak akan bisa melakukan bidang pertanian disana!"

__ADS_1


Camell memijat keningnya, Aku benar benar lupa, mungkin memang paradaban di ibu kota lebih maju dalam beberapa bidang tapi untuk kami yang tinggal di wilayah pinggir dengan penghasilan utama bidang pertaninan, wilayah ini masih tertinggal dalam beberapa ilmu pengetahuan dasar. Beberapa orang masih saja percaya dengan pengetahuan nenek moyang bangsa ini bahwa pohon mengambil air dari jaman dahulu kala. Mereka harus lebih menekankan titik penelitian soal tumbuhan!!


"Memangnya apa yang salah?!" Lloyd tidak menyukai ekspresi yang Camell tampilkan setelah mendengar jawabannya.


"Mengecor tanah pun tidak akan membuat hujan turun." Terang Camell.


"Yah biar bagaimanapun disana juga tidak bisa untuk bertani, makanya aku akan membuat kota khusus disana." Lloyd bersidekap. "Untuk penggunaan air sehari hari masyrakat masih bisa mengandalkan curah hujan disana meski sedikit. Hasil bertani yang tidak seberapa itu juga tidak bisa membangun ekonomi mereka. Meskipun kemiskinan yang terjadi akibat kekeringan..."


"Rupanya anda berencana membangun kota industri yang dibalut dalam kawasan perkotaan agar bisa memperkerjakan masyarakat disana??" Camell menebak dugaannya.


"Aku bermaksud membalikkan ekonomi masyarakat dengan penghasilan dari industri itu."


Camel menatap Lloyd tidak percaya.


Mengubah suatu daerah menjadi kota industri adalah perbuatan yang sangat tegas namun nekat dan beresiko. Apa itu yang sebenarnya dia pikirkan??


Lloyd kemudian tersenyum menatap Camell. "Hari ini kamu sangat mengejutkan aku.." Bukan tanpa alasan Lloyd heran pada Camell untuk ukuran wanita pengetahuannya cukup luas ketimbang putri bangsawan lain yang hanya tau cara berbelanja dan berpesta.


Camell menghela nafas datar meski dalam hatinya dia cukup bangga bisa membuat orang lain terkagum dengan kepintarannya, meski ayah ibunya selalu mengakui Camell gadis yang cerdas tapi dipuji orang lain tetap membuatnya bangga. "Idemu cukup brilliant, tapi... itu sedikit tidak rasional. Mengecor wilayah seluas itu belum tentu akan berhasil, akan sulit untuk dipertahankan. Peluang suksespun sangat rendah."


Lloyd bukan tidak memikirkan apa yang barusaja Camell ucapkan, dia juga sudah memikirkan hal itu lebih dulu namun menurutnya inilah solusi terkini yang dapat dia lakukan. "...aku tidak bisa menyerah begitu saja, wilayah barat adalah wilayah dibawah kekuasaanku. Aku tidak bisa membiarkan rakyatku kehilangan tempat tinggal."


"Haaahhh.." Camell menghela nafasnya. "Niat tuan duke patut diacungi jempol namun saya serius. Jalan keluar yang tuan duke akan lakukan harus diinvestigasi lebih lanjut. Industri yang memiliki utilitas rendah akan membuat satu negara menjadi sulit."


Lloyd mengernyitkan alisnya. "Jadi kamu menyuruhku menyerah saja?! Masyarakat disana..."


"Bukan begitu." Potong Camell. "Kalau ada jalan keluar lain.. lebih baik pakai itu dulu..."


"Memangnya ada jalan keluar lain yah??!!" Lloyd bangun dan mencodongkan badannya didepan Camell.


Aduh kaget aku..! Dekat sekali!


Camell tersentak karena wajah Lloyd tiba tiba ada dihadapannya. "Tidak ada!!"


Enak saja aku tidak akan membantu begitu saja! Anda saja sesuka hati mengingkari janji!


"Kalaupun ada... kenapa juga saya harus membantu tuan duke??" Camell tersenyum menang. "Tuan duke sudah mempermalukan saya."

__ADS_1


Lloyd kesal mendengar penuturan Camell. "Memangmya kehormatanmu itu penting sekali?! Saat ini ada rakyat yang sudah hampir mati kelaparan."


"Iya itu penting! Karena kalau memang seperti ini caranya saya enggan untuk terlibat. Meskipun yang mulia duke memerintahkan saya dan saya sebagai bawahan tidak bisa menolak namun.."


"Tidak." Potong Lloyd. "Saya meminta tolong pada nona Camell." Seputus asa itulah Lloyd memikirkan rakyatnya sampai dia menundukkan kepalanya dihadapan Camell.


Camell menggigit bibirnya kesal, bukan maksud hatinya untuk meninggikan diri seperti ini tapi melihat Lloyd saat inipun dia merasa kesal mengingat apa yang sudah pria itu lakukan padanya. "Sejujurnya saya tidak mau terlibat dengan tuan duke! Tapi.. ini hanya demi masyarakat yang menderita."


"Caranya sangat seserhana... tanam lebih banyak pohon."


"Maksudnya...?" Lloyd bingung karena itu bertentangan dengan pengetahuan yang dia tahu.


"Pohon tidak mengambil air yang ada ditanah, pohon membantu menjaga tanah menyerap air hujan. Yang kedua bangunlah waduk untuk menampung air, jadi masyarakat juga mempunyai mata perncaharian disana." Terang Camell.


"Apa itu bisa dibuktikan??" Lloyd sedikit ragu.


"Undanglah beberapa peneliti dari negara xx tentang pertanian. Mereka sudah menjalankan penelitian yang mendalam mengenai pohon." Camell pernah membicarakan hal ini dengam gurunya di akademi.


Lloyd tersenyum. "Baiklah akan kucoba, aku..."


"Tak perlu berterimakasih." Potong Camell. "Saya hanya menyampaikan usul dari pengetahuan yang saya tahu. Memilih dan mengrealisasikannya adalah pilihan tuan duke."


Lloyd tertawa kecil. "Kamu cerdik, maksudmu adalah kamu akan terlepas dari pertanggung jawaban jika ini gagal dan aku tidak bisa menyalahkanmu."


"Syukurlah tuan duke paham." Camell tertawa dan menatap keluar jendela.


Namun sepanjang perjalamam Camell merasa sangat canggung karena tatapan Lloyd tidak lepas darinya.


Kenapa sih melihatku begitu terus?!!


Akhirnya mobil berhenti di Luckingham, Camell dan Lloyd langsung turun dari mobil. Para pelayan sudah bersiap untuk menyambut mereka dan sudah ada Lisa dan Maya yang menunggu untuk menyambut Camell.


"Kalau begitu saya permisi tuan duke." Camell pergiĀ  begitu saja setelah memberi salam pada Lloyd meninggalkan pria itu yang masih menatapnya penasaran.


Sementara itu ditempat pesta beberapa orang tetap bergosip mengenai apa yang baru terjadi. Banyak yang menjadi tertarik pada Camell yang begitu berani, banyak juga yang tidak menyangka Cyness bisa melakukan hal seperti itu karena reputasi keluarganya cukup terpandang.


Cyness yang berada dalam ruang istirahat keluarga Chandellum mengepalkan tangannya erat.

__ADS_1


"Dasar tidak berguna, aku sudah menyuruhnya untuk memata matai dengan benar tapi malah memberiku informasi dengan salah sehingga aku dipermalukan!!"


__ADS_2