Abandoned Flower

Abandoned Flower
Serangan Camell (2)


__ADS_3

Begitu Lloyd tiba, Cyness berceloteh meluap luap. Namun berbeda dengan Cyness, ekspresi wajah Lloyd tidak menunjukkan ketertarikan sama sekali. Wajah Lloyd seperti menahan situasi yang tidak disukainya, ini semua membuat Camell bingung. Padahal jika menurut pada sifat Lloyd jelas jelas pria itu akan terang terangan menepis jika berada pada situasi yang dia tidak sukai.


Camell masih memperhatikan interaksi antara Lloyd san Cyness. Untuk apa dia datang kesini jika hanya mendengar tanpa bersuara??


Lloyd melihat Cailladen dan langsung berbicara tanpa menggubris Cyness membuat wanita itu sedikit berdecak. "Cai, sebentar lagi upacara pembukaan akan dimulai."


"Ah iya, tak terasa sudah akan dimulai." Cailladen melirik Camell. "Nona Camell kalau begitu saya permisi dulu."


Camell tersenyum lebar. "Sampai jumpa diacara pembukaan."


Cailladen pergi setelah pamit bersama Lloyd, kembali meninggalkan Cyness dan Camell berdua.


Jadi itu keperluannya kesini?? Yah.. aku sih tidak mau tahu urusan hubungan tuan duke dan Cyness. Tapi akan lebih menyenangkan jika aku menyelesaikan urusan tadi hihi!


"Tuan duke pasti terkejut melihat nona Cyness, nona sudah berias habis habisan seperti ini. Apa tuan duke mengucapkan sesuatu??" Camell tersenyum tulus yang dibuat buat.


Cyness menggertakkan giginya kesal melihat Camell, dia enggan berdebat karena posisinya sedang tidak bagus dengan Lloyd. Tapi semua mata menuju kearah mereka, jika dia menghindar justru akan terlihat jelas Lloyd tidak menggubrisnya. "Riasan saya ini hanya ingin menampilkan sesuai isi hati saya. Tapi terimakasih nona Camell."


Itu bukan pujian tauk!! Camell tertawa dalam hatinya. Aduh aku belajar dari mana menjadi wanita jahat ini?? Haha!


"Hihi! Sepertinya tadi saya terlalu banyak bicara karena senang melihat tuan duke datang." Cyness masih berusaha menjaga keanggunannya. "Beliau benar benar penuh pengertian mendengar semua cerita saya."

__ADS_1


Duhhh jadi tuan duke tidak bilang apa apa yah?? Dan kamu menutup nutupinya?? Kasihan sekali! Intinya sekarang kamu seperti mengakuinya yah, jadi hanya menggaris bawahi ucapanmu!


Camell tersenyum saja mendengar ucapan Cyness. "Begitu yah... saya kira percakapan itu dilakukan oleh dua arah. Tapi ada juga yah yang dilakukan satu arah saja." Ucapan Camell terang membuat Cyness semakin marah. "Tapi.. kalau nona Cyness bilang tuan duke hanya mendengar saja bukankah.. ummm sebaiknya nona lebih menyesuaikan diri??"


"Seperti kata nona toleransi adalah hal terpenting dalam sebuah hubungan." Camell kemudian tersenyum lebar dan bersikap sopan. "Oh jangan tersinggung saya hanya mengkhawatirkan hubungan kalian yang tidak terlihat seperti dulu."


Ini pukulan terakhir!!! Entah kenapa Camell tertawa puas dalam hatinya.


Cyness semakin geram dan merendahkan suara marahnya. "Ini bukan urusan nona Blooming! Saya cukup mendengar ucapan anda..."


"TENG TENG TENG!" Lonceng berbunyi sebagai penanda acara pembukaan akan dimulai, karena dua calon duchess akan naik keatas panggung untuk melaksanakan tradisi maka Cyness juga langsung pergi begitu saja tanpa menyelesaikan ucapannya.


Camell hanya tersenyum kecil melihat Cyness yang tidak berkutik berdebat dengannya, hatinya senang. Keturunan siapa sih kok aku bisa jahat begini?! Hahaha! Tapi aku puas!


Ini ritual paling ditunggu dan mendebarkan oleh semua peserta, dengan dalih mendoakan keselamatan mereka bisa saling mengekspresikan kasih sayang.


Untuk yang pertama para calon duchess yang akan melakukan ritual ini lebih dulu. Camell dan Cyness naik keatas panggung yang sudah ditunggu oleh Lloyd dan Cailladen duluan disana. Perhatian hampir semua orang memang tertuju pada Cyness karena dia adalah pasangan tuan duke. Namun Camell sendiri mempunyai rencana kecil yang sudah dia siapkan untuk membalikkan keadaan.


Dengan percaya diri Camell membuka jubah panjangnya yang tertutup rapat sedari tadi. Semua perhatian otomatis tertuju pada Camell, terutama pada gaun dibalik mantel itu.


Memakai jubah tertutup untuk menutupi gaun ini, untuk memamerkannya disaat terpenting dan itu adalah sekarang! Haha! Terimakasih ibu dan ayah!

__ADS_1


Gaun elegan berwarna merah maroon yang menjadi tren luar negri bahkan belum masuk kedalam wilayah negara ini, siapa lagi yang bisa mendapatkannya duluan jika bukan Winter yang melakukan transaksi perdagangan internasional dan atas suruhan Flo untuk membeli gaun itu untuk putri mereka rercinta.


Kalau sejak awal aku memamerkan gaun ini sudah pasti akan menjadi biasa. Memangnya hanya kamu dan tuan duke yang pantas untuk bersinar?? Tapi dengan strategi ini semua mata juga akan menilaiku bukan bangsawan biasa. Strategi merusak hari Cynes!! Dan aku berhasil.


Camell memakai gaun berlengan panjang namun dengan model sabrina dan memiliki bentuk mermaid pada ujung gaunnya. Berbeda dengan gaun yang biasa digunakan putri bangsawan disini selalu memakai gaun bundar dan berat dengan rangka didalamnya. Camell terlihat anggun dan seksi disaat bersamaan namun karena bahan dan mantel bulu yang dia kenakan tidak membuatnya kediginan dan tetap hangat.


Camell ingin mengalahkan Cyness namun tanpa dia sadari perbuatannya justru membuat Lloyd terpana habis habisan, begitu juga dengan Cailladen. Cyness yang menyadari hal itu semakin marah, dia mengikat sapu tangan pada pedang Lloyd namun pria itu malah terpana pada Camell yang sedang mengikat sapu tangan pada pedang Cailladen.


"Kenapa melamun begitu tuan Cai??" Camell tersenyum menatap Cai saat dia selesai mengikat sapu tangan itu.


"Ah! Itu maaf, nona.. aku hanya terkejut." Cailladen menjadi salah tingkah.


"Terkejut kearah yang positif kan??" Goda Camell.


"Tentu saja." Cai tertawa.


"Bagi saya keselamatan tuan Cai adalah yang terpenting. Hati hati yah!" Camell mengulurkan tangannya.


"Suatu kehormatan saya bisa bertarung untuk reputasi nona hari ini." Cailladen menyambut ukuran tangan Camell dan mengecup punggung tangannya sebagai bentuk penghormatan.


Camell tersenyum namun dia merasa hawa menusuk dari arah samping, saat Camell menoleh dia menjadi canggung sendiri karena mendapat Lloyd terus menatap dalam kearah dirinya.

__ADS_1


Di.. dia lekat sekali menatapku?? Apa dia sekaget itu??


Setelah calon duchess selesai kini giliran para kesatria lainnya, kegembiraan terpancar dari wajah setiap peserta. Tak lama setelah ritual selesai, para kesatria berbaris dan berjalan memasuki hutan dengan menunggang kuda. Dan begitulah acara berburu dimulai.


__ADS_2