
"Ada apa??" Cailladen mendejat dan bertanya pada Camell melihat raut wajah wanita itu.
"Tidak." Camell tersenyum dan mengalihkan pandangannya dari Lloyd yang berjalan keluar bersama Cyness. "Bukan apa apa."
....
Tuan duke meninggalkan pesta bersama Cyness, itu adalah terakhir kalinya aku tidak melihatnya lagi dimalam pesta itu. Aku terus merasa ganjal dengan ajakannya bertemu nanti.. makanya dimalam pesta itu aku disana untuk waktu yang lama. Tapi tuan duke tidak kembali. Entah kenapa aku pikir kalau ajakannya untuk bertemu diucapkan sepenuh hati. Atau... hanya aku yang salah paham?
Bahkan tidak ada kabar apapun dari tuan duke meski pesta sudah selesai.. jelas ini berbeda dengan kebiasannya menghubungiku meski bukan ada hal yang penting. Kenapa lagi ini??
Ugh!! Hentikan. Seharian aku memikirkan tuan duke terus!
Sudah beberapa hari lewat semenjak pesta ulang tahun Lloyd, namun kegelisahan Camell seolah tidak menemukan jawabannya.
"Nona ini jadwal yang harus anda periksa." Irene datang membawa beberapa lembar berkas pada Camell.
"Apa itu??" Camell mengalihkan pandangannya dari buku yang juga tidak dia baca sedari tadi.
"Ini jadwal anda beberapa bulan kedepan, ada jadwal kunjungan untuk sukarelawan. Kita sudah menentukan untuk ke panti asuhan, namun di jadwalnya tidak ada. Bagaimana kalau nona Camell juga ikut menyampaikannya pada tuan duke?"
Camell terdiam sebentar. "Mungkin tidak sengaja terlewat. Apa kamu bisa mengirim dan memperbaikinya??"
"Serahkan pada saya." Jawab Irene.
"Baikkah terimakasih." Camell menjawab datar.
Hhuuff pada akhirnya aku yang menghubungi tuan duke duluan. Kepentingannya pun cuma urusan politik.
Sementara itu Lloyd bekerja dalam kantornya, sekretarisnya masuk setelah mengetuk pintu. "Tuan duke, ini ada laporan dari kediaman calon duchess."
Lloyd menaikkan alisnya, "Berikan padaku." Setelah menerima berkas itu Lloyd langsung membacanya, "Nona Camellia berencana mengunjungi panti asuhan??"
"Oh? Iya saya dengar beliau berencana mau melakukan kunjungan sosial kesana."
Lloyd terdiam sebentar. "Bukankah kunjungan sosial sebaiknya dilakukan bersama dengan aku?? Kenapa dia tidak mengajak aku??" Pria itu menatap telepon diujung meja kerjanya. "Apa aku harus menghubunginya??" Dia mengambil telepon itu dan Lloyd tiba tiba teringat ancaman Cyness.
__ADS_1
Flash back off
"Tolong batasi hubungan tuan duke dengan nona Blooming!" Cyness berkata formal pada Lloyd.
"Apa maksudmu??!" Geram Lloyd.
"Tuan duke sendiri kan sudah berjanji kalau aku harus menjadi duchess agar semua berjalan baik dari segi pendukung keluarga Bourbon. Kedekatan anda dengan nona Blooming menghalangi rencana itu. Jika tuan duke tidak mengabulkan permintaan saya maka... bagaimana jika bangsawan di kekaisaran ini tahu jika tuan duke terdahulu melakukan konspirasi agar bisa naik tahta dan ini berhubungan dengan nona Blooming.."
"Cukup! Kamu sudah katakan itu tadi!!" Geram Lloyd marah. "Aku paham yang kamu minta, tapi jika kamu berbohong padaku.. kamu dan kekuargamu tidak akan selamat!"
"Tuan duke... saya harap berita ini juga bohong." Cyness tersenyum penuh makna.
Flash back off
Lloyd meletakkan kembali teleponnya, "Jangan dulu." Pria itu menyugar rambutnga kesal dan menutup matanya. "Sebelum aku memastikan ucapan Cyness dan menyusun rencana, lebih baik jangan berhubungan dulu."
****
Hari kunjungan ke panti asuhan pun tiba, "Hoaaaahmm! Aku masih mengantuk." Camell menguap lebar saat Maya mengatur rambutnya.
"Yah ampun nona ini, aku sudah melarang nona membaca buku sampai larut malam." Omel Maya.
"Astaga nona memang keras kepala! Nona mau pakai baju apa hari ini??" Maya enggan berdebat karena dia akan selalu kalah.
Camell tersenyum mantap, "Siapkan kemeja dan celana bahan panjang seperti pria!"
"Apa??" Maya dan Irene terkejut.
"Bawalan semuanya, aku mau pilih." Lanjut Camell.
"Kenapa nona mau memakai baju seperti pria?? Para nona bangsawan selalu memakai gaun." Maya mengerutkan alisnya. "Jika gaun terlalu berat maka aku akan memilihkan yang berbahan ringan dan tipis."
"Haha bukan begitu, aku hanya merasa akan lebih nyaman memakai pakaian seperti pria jika bermain dengan anak anak di panti." Camell tertawa.
Panti asuhan tidak terletak jauh dari pusat kota, setelah Camell tiba disana dia langsung meninjau panti yang terlihat bersih dan terawat.
__ADS_1
"Selamat datang nona Blooming, panti asuhan senang sekali dengan kedatangan anda." Seorang pria yang terlihat lebih tua dari Lloyd menyambut Camell. "Saya Aron kepala panti disini."
"Senang bertemu dengan anda tuan Aron." Camell tersenyum ramah.
Peninjauan panti berlangsung dengan baik, dia banyak bermain dengan anak anak dan Camell juga membantu kegiatan para pekerja panti dalam merawat anak anak kecil.
Aah gila ini melelahkan!! Seperti merawat 10 Galant saat dia kecil!
Camell tidak nerhenti bermain dengan anak anak, berlari, menggendong juga membacakan buku cerita. Wajah anak anak panti pun terlihat sangat ceria seperti sangat menyambut kedatangan Camell. Tawa anak anak terdengar riang disegala penjuru panti, para pengawal yang datang bersama Camell juga ikut bermain.
"Lelah! Aku lelah butuh istirahat." Camell berjalan dekat taman setelah bisa melepaskan diri sejenak dari anak anak. Namun saat hendak melangkah, kakinya yang terasa lemas tersandung akar pohon.
"Akh!!" Camell sampai memekik terkejut karena akan jatuh sampai ada tangan yang menahan tubuhnya.
Camell terperanjat dia tidak jatuh ketanah, pria itu menopang tubuh Camell. "Te.. terima kasih!!" Camell secepat kilat melepaskan dirinya dari pria itu.
Pria itu memakai mantel tipis dengan tudung kepala menutupi sebagian wajahnya, kacamata berbingkai tebal hitam juga menyamarkan bentuk wajahnya. Dia hanya menganggukkan kepalanya tanpa bicara menanggapi ucapan terimakasih Camell dan berlalu begitu saja.
Siapa dia?!! Aku merasa familiar namun wajahnya tidak jelas... Tapi aroma parfum yang aku hirup sesaat dan sentuhannya... setelah aku lihat, cara jalannya juga!!
"Jangan jangan.." Camell langsung berlari mengejar pria itu.
"Hei!" Camell menahan pria itu, "Kok langsung pergi begitu saja sih? Kan kita bisa berkenalan dulu. Iya kan??" Camell mendekatkan wajahnya para pria itu.
Pria itu bersingut mundur mencoba menghindar dari tatapan Camell, namun angin sore bertiup membuka tudung dikepalanya.
Rambut coklat terang... Camell tersenyum tipis. "Sekali lagi terimakasih yah, berkat anda saya tidak jatuh." Kalau sudah begini dia tidak akan mengangguk lalu pergi lagi kan..?!
Pria itu terlihat ragu ragu menjawab membuat Camell semakin menahan senyumnya. Jadi dia tetap mau bertahan???
"Saya Camellia Blooming, salah satu kandidat calon dcuhess harusnya anda sudah tahu yah. Saya mau tahu nama anda, siapa nama anda??" Camell tidak berhenti memancing.
Pria yang memasang wajah waspada sedari tadi itu akhirnya menghela nafasnya. "...Leo." Ucap Pria itu akhirnya.
Camell hanya dia tersenyum smirk.
__ADS_1
100% dia adalah tuan duke. Sepertinya rumor bangsawan yang suka menyamar saat meninjau itu benar yah. Ada teknik khusus sehingga bahkan aku tidak mengenali wajahnya, namun teknik itu hanya menyembunyikan tampilan luar saja yah. Haha. Tapi ini kesempatan yang tidak akan aku lewatkan, aku harus tahu apa lagi yang terjadi kali ini!
"Senang berkenakan dengan anda Leo!"