
"Sudah tiduran saja ya, kita tunggu dokter keluarga. Buat periksa kamu, supaya aku tahu keadaan mu." Ujar pak Djohar.
"Iya mas kepala ku pusing sekali, aku haus mas pengen minum." Katanya
"Ya, sini mas bantu duduk," kemudian di bantunya"ini minumnya." Memberikan gelas pada Lasmi.
Tok tok tok
"masuk saja tidak di kunci." Kata pak Djohar.
"Selamat siang pak Djohar dan bu Lasmi." Sapa dokter tersebut.
"Siang Dok, silahkan periksa istri saya." Ujar pak Djohar.
Sang dokter segera memeriksa keadaan Lasmi dari tekanan darah, darah, dan terakhir bagian perut.
"Kapan anda terakhir datang bulan bu?" tanya dokter tersebut.
"Bulan kemarin dok, dan harus nya dua hari lalu saya datang bulan."Jawab Lasmi.
"Untuk lebih tahu kebenaran nya anda datang ke spesialis kandungan. Dan ibu jangan banyak pikiran yang berdampak stress, banyak istirahat. Ini saya kasih resep vitamin saja bu, karena pusing itu sebagai tanda bahwa ibu sedang mengandung." Ucap dokter.
"Jadi saat ini istri saya mengandung ya Dok?"tanya pak Djohar.
"Itu baru dugaan saya pak, untuk memastikan bisa langsung ke dokter kandungan atau cek sendiri dengan tespeck."Jawab dokter.
"Baik dokter, nanti saya akan bawa ke dokter kandungan. Terima kasih sudah mau memeriksa istri saya."ucap pak Djohar.
"Sama-sama pak, saya permisi."Ucap dokter itu.
"Baik Dok, mari saya antar ke depan."Ucap pak Djohar.
Pak Djohar menjadi pening dengan ini dia ingin hidup lebih dari kekacauan yang sering terjadi dan di sebabkan Lasmi. Setelah mengantar dokter pak Djohar tanpa minta pendapat Lasmi langsung menuju rumah pak RT. Untuk mengurus surat pindah ke luar negeri, yaitu ke negara Malaysia.
__ADS_1
...****************...
Setelah keluar dari restoran BERKAH BERSAMA, ia pergi ke sebuah apotek. Membeli yang di sarankan Zaki sahabat sekaligus orang kepercayaan nya.
Tidak lama kemudian ia sampai di rumah sudah ada dua mobil yang terparkir di depan rumahnya. Mobil Aisyah dan Asifa yang di pakai pak Herman, dan Andik yang jadi sopir nya.
"Assalamualaikum," ucap Fahmi.
"Wa'alaikumsalam,"jawab semua yang telah datang ke rumah.
"Wah, kumpul semua ini."Langsung menyalami semua tamunya kecuali Aisyah dan istrinya Andik. Ia cukup menangkupkan kedua tangannya di dada.
"Mbak Sri masak banyak gak hari ini?" tanya Fahmi pada Sri.
"Karena melihat situasi yang menegangkan, dan antisipasi kalau akan ada pertemuan keluarga besar. Saya sudah siapkan untuk makan siang hari ini. Tapi saya sudah habis kan isi kolom-kolom Fahmi, hehehe." Jawab Sri.
"Alhamdulillah saya lega rasanya. Terima kasih ya mbak sudah tahu kondisi kami, yang serba repot kalau lagi kumpul. Terus si princess nya udah bangun apa belum?" tanya Fahmi.
"Dari tadi belum mas, tapi tidak tahu sekarang ini rumah ramai begini."Jawabnya Sri.
"Mau jemput apa nyusul nih?" tanyanya Taufiq dan Andik.
"Insya Allah jemput saja tidak perlu nyusul nanti ada yang pengen lagi." Jawab Fahmi dengan senyum menggoda, keduanya.
"Tidak masalah masih ada dua kamar kosong ini dan ada para ortu yang di minta untuk jaga bocah."Jawab Taufiq, dengan harapan di setujui.
"OOO enak saja emang kalian aja yang mau. Kami masih pun tidak mau kalah sama yang muda." Kata pak Herman.
Walau pun tenaga sebesar lagi muda dulu, masih bisa lah buat adik kalian."Timpal pak Daryanto. Para perempuan menepuk keningnya, sambil menggeleng kepala secara berjamaah.
Fahmi melihat tingkah keluarga nya yang tengah berjamaah itu tertawa penuh kemenangan."Hahahaha prince di lawan." Langsung pergi ke kamar.
"Assalamualaikum putri tidur." Ucapnya saat melihat Asifa terbangun, dan masih mengumpulkan nyawa nya sambil kucek mata.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam, mas dari kok aku di tinggal?"jawab salam dan bertanya ketika melihat suaminya rapi seperti habis pergi.
"Iya, mas habis pergi cari ini," jawab Fahmi, sambil menunjukkan kantong plastik bertuliskan nama apotek.
"Apa itu mas? coba lihat,"langsung meraih kantong plastik tersebut. Lalu membukanya, setelah melihat isinya Asifa menganga dan menatap suaminya, dengan wajah bingung nya.
"Iya, mas curiga dengan sayang yang beberapa hari ini tidur melulu. Tidak ada salahnya kan kalau kita coba tes. Apa lagi selama mas sekamar sayang, tidak pernah lihat sayang alfa dari sholat dan baca Al Quran. Dan saat ini kita sudah bersama selama 45 hari, siapa tahu di sini ada benih mas yang hidup."Jawab Fahmi sambil mengusap perut rata Asifa.
Asifa mengingat kapan ia terakhir kalinya datang bulan. Lalu ia menoleh pada sebuah kalender, dan ternyata sudah lewat jauh.
"Benar juga ya mas, aku baru ingat. Dan ternyata sudah lewat tiga minggu, aku belum datang bulan."Kata Asifa, yang langsung merasa berdebar dan gugup.
"Kalau begitu mau ya kita tes sekarang?" tanya Fahmi, di jawab dengan anggukkan oleh Asifa.
Tanpa babibu lagi, Fahmi langsung menggendong Asifa ala bridal style. Menurut kamar mandi, Fahmi dengan sabar dan telaten membantu Asifa untuk melakukan tes kehamilan itu. Dari tempat air s*ni, tespeck dan yang terakhir memasukkan tespeck itu 4 sekaligus.
"Kok semua mas?" tanya Asifa.
"Iya sayang, kalau benar kita kasih ke mereka yang di ruang tamu."Jawab Fahmi.
"Hah? jadi semua lagi kumpul. Kok tidak ada yang bangun kan aku, kan tidak enak dengan mereka." Keluh Asifa.
"Mereka baru juga datang sayang, sebelum mas pulang tadi. Jadi tenang ya, tidak perlu risau. Sambil nunggu mau mandi apa tidak, kalau tidak cuci muka dulu baru keluar kamar."Kata Fahmi penuh kelembutan, dan kasih sayang.
"Kalau aku mandi nanti kelamaan, cuci muka aja." Kata Asifa, yang langsung mencuci muka dan gosok gigi.
Setelah itu ia ganti baju, gamis biasa dengan kerudung instan jumbo. Sedangkan Fahmi membawa semua tespeck beserta bungkus nya ke kamar. Keluar dari kamar mandi sambil tersenyum penuh kemenangan, dan rasa syukur.
"Sayang kita berhasil," teriak Fahmi langsung meletakkan tespeck itu ke meja, kemudian memeluk Asifa dengan tangis bahagia.
Asifa pun tak kalah dengan sang suami, menangis dalam pelukan hangatnya suami. Sungguh ini mukjizat dari Allah SWT berikan padanya, apa yang selama ini ia harapkan. Kini ia bisa merasakan untuk menjadi seorang ibu. Dengan begitu juga maka ia bisa menghapus cap stempel perempuan mandul.
Setelah tangis mereka tenang, Fahmi melepaskan pelukannya dan membungkus rapi kotak kecil itu.
__ADS_1
*****Bersambung....