Abandoned Flower

Abandoned Flower
Neraka


__ADS_3

Ethan duduk dibawah pohon rindang mengikuti Flo, kedua orang itu seperti kembali ke masa kecil mereka. Duduk diatas hamoaran rumput dan dibawah pohon ek tua yang besar rindang dekat dengan danau istana.


"Aku seperti bernostalgia!" Flo memejamkan matanya mencium aroma segar rumput dan bunga yang terbawa angin.


Ethan hanya diam memandang Flo.


"Apa alasan kamu begitu mencintai dia??"


Flo melihat Ethan, wajahnya seakan memastikan pertanyaan itu sungguh yang akan ditanyakan.


"Tidak ada alasan." Flo tersenyum dan memandang hamparan danau di depan matanya.


"Tidak ada alasan jika kamu menyukai bunga yang cantik. Tidak ada alasan jika kamu menyukai anak anjing kecil. Juga tidak ada alasan mengapa anjing kecil senantiasa mengikuti ibunya."


Flo tersenyum menatap Ethan. "Seperti matahari yang terbit dan bulan yang terbenam setiap hari, semua itu tidak ada alasan. Begitu juga denganku, tidak ada alasan bagiku untuk tidak mencintai Winter."


Ethan mengerutkan alisnya sejujurnya dia merasa hatinya kesal saat ini. "Kamu tau wanita yang tidak dicintai seperti bunga yang kehilangan aromanya? Siapa yang akan memandang bunga itu? Semua tidak akan berarti Flo!"


"Setidaknya bunga itu cantik!!" Flo menaikkan intonasinya karena kesal dengan perkataan Ethan yang cukup menyakitinya.


"Istana kerajaan ini bukanlah tempat yang mudah Flo, kamu tahu itu." Ethan kembali menatap Flo lembut.

__ADS_1


"Ditempat ini bagaikan neraka itu seperti periuk besi dengan minyak mendidih, satu sama lain akan selalu merasa iri, mengekang dan memfitnah untuk mendapatkan kekuasaan. Tempat dimana kalian akan saling menanti siapa yang akan tersingkir lebih dahulu."


"Meskipun paman Michael mendukungmu itu tidak akan cukup kuat saat ini karena Winterlah yang menduduki pusat utama kekuasaan sekarang. Kalau kamu tidak bisa mendapatkan hati Winter, carilah kekuatan ditempat lain! Kamu harus mendapatkan kekuasaan sampai dimana orang tidak bisa menyentuhmu dengan sembarangan! Itulah cara bertahan hidup di Luckingham!"


Flo mengerti maksud Ethan, dimana saat ini posisinya sangatlah ringkih. Sudah tidak mendapatkan hati Winter, malah seluruh sekutu istana juga membenci dirinya. Sewaktu waktu bisa saja dia terusir dari sini apalagi paman Michael sudah pindah dari Luckingham.


"Aku tidak butuh kekuasaan! Aku tidak butuh gelar grand duchess! Aku tidak butuh sekutu apapun! Yang aku mau hanya menjadi istri Winter saja." Sudut mata Flo basah, hatinya bahkan saat ini sangat terluka. "Yang aku mau hanya menjadi istri Winter saja." Flo menutup wajahnya dan menangis terisak.


Ethan hanya bisa menghela nafas panjang dan menepuk nepuk kepala Flo agar wanita itu bisa tenang.


Keinginanmu bisa sangat membahayakan nyawamu Flo. Dan aku tau, pasti kamu dengan lantang akan berkata tidak masalah dengan itu.


****


Flo diam sedari tadi memikirkan semua perkataan Ethan tadi siang,


Kamu benar Ethan, aku hanyalah bunga yang tidak berarti yang tidak memiliki aroma.


Padahal saat aku melihat Winter, hatiku sudah terampas sepenuhnya. Tapi.. kenapa hingga saat ini tidak satu kepingpun aku mendapatkan hatimu.


Kenapa?

__ADS_1


Kesalahan apa yang sudah aku perbuat?


Dimana letak kesalahanku??


"Sepertinya saat aku sakit kemarin aku bermimpi." Flo masih saja menatap cermin dengan tatapan kosong.


"Nyonya Flo jangan khawatir. Aku sudah menyuruh semua bertugas ditempat yang lain kemarin. Hanya ada aku. Hanya ada aku saja. Nona jangan khawatir. Tidak ada satupun yang tahu." Altez terus menyisir rambut Flo dengan lembut.


Di kediaman utamapun para penghuni sudah kembali ke kamar masing masing begitu juga dengan Winter yang sudah kembali kedalam kamarnya, dia duduk dan menikmati wine setelah seharian bekerja.


Dylan dan Ronan yang sudah melakukan tugas hari ini akan segera undur diri. "Tuan Winter bisa beristirahat sekarang, malam ini tuan ingin ditemani oleh siapa?"


Sudah lumrah bagi bangsawan memiliki selir lainnya selain istri sah, dan bisa saja setiap malam Winter berganti pasangan ditemani oleh selirnya.


Seperti posisi ratu untuk istri sah, dan permaisuri untuk para selir. Dan itu lumrah, selir selir berasal dari keluarga bangsawan lainnya yang biasa menjalin kerjasama dengan istana atau wilayah kekuasaan.


Winter sendiri memiliki 2 selir yang sangat jarang dia sentuh, namun saat ini hatinya diliputi rasa kesal dan benci.


Winter menggenggam erat gelas winenya dan terlintas dalam pikirannya bayangan tadi siang Flo tertawa lepas bersama Ethan, begitu juga saat Flo jatuh dalam pelukan Ethan saat kemarin wanita itu sakit.


Flower! Flo...

__ADS_1


Aku benci padamu!


"Tidak, aku akan tidur sendiri malam ini." Winter menjeda. "Tapi, panggilkan nona Summer. Minta dia untuk datang kesini malam ini."


__ADS_2