
Sarah yang sejak tadi melihat dosen incerannya itu, merasa heran. Kok ada perempuan bodoh yang melepaskan seorang laki-laki, yang begitu romantis. Penuh perhatian dan kasih sayang yang tulus pada seseorang yang ia cintai. Ia pun yakin sebelum bersama Asifa, pasti juga romantis dengan perempuan yang sebelumnya.
Tapi dengan acara hari ini, ia hanya ingin menjadi pengagum jarak jauh saja. Dirinya pun tidak ingin menjadi perusak hubungan orang. Karena ia sendiri tahu sakit hati ketika di duakan. Hal itu banyak ia pelajari dari kisah rumah tangga kedua orang tuanya.
Di atas mimbar pak Arya sudah berada di tengah bersama Fahmi. Kemudian ia merangkul pundak Fahmi sebelum memulai berbicara.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu," untuk mengawalinya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatu." Jawab semua yang hadir dalam acara tersebut.
"Apakah semua yang hadir di sini mengenal pemuda yang bersama saya?"tanyanya.
Semua menjawab, ada yang kenal, ada yang tidak. Karena masih jadi warga baru, Fahmi termasuk orang orang ramah komplek ini juga. Yang belum mengenal baik Fahmi hanya tahu jika Fahmi orang baru.
"Hari ini acara barbeque an untuk muda mudi juga yang ingin menikmati silahkan ya. Dan acara ini merangkap sebagai kejutan untuk Asifa, dan memperkenalkan seorang pemuda tampan ini. Yang bernama Muhammad Fahmi Ramadhan, seorang dosen dan pemilik restoran BERKAH BERSAMA yang ada di Jogja ini. Dan yang berkerja sama dengan acara ini, adalah restoran BERKAH BERSAMA.
Yang di kelola langsung oleh orang kepercayaan nya yaitu Muhammad Zaki Hamas."
Semua orang yang sudah mengenal Fahmi ternganga, terutama Lasmi. Yang mana dirinya sering makan di restoran BERKAH BERSAMA. Bersama suami dan teman-temannya juga, secara tidak langsung ia jadi pelanggan restoran tersebut. Tapi ia tidak pernah melihat mantan suaminya dan juga Zaki. Ia pun belum pernah bertemu dengan Zaki sekali pun.
Karena waktu mereka menikah, Zaki sedang berada di rumah sakit. Sebab anaknya sedang di rawat selama beberapa hari. Dan Zaki juga tidak pernah mendatangi rumah Fahmi di Jakarta.
__ADS_1
Namun dirinya tetap menganggap Fahmi orang miskin. Karena suaminya masih lebih kaya dari mantan suaminya. Ia hanya iri dengan apa yang di berikan Fahmi pada Asifa. Karena dulu dia tidak menerima perlakuan manis dan romantis di depan umum. Hadiah yang indah juga mahal tidak pernah ia dapatkan.
Karena Fahmi dulu bekerja dan ngajar hanya sampingan. Yang mana hanya seminggu sekali, maka ketika di PHK. Fahmi hanya ngojek sebagai mendapatkan nafkah keluarga.
"Dan hari ini juga saya, mas Herman, dan mas Daryanto. Menambahkan acara untuk Fahmi dan Asifa, bahwa hari ini. Adalah hari pertunangan Asifa dan Fahmi, sebenarnya ini tidak bukan kemauan saya saja. Keinginan kedua orang tuanya Fahmi dan Asifa."
Asifa atau Fahmi sama-sama kaget tidak menyangka. Bahwa hari mereka dapat kejutan juga dari kedua orang tuanya.
Pak Herman memapah putrinya untuk maju dan sejajar dengan Fahmi. Kemudian dari depan masuk lah Andik, membawa sebuah kotak perhiasan dengan nampan.
"Silahkan mas Herman dan mbak Fatimah untuk memakai cincin pada putra putri kita. Biar saya ya yang jadi MC acara yang satu ini. Tenang nanti saya kasih bonus untuk MC nya yang sebenarnya."
~Gambar hanya pemanis~
Kemudian bu Fatimah mengambil cincin yang bermata, lalu di pasangkan pada jari manis Asifa. Begitu pas di jari Asifa ia sangat senang dengan pilihan nya ini. Tidak lupa Bu Fatimah mencium kening dan kedua pipinya Asifa.
Di lanjut dengan pak Herman, mengambil cincin polos. Kemudian di pasangkan pada jari manis Fahmi. Lalu mendaratkan ciuman di keningnya Fahmi. Sebagai tanda bahwa dirinya juga menerima Fahmi sebagai putranya sendiri.
Bukan hanya sekedar menantunya saja, karena baginya siapa yang masuk menjadi keluarga. Maka ia akan menjadi putranya juga, sama seperti Taufiq dan Ardi.
__ADS_1
Namun Ardi tidak seperti Fahmi, yang masih menjaga jarak atau canggung saat bersama dengan pak Herman.
Kembali ke atas mimbar, kini Asifa dan Fahmi telah selesai. Lalu kedua saling pandang satu salain, dan tersenyum manis. Namun hanya sekilas, karena tidak ingin memperbanyak dosa. Sebab di antara mereka belum halal, maka akan banyak dosa yang mereka dapatkan.
"Alhamdulillah, selamat ya untuk putra dan putri ayah. Semoga acara pernikahan yang sudah di tentukan kedua keluarga, lancar sampai hari H. Yaitu keluarga Hermansyah dan keluarga Daryanto. Terima kasih untuk mas Herman, telah mengundang keluarga Dinata. Dan masih mau menganggap saya sebagai besan dan sahabat. Sungguh ini suatu kehormatan bagi keluarga kami. Yang mana keluarga kami, sudah melukai hati mas Herman sekeluarga. Saya mewakili keluarga, terutama putra kami Ardi. Meminta maaf yang sebesar-besarnya, kepada keluarga Hermansyah."
"Asifa sayang, ayah harap pada mu. Jangan lagi mengingat masa lalu mu, ingat masa depan yang sudah ada di depan mata. Jadikanlah masa lalu sebagai kenangan, supaya bisa di jadikan pelajaran. Untuk nak Fahmi juga sama, ayah harap bisa menjaga putri kami. Jangan lagi menoleh ke belakang, jika ingin hidup bahagia di masa depan. Apa lagi sudah memilih putri sebagai pendamping hidup mu. Dengan menerima segala kekurangan nya, itu artinya kamu siap dengan segala sesuatu ke depannya. Semoga Allah SWT menjadikan kalian berdua pasangan dunia akhirat kelak." Kata pak Arya panjang lebar menasehati keduanya.
Berjalan mendekati MC, dan memberikan MC tersebut. Dan tidak lupa, ia mengucapkan terima kasih dan berkata akan menunggu nya di dalam rumah pak Herman.
Kemudian berjalan menuju rumah pak Herman, yang posisi nya di tengah. Yaitu yang bagian belakang mimbar adalah bagian bar barbeque an para muda-mudi. Namun tetap di pisahkan bagian laki-laki dan perempuan. Kini melewati para tamu, sisi kanan laki-laki dan sisi kiri perempuan.
Asifa berjalan di papah oleh Yosi sahabat barunya. Lalu menuju ke bagian perempuan, dan di minta duduk yang manis. Di sebuah kursi yang sudah di sediakan, oleh panitia acara.
Dan Fahmi berjalan lebih cepat ke bagian laki-laki. Kemudian mengambil jagung manis 2 buah, sosis yang besar 2 buah, daging ayam bagian dada 2 bagian. Langsung membakarnya semua yang di ambilnya tadi. Setelah matang maka ia meminta pada karyawan nya perempuan, untuk memberikan pada calon istrinya.
Sementara di mimbar acara di tutup oleh pembawa acara tersebut. Karena hari sudah semakin larut malam, tentunya untuk anak-anak balita sudah pada mengantuk. Karena saat ini sudah pukul 11:10 menit, ini tinggal yang acara orang dewasa. Lebih tepatnya lagi untuk para muda-mudi menikmati acara barbeque an.
"Akhirnya sampai juga di akhir acara ini, tinggal acara barbeque an. Selamat untuk mbak Asifa dan mas Fahmi, semoga lancar sampai hari H nanti. Saya sebagai MC meminta maaf apa bila ada salah-salah kata, selama dalam acara ini. Saya ucapkan terima kasih, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu." Langsung turun, dan berjalan menuju rumah pak Herman. Karena ingin menepati janji pada pak Arya.
*****Bersambung.....
__ADS_1