APAKAH SALAH JANDA

APAKAH SALAH JANDA
151.Nama untuk si kembar


__ADS_3

"Ya Allah Mi, kamu lagi sakit mana boleh menyentuh mereka. Kamu lagi sakit, kasihan mereka, nanti dia jadi ikut sakit. Sebab mereka masih rentan terhadap virus yang kita bawa." Kata Zaki,. sebelum Fahmi menyentuh si kembar.


"Ya aku juga tahu, emang tadi aku bilang mau menyentuh mereka?"tanya Fahmi, pada Zaki yang menahan tangan tanyanya.


Zaki baru sadar, ia pikir Fahmi mau menyentuh si kembar. Kini ia tersenyum malu, lalu melepaskan tangannya Fahmi.


"Oh kirain Mi, ya sudah maaf. Tapi tetap Mi harus jaga jarak ya." Kata Zaki yang sudah pengalaman tentang anak jadi sedikit parno.


"Iya pak Zaki yang baik hati. Terima kasih sudah mengingatkan seorang ayah baru ini. Dah lah aku mau lihat si kembar, mau menyapa mereka. Tu lihat putra ku bangun, kesempatan ku buat bicara dengan mereka." Langsung berdiri melihat putranya secara langsung tanpa penghalang kaca box bayi.


Fahmi tersenyum bahagia melihat putranya yang sudah di nanti selama ini. Bayi tampan, berkulit putih, hidup mancung, rambut lurus. Sedangkan kedua putrinya hanya menggeliat saja saat Fahmi menemui mereka.


"Assalamualaikum putra ayah yang tampan, sudah lega ya leluasa kalau mau bergerak. Tidak lagi harus sempit-sempitan sama adik-adik. Ayah minta padamu ya, doakan bunda biar cepat sehat, supaya bisa bertemu dengan kita lagi. Supaya kita kumpul bareng di rumah, bisa gendong kamu. Apa lagi bisa bermain dengan kamu dan adik-adik."Ucap Fahmi pada bayi yang belum bisa apa-apa itu. Namun cukup luar biasa dengan respon, seakan-akan ia tahu apa yang di katakan oleh ayahnya.


"Sayang apa kamu sudah siapkan nama untuk si kembar?" tanya bu Fatimah, di angguki oleh bu Hafsah.


"Alhamdulillah sudah bu."Jawab Fahmi.


"Siapa???" kompak semua yang ada di ruangan itu.


"Almair Bashra." Jawab Fahmi sambil tersenyum bahagia melihat putranya tersenyum.


"Masya Allah bagus sekali sayang."Ucap bu Fatimah.


"Ini pas banget ya, dengan posisi laki-laki sendiri dan yang pasti tampan." Ujar Yosi, ikut berkomentar.

__ADS_1


"Iya dong tante, Al yang paling tampan." Jawab bu Hafsah, mewakili baby Al.


"Lalu yang cantik-cantik ini siapa namanya om Ami?" tanya Fathansyah anaknya Zaki, yang sekarang usianya sudah 6 tahun lebih.


"Ya ada lah, sepertinya Fathan." Jawabnya Fahmi.


"Almira Khaiunnisa, untuk putri ku yang pertama atau kedua."Ucap Fahmi.


"Amira Khairani, untuk yang ketiga."lanjut Fahmi.


"Wah.. Nama yang cantik dan indah." Ucap pak Arya yang sejak tadi hanya diam.


"Iya Opa turun senang bisa melihat cicit yang tampan dan cantik-cantik ini." Ucap pak Surya yang tampak rona bahagia mewarnai wajahnya.


"Iya pak Alhamdulillah ya, masih bisa datang dan melihat cicit nya." Ucap pak Herman pada pak Surya.


Ya Almira dan Amira, begitu mirip dengan Asifa saat dulu masih bayi. Berwajah cantik, imut, dan menggemaskan sampai siapa pun yang melihatnya pasti terpesona. Maka dari itu siapa pun pasti sangat senang melihat si kembar ini. Di tambah lagi dengan Almair yang tampan dan imut ini melengkapi mereka berdua.


"Nak papa minta maaf ya, kalau selama ini sudah melukai hati dan perasaan nak Herman sekeluarga. Mohon di maafkan ya dengan get lapang dada." Ucapnya pak Surya pada pak Herman.


"Saya tidak pernah merasa papa ada salah pada kami, kalau pun ada salah pasti sudah saya maafkan. Meski pun papa tidak minta maaf sekali pun." Jawab pak Herman pada pak Surya.


"Terima kasih ya nak, kalau begitu kami pamit dulu ya. Semoga Asifa cepat sembuh dan bisa bersama keluarga barunya. Pasti Allah akan memberikan kebahagiaan pada keluarga besar Hermansyah dan Daryanto." Ucap pak Surya.


"Nak Fahmi tolong bahagia kan cucu kesayangan opa ya." Pesan pak Surya pada Fahmi.

__ADS_1


"Iya opa, itu pasti saya akan membahagiakan dek Zahra, tanpa harus di minta." Jawab Fahmi, dengan senyum manis ia berikan pada pak Surya.


Pak Surya pun ikut tersenyum mendengar jawaban Fahmi. Tanpa bicara pak Surya mengusap kepala Fahmi penuh dengan kelembutan dan kasih sayang. Selayaknya ia memperlakukan cucunya sendiri, seperti ia menyayangi Ardi cucu semata wayangnya.


Semua yang melihat perlakuan pak Surya pun, ikut bahagia. Namun di pikiran mereka pun juga bertanya-tanya. Terutama pak Arya yang selaku putranya pak Surya. Hal ini seperti janggal, tapi ia pun belum tahu itu apa. Ia berencana akan menyelidiki lewat Rendra yang bertugas mengawal papanya.


"Mas Herman, mas Yanto juga mbak Hafsah dan mbak Fatimah. Saya pamit dulu ya, takut papa kelelahan ini. Semoga semua cepat sehat kembali ya, nak Fahmi dan Asifa." Ucap pak Arya, dengan senyum penuh arti.


Sebab ia merasa malu pada sahabat nya ini, setahun lalu ia menjodohkan Ardi dengan Rita. Demi ingin memiliki seorang cucu atau keturunan. Yang mana Asifa tidak bisa memberikan keturunan untuk Ardi.


Sampai akhirnya Ardi menceraikan Asifa, atas permintaan Asifa sendiri. Karena tidak ingin di madu, oleh Ardi yang saat itu sudah mempersiapkan pernikahan kedua secara diam-diam. Sehingga ada perselisihan di antara dua keluarga Dinata dan Hermansyah.


Bahkan saat ini Ardi sudah mendapatkan keturunan dari perempuan lain. Yaitu Salsa yang merupakan sahabat Asifa, namun tidak sesempurna putra putri Asifa. Karena Asifa yang dulu tak sempurna di mata mereka, kini sungguh luar biasa.


Asifa dapat melahirkan tiga sekaligus, dengan putra putri yang lengkap dan sehat sempurna tidak ada yang kurang sedikit pun. Sungguh Allah selalu memberikan kejutan untuk orang yang selalu sabar seperti Asifa.


Kini dirinya malu, walau pun sudah punya cucu sendiri dari putra semata wayangnya. Namun tidak sesempurna putra Asifa, karena putra Ardi haru mengalami kekurangan. Yang untuk saat ini masih belum bisa dipastikan kesehatan oleh dokter.


Mereka harus lakukan pengobatan untuk sang bayi, yang entah sampai kapan. Mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan yang sudah di tentukan oleh penciptanya. Mungkin ini lah yang di sebut karma itu berlaku juga untuk keluarga Dinata. Dan karma itu juga di bisa di tentukan untuk siapa, namun karma itu berlaku siapa saja.


"Iya mas, kami mengucapkan terima kasih atas kunjungannya dan dukungan untuk nak Fahmi dan Asifa. Mas juga harus hati-hati dan jaga kesehatan, jangan terlalu lelah supaya tidak mudah sakit." Kata pak Herman, yang di angguki oleh yang lainnya.


*****Bersambung.....


segini dulu ya teman-teman ini pun sudah semampuku.

__ADS_1


terima kasih atas dukungan dan support nya selama ini.🙏🤗🥰


__ADS_2