
Bohong jika Camell tidak merasakan sesuatu yang aneh saat wajah Lloyd sedekat ini dengannya, dadanya sesak dan pikirannya menjadi kosong terlebih detak jantungnya yang tidak beraturan. Seketika Camell merasa dia seperti orang bodoh yang tidak bisa berpikir dengan cepat, wajar saja karena dia sama sekali tidak pernah berhubungan dengan lawan jenis.
"Tuan duke kan sudah punya nona Cyness!" Ucap Camell pada akhirnya.
Senyum Lloyd menyurut seketika dan dia menenggakkan badannya lalu menatap Camell tidak senang. "Kenapa kamu bawa bawa dia?!"
Camell cukup bingung dengan situasi ini. "No.. nona Cyness kan..."
Tanpa menunggu Camell menyelesaikan kalimatnya Lloyd berdecak dan langsung masuk kedalam kamar itu mengabaikan Camell yang kesal sekaligus bingung.
"Masuklah!" Ketus Lloyd.
Nona Cyness kan kekasih anda!!! Kenapa anda marah? Dimana salah saya??
Camell merasa amarahnya menumpuk diubun ubun kepalanya namun tetap mengikuti Lloyd masuk.
Begitu masuk kedalam kamar, Camell menipiskan bibirnya karena bertambah kesal. Ada ruang tamu, juga terdapat dua pintu kamar yang berbeda dalam ruangan itu, yang artinya dia dan Lloyd sudah pasti tidak memakai kamar yang sama.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Ucap Lloyd. "Sudah pasti kita memakai kamar yang berbeda." Pria itu masuk kedalam salah satu kamar lagi lagi meninggalkan Camell.
Dia mengerjai aku lagi!! Grrrrr!
Sambil mengepalkan tangan karena kesal Camell pada akhirnya berjalan menuju kamar satunya. Dia juga sudah lelah dan ingin membersihkan diri.
"Permisi." Beberapa pengawal yang memakai baju bebas mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan. "Kami datang membawa barang bawaan anda."
Camell berhenti dan mempersilahkan pengawal itu masuk, begitu juga Lloyd keluar dari kamarnya mendengar para pengawal tiba.
"Saya akan menjelaskan beberapa hal pada nona, meskipun tidak nyaman tapi nona harus berbagi ruangan dengan tuan."
"Ah iya tidak masalah." Jawab Camell.
Mereka tidak menyebutnya tuan duke ini berarti bagian dari penyamaran yah..?
"Kelihatannya tuan sudah menjelaskan pada nona."
__ADS_1
Camell melirik kearah Lloyd yang sibuk berbicara dengan pengawal lainnya. "Yah begitulah, meskipun cara penjelasannya sedikit unik." Ucap Camell sakras.
"Nanti akan ada pelayan yang melayani nona. Ini pelayan yang akan melayani nona selama wisata disini." Pengawal itu menunjuk satu wanita yang ikut dalam rombongan mereka.
"Suatu kehormatan dapat melayani anda, nama saya Clara." Wanita itu membungkuk hormat.
"Baiklah. Mohon bantuan kedepannya." Camell tersenyum ramah.
"Seluruh penginapan ini dalam pengawalan ketat yang tidak akan ketahuan orang awam. Jadi nona tidak perlu khawatir." Pengawal itu menjelaskan. "Baiklah saya undur diri."
Setelah semua pengawal dan pelayan keluar, Camell menatap Lloyd jengah. "Kenapa??" Tanya pria itu seperti tanpa dosa.
"Anda senang sekali mengerjai saya yah?? Akan lebih baik jika anda mengatakannya lebih dulu kan..?"
Lloyd terkekeh sebentar. "Aku bukan sengaja ingin menyembunyikannya kok."
Camell bersidekap. "Jika ada lagi yang perlu dikatakan, lebih baik sekarang. Jangan ada yang disembunyikan lagi."
"Tidak ada." Lloyd tersenyum tipis. "Berhati hatilah karena pelayan wanita itu tidak mengetahui identitas kita yang sebenarnya." Ucap Lloyd sebelum berjalan masuk kedalam kamarnya meninggalkan Camell.
..
Sementara itu di ibu kota Irene menghadiri sebuah pesta jamuan makan malam dari bangsawan, saat sedang menikmati jamuan bersama keluarganya Irene melihat Cyness juga turut hadir di pesta itu bersama ayahnya.
"Ayah, aku pamit sebentar untuk menyapa beberapa putri bangsawan lainnya." Irene bangkit berdiri setelah meminta ijin dari keluarganya.
Bersikap biasa saja namun tetap awas, Irene mengikuti Cyness. Mengawasi apa yang gadis itu lakukan saat dipesta.
Cyness terlihat senang saat mengobrol dengan beberapa bangsawan disekelilingnya.
Faksi bangsawan pendatang baru, Count Seofel?? Keluarga marquiz Bourbon benar benar mengincar posisi duchess yah.. banhkan sampai mencari pendukung faksi bangsawan baru. Tapi aku kan sedang libur kenapa masih seperti bekerja sih??? Aku harus melapor pada nona Camell nanti bahkan saat liburpun dedikasiku cukup tinggi!!
Mendengar sedikit percakapan Cyness dengan para bangsawan itu bahkan sampai janjian untuk bertemu lagi membuat Irene semakin yakin bahwa dia sangat harus waspada dengan apa yang Cyness rencanakan.
****
__ADS_1
Seusai mandi dan makan malam, Camell duduk diruang tamu bersama Lloyd menikmati anggur khas daerah itu. Lloyd sedikit mengernyit saat melihat Camell menenggak isi gelasnya dengan wajah yang takjub. "Kalau kamu minum seperti itu bisa mabuk loh!" Sindir Lloyd.
Masih dengan wajah yang takjub Camell melihat botol anggur dimeja itu. "Anggur disini enak sekali!! Lagipula ditempat ini anggur lebih mudah ditemukan dari pada airputih, dan saat ini saya sedang haus!"
"Pintar juga kamu berkilah." Lloyd mendecih.
"Tuan duke tidak minum lagi???" Camell menuang isi gelasnya kembali.
"Tidak!" Jawab Lloyd dan menatap jengah Camell yang minum seperti orang kehausan. "Kalau aku mabuk siapa yang mengurusi kamu yang mabuk??"
"Aku tidak mabuk!!!" Camell bahkan sudah bertingkah seperti orang mabuk, lalu dia tersenyum licik. "Bilang saja tuan duke takut karena tidak kuat minum, melihat anda yang khawatir tampaknya benar kalau anda tidak kuat minum. Kalau segini saja..." Camell menuang isi botol pada gelas Lloyd.
Pria itu berdecak, menyambar gelas itu dan langsung meminum isinya sekaligus.
"Waaah boleh juga!" Camell tertawa riang dan kembali menuang isi botol pada gelas Lloyd. "Coba lagi! Coba lagi!"
Malam itu Camell dan Lloyd cukup banyak meminum anggur hingga menghabiskan 3 botol anggur untuk berdua.
Dengan wajah yang merah Camell melihat Lloyd yang terdiam seperti mengontrol keaadarannya dan wajah pria itu juga sedikit berwarna merah.
"Tuan duke tidak kuat minum yah??" Camell tersenyum lebar khas orang mabuk.
Lloyd menghela nafas, "Aku masih lebih kuat dari kamu, lihat kamu sudah mulai mabuk."
"Kata siapa?? Mata tuan duke sudah mulai bermasalah." Camell memangku wajahnya diatas meja dan masih tersenyum lebar.
Lloyd terus menatap Camell dengan tatapan yang tajam.
"Kenapa tuan duke melihat saya seperti itu??" Tanya Camell. "Bukan hanya tuan duke, tapi juga tuan duke nomor dua nomor tiga... kenapa tuan duke jadi banyak??" Setelah berkata demikian Camell oleng kearah samping hampir terjatuh.
Namun dengan sigap Lloyd menangkap tubuh Camell sebelum wanita itu jatuh ke lantai.
"Haaaghnnn..." Camell melindur dengan mata terpejam lalu dalam sekejap wanita itu tertidur pulas.
Lloyd berdecak dan mengangkat tubuh Camell, menggendong wanita itu masuk ke kamar tidurnya. "Lebih baik kamu tidak minum, bikin repot saja!"
__ADS_1