
"Nona Camellia, nona!" Sudah ketiga kalinya Maya memanggil Camell yang termenung menatap taman dari jendela ruangannya.
"Eh! Iya, ada apa??" Camell tersentak.
"Sudah waktunya makan malam dengan tuan duke." Maya mengingatkan.
Camell tersenyum pias. "Sudah waktunya yah? Kok cepat sekali."
"Hm? Ada apa nona??" Maya tidak paham maksud Camell.
"Haha! Bukan apa apa!" Camell tertawa kaku. "Ayo berangkat keruang makan."
Sejujurnya Camell gugup dan merasakan hawa panas pada kedua pipinya dengan hanya mengingat ciuman itu, dia bingung bagaimana harus bersikap pada Lloyd. Dan ini kali pertama mereka akan bertatap muka setelah kejadian ciuman itu. Aku tidak berani menemuinya karena malu! Ugh..! Aku sudah menyadari bahwa aku tidak membenci ciuman itu, tapi bahkan itu jadi lebih terasa memalukan! Aaghh!!
"Sudah lama tidak bertemu." Lloyd tersenyum sangat cerah saat mereka bertemu diruang makan. Bahkan sikap pria itu terlihat sangat jauh dari kata gugup apalagi canggung.
Camell mengangkat alisnya menatap Lloyd, bahkan sampai sekarang ujung jemari Camell masih sedikit bergetar karena gugup. "Tuan duke normal yah..?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Camell yang terdengar lebih mirip gumaman.
"Ya?" Tanya Lloyd.
"Bukan apa apa." Jawab Camell sedikit ketus.
Mereka langsung memulai acara makan malam itu, menyantap sajian mewah seperti yang dihidangkan kelas hotel bintang lima. Namun makanan lezat itu tidak terlalu menggugah Camell, dia cemberut dan merasa kesal dalam hatinya.
Tuan duke bisa bersikap normal seperti ini yah..? Apa dia betul betul tidak merasakan apa apa?? Iya sih.. dia kan yang mulia grand duke! Pasti sudah sering menjalin hubungan dengan perempuan, terlebih dengan wajah seperti itu. Dia pasti profesional!
Kejadian ciuman tak sengaja itu sih.. pasti bukan apa apa baginya. Iya kan?? Makanya dia bisa bersikap setenang itu.. bahkan lidahnya itu..
"Sebentar lagi ulang tahunku." Ucapan Lloyd menyadarkan Camell dari pikirannya.
"Oh iya benar. Selamat ulang tahun untuk tuan duke." Camell berusaha bersikap acuh.
"Kayaknya para faksi bangsawan akan mengadakan perayaan untukku. Apakah kamu..." Lloyd mulai melancarkan niatnya pada Camell dengan harapan besar.
__ADS_1
"Oh pesta ulang tahun yah?" Camell memotong lebih dahulu. "Saya sudah berjanji akan pergi dengan tuan Cailladen."
"Apa???" Raut wajah Lloyd seketika berubah membuat Camell bingung. "Dengan Cai??" Tanya Lloyd lagi untuk memastikan.
"Iya." Jawab Camel masih dengan kebingungannya. "Memangnya kenapa? Tuan duke kan pasti akan berpasangan dengan nona Cyness."
Lloyd masih terdiam mendengar penuturan Camell. "Iya... benar." Jawab Lloyd datar dan wajahnya kembali dingin.
Camell mengunyah makanannya dan menatap Lloyd bingung. Kenapa lagi sih dia?? Dasar aneh!
..
"Terimakasih sudah mengantar saya." Camell memberi hormat saat Lloyd mengantarkan Camell kembali keruangannya setelah acara makan malam mereka.
"Iya. Istirahatlah." Pria itu tersenyum tipis dan pamit untuk pergi.
Dengan hati yang gundah Lloyd berjalan menuju ruang kerjanya, wajahnya cemberut dan alisnya mengernyit sedari tadi. Para sekretaris yang menyambut Lloyd diruang kerja pun menjadi sedikit segan.
Lloyd menatap datar tumpukkan dokumen diatas meja kerjanya dan kembali menatap para selretaris yang membantu tugas Kirion. "Bawa dokumen itu jauh jauh dariku ya!"
Ucapan Lloyd tentu saja membuat terkejut para sekretaris itu. "Maaf??"
Dan belum berhenti sampai disana, Lloyd kembali mengejutkan mereka. "Aku sedang tidak ingin bekerja." Ucap pria itu yang terdengar kesal.
Baru kali ini para sekretaris mendengar Lloyd tidak ingin bekerja. Tuan duke yang mereka kenal adalah seorang pekerja keras yang tidak akan menunda pekerjaan. "Ba.. baik." Namun mereka segera melakukan apa yang Lloyd perintahkan karena mereka pun tahu, atasannya ini tidak akan senang jika harus mengulang dua kali perintahnya.
Lloyd duduk diam begitu saja di kursinya ketika para sekretaris sudah meninggalkannya seorang diri. "Aku pikir hubungan kami sudah sangat dekat. Ternyata aku hanya salah paham?? Apa dia tidak merasakan apa apa denganku?? Padahal kami sudah sampai berciuman."
Lloyd mendesah dan menopang dagunya, dalam kepalanya terus terngiang ekspresi datar Camell yang mengucapkan akan pergi dengan Cai.
Pria itu tiba tiba bangkit berdiri, secara implusif membuka lemari kaca yang berisikan botol anggur anggur mahal dan terbaik yang merupakan hadiah dari para bangsawan untuknya. Lloyd mengambil dua botol anggur dan sebuah gelas lalu kembali duduk dan meminum anggur itu berharap perasaan gelisah yang asing dalam hatinya ini bisa hilang.
Kirion yang baru saja kembali dari tugasnya diluar istana mengerutkan alisnya melihat 2 sekretaris Lloyd berbisik dan mencoba mencuri dengar dari depan pintu ruang kerja Lloyd. "Ah sir Kirion!" Salah satu dari mereka melihat Kirion.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan? Dimana tuan duke, apa dia di dalam?? Aku hendak mendiskusikan sesuatu tapi sudah jam segini tuan duke tidak berada dalam kamarnya. Tuan duke masih bekerja di jam segini??" Kirion bertanya pada dua sekretaris itu.
"Itu... sebenarnya kami juga kurang tahu. Tuan duke bersikap aneh." Lapor para sekretaris.
Kirion langsung memahami situasi. "Akan akan cek kedalam, kalian tunggu saja disini."
Begitu Kirion masuk kedalam dia cukup terkejut mencium bau alkohol yang menyengat dan mendapati Lloyd berbaring tidur di sofa dalam ruang kerjanya. "Tuan duke??!"
"Hmm?? Kiron..?" Lloyd mengerang sedikit sadar dari mabuknya.
"Ini apa?? Tuan duke minum alkohol??" Cecar Kirion.
Lloyd memijat kepalanya dan memosisikan dirinya untuk duduk, memijat kepalanya dan memasang wajah frustasi.
"Tanpa tuan duke jawab saya juga sudah melihatnya sih, astaga. Ini ada satu, dua.. tuan duke minum berapa botol??!" Kirion memungut botol botol kosong dilantai lalu melihat Lloyd yang masih terdiam lesu. "Tuan duke.. ada apa sebenarnya?" Kirion melunakkan suaranya.
"Bukan apa apa." Jawab Lloyd datar.
Kirion menghela nafas panjang. "Padahal tuan duke minum alkohol yang tidak anda sukai sebanyak ini, tolong katakan ada apa tuan duke." Kirion terus mendesak Lloyd. "Dengan begitu saya akan carikan solusinya, kalau anda tidak bicara bagaimana saya bisa tahu??"
Lloyd tersadar dengan apa yang Kirion ucapkan barusan dan mendadak bangkit berdiri membuat Kirion tersentak karena terkejut.
"Aduh kaget!!" Reflek Kirion memegang dadanya.
Lloyd baru menyadari satu hal. Tidak tahu kalau tidak bicara..?? Benar!! Mungkin saja nona Camellia tidak tahu kalau aku hanya berpura pura pacaran dengan Cyness. Aku pikir hal itu tidak perlu dijelaskan lagi karena nona Camellia sangat pintar, dia juga pasti bisa merasakan lewat sikapku. Tapi bisa saja pemikiranku ini salah, kalau begitu pantas saja caraku menunjukkan perasaan tidak berhasil.
Aku harus bilang!! Lloyd berjalan, dalam kepalanya saat ini hanya ingin menemui Camell dan mengatakan isi hatinya.
"Tuan duke!" Dengan sigap Kirion menangkap Lloyd yang berjalan sempoyongan hampir terjatuh itu. "Nanti tuan duke jatuh!"
"Sekarang aku tahu apa yang harus aku lalukan!" Racau Lloyd.
"Iya iya! Tapi sekarang tuan duke tidur dulu yah!" Kirion memapah Lloyd untuk kembali kekamar tidurnya karena hari kian larut.
__ADS_1